Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Konstruksi preposisi 'pada' dan kepada 'dalam' ragam bahasa internet: kajian sintaksis berbasis korpus Faradhiba Salsabila; Susi Yuliawati; Nani Darmayanti
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v6i3.674

Abstract

The use of social media gave rise to internet variety language. This language variety includes low variety language because it is used in informal situations. Preposition ‘pada’ and ‘kepada’ show an interesting linguistic phenomenon in the form of syntactic similarities so that these two prepositions can replace each other in certain situations. The purpose of this study is to analyze the frequency, colligation patterns, and the syntactical roles of prepositions ‘pada’ and ‘kepada’ in internet variety language. This research used AntConc to collect data. This research consists of two stages, namely quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis is used to determine the frequency of preposition ‘pada’ and ‘kepada’ in internet variety language. Qualitative analysis is used to determine colligation patterns and to investigate the syntactical roles of prepositions ‘pada’ and ‘kepada’ in internet variety language. Based on the research result, the frequency of ‘pada’ appears 68 times, while ‘kepada’ appears 53 times. Non-person nominal phrases are the most syntactic categories that follow ‘pada’, while personal nominal phrases are the most syntactic categories that follow ‘kepada’. The preposition ‘pada’ has syntactic roles of time, goal, location, completion, affirm, and recipient. The preposition ‘kepada’ has syntactic roles of target and receiver.
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF POLICE OFFICER’S NEGATIVE REPRESENTATION TOWARD #PERCUMALAPORPOLISI ON TWITTER/X: ANALISIS WACANA KRITIS REPRESENTASI NEGATIF APARAT KEPOLISIAN MELALUI TAGAR #PERCUMALAPORPOLISI DI TWITTER/X Nisrina Dauty; Cece Sobarna; Nani Darmayanti
Jurnal Kata Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/kata.v8i2.2884

Abstract

Social criticism of the phenomenon happened on social media with popularized hashtags like #percumalaporpolisi on Twitter. Police officer incompetence in a sexual assault case in Luwu Timur, South Sulawesi, triggers citizens to create this hashtag. This research aims to describe the negative representation of Police officers by Indonesian Twitter users through #percumalaporpolisi. The qualitative research method used in this research is Norman Fairclough’s critical discourse analysis theory. Indonesian Police officers explicitly and implicitly represented through words usage, and/or sentences in negative ways. On the other side, Indonesian netizens (Twitter users) have been known for their distrust towards police officers for a long time, tending to use harsh words, posting their disagreement towards something harshly, and becoming the most impolite netizens in southeast Asia. Lastly, Police officers have had several controversial histories, followed by the exposed scandal of sexual harassment in Luwu Timur, explained as a social practice dimension. The negative representations are exposed both explicitly and implicitly through words and sentences. The representations were affected by how netizens interacted on social media perceiving police officers and the behavior of the netizens. It was getting worse as scandals in the police institutions were also supported by police impunity.
Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial sebagai Bentuk Pemasaran Digital Objek Wisata Teras Gunung Geulis, Jatiroke, Sumedang Mochamad Irfan Hidayatullah; Dadang Suganda; Ulfi Laelatul Ilmi; Khunafa 'Ilmi Husnada; Nani Darmayanti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.18624

Abstract

Teras Gunung Geulis adalah salah satu objek wisata yang tengah dirintis oleh Pemerintah Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Sumedang. Saat ini, salah satu masalah yang dihadapi oleh pengelola Teras Gunung Geulis adalah masih diperlukannya publikasi yang dapat menarik minat pengunjung. Oleh karena itu, Program KKN terintegrasi PPM Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial sebagai Media Pemasaran Digital Objek Wisata Teras Gunung Geulis, Jatiroke, Sumedang. Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang Pemuda Karang Taruna Desa Jatiroke yang saat ini menjadi pengelola Teras Gunung Geulis. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan dan praktik langsung dengan menghadirkan dua pemateri dari bidang manajemen dan pemasaran digital Universitas Padjadjaran. Hasil PPM ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan berkaitan dengan konten media sosial yang dapat bermanfaat untuk peningkatan publikasi dan pemasaran objek wisata Teras Gunung Geulis.
Pemberitaan konflik antara Viking dan Jakmania dalam viva.co.id: suatu kajian wacana kritis Fikri Hakim; Nani Darmayanti; Ani Rachmat
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 8 No 1, 2018
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana kritis (AWK). Dengan metode AWK, penelitian difokuskan pada aspek tekstual dan konteks-konteks yang berpengaruh terhadap konstruksi teks yang dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap representasi Viking dan Jakmania. Analisis berfokus pada tiga tataran, yakni teks, ideologi media, dan latar sosial budaya. Teori yang digunakan adalah kombinasi teori Theo van Leeuwen dan Teun A. van Dijk. Sumber data yang digunakan adalah wacanapemberitaan konflik antara Viking dan The Jakmaniapada 27 Mei 2012 dalam viva.co.id. Pada tataran tekstual, hasil analisis menunjukkan bahwa dalam viva.co.id pihak Jakmania dan Persija lebih dominan direpresentasikan secara positif, sedangkan Persib dan Viking direpresentasiken secara negatif. Hal tersebut dikuatkan oleh hasil analisis ideologi media yang menunjukkan adanya pengaruh dari kognisi sosial viva.co.id baik secara institusi, maupun secara individu terhadap berita yang diproduksi. Pada tataran analisis sosial budaya, teridentifikasi fakta sejarah dan perkembangan konflik yang berdampak pada representasi yang tidak berimbang dalam pemberitaan. Hal tersebut menguatkan hasil analisis tekstual dan kognisi sosial sebelumnya.
Analisis wacana kritis pemberitaan “Saweran untuk gedung KPK” di harian umum Media Indonesia Mayasari Mayasari; Nani Darmayanti; Sugeng Riyanto
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 2 No 2, 2012
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis: Pemberitaan Saweran untuk Gedung KPK di Harian Umum Media Indonesia”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis waacana kritis model tiga dimensi Norman Fairclough. Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) Mendeskripsikan aspek kebahasaan yang digunakan dalam merepresentasikan tokoh dan topik pemberitaan, (2) Mendeskripsikan hubungan antara ideologi Harian Umum Media Indonesia dan aspek kebahasaan yang dihasilkan, dan (3) Mendeskripsikan situasi sosial, politik, dan budaya yang melatarbelakangi aspek kebahasaan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kebahasaan berupa diksi, penggunaan kalimat, dan pemilihan sumber dalam kutipan langsung yang digunakan Media Indonesia dalam telaah, menempatkan tokoh atau institusi khususnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam representasi yang negatif. Hal ini erat kaitannya dengan ideologi nasionalisme yang dianut oleh institusi Media Indonesia yang lebih membela gerakan anti korupsi melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meskipun demikian, representasi selain berkaitan dengan ideologi yang dianut, juga memiliki kaitan dengan kepentingan politik dari pemimpin institusi Media Indonesia yang menjadi pendiri dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dalam melakukan pencitraan positif terhadap partai yang dipimpinnya.
Bahasa rojak di malaysia: antara identitas dan realitas (kajian sosiolinguistik) Nani Darmayanti
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 1 No 2, 2011
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Bahasa Rojak di Malaysia yang ditinjau berdasarkan kedudukannya di antara pembangun identitas dan realitas yang ada di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik sadap rekam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis bahasa yang terdapat dalam Bahasa Rojak ialah (1) bahasa Melayu, (2) bahasa Cina, (3) bahasa Tamil dan (4) bahasa Inggris. Faktor yang melatarbelakangi seorang penutur mencampur-campur bahasanya ialah (1) keakraban penutur dengan lawan tutur yang memiliki kesamaan identitas, (2) keinginan penutur mempertahankan dan menunjukkan identitasnya kepada lawan tuturnya dan (3) penutur ingin meningkatkan dan menunjukkan kuasanya di hadapan kelompok umum. Adapun dampak yang dapat ditimbulkan atas penggunaan Bahasa Rojak dalam masyarakat ini dibagi menjadi dua bagian yaitu dampak positif dan dampak negatif. Kata Kunci : Bahasa Rojak, Identitas, Realitas, Malaysia, Sosiolinguistik.