Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Transformasi Makna Leksikal dalam Bahasa Indonesia Mutakhir: Analisis Wacana Termediasi Komputer Duddy Zein; NFN Wagiati; Nani Darmayanti
SUAR BETANG Vol 17, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v17i2.356

Abstract

The complex interactions between different social and cultural groups have a significant impact on language. These changes can affect various aspects of language, from those phonetics, lexical, and semantics, to syntax. This paper aims to analyze and reveal various semantic changes that occur in the Indonesian language caused by the development of technology and information. Several lexical units, surf, roam, home, tablet, google, zoom, status, crispy, and organic are several of many examples. Overall, these types of language change can be characterized by the emergence of new concepts in various fields. Semantic changes can be classified into various types, including metaphorical transfers, metonymic transfers, and semantic transformations. All these phenomena are examined in the framework of computer-mediated discourse. This study uses a structural research method of meaning analysis and involves a comparative study between the lexical meaning and the contextual meaning of the lexical unit being analyzed. This study concludes that there is a semantic shift in the Indonesian language-its quality and the impact on Indonesian language and culture, in general, requires further research and a more detailed linguistic description. AbstrakInteraksi yang kompleks antara kelompok sosial dan budaya yang berbeda berdampak signifikan terhadap bahasa. Perubahan-perubahan tersebut dapat berpengaruh pada berbagai aspek bahasa, mulai dari fonetik, leksikal, semantik, hingga sintaksis. Tulisan ini bertujuan menganalisis dan mengungkapkan beragam perubahan semantis yang terjadi pada bahasa Indonesia yang disebabkan oleh perkembangan teknologi dan informasi. Beberapa unit leksikal, selancar, jelajah, beranda, tablet, google, zoom, status, garing, dan organik, dijadikan sebagai percontoh. Secara keseluruhan, jenis perubahan bahasa itu dapat ditandai dengan munculnya konsep-konsep baru di berbagai bidang. Perubahan semantik dapat diklasifikasikan atas berbagai jenis, di antaranya transfer metaforis, transfer metonimis, dan transformasi semantis. Semua gejala tersebut dikaji dalam kerangka wacana termediasi komputer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian struktural analisis makna dan melibatkan studi perbandingan antara makna leksikal dan makna kontekstual dari unit leksikal yang dianalisis. Penulis menyimpulkan adanya pergeseran semantik dalam bahasa Indonesia yang penilaian dan pengaruhnya terhadap bahasa dan budaya Indonesia secara umum memerlukan penelitian lebih lanjut dan deskripsi linguistik yang lebih terperinci.
Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau Nani Darmayanti
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.23335

Abstract

Rendang merupakan salah satu makanan khas dari Minangkabau yang cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Persebaran rendang di Indonesia tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat Minangkabau, yaitu merantau. Tekstur rendang asli yang kering dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, membuat rendang menjadi bekal yang biasa dibawa oleh orang Minangkabau saat melakukan perjalanan berbulan-bulan menggunakan kapal laut sejak zaman dulu. Penelitian ini membahas tentang relevansi masakan rendang sebagai makanan khas yang berasal dari Minangkabau dengan filosofi merantau orang Minangkabau ke luar kampung halamannya, sehingga rendang tersebut bisa memiliki nilai yang dianggap lebih dan menjadi suatu budaya yang berharga di Minangkabau dan tanah rantaunya. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebudayaan merantau orang Minangkabau yang telah dilakukan sejak zaman dulu dan membawa rendang sebagai bekal perjalanannya turut berjasa membuat rendang menjadi lebih dikenal, tidak saja hingga pelosok  Indonesia tapi juga mancanegara.
TINDAK TUTUR REPRESENTATIF PENDERITA IMPOSTOR SYNDROME DALAM NOVEL A UNTUK AMANDA Faradhiba Salsabila; Dadang Suganda; Nani Darmayanti
Metahumaniora Vol 12, No 2 (2022): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i2.40524

Abstract

Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dapat membantu penderita gangguan mental maupun kondisi psikologis dalam mencari pertolongan dari profesional. Penelitian mengenai tindak tutur ilokusi penderita impostor syndrome dapat membantu agar penderita impostor syndrome dan masyarakat saling menerima dan memahami sehingga komunikasi berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tindak tutur ilokusi dan bentuk tindak tutur yang dilakukan oleh tokoh Amanda sebagai penderita impostor syndrome dalam novel A untuk Amanda karya Annisa Ihsani. Penelitian ini menggunakan metode simak untuk mengumpulkan data dan metode padan dengan alat penentu wicara sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 32 tindak tutur representatif. Tindak tutur secara langsung digunakan sebanyak 20 tindak tutur, sedangkan tindak tutur ilokusi dengan bentuk tidak langsung digunakan sebanyak 12 tindak tutur. Berdasarkan hasil analisis, tindak tutur yang menunjukkan pola khas ditemukan sebanyak 15 data, yaitu 6 tindak tutur yang memuat kepercayaan diri yang rendah, 6 sikap pesimistis, dan 3 sensitivitas terhadap hal terkait akademis.
PEMERTAHANAN EKSISTENSI JATI DIRI BANGSA MELALUI PENGENALAN KOSAKATA ARKAIS BAHASA SUNDA DI SMAN 1 CILEUNYI BERANCANGAN DIALEKTOLOGI Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti; Duddy Zein
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36535

Abstract

Bahasa daerah memiliki kedudukan yang amat vital dalam kehidupan masyarakat daerahnya, yakni sebagai bahasa lokal, dalam suatu suku, sebagai bahasa dalam kekayaan budaya daerah, dan sebagai bahasa dalam adat istiadat daerah. Dalam kedudukannya itu, bahasa merupakan warisan budaya takbenda, yakni warisan budaya dari tradisi dan ekspresi lisan masyarakat tuturnya. Secara praktis, bahasa daerah tidak hanya tecermin dalam praktik komunikasi sehari-hari, tetapi juga termanifestasi melalui teks-teks kuno, puisi, legenda, hikayat, peribahasa, dan cerita rakyat. Dalam kaitannya dengan hal ini, jika banyak kosakata bahasa Sunda yang hilang dan tidak lagi dipahami oleh generasi muda, akan sangat berdampak terhadap pemahaman masyarakat tutur atas macam bentuk kata yang dikandung oleh alam semesta. Atas dasar hal itu, mesti ada upaya penyelamatan dan perlindungan bahasa daerah, termasuk bahasa Sunda, khususnya kosakata arkais, sebagai bentuk kepedulian terhadap bahasa sendiri. Berdasarkan urgensitas pemeliharaan dan revitalisasi bahasa Sunda tersebut, menjadi penting untuk dilakukan upaya pengenalan kembali kosakata arkais kepada generasi muda sebagai upaya peningkatan eksistensi jati diri bangsa.  Bentuk kegiatan yang paling cocok untuk membekali para siswa tersebut adalah pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretis hingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik, dan brainstorming. Peserta pelatihan adalah perwakilan siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Cileunyi yang disiapkan oleh pihak sekolah.
PENGUKURAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP ISTILAH TERKAIT PANDEMI COVID-19 DENGAN MENGGUNAKAN TEORI HIMPUNAN Tyla Safitri Widianingrum; Faradhiba Salsabila; Bayu Setiawan; Raihan Dzul Pahlevi; Nani Darmayanti
Jurnal Semantik Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Number 2, September 2022
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v11i2.p171-188

Abstract

Many of the new terms that emerged during the Covid-19 pandemic are important for the public to understand because they are the key to preventing the Covid-19 virus. Therefore, it is very important to measure people's understanding of the terms that emerged during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the classification of the term Covid-19 pandemic and understan the level of public understanding regarding the term Covid-19 pandemic. This study uses a combined method that combines quantitative and qualitative research methods. Combined methods can make the results of the analysis more comprehensive. The data in this study were obtained through a questionnaire which was then processed using descriptive statistical methods and visualized using bar charts and venn diagram. The results of this study indicate that terms that are easily understood by the public related to the Covid-19 pandemic are terms in the form of basic words and come from the absorption of the term.
HUBUNGAN TERAPI DENTAL HYPNOSIS DENGAN ASPEK LINGUISTIK: A SCOPING REVIEW Windi Winda Sibuea; Gilang Yubiliana; Nani Darmayanti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 21 No. 2 (2022): JULY 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2022.21.2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hubungan linguistik dengan dental hypnosis dengan membandingkan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan a scoping review yang berpedoman pada Joana Briggs Institute, 2020. Pencarian artikel menggunakan database elektronik (Pubmed, google scholar, clinicalkey) dengan memasukkan kata kunci sesuai topik yang diteliti, yaitu “dental anxiety”, “dental hypnosis”, “communication for dental hypnosis”, dan “linguistic for hypnosis”. Artikel yang dikumpulkan adalah artikel yang terbit pada 2000-2020. Pengumpulan artikel dilakukan pada 20 – 27 Februari 2021. Pada pencarian data awal diperoleh 249 artikel. Artikel diseleksi dan direduksi dengan memerhatikan kelengkapan isi artikel, yaitu berisi tanggal dan nama penulis, metode penelitian yang digunakan, sampel, hasil penelitian yang sesuai dengan topik penelitian, dan memenuhikriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelusuran tersebut menghasilkan sepuluh artikel yang berkaitan langsung dengan penelitian. Sepuluh artikel yang telah dianalisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara terapi dental hypnosis dengan linguistik.
Pengaruh Sikap Bahasa Penutur terhadap Kematian Bahasa Kerinci dengan Model Sistem Persamaan Diferensial: Kajian Bahasa dan Matematika Faradhiba Salsabila; Deden Usman Hafidi; Tyla Safitri Widianingrum; Bayu Setiawan; Raihan Dzul Alfaini Pahlevi; Nani Darmayanti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 21 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2022.21.3.6

Abstract

Bahasa Kerinci is stable yet endangered, according to Indonesia’s LanguageDevelopment and Fostering Agency. No one can learn a local language because theyounger generation quit using it. This research seeks to determine Bahasa Kerincispeakers’ linguistic attitude, its cause, and its extinction using differential equationmodels. Quantitative and qualitative methodologies are used for this research.Familiarity, social engagement, dialogue outside of intimacy, the relationship betweenBahasa Kerinci and other languages, preservation, and skill are the six domains oflanguage attitude analysis. The research found that teens in Kerinci Regency andSungai Penuh City had a neutral to positive language attitude with an average score of0.599 from all domains. The results also showed that Kerinci Regency teenagers had amore positive language attitude than Sungai Penuh City teens. The informal teaching ofBahasa Kerinci and the atmosphere that supports it influence teens’ linguistic attitudes.Using dynamic mathematical models with three compartments (Bahasa Kerinci’smonolingual speaker, Bahasa Indonesia’s monolingual speaker, and bilingual speaker)and linguistic attitudes, Bahasa Kerinci’s extinction was simulated. Questionnairesdetermine each parameter’s value, including number of speakers, degree of contact, andlinguistic attitudes. Maple software and the Runge-Kutta-Fehlberg method simulatenumerically. The simulation reveals that linguistic attitude maintains and even increasesbilingualism.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Terapi Wicara bagi Guru-guru Sekolah Khusus Bintang Harapan Kota Bandung Nani Darmayanti; Inu Isnaeni Sidiq; Rosaria Mita Amalia
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.159 KB) | DOI: 10.30653/002.202271.36

Abstract

This Community Service (PPM) focuses on speech therapy training for teachers of students with autism syndrome at the Bintang Harapan Special School, Bandung City. That is a school that specifically educates students with autism. This is based on the fact that children with autism often find it difficult to communicate their desires both verbally (oral/speak) and non-verbally (gestures/gestures and writing) and teachers are required to have good skills and knowledge to handle these problems. Thus the purpose of this study is to increase the knowledge of teachers in dealing with or doing therapy for autistic children who have difficulty speaking. This activity was attended by 20 teachers at the Bintang Harapan Special School. The PPM method is carried out by means of lectures and pretest and posttest to measure the success of this activity. The results of the questionnaire show that after participating in the training through PPM, teachers have increased knowledge about therapy for students with autism. After attending the training, the posttest results showed that there was an increase in the teacher's understanding of speech therapy for autistic children from before and after attending the training. Before the training, teachers were generally able to answer 3-5 correct answers out of 10 questions given. Meanwhile, after the training was carried out, the teachers showed an increased level of knowledge and understanding, namely being able to answer 7-9 correct answers out of 10 questions given.
Word Frequencies in Linguistic Articles Published in SINTA Indexed Journals Heri Heryono; Dadang Suganda; Susi Yuliawati; Nani Darmayanti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 22 No. 1 (2023): MARCH 2023
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2023.22.1.8

Abstract

  Multiword sequences are a language pattern that occurs when a bunch of words emerge in a similar register. In research papers conducted by lecturers and students, different topic areas and indexes has created various characteristics of lexical bundles. The method of this research is qualitative, combining corpus design to identify the sequence of words within the text. The corpus data were generated from five different indexing journals, yet the topic is linguistics. Initially, the whole papers were converted to text format to deal with readability in the program used. The program used was Orange Apps version 3.27 by applying the textable, data table, and text mining menus. The sources of the data are emphasized as being academic research indexed in SINTA 5, published in 2020. The main theory of used in this research is that of Biber’s (2007) which discusses the main characteristics and number of criteria for defining word strings. This observation resulted in 207.896 characters and 33.636 words. There were 4,273 words based on the pre-processing analysis result, which included transformation, tokenization, and PoS-tagging. From a total of 4,273 words, virus, deixis, and slang were the most frequently occurring. Based on these results, it can be concluded that the majority of journal articles are about viruses and slang. They pertain to the prevalent topic of pandemics at the time the journals were published. When the process of writing a journal article is in progress, this information may aid the authors in identifying the journal’s keywords and most frequent words.
Construction of Pada and Kepada Preposition in Academic Variety Languange: A Corpus-Based on Syntax Study Faradhiba Salsabila; Susi Yuliawati; Nani Darmayanti
Humanis Vol 27 No 2 (2023)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JH.2023.v27.i02.p02

Abstract

Preposition pada and kepada have syntactic role similarities. This makes the prepositions pada and kepada can be substituted for each other in certain situations. The purpose of this study is to investigate the frequency, the pattern of colligation, and the syntactical roles of prepositions pada and kepada in academic variety languages. The theory used to analyze the data are from Alwi et al. (2003), Chaer (2015), Hoey (2005), Ramlan (1987), Saeed (2016), and Slager (2021). This research applies a mixed method research design. This study found that the frequency of the preposition pada appears 662 times, while the preposition kepada is 118 times. The preposition pada often followed by non-personal nominal phrase, while the preposition kepada often followed by personal nominal phrase. Prepositions pada and kepada have the same syntactic role of the goal and recipient