p-Index From 2021 - 2026
6.982
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Panggung Nyimak: Journal of Communication Diglosia Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Ranah: Jurnal Kajian Bahasa ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Lire journal (journal of linguistics and literature Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Jurnal Madah Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Deiksis SALINGKA Journal Sampurasun : Interdisciplinary Studies for Cultural Heritage Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya TEKNOSASTIK Jurnal Sora: Pernik Bahasa Asing Jurnal Perspektif Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Tuah Talino Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Diakronika Jurnal Manajemen Komunikasi Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Multilingual METABASA Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Studies in English Language and Education Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Panggung Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Jurnal Linguistik Terapan
Claim Missing Document
Check
Articles

Politeness Strategy in Commissive Speech Acts Devi Mulatsih Mudiharjo; Tajudin Nur; Lia Maulia Indrayani; Nani Darmayanti
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 4 No. 2 (2021): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/elsjish.v4i2.11823

Abstract

Understanding comissive speech acts is important in oral or written communication because humans are often facing problems in communicating using language. So, someone can take action under the meaning, intention, and purpose of their utterance.  In every speech act, not only the context, but also the utterance cannot be separated from the use of verbal utterance. This study specifically aims to describe and explain about politeness in commissive speech acts in a variety of speech situations. The research method used is the descriptive analysis method. The data in this study are the form of utterances contain in the conversation of film. The results of this study are founds 4 (four) types of commissive speech acts, they are: promise, swear, pledge (berniat), and vow (bernadar). While the politeness strategies in commissive speech acts include: (i) Cost-Benefit Scale found in promise, (ii) Optionally Scale in swear and pledge, (iii) Indirectness Scale found in promise, swear, and vow, (iv) Authority Scale found in swear that, (v) Social Distance Scale found in pledge.
THE MODE OF ‘MUST’ IN THE MODALITY OF NECESSITY IN ENGLISH AND ITS EQUIVALENTS IN INDONESIAN Deden Novan Setiawan Nugraha; Cece Sobarna; Sutiono Mahdi; Nani Darmayanti
SAMPURASUN Vol 4 No 2 (2018): Sampurasun Vol. 4 No. 2 - 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.636 KB) | DOI: 10.23969/sampurasun.v4i02.856

Abstract

The analysis of this research basically concern issue of the cultural in the context of the mode of ‘must’ in the modality of necessity in English and its equivalents in Indonesia. The method used in this research is descriptive research method. The data taken in the form of written language manner with consideration that written manner shows more consistent characteristics in usage of the sentence structure and word choice as well. The data is taken from novels in English and also in the form of its translation in Indonesian. Syntactically, the result of the analysis shows thatthe mode of ‘must’ is actualized in modal forms (modals/modal auxiliaries) refers to ‘the rules for modal verbs’. Modal patterns, in general, used M + Vinf, where modals are always followed by infinitives or main verbs. Semantically, the mode of must is the expression of logical necessity and belongs to an epistemic modality that has a subjective meaning of certainty. The disclosure of epistemic modalities is indicated by the arising of the speaker's certainty involving his knowledge or his beliefs. The equivalent mode must in Indonesian becomes 'harus' .
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO RIDWAN KAMIL PADA ACARA BUKATALKS: SUATU KAJIAN PRAGMATIK Ilham Munandar; Nani Darmayanti
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas tentang tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh Ridwan Kamil dalam pidato pada acara BukaTalks. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh Ridwan Kamil dalam pidatonya pada acara BukaTalks. Sumber data diperoleh dari pidato Ridwan Kamil pada acara Bukatalks dengan tema “Ayo Pemudi Pemuda, Bangun Bangsa” di kanal YouTube Bukalapak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teori tindak tutur ilokusi yang dikembangkan oleh Searle digunakan sebagai acuan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan tiga jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan Ridwan Kamil dalam pidatonya pada acara BukaTalks, di antaranya 1) tindak tutur asertif dengan fungsi tuturan menunjukkan, melaporkan, menyatakan, dan mengakui; 2) tuturan direktif dengan fungsi tuturan mendoakan, melarang, meminta, memerintah, menyuruh, dan mengajak; dan 3) tuturan ekspresif dengan fungsi tuturan mendoakan, mengeluh, memuji, berterima kasih, dan mengucapkan salam. Kata kunci: tindak tutur ilokusi, pidato, Ridwan Kamil ABSTRACTThis research discusses about illocutionary acts used in Ridwan Kamil’s speech at BukaTalks’ event. This research aim to describe the type of illocutionary acts used in Ridwan Kamil’s speech at BukaTalks’ event. The data source is collected from Ridwan Kamil’s speech in BukaTalks’ event with “Ayo Pemudi Pemuda, Bangun Bangsa” theme at Bukalapak’s youtube channel. The research method is using descriptive qualitative. The theory of illocutionary act developed by Searle is used as reference to analyze the data. Based on the result, there are three types of illocutionary acts used in Ridwan Kamil’s speech at BukaTalks event, 1) assertives with show, report, assert, and admit speech function;2) directives with pray, forbid, ask, command, order, and invite speech function; and 3) expressive with pray, beef, praise, thank, and welcome. Keywords: illocutinary acts, speech, Ridwan Kamil
FUNGSI MANTRA KEKUATAN DALAM JANGJAWOKAN: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Aulia Pebrianti Wardani; Nani Darmayanti; Agus Nero Sofyan
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai “ Fungsi Mantra Kekuatan dalam Buku “Jangjawokan Inventarisasi Puisi Mantra Sunda”: Analisis Etnolinguistik”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode yang disejajarkan dengan metode observasi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik catat. Mantra kekuatan yang dianalisis sebanyak tiga data. Berdasarkan hasil analisis data, ke tiga mantra tersebut memiliki sugesti bagi masyarakat penuturnya. Masyarakat penutur percaya bahwa mantra tersebut benar-benar memiliki kekuatan. Fungsi dari ketiga mantra kekuatan tersebut adalah fungsi sosial. Selain itu mantra tersebut dalam fungsinya dalam masyarakat memiliki dua fungsi yaitu sebagai media pengungkapan ekspresi diri dan sebagai religi. Kata kunci: mantra kekuatan, Jangjawokan, fungsi, etnolinguistik
Evaluating Communication Patterns of Women Legislative Successors of Karawang in 2019 Election Mayasari Mayasari; Nani Darmayanti; Yanti Tayo; Zainal Abidin; Kusrin Kusrin
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.539 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.5373

Abstract

IIn the dynamics of general elections, the discussion of women legislative candidates has always been an interesting topic because the proportion of 30% of women candidates’ minimum requirement is always difficult to fulfill by any political party. The difficulty of women legislative candidates penetrating parliamentary seats is a problem that must be resolved. Therefore, it is necessary to conduct qualitative research to formulate how the communication patterns carried out by women politicians in the Karawang Regency, who have succeeded in penetrating parliamentary seats through case study techniques during the research. The communication pattern that marks the women’s success in election contestation can be a guide or reference when other women party politicians enter politics and advance to become legislature members. This research is limited to women members of the legislature who come from the Golkar Party. The results showed that the success of women members of the Regional Legislative Assembly (DPRD) from the Golkar party in occupying seats in the DPRD was partly due to the communication patterns they succeeded in establishing. They build vertical, horizontal, formal, and informal communication patterns that apply more social and cultural approaches. The uniqueness is when social media is used as a tool for political campaigns today, the communication strategy developed by those women legislative candidates of the Golkar party does not take advantage of social media. This is because the targeted constituents are people in remote areas, so the communication pattern through a direct face-to-face approach is much more impactful than social media.Keywords: Women DPRD members of Karawang Regency, political communication patterns, 2019 general election ABSTRAKDalam dinamika pemilihan umum (pemilu) pembahasan mengenai calon anggota legislatif perempuan selalu menjadi topik yang menarik karena adanya proporsi 30% caleg perempuan yang selalu sulit dipenuhi oleh setiap partai politik. Sulitnya calon anggota legislatif perempuan menembus kursi parlemen merupakan masalah yang harus dicarikan solusinya. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif untuk merumuskan bagaimana pola komunikasi yang telah dilakukan oleh para politisi perempuan di Kabupaten Karawang yang telah berhasil menembus kursi parlemen dengan studi kasus sebagai teknik penelitian. Pola komunikasi yang menandai keberhasilan kaum perempuan dalam kontestasi pemilu ini dapat menjadi pedoman ataupun acuan ketika pihak lain yang juga perempuan akan terjun ke dunia politik dan akan maju menjadi anggota legislatif. Penelitian ini dibatasi hanya pada anggota legislatif perempuan yang berasal dari Partai Golkar. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa keberhasilan para anggota DPRD perempuan dari Partai Golkar dalam menduduki kursi di DPRD salah satunya disebabkan oleh pola komunikasi yang berhasil mereka bangun. Adapun pola komunikasi yang mereka bangun tersebut adalah pola komunikasi vertikal, horizontal, formal, informal yang lebih cenderung menerapkan pendekatan sosial dan budaya. Saat media sosial dijadikan alat kampanye politik dewasa ini, strategi komunikasi yang dibangun para calon anggota legislatif perempuan di Kabupaten Karawang yang berasal dari Partai Golkar ini tidak memanfaatkan media sosial. Hal ini disebabkan konstituen yang menjadi sasarannya adalah masyarakat pelosok yang belum memiliki pemahaman awam terhadap teknologi sehingga pola komunikasi melalui tatap mula langsung jauh lebih berdampak dibandingkan dengan penggunaan media sosial.Kata Kunci: Anggota DPRD perempuan Kabupaten Karawang, pola komunikasi politik, Pemilu 2019
Refleksi Angan-Angan Kolektif Masyarakat Subang–Purwakarta dalam Cerita Rakyat Lina Meilinawati; Ani Rachmat; Nani Darmayanti
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol 1 No 1 (2021): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.312 KB) | DOI: 10.21009/Arif.011.10

Abstract

Artikel ini membicarakan pandangan dunia yang merupakan impian kolektif suatu masyarakat yang direpresentasikan dalam cerita rakyat. Penelitian menggali imajinasi kolektif melalui cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai-nilai budaya yang tersimpan dalam cerita rakyat. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang, dua kabupaten yang berdekatan. Pada masyarakat Purwakarta hidup cerita rakyat Mbah Jawer yang dikaitkan dengan proyek Bendungan Jatiluhur. Di Kabupaten Subang terdapat 3 dongeng, yaitu “Ki Lapidin”, “Ki Asmadi”, dan “Ki Samidin”. Data diperoleh melalui wawancara dan sumber pustaka. Pemilihan objek didasarkan pada fakta perubahan sosial dengan dibangunnya Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Analisis data menggunakan metode linguakultur, suatu pendekatan yang menghubungkan budaya dan bahasa. Dari penelitian ini terungkap bahwa untuk membenarkan rasa takut, dibuatlah mitos dan untuk menanamkan
Analisis Multimodal Wacana Kritis Iklan Layanan Masyarakat Bertema Vaksinasi COVID-19 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia Amalia Qurrota Ayuni; Nani Darmayanti
Deiksis Vol 14, No 3 (2022): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/deiksis.v14i3.11923

Abstract

Analisis multimodal wacana kritis yang merupakan gabungan dari analisis multimodal dan analisis wacana kritis merupakan kajian yang mampu membongkar makna di balik objek penelitian multimodal. Dalam studi ini, peneliti menggunakan model analisis wacana kritis Fairclough, sistem semiotik Anstey dan Bull, dan gramatika visual Kress dan Leeuwen untuk mencari makna di balik iklan layanan masyarakat bertema vaksinasi covid-19 yang diproduksi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dapat ditemui modalitas berupa kalimat imperatif dan tindak tutur dalam iklan yang diteliti yang berfungsi sebagai ajakan untuk melaksanakan vaksinasi. Selain itu usaha penanganan pandemi covid-19 dapat terlihat melalui visualisasi dari aplikasi PeduliLindungi, praktik protokol kesehatan, persona tukang sayur, dan tokoh Endah sebagai representasi warga.
REPRESENTATION OF YOON SUK-YEOL AND LEE JAE-MYUNG IN SOUTH KOREA PRESIDENTIAL ELECTION NEWS Lia Amelia Nurkhazanah; Nani Darmayanti; Fahmy Lukman
Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Vol 6 No 2 (2022): Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature)
Publisher : Elite Laboratory English Department Universitas Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/lire.v6i2.155

Abstract

This study focuses on examining the representations of Lee Jae-myung and Yoon Suk-yeol contained in the Chosun and Hankyoreh media in terms of the dimensions of the microstructure text based on the theory of critical discourse analysis of Teun A. Van Dijk. The objects of this research are two news stories in the media Chosun and Hankyoreh which report on the first round of the presidential debate in 2022. This study uses a qualitative method with a critical approach. The data collection techniques in this study were documentation, literature study, also reading, listening, and note-taking techniques. The results show that the Chosun and Hankyoreh media have their own tendencies in showing the image of Lee Jae-myung and Yoon Suk-yeol. In Chosun news, there is a tendency to portray the presidential candidate debate that was held on February 3, which tends to portray Lee Jae-myung as a person who is careless in answering questions, while Yoon Seok-yool as a person who is not ready to become a presidential candidate. This is seen from the data that Chosun media based on the content of propositions that explain Lee Jae-myung's weakness amounted to 6 propositions compared to Yoon Seok-yool which only amounted to 2 propositions. Meanwhile, in the Hankyoreh media, the news describing the weaknesses of Lee Jae-myung and Yoon Seok-yool amounted to two propositions. This shows that Hankyoreh is trying to convey the representation of the two candidates in a balanced way. As for the perspective of Van Dijk's discourse theory, it can be concluded that in terms of the dimensions of the microstructure text, there are several elements not found in the news, namely the semantic element - presupposition in the Hankyoreh news. Then, there are no graphic and metaphorical rhetorical elements in the two analyzed news
Transformasi Makna Leksikal dalam Bahasa Indonesia Mutakhir: Analisis Wacana Termediasi Komputer Duddy Zein; NFN Wagiati; Nani Darmayanti
SUAR BETANG Vol 17, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v17i2.356

Abstract

The complex interactions between different social and cultural groups have a significant impact on language. These changes can affect various aspects of language, from those phonetics, lexical, and semantics, to syntax. This paper aims to analyze and reveal various semantic changes that occur in the Indonesian language caused by the development of technology and information. Several lexical units, surf, roam, home, tablet, google, zoom, status, crispy, and organic are several of many examples. Overall, these types of language change can be characterized by the emergence of new concepts in various fields. Semantic changes can be classified into various types, including metaphorical transfers, metonymic transfers, and semantic transformations. All these phenomena are examined in the framework of computer-mediated discourse. This study uses a structural research method of meaning analysis and involves a comparative study between the lexical meaning and the contextual meaning of the lexical unit being analyzed. This study concludes that there is a semantic shift in the Indonesian language-its quality and the impact on Indonesian language and culture, in general, requires further research and a more detailed linguistic description. AbstrakInteraksi yang kompleks antara kelompok sosial dan budaya yang berbeda berdampak signifikan terhadap bahasa. Perubahan-perubahan tersebut dapat berpengaruh pada berbagai aspek bahasa, mulai dari fonetik, leksikal, semantik, hingga sintaksis. Tulisan ini bertujuan menganalisis dan mengungkapkan beragam perubahan semantis yang terjadi pada bahasa Indonesia yang disebabkan oleh perkembangan teknologi dan informasi. Beberapa unit leksikal, selancar, jelajah, beranda, tablet, google, zoom, status, garing, dan organik, dijadikan sebagai percontoh. Secara keseluruhan, jenis perubahan bahasa itu dapat ditandai dengan munculnya konsep-konsep baru di berbagai bidang. Perubahan semantik dapat diklasifikasikan atas berbagai jenis, di antaranya transfer metaforis, transfer metonimis, dan transformasi semantis. Semua gejala tersebut dikaji dalam kerangka wacana termediasi komputer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian struktural analisis makna dan melibatkan studi perbandingan antara makna leksikal dan makna kontekstual dari unit leksikal yang dianalisis. Penulis menyimpulkan adanya pergeseran semantik dalam bahasa Indonesia yang penilaian dan pengaruhnya terhadap bahasa dan budaya Indonesia secara umum memerlukan penelitian lebih lanjut dan deskripsi linguistik yang lebih terperinci.
Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau Nani Darmayanti
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.23335

Abstract

Rendang merupakan salah satu makanan khas dari Minangkabau yang cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Persebaran rendang di Indonesia tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat Minangkabau, yaitu merantau. Tekstur rendang asli yang kering dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, membuat rendang menjadi bekal yang biasa dibawa oleh orang Minangkabau saat melakukan perjalanan berbulan-bulan menggunakan kapal laut sejak zaman dulu. Penelitian ini membahas tentang relevansi masakan rendang sebagai makanan khas yang berasal dari Minangkabau dengan filosofi merantau orang Minangkabau ke luar kampung halamannya, sehingga rendang tersebut bisa memiliki nilai yang dianggap lebih dan menjadi suatu budaya yang berharga di Minangkabau dan tanah rantaunya. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebudayaan merantau orang Minangkabau yang telah dilakukan sejak zaman dulu dan membawa rendang sebagai bekal perjalanannya turut berjasa membuat rendang menjadi lebih dikenal, tidak saja hingga pelosok  Indonesia tapi juga mancanegara.
Co-Authors Adji, Muhammad Afina Naufalia Afni Apriliyanti Devita Afrianto Afrianto Agus Nero Sofyan Aisyah Nadila Andree Al Zahra, Risya Al-Mubarrok, Muhammad Ramdlan Alfaris, Reza Salman Amalia Qurrota Ayuni Andri Abdurrochman, Andri Angga Sekarsany Ani Rachmat Ardiya, Ardiya Aryanti, Maya Lisa Aulia Maharani Destiarlisa Aulia Pebrianti Wardani Aulia Pebrianti Wardani Awaludin Nugraha Bayu Setiawan Cece Sobarna Dadang Suganda Deden Novan Setiawan Nugraha Deden Usman Hafidi Devi Mulatsih Devi Mulatsih Dian Ekawati Dian Ekawati Dian Indira Duddy Zein Duddy Zein Duddy Zein Ekaning Krisnawati Elektra Aulia Maharani Erlina Zulkifli Mahmud Eva Tuckyta Sari Sujatna Fahmy Lukman Faradhiba Salsabila Farida Ariyani Fikri Hakim Fikri Hakim Gilang Yubiliana Gilang Yubiliana Gungun Gunardi Gungun Gunardi, Gungun Hana Aulia Harzi, Azka Athallah Hendrawan, Wawan Heri Heryono Humaira Izzahurrohman Ilham Munandar Inu Isnaeni Sidiq Irwan Syah Irzam Sarif S Jatmika Nurhadi Juli Yani Juli Yani Khunafa 'Ilmi Husnada Kusrin Lia Amelia Nurkhazanah Lia Maulia Indrayani Lina Meilinawati Linda Handayani Linda Handayani, Linda Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari Mochamad Irfan Hidayatullah Mohammad Fahmi Heryanda Muhamad Adji Munandar, Ilham Munigar, Muhammad Miqdad Rojab Nadia Anindita Azyani Nani Sunarni Nany Ismail NFN Wahya Nisrina Dauty Nurkhazanah, Lia Amelia Nurul Hikmayati Saefullah Nurul Hikmayaty Pirmansyah Pirmansyah Raihan Dzul Alfaini Pahlevi Raihan Dzul Pahlevi Renata Margareth Libriananda Tobing Rengganis Citra Cenderamata Rengganis Citra Cenderamata Rifpan Putra Afriansyah Rizaldi Amri Rosaria Mita Amalia Sobarna, C Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sutiono Mahdi Tajudin Nur Tatang Suparman Taufik Ampera Tayo, Yanti Tjokorda Gde Bagus Mahadewa Toni Heryadi Toni Heryadi Tri Saptarini Tyla Safitri Widianingrum Tyla Safitri Widianingrum Ulfi Laelatul Ilmi Wagiati Wagiati Wahya Wahya Wahya, NFN Windi Winda Sibuea Yuliawati, Susi Yusep Ahmadi F. Yuyu Yohana Risagarniwa Zainal Abidin Zein, Muhammad Rifki Adinur