Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal TAMBORA

ANALISIS KEBUTUHAN KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) PADA DEPARTEMEN PRODUKSI PT. BORSYA CIPTA COMMUNICA Hudaningsih, Nurul
Jurnal TAMBORA Vol 3 No 2 (2019): EDISI 7
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.603 KB) | DOI: 10.36761/jt.v3i2.278

Abstract

PT. Borsya Cipta Communica (PT.BCC) belum menerapkan pengukuran beban kerja pada setiap posisi.Hal ini menyebabkan ketidaksesuaian antara beban kerja dan jumlah pekerja. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan pengukuran beban kerja sebagai dasar perhitungan kebutuhan tenaga kerja yang optimal. Analisis beban kerja sangat penting untuk menghitung tepatnya berapa banyak karyawan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tugas di bagian atau departemen pada perusahaan. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi uraian aktivitas pekerjaan setiap pekerja, menganalisis beban kerja bagi setiap karyawan dan jumlah kebutuhan karyawan bagian produksi yakni dengan menggunakan metode FTE (Full Time Equivalent).Dari hasil perhitungan maka didapatkan nilai FTE pada posisi leader departemen produksi bagian Packing, operator packing bagian pemberian tepu, operator packing bagian pengepakan menggunakan plastik wrap, dan operator packing bagian pengepakan menggunakan kardus berturut-turut memiliki nilai sebesar 50 %, 252 %, 39 % dan 22 %. Dengan nilai FTE tersebut dapat diketahui bahwa jumlah karyawan optimal di posisi leader departemen produksi bagian Packing adalah 1 orang, operator packing bagian pemberian tepu adalah 3 orang, operator packing bagian pengepakan menggunakan plastik wrap adalah 1 orang, dan operator packing bagian pengepakan menggunakan kardus adalah 1 orang.
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PADA STAF UNIT PELAKSANA TEKNIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (STUDI KASUS: UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA) Hudaningsih, Nurul
Jurnal TAMBORA Vol 3 No 3 (2019): EDISI 8
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.844 KB) | DOI: 10.36761/jt.v3i3.401

Abstract

Aktivitas fisik dan mental merupakan poin utama yang menjadi penyebab terjadinya beban kerja yang umumnya dialami oleh staf. Oleh karena itu, beban kerja dapat dikatakan sebagai suatu hubungan antara kemampuan pekerja dengan besarnya tekanan yang dialami dalam melakukan suatu pekerjaan. Umumnya beban kerja yang sering dialami oleh staf Unit Pelayanan Teknis (UPT) adalah beban kerja mental yang diakibatkan oleh kondisi lingkungan kerja (Universitas), toleransi dalam bekerja dan besarnya tekanan yang dialami dalam pekerjaan tersebut.  Lingkup yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu Universitas Teknologi Sumbawa yang memiliki 10 UPT (UPT Perpustakaan, UPT Pusat Bahasa, UPT Penerimaan Mahasiswa Baru, UPT International Office, UPT Beasiswa, UPT Kerjasama, UPT Teknologi Informasi, UPT Humas dan Protokoler, UPT Ruang Publik Kreatif dan UPT Pengelolaan Hutan Pendidikan dan Penelitian) yang dimana setiap UPT memiliki beban kerja yang berbeda-beda. Pengukuran beban kerja mental dalam penelitian ini menggunakan metode NASA TLX (The National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) dengan cara pemberian ratting dan pemberian bobot berupa pengisiaan kuisioner oleh staf di masing-masing UPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPT yang memiliki beban kerja mental paling rendah yaitu UPT Perpustakaan (54,5), beban kerja mental sedang yaitu UPT Pusat Bahasa (77,4) , beban kerja mental paling tinggi yaitu UPT Beasiswa (86,4).
PEMETAAN DAN ANALISIS KOMPETENSI INTI PADA VALUE CHAIN KRE ALANG SEBAGAI PRODUK KHAS SUMBAWA Hudaningsih, Nurul
Jurnal TAMBORA Vol 3 No 3 (2019): EDISI 8
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.532 KB) | DOI: 10.36761/jt.v3i3.404

Abstract

Kre Alang merupakan kain khas Sumbawa yang menjadi identitas bagi masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Perkembangan saat ini, Kre Alang tidak hanya dimiliki oleh penduduk Sumbawa. Pada saat ini, produksi 1 lembar Kre Alang memerlukan waktu di atas 1 bulan. Sedangkan harga jual satu lembar Kre Alang di atas 1,5 juta rupiah. Waktu pengerjaan dan harga jual yang cukup tinggi ini menjadi tantangan bagi UKM Kre Alang untuk memenuhi permintaan yang tinggi. Daya saing produk didapatkan melalui pengupayaan strategi yang tepat. Untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki UKM Kre Alang perlu dilakukan suatu perumusan strategi pengembangan yang dapat mengeliminir berbagai kendala yang dihadapi. Pendekatan strategi yang akan dipakai adalah analisis value chain, dimana dalam analisis value chain dapat digunakan sebagai alat analisis stratejik yang digunakan untuk memahami secara lebih baik terhadap keunggulan kompetitif, dimana perusahaan dapat meningkatkan nilai tambah (value added) maupun penurunan biaya sehingga dapat membuat usaha lebih kompetitif. Analisis value chain dilakukan dengan 4 tahapan utama yaitu pengumpulan data primer dan sekunder berhubungan dengan pelaku setiap rantai nilai, aktivitas yang dilakukan oleh pelaku pada setiap rantai nilai nilai tambah dan nilai akhir setiap rantai nilai. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa mapping value chain terdiri pelaku utama adalah supplier, pengrajin Kre alang, wholeseller dan retailer. Berdasarkan analisis value chain, kompetensi inti yang dapat menjadi dasar bagi keunggulan bersaing pengrajin Kre alang di Sumbawa adalah kemampuan para pengrajin dalam proses tenun yang tidak mudah untuk ditiru oleh penenun lain.