Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim Akibat Koding Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Salma Firyal Nabila; Maya Weka Santi; Yusirwan Tabrani; Atma Deharja
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 1 No 4 (2020): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v1i4.2157

Abstract

Klaim BPJS Kesehatan adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan yang dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya. Setelah itu BPJS Kesehatan akan melakukan persetujuan klaim dan melakukan pembayaran untuk berkas yang layak, namun untuk berkas yang tidak layak klaim atau pending (unclaimed) harus dikembalikan ke rumah sakit untuk diperiksa kembali. Kejadian pending klaim di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo disebabkan oleh beberapa hal diantaranya administrasi, medis, koding, tidak layak dan lainnya. Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan berkas pending klaim pada bulan januari 2020 sebanyak 788 dari 2539 pasien rawat inap yang menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan analisis terkait faktor penyebab pending klaim akibat koding melalui pendekatan fenomenologi yang meliputi input dan proses pada bagian Koding di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo. Hasil penelitian terkait SDM diperlukan penambahan jumlah sumber daya manusia serta sosialisasi pembaharuan dari aturan koding. Terkait Sarana dan Prasarana yaitu keterbatasan ruangan petugas koding diperlukan pertemuan secara rutin. Terkait Teknologi yaitu mendukung proses klaim berkas rekam medis pasien diintegrasikan dengan proses manajemen lain yang terdapat di SIMRS. Berdasarkan analisis proses terkait Perencanaan yaitu telah memiliki SOP penyelesaian permasalahan pending klaim. Terkait Pengorganisasian yaitu perlu dibuat job description khususnya pada petugas bagian coding. Terkait Pelaksanaan yaitu proses pengklaiman dilihat dari alur yang ada telah sesuai dengan SOP yang berlaku serta pada analisis proses terkait Evaluasi yaitu mengadakan pertemuan rutin atau rapat bulanan.
Pendekatan Sistem Dalam Pengelolaan Rekam Medis di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo Tias Agustin Ayuningrum; Rossalina Adi Wijayanti; Atma Deharja; Maya Weka Santi
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 1 No 4 (2020): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v1i4.2199

Abstract

Pengelolaan rekam medis di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo kurang optimal. Hal tersebut dibuktikan pada Juni 2019, terjadi ketidaklengkapan pengisian rekam medis di bagian assembling sebesar 66,67%. Selanjutnya, pada bagian coding terjadi pengembalian klaim BPJS pada triwulan 1 tahun 2018 sebanyak 131 berkas. Selain itu, pada bagian filling ditemukan bahwa ruang penyimpanan tidak cukup untuk menampung dokumen rekam medis, sehingga ada dokumen yang ditumpuk di lantai. Tujuan penelitian ini menganalisis pengelolaan rekam medis melalui pendekatan sistem. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu kepala rekam medis, petugas assembling, petugas coding, dan petugas filling. Penelitian ini menggunakan metode USG untuk prioritas masalah. Hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah petugas rekam medis masih kurang dan ada petugas yang tidak berkualifikasi pendidikan rekam medis, serta ada petugas yang belum mendapatkan pelatihan. Hasil penelitian juga didapatkan bahwa buku ekspedisi rawat inap dan komputer untuk pelaporan belum tersedia. Selain itu, ruang penyimpanan terasa panas dan jumlah rak penyimpanan masih kurang. Standar prosedur operasional rekam medis juga kurang disosialisasikan. Hasil penelitian pada proses assembling ditemukan terjadi ketidaklengkapan pengisian rekam medis. Selain itu, pada proses coding terjadi kekosongan pengisiandiagnosa dan tindakan serta tulisan dokter tidak terbaca. Hasil dari prioritas masalah dapat disimpulkan bahwa yang menjadi masalah utama dalam pengelolaan rekam medis adalah kurang optimalnya fasilitas filling, dimana ruang penyimpanan terasa panas dan rak penyimpanan masih kurang. Saran yang diberikan adalah melakukan pengadaan AC dan pencatatan grafik suhu ruangan secara rutin serta meningkatkan dukungan manajemen dalam penyediaan rak penyimpanan.
Upaya Perbaikan Keterlambatan Pengajuan Klaim BPJS Kesehatan Pada Unit Rawat Inap di RSIA Srikandi IBI Jember Tahun 2019 Elsa Mayori; Atma Deharja; Novita Nuraini; Maya Weka Santi
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 2 No 4 (2021): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2301

Abstract

Based on a preliminary study at RSIA Srikandi IBI Jember, there was a delay in submitting claim health BPJS to the inpatient unit over the next ten months. The delay in submitting claim health BPJS as many as 28 days with 353 inpatient files (57,5%) in January 2019, while February as 31 days with 249 inpatient files (78,3%) and March 29 days with 313 inpatient files (75,0%).It would harm hospital finances because of delays in the payment of health BPJS funds. This research aimed to improve the delay claim of health BPJS in inpatient units at RSIA Srikandi IBI Jember. This research used a qualitative method with interviews, observation, questionnaires, and brainstorming to collect data methods. This research showed that the cause of delay in submitting claims health BPJS by material factor was incomplete inpatient claim such as medical resume, the result of examinations. The Plan made SOP submit requests claims BPJS to the inpatient unit, the checklist of BPJS document, and SOP to verify the completeness and accuracy to the inpatient claim. The Do stage accepts the SOP to the hospital director. Stage of Check is to see the result of implementation claim health BPJS to the inpatient unit in February-April 2020, and that showed a decrease in the number of delays in submitting claims health BPJS at the hospital. Action steps were known that these efforts could help the BPJS health claims process.
Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kaliwates Jember Suhartini Nur Afifah; Sustin Farlinda; Nugroho Setyo Wibowo; Maya Weka Santi
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v3i1.2432

Abstract

Puskesmas Kaliwates telah menerapkan SIMPUS yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember sejak tahun 2010. Dalam pengimplementasiannya, SIMPUS pada Puskesmas Kaliwates masih terdapat kendala, yaitu SIMPUS yang sudah tidak berjalan lagi sehingga saat ini pendaftaran rawat jalan dilakukan secara manual. Pendaftaran yang dilakukan secara manual tersebut dapat menyebabkan terjadinya duplikasi data pasien dan kesalahan dalam memasukkan data pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat sistem informasi pasien rawat jalan di Puskesmas Kaliwates Jember menggunakan metode waterfall. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dalam proses perancangan sistem ini menggunakan Flowchart System, Context Diagram, Data Flow Diagram, Entity Relationship Digram serta dalam mengimplementasikan program menggunakan Microsoft Visual Basic.Net. Hasil dari penelitian ini adalah pembuatan sistem informasi bagian rawat jalan untuk untuk memudahkan pelayanan agar lebih efektif dan efisien serta meminimalisir kesalahan penginputan data.
Analisis Faktor Risiko Berhubungan dengan Mortalitas HIV/AIDS di Puskesmas Kencong Jember Agni Candramawa Sholikha; Maya Weka Santi; Atma Deharja; Ervina Rachmawati
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 2 No 4 (2021): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2446

Abstract

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) is a collection of symptoms obtain due to decreased immunity caused by HIV (Human Immunodeficiency Virus). The number of people with HIV/AIDS is increasing, and becoming a global pandemic in the world of child and adult mortality. The highest mortality rate is in Kencong with the number of deaths increasing every year, the highest was in January-July 2019 with 55,88% deaths. The research was aimed to provide an overview of HIV/AIDS mortality in Health Center Kencong, Jember. This research is quantitative descriptive. The samples used were 51 medical record documents of HIV / AIDS patients. The data collection method in this study is a checklist sheet. The data analysis used was univariate analysis. The results showed that most respondents aged 15-49 years were 98.2%, the majority of respondents were male at 67.2%, most respondents had low education <high school (74.5%). It is hoped that the Puskesmas can socialize and provide information to HIV / AIDS patients regarding risk factors for HIV / AIDS mortality so that patients pay more attention to their health.
Analisis Sistem Informasi Pencatatan Ibu Hamil Di Kabupaten Jember Ilham Aditya Aji; Atma Deharja; Sustin Farlinda; Efri Tri Ardianto; Maya Weka Santi
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 3 No 2 (2022): March
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v3i2.2693

Abstract

The maternal mortality rate in East Java has increased over the last two years due to restrictions on antenatal care visits. In 2020 Jember Regency was ranked first in the maternal mortality rate (MMR) in East Java as many as 61 people out of 175.53 per 100,000 live births. The Jember Regency Government in 2017 has implemented an information system for recording pregnant women to suppress MMR in Jember Regency but currently, its use is not maximized because there are still obstacles such as users finding it difficult to use it. The purpose of this study was to analyze the information system for recording pregnant women in Jember Regency. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach, this approach is used to see the relationship between one variable and another with the Technology Acceptance Model (TAM) method and the research subject is a midwife who uses information systems. The results of the study show that there is a significant relationship between the usability variable and perceived benefits (sig = 0.001, r = 0.483), privacy and confidentiality variables and perceived benefits (sig = 0.023, r = 0.879), and the perceived benefit variable on user intentions. (sig = 0.001, r = 0.468). The suggestion in this study is that the Health Service should make an SOP that requires users to use an information system for recording pregnant women for services to be more intensive and maximal in their use.
Sistem Prototype Klasifikasi Risiko Kehamilan Dengan Algoritma k-Nearest Neighbor (k-NN) Atma Deharja; Maya Weka Santi; Muhammad Yunus; Ervina Rachmawati
JTIM : Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol 4 No 1 (2022): May
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v4i1.229

Abstract

The increasing maternal mortality rate (MMR) in Indonesia in the last two decades has become a serious concern for the government. Moreover, Jember Regency is one of the areas with the highest MMR in East Java. Where in 2018 the AKI of Jember Regency was ranked 10th with an AKI of 114/100,000 KH and was the 5th highest rank in 2019 with 133.4/100,000 KH. The process of recording pregnancy data that is still done manually can also affect the AKI process because it can slow down the decision-making process for pregnant women who are at risk. In this study, the focus is on creating a recording system for pregnant women according to cohort data and equipped with features to support pregnancy risk classification according to the KSPR standard. So that it is expected to provide an early decision on the risk of pregnancy to related parties. The results of the system trial show that the k-NN system developed is able to help the computational process faster by complementing the classification results with an accuracy rate of up to 80%.
The Analysis of Predisposing and Reinforcing Factors on the Accuracy of Returning Inpatient Medical Records Documents Atma Deharja; Fatika Laily Novitasari; Ervina Rachmawati; Maya Weka Santi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.176 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.523

Abstract

According to the Procedure Operational Standard of Jember Klinik Hospital, the time for returning medical record documents is 2x24 hours after the patient's discharged from the hospital. Therefore, a medical record document return system is essential to support services, especially medical record document management. Based on the preliminary study, the average rate of returning medical record documents more than 48 hours from January to June 2019 reached 42.3%. The purpose of this study was to analyze the relationship between predisposing and reinforcing factors on the accuracy of returning inpatient medical record documents at the Jember Klinik Hospital. It is a quantitative study with a cross-sectional approach and the spearman rank correlation method. The population of this study was 67 nurses and midwives and 50 respondents as the sample. The results were that there was a significant relationship between knowledge (sig. 0,000), attitude (sig. 0.009), superiors support (sig. 0.002), and colleagues support (sig. 0.012) on the accuracy of returning medical record documents. However, the variable age (sig. 0.110) of nurses and midwives has no significant relationship with the precision of returning medical record documents. Therefore, this study can be used as a reference in evaluating the accuracy of returning medical record documents. Abstrak: Waktu pengembalian dokumen rekam medis menurut Standar Operasional Prosedur Rumah Sakit Jember Klinik maksimal 2x24 jam setelah pasien keluar dari rumah sakit. Sistem pengembaliandokumenrekammedissangatpentinguntuk menunjangpelayanankhususnya  dalam pengolahan  dokumen  rekam medis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Rumah SakitJember Klinik diketahui bahwa angka rata-rata pengembalian dokumen rekam medis ke unit kerja rekam medis lebih dari 48 jam (2x24jam) pada bulan Januari hingga Juni 2019 mencapai 42,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan faktor predisposisi dan penguat terhadap ketepatan pengembalian dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional dan metode korelasi spearman rank. Populasi penelitian ini yaitu sebanyak 67 petugas rawat inap dan sampel 50. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (sig. 0,000), sikap (sig. 0,009), dukungan atasan (sig. 0,002), dan dukungan rekan kerja (sig. 0,012) terhadap ketepatan pengembalian dokumen rekam medis. Namun variabel usia (sig. 0,110) perawat atau bidan tidak ada hubungan yang signifikan dengan ketepatan pengembalian dokumen rekam medis. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan  evaluasi  bagi  pihak  rumah  sakit dalam evaluasi ketepatan pengembalian dokumen rekam medis.
Pemanfaatan Aplikasi E-Posyandu di Desa Kemuning Lor Jember Muhammad Yunus; Atma Deharja; Maya Weka Santi; Sustin Farlinda; Rossalina Adi Wijayanti; Novita Nuraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i2.6385

Abstract

Pemanfaatan aplikasi eposyandu oleh Kader Posyandu Manggis 15 dan Manggis 18 di Desa Kemuning Lor, Jember masih belum optimal. Kader lebih memilih menggunakan cara konvensional karena masih kurang pemahaman teknologi informasi. Sehingga hal berdampak pada proses kinerja dan layanan kepada masyarakat yang kurang optimal karena muncul permasalahan seperti pengisian metadata pada buku form register tidak konsisten, pencarian data yang lama, perhitungan data stunting atau gizi buruk relatif lama dan pengelolaan laporan yang kurang optimal. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pelatihan pemanfaatan aplikasi eposyandu dengan tahapan mulai dari persiapan, pengambilan informasi, analisis, desain, pengkodean dan proses training. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa update pengetahuan kader dalam menggunakan aplikasi eposyandu. Serta pemahaman dalam pengelolaan laporan untuk deteksi dini stunting.
Pengembangan Kombinasi Produk Olahan Kelor dan Susu Sapi dalam Mencegah Stunting dan Meningkatkan Ekonomi Kader Posyandu Kemuning Lor di Era Covid-19 Maya Weka Santi; Cherry Triwidiarto; Theo Mahiseta Syahniar; Refa Firgiyanto; Mira Andriani
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 2 (2021): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i2.17753

Abstract

Dalam profil Dinas kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2016 masih ditemukan balita Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak 1.825 balita. Kecamatan Arjasa merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Jember yang memiliki jumlah balita gizi buruk tertinggi sebanyak 87 balita (3,8%).  Peran kader di Posyandu “Manggis 18, 15A, dan 15” belum optimal karena masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting dan cara pencegahannya. Kader juga belum berperan aktif dalam pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita. Salah satu bahan makanan lokal yang baik untuk PMT adalah daun kelor (Moringa Oleivera). Dengan demikian diperlukan peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam pembuatan PMT berbahan dasar kombinasi kelor dan susu sapi sebagai upaya percepatan pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang tata laksana stunting. Kegiatan pelatihan pembuatan PMT berbahan dasar kombinasi kelor dan susu sapi juga dilakukan dengan menghasilkan produk YOKE (Yoghurt Kelor) dengan varian rasa original, pandan dan the hijau. Selain itu juga terdapat produk nugget ayam maronggi. Perlu untuk merancang program lanjutan sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu pelatihan kewirausahaan produk PMT bagi untuk mendukung ekonomi kader Posyandu.