Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN SINERGI PENTAHELIX UNTUK MENDUKUNG EKOWISATA CENDERAWASIH DI SAWENDUI, KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN Cita, Finitya Arlini; Rachmawati, Eva; Basuni, Sambas
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i2.65722

Abstract

Pengembangan ekowisata cenderawasih di Kampung Sawendui merupakan strategi perlindungan hutan yang efektif. Ekowisata sudah terbukti dapat memberikan dampak baik bagi ekologi, ekonomi dan juga sosial. Ekowisata tidak hanya memerlukan adanya obyek daya tarik wisata alam, tetapi juga adanya dukungan nyata dari stakeholder. Stakeholder dalam ekowisata dibagi menjadi 5 kelompok yang sering disebut stakeholder pentahelix yang terdiri dari pengusaha, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan juga media. Tidak banyak stakeholder ikut andil dalam memberikan dukungan dalam ekowisata berdasarkan hasil pemetaan stakeholder. Pemetaan stakeholder mengklasifikasikan pemerintah sebagai key player, masyarakat sebagai subject, akademisi dan pengusaha sebagai crowd, dan media sebagai context setter. Kurangnya dukungan dan kolabori stakeholder menjadi salah satu penghambat pengembangan ekowisata berkelanjutan. Penguatan sinergi pentahelix diharapkan menjadi kunci untuk mencapai keberlanjutan ekowisata. Pemerintah sebagai key player dapat membuat kebijakan untuk meningkatkan sinergitas stakeholder dengan menyesuaikan dukungan dari setiap kelompok stakeholder. Kegiatan CSR pengusaha, insentif fiskal pengusaha, kemitraan riset akademisi, pelibatan media, serta pelatihan masyarakat adalah bentuk rekomendasi kebijakan yang ditawarkan untuk mengatasi masalah yang ada.
Role of Stakeholders’ Knowledge in Designing Successful Interpretation Services in Conserving Natural Resources Rachmawati, Eva
Media Konservasi Vol. 30 No. 3 (2025): Media Konservasi Vol 30 No 3 September 2025
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.30.3.458

Abstract

The goals of interpretation activities can be achieved if interpretation service planning is carried out correctly. The planning process could succeed if the planner has adequate knowledge and understanding of interpretation services. Knowledge and understanding are crucial to determining what to do. This research aims to measure the knowledge and understanding of tourism managers and organizers, as well as their interpretations of important aspects of interpretation, including interpretation resources, visitors' characteristics, and interpretation techniques. The research method used is qualitative. Data were collected through structured interviews with 15 informants (managers and organizers of interpretation activities). The interviews reveal that the managers and implementers of tourism activities and/or interpretations already possess a good knowledge and understanding of the interpretation resources available in the area, particularly regarding their tangible and intangible values. However, they still need to understand the universal concept of these resources. Additionally, all informants still need to gain more knowledge and understanding of the characteristics and backgrounds of visitors, as well as interpretation techniques. Only 80% of informants were aware of interpretation pathways, and 60% were aware of interpretation programs. This limited knowledge and understanding are assumed to be one of the inhibiting factors in the formulation of a good interpretation service. Ultimately, it becomes an inhibiting factor in creating public awareness regarding preserving natural resources. This research highlights the need to enhance the knowledge and understanding of interpretation stakeholders regarding the key aspects required for planning interpretation services through training, workshops, or formal education. 
Tata Kelola Bahaya Ekowisata di Kawasan Rawan Bencana di Taman Nasional Gunung Rinjani Soekmadi, Rinekso; Harini, EKS; Rachmawati, Eva; Hikmah, Ziyadatul; Rahayuningsih, Tri
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.668-672

Abstract

Guna mewujudkan TNGR sebagai destinasi pendakian berkelas dunia, kejadian kecelakaan wisata harus dihindarkan dengan angka risiko terkecil (zero accident). Kalaupun tidak terhindarkan terjadinya kecelakaan, maka penanggulangan (evakuasi, dan pasca kejadian) dilakukan secara efektif dan efisien. Tiga langkah manajemen internal yang perlu disiapkan oleh BTNGR; (1) manajemen jalur pendakian, (2) manajemen pendakian, (3) manajemen risiko bahaya/bencana (aksi mitigasi dan penanganan kecelakaan/bencana). Selain itu diperlukan langkah strategis penguatan tata kelola penanganan bahaya wisata yang melibatkan berbagai stakeholders. Penyiapan tata kelola bahaya ekowisata ditujukan untuk pengembangan harmoni dan sinergi stakeholders, menghindarkan terjadinya kecelakaan wisata, meminimalkan dampak negatif saat terjadi kecelakaan/bencana, mempercepat pemulihan pasca kejadian. Agar memiliki kekuatan yang mengikat dan memaksa, rumusan tata kelola bahaya/bencana ekowisata harus dituangkan ke dalam instrumen kebijakan peraturan perundang-undangan di tingkat provinsi maupun kabupaten. Sosialisasi dan eduksai publik terkait pentingnya tata kelola ini perlu dilakukan secara sistematis dan masif, mulai anak tingkat pra-sekolah hingga mahasiswa, serta masyarakat umum.
Pendekatan Life Cycle Assessment untuk Mengendalikan Dampak Pemeliharaan Vegetasi di Taman Kota 1 Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan Rachmad Hermawan; Luthfia Ainur Rahma; Eva Rachmawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.10981

Abstract

Maintaining vegetation can contribute to environmental impacts by producing exhaust gases and chemical residues. Therefore, to control it, it is necessary to trace impacts using the life cycle assessment approach. The aim of this research is to inventory inputs and outputs, calculate the magnitude of the impacts caused, and formulate recommendations scenarios for controlling environmental impacts from maintaining vegetation in City Park 1 BSD. Vegetation maintenance stages are identified based on the type of input and amount of output which is calculated using the basic formula: Emissions = activity data x emission factor. Vegetation maintenance has inputs in the form of petrol, diesel, electrical energy, manure, pearl fertilizer, curacron, furadan, dry leaves, and felled trees, while the output produced is CO2, N2O, CH4, SO2, NO2, NO3, NH3, and PO43-. Acidification emissions resulting have the highest value with hotspots in the form of electricity use and watering tankers. Impact control that can be done is reducing the use of watering tankers, reducing the use of blower machines, and composting dry leaves resulting from sweeping. The life cycle assessment approach can be used as a learning resource to strengthen environmental science education
Bahasa Inggris Bahasa Inggris Krisna Nopiyanti; Hardjanto; Eva Rachmawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.11136

Abstract

The role of stakeholders is a crucial factor in tourism development. Tourism development cannot be carried out solely by area managers but requires support and contributions from various stakeholders. This study aims to analyze stakeholder involvement in managing Mangrove Sari Ecotourism. This study involved interviews, field observations, and literature reviews, and a qualitative analysis approach was applied. The researchers conducted a stakeholder analysis to identify, classify, and map the roles of each party. The analysis identified eight stakeholders involved in managing Mangrove Sari Ecotourism. The stakeholder in the key player (strong influence and high importance) is Mangrove Sari Tourism Awareness Group. The stakeholders in context setters (strong interest but low influence) are Kaliwlingi Village Government, Mangrove Sari Coastal Forest Conservation Community Group, and Brebes Regency Culture and Tourism Office. The stakeholder in the subject (strong influence but low interest) is the Youth Group Kaliwlingi Village. The stakeholders in Crowds (low interest and low influence) are Forestry Service Branch Region V, Brebes Regency Marine and Fisheries Service, and Kaliwlingi Sea Guardian Community Group. Stakeholder relations remain suboptimal due to role limitations and potential conflicts, which hinder effective coordination and affect the management of Mangrove Sari ecotourism.
The Potential of Birds as Objects for Avitourism Interpretation in the Mandalika Special Economic Zone Ade Rizky Ananda; Yeni Aryati Mulyani; Eva Rachmawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.11343

Abstract

Birds provide various environmental benefits, including serving as tourist attractions in certain areas. Concerns over environmentally unfriendly tourist behaviors threaten bird communities, necessitating educational activities. Avitourism interpretation is an eco-friendly tourism approach that educates visitors on the importance of bird conservation in nature. This study aims to identify bird species and their distribution that have the potential to serve as interpretation objects for avitourism in the Mandalika Special Economic Zone. This study used the Mackinnon Species List method for bird data collection and literature review to determine potential objects for avitourism interpretation. Data analysis was conducted using descriptive-quantitative analysis. Based on the findings, 37 bird species were identified as having potential for interpretation as objects. These include bird species with high conservation status, endemic birds, birds with unique morphological characteristics, migratory birds, birds associated with cultural significance, and birds with the highest encounter frequencies. 65% of bird species identified as interpretation objects are distributed along the Novotel Mangrove trail. Based on avitourist preferences, the recommended trail for interpretation is the Novotel Mangrove trail for all categories of avitourists, particularly beginners with a preference for birds with unique morphological features and high encounter frequencies. Meanwhile, for intermediate and advanced avitourist categories, the Gerupuk Mangrove, Songgong Mangrove, Merese Plantation, and Merese Hill trails are also recommended because they feature endemic bird species, species with high conservation status, and migratory birds that can only be found in those trails. 
Implementasi Whatsapp Sebagai Alat Pemasaran Digital dan Dampaknya Terhadap Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus Vondelgym Pratama, Yudhistira Anugerah; Berg, Isabelle van den; Putri, Audina Margaretha; Rachmawati, Eva; Dwijayanty, Rima
Jurnal Inspirasi Ilmu Manajemen Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Inspirasi Ilmu Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Direktorat Pascasarjana, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/jiim.2026.4.2.5209

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi WhatsApp sebagai alat pemasaran digital di Vondelgym Amsterdam dan Rotterdam serta dampaknya terhadap loyalitas pelanggan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 32 informan (8 staf manajemen dan 24 pelanggan), observasi partisipatif, dan analisis dokumen di empat lokasi Vondelgym. Temuan menunjukkan bahwa fitur WhatsApp Business seperti pesan otomatis, balasan cepat, dan label efektif meningkatkan responsivitas komunikasi dengan tingkat respons 87% dalam waktu kurang dari dua jam. Implementasi WhatsApp berdampak positif pada empat dimensi loyalitas (kognitif, afektif, konatif, dan tindakan) terbukti dari peningkatan tingkat perpanjangan keanggotaan dari 68% menjadi 79% dan lonjakan partisipasi program dari 15 menjadi 35-40 peserta per sesi. Tantangan utama mencakup manajemen volume komunikasi, ekspektasi ketersediaan layanan, dan personalisasi dalam skala besar. Strategi optimalisasi melalui sistem rotasi staf, kalender konten terstruktur, dan pelatihan komunikasi digital terbukti efektif mempertahankan kualitas layanan yang konsisten.
Co-Authors Ade Rizky Ananda Adinda, Esther Afiyanti, Sisca Widiya Agus Priyono Aisyah, Sitti Nur Alifah Siti Nurjanah Angelina Pasaribu Anjana, Muhamad Redito Gea Aprianti, Ine Arlini Cita, Finitya Arzyana Sunkar Bambang Susanto Berg, Isabelle van den Bukit, Windi Liani Burhanuddin Masy'ud Cita, Finitya Arlini Dewi, Tungga Dhiyanti, Ziyan Dosen, Putri Canes Milliyar Endang Koestati Sri Harini Muntasib Fitri Kamila Fountain, Joanna Gunawan, Yanyan Hakim, Syahrul Nur Hapsari Ayuningtyas, Aniis Hardjanto Harini, EKS Hermawan, Rachmad Hikmah, Ziyadatul Imam Ardiansyah Irwani Gustina Teguh Joanna Fountain Joanna Fountain Joko Mijiarto Julianni, Herny Khalingga, Muhammad Ariq Khozanah Syifa Krisna Nopiyanti Liana, Allen Luthfia Ainur Rahma Luthfia Ainur Rahma Mackay, Michael Melani Laela Lestari Michael Mackay Mirza D. Kusrini, Mirza D. Muhamad Redito Gea Anjana Muhammad Dafa Al Ghifary Muhammad Rizki Athari Nandira Muharmansyah . Nainggolan, Sulastri Nawwal Nawwal Noor Farikhah Haneda Nunung Khusnul Faizah Pra Atmanti Eka Anggraini Pratama, Yudhistira Anugerah Putri, Audina Margaretha Putri, Deas Fazzirah Rachmansyah, Farhan Rahayu, Hanny Rahma, Putri Ratna Deli Sari Ratnawati, Aryanti Reni Sri Mulyaningsih Rima Dwijayanty Rinekso Soekmadi Safira Rahmadanti Sambas Basuni Setiawan, Audita Setiawan, Farhan Sikki, Nurhaeni Siti Hasanah Siti Tiara Maulia Subagja Subagja Syafitri Hidayati Syifaa Izza Latifah Taufik Zulfikar Tri Rahayuningsih Tri Rahayuningsih Wawan Kurniawan YANTO SANTOSA Yeni Aryati Mulyani