Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

METAFORA KONSEPTUAL CINTA DALAM LIRIK LAGU TAYLOR SWIFT ALBUM RED: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF (CONCEPTUAL METAPHOR OF LOVE IN TAYLOR SWIFT SONGS ALBUM OF RED: A COGNITIVE SEMANTICS APPROACH) Irwan Syah; Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 18, No 1 (2020): METALINGUA EDISI JUNI 2020
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.661 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v18i1.442

Abstract

This paper describes the conceptual metaphor of love in Taylor Swift’s song in her album Red. Along with time, works of art especially music, keeps developing up until now. Many musicians pour their thoughts in their songs about their criticism over the government or simply about their love life.  One of such is Taylor Swift. Swift’s messages are not all explicit but some are implicit with the use of figurative language (metaphor). Descriptive qualitative method and a cognitive semantics approach are used to  describe and analysis the data from Taylor Swift’s song in the album. Theresult shows that the conceptualization metaphor of love manifests in many forms, namely the object of love as things, love as part of the body, love is a game, love is a sign, love is an art, love is an object of sound, love is a colour, love is a trap and love is a problem. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan metafora konseptual cinta dalam lirik lagu Taylor Swift pada album Red. Seiring dengan perkembangan zaman, karya seni, khususnya seni musik berkembang hingga saat ini. Banyak musisi yang menuangkan pemikirannya di dalam lagu yang berisi kritikan terhadap pemerintahan atau seputar kehidupan pribadi, khususnya percintaan. Salah satu penulis lagu tersebut adalah Taylor Swift. Pesan yang dituangkan Swift tidak hanya dinyatakan secara eskplisit, tetapi ada juga yang dinyatakan secara implisit dengan menggunakan bahasa kiasan(metafora). Metode deskriptif kualitatif dan kajian semantik kognitif  digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang bersumber dari lirik lagu Taylor Swift pada album Red. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseptualisasi metafora cinta yang ditemukan antara lain objek cinta sebagai sebuah barang, cinta sebagai bagian tubuh, cinta adalah permainan, cinta adalah tanda, cinta adalah seni, cinta sebagai objek suara, cinta adalah warna, cinta adalah perangkap, dan cintaadalah masalah.
DIALEKTOLOGI PERSEPTUAL VARIASI LINGUISTIK BAHASA SUNDA DIALEK CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT (PERCEPTUAL DIALECTOLOGY OF SUNDANESE LINGUISTIC VARIATION OF CIAMIS DIALECT IN WEST JAVA PROVINCE) Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti; Duddy Zein
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 19, No 1 (2021): METALINGUA EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v19i1.588

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi linguistik bahasa Sunda dialek Kabupaten Ciamis, Jawa Barat-Indonesia dalam perspektif dialektologi perseptual. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dialektologi perseptual. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi (metode penelitian gabungan). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan participant observe atau pengamatan berperan serta dengan introspeksi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ciamis dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Sindangkasih, Kecamatan Sukamantri, Kecamatan Lakbok, Kecamatan Banjarsari, dan Kecamatan Pamarican. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: di Kabupaten Ciamis terdapat persebaran subdialek dari bahasa Sunda berdasarkan persepsi masyarakat tutur terhadap sebaran subdialek tersebut; Pemetaan bahasa Sunda dialek Ciamis berdasarkan persepsi masyarakat tutur di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat-Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi tiga subdialek utama berdasarkan persebaran dialektalnya, yaitu subdialek bahasa Sunda Ciamis Barat, subdialek bahasa Sunda Ciamis Timur - Tengah, dan subdialek bahasa Sunda Ciamis Tenggara.Kata Kunci: dialektologi perseptual, variasi linguistik, bahasa Sunda, Ciamis.
Bahasa dan Ekonomi: Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Melayu Malaysia ke dalam Bahasa Indonesia Nani Darmayanti; Nurul Hikmayaty; Yuyu Yohana Risagarniwa
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v9i2.70

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi derasnya kunjungan wisatawan dari Malaysia ke Bandung, Indonesia, untuk berwisata belanja di Pasar Baru, Bandung. Kunjungan wisata belanja itu selain berdampak pada ekonomi juga berdampak pada bahasa yang digunakan penjual kepada pembeli ketika bertransaksi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode antara bahasa Melayu Malaysia dan bahasa Indonesia dalam situasi transaksi di Pasar Baru, Bandung, dan (2) mendeskripsikan latar belakang fenomena itu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alih kode terjadi pada tataran kalimat dan campur kode berlaku pada tataran kata bahasa Melayu Malaysia ke dalam bahasa Indonesia; (2) pada umumnya alih kode dan campur kode yang terjadi dilatarbelakangi motif ekonomi, yaitu penjual mengubah gaya bahasanya menjadi bahasa Melayu Malaysia agar barang dagangannya dibeli oleh para wisatawan Malaysia.
ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH PADA PEMBERITAAN SELEBRITI DI MEDIA DARING Rengganis Citra Cenderamata; Nani Darmayanti
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 3, No 1 (2019): JURNAL LITERASI APRIL 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.909 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v3i1.1736

Abstract

AbstrakMedia massa adalah alat untuk menyampaikan informasi, pikiran, dan gagasa kepada khalayak secara luas. Informasi yang disampaikan beragam termasuk berita seputar kehidupan selebriti di Indonesia. Melalui analisis wacana kritis, dimungkinkan adanya temuan tentang ideologi yang terdapat dari suatu pemberitaan dalam berbagai media yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis wacana kritis dari pemberitaan tentang hijrahnya Mulan Jameela yang dipublikasikan empat media daring, yaitu detik.com, liputan6.com, tempo.co, dan tribunnews.com. Metode kualitatif digunakan sebagai dasar berpikir dan paradigma kritis digunakan sebagai sudut pandang penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga model dimensi dari Norman Faircglough, yaitu dimensi mikrostruktural, mesostruktural, dan makrostruktural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan isi pada pemberitaan selebriti di empat media daring; detik.com, liputan6.com, tempo.co, dan tribunnews.com. Masing-masing media menyajikan topik berita yang sama dengan pembingkaian yang berbeda-beda sesuai dengan motivasi dan idealisme media tersebut.Kata kunci: analisis wacana kritis, berita selebriti, media daring
PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI PENUTUR SUNDA DI KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARAT Nani Darmayanti
Kelasa Vol 16, No 1 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i1.174

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemertahanan bahasa Sunda sebagai alat komunikasi penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran di tengah gempuran migrasi bahasa Jawa dan nasionalisasi bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahasa Sunda masih sering digunakan secara konsisten oleh penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran, pada tiga ranah komunikasi, yaitu ranah kekeluargaan, kekariban, dan ketetanggaan; (2) Faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran adalah faktor demografis, faktor geografis, faktor psikososial-ekonomis, dan faktor politis.
FUNGSI MANTRA KEKUATAN DALAM JANGJAWOKAN: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Aulia Pebrianti Wardani; Nani Darmayanti; Agus Nero Sofyan
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai “ Fungsi Mantra Kekuatan dalam Buku “Jangjawokan Inventarisasi Puisi Mantra Sunda”: Analisis Etnolinguistik”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode yang disejajarkan dengan metode observasi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik catat. Mantra kekuatan yang dianalisis sebanyak tiga data. Berdasarkan hasil analisis data, ke tiga mantra tersebut memiliki sugesti bagi masyarakat penuturnya. Masyarakat penutur percaya bahwa mantra tersebut benar-benar memiliki kekuatan. Fungsi dari ketiga mantra kekuatan tersebut adalah fungsi sosial. Selain itu mantra tersebut dalam fungsinya dalam masyarakat memiliki dua fungsi yaitu sebagai media pengungkapan ekspresi diri dan sebagai religi. Kata kunci: mantra kekuatan, Jangjawokan, fungsi, etnolinguistik
Evaluating Communication Patterns of Women Legislative Successors of Karawang in 2019 Election Mayasari Mayasari; Nani Darmayanti; Yanti Tayo; Zainal Abidin; Kusrin Kusrin
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.539 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.5373

Abstract

IIn the dynamics of general elections, the discussion of women legislative candidates has always been an interesting topic because the proportion of 30% of women candidates’ minimum requirement is always difficult to fulfill by any political party. The difficulty of women legislative candidates penetrating parliamentary seats is a problem that must be resolved. Therefore, it is necessary to conduct qualitative research to formulate how the communication patterns carried out by women politicians in the Karawang Regency, who have succeeded in penetrating parliamentary seats through case study techniques during the research. The communication pattern that marks the women’s success in election contestation can be a guide or reference when other women party politicians enter politics and advance to become legislature members. This research is limited to women members of the legislature who come from the Golkar Party. The results showed that the success of women members of the Regional Legislative Assembly (DPRD) from the Golkar party in occupying seats in the DPRD was partly due to the communication patterns they succeeded in establishing. They build vertical, horizontal, formal, and informal communication patterns that apply more social and cultural approaches. The uniqueness is when social media is used as a tool for political campaigns today, the communication strategy developed by those women legislative candidates of the Golkar party does not take advantage of social media. This is because the targeted constituents are people in remote areas, so the communication pattern through a direct face-to-face approach is much more impactful than social media.Keywords: Women DPRD members of Karawang Regency, political communication patterns, 2019 general election ABSTRAKDalam dinamika pemilihan umum (pemilu) pembahasan mengenai calon anggota legislatif perempuan selalu menjadi topik yang menarik karena adanya proporsi 30% caleg perempuan yang selalu sulit dipenuhi oleh setiap partai politik. Sulitnya calon anggota legislatif perempuan menembus kursi parlemen merupakan masalah yang harus dicarikan solusinya. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif untuk merumuskan bagaimana pola komunikasi yang telah dilakukan oleh para politisi perempuan di Kabupaten Karawang yang telah berhasil menembus kursi parlemen dengan studi kasus sebagai teknik penelitian. Pola komunikasi yang menandai keberhasilan kaum perempuan dalam kontestasi pemilu ini dapat menjadi pedoman ataupun acuan ketika pihak lain yang juga perempuan akan terjun ke dunia politik dan akan maju menjadi anggota legislatif. Penelitian ini dibatasi hanya pada anggota legislatif perempuan yang berasal dari Partai Golkar. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa keberhasilan para anggota DPRD perempuan dari Partai Golkar dalam menduduki kursi di DPRD salah satunya disebabkan oleh pola komunikasi yang berhasil mereka bangun. Adapun pola komunikasi yang mereka bangun tersebut adalah pola komunikasi vertikal, horizontal, formal, informal yang lebih cenderung menerapkan pendekatan sosial dan budaya. Saat media sosial dijadikan alat kampanye politik dewasa ini, strategi komunikasi yang dibangun para calon anggota legislatif perempuan di Kabupaten Karawang yang berasal dari Partai Golkar ini tidak memanfaatkan media sosial. Hal ini disebabkan konstituen yang menjadi sasarannya adalah masyarakat pelosok yang belum memiliki pemahaman awam terhadap teknologi sehingga pola komunikasi melalui tatap mula langsung jauh lebih berdampak dibandingkan dengan penggunaan media sosial.Kata Kunci: Anggota DPRD perempuan Kabupaten Karawang, pola komunikasi politik, Pemilu 2019
Analisis Multimodal Wacana Kritis Iklan Layanan Masyarakat Bertema Vaksinasi COVID-19 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia Amalia Qurrota Ayuni; Nani Darmayanti
Deiksis Vol 14, No 3 (2022): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/deiksis.v14i3.11923

Abstract

Analisis multimodal wacana kritis yang merupakan gabungan dari analisis multimodal dan analisis wacana kritis merupakan kajian yang mampu membongkar makna di balik objek penelitian multimodal. Dalam studi ini, peneliti menggunakan model analisis wacana kritis Fairclough, sistem semiotik Anstey dan Bull, dan gramatika visual Kress dan Leeuwen untuk mencari makna di balik iklan layanan masyarakat bertema vaksinasi covid-19 yang diproduksi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dapat ditemui modalitas berupa kalimat imperatif dan tindak tutur dalam iklan yang diteliti yang berfungsi sebagai ajakan untuk melaksanakan vaksinasi. Selain itu usaha penanganan pandemi covid-19 dapat terlihat melalui visualisasi dari aplikasi PeduliLindungi, praktik protokol kesehatan, persona tukang sayur, dan tokoh Endah sebagai representasi warga.
Transformasi Makna Leksikal dalam Bahasa Indonesia Mutakhir: Analisis Wacana Termediasi Komputer Duddy Zein; NFN Wagiati; Nani Darmayanti
SUAR BETANG Vol 17, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v17i2.356

Abstract

The complex interactions between different social and cultural groups have a significant impact on language. These changes can affect various aspects of language, from those phonetics, lexical, and semantics, to syntax. This paper aims to analyze and reveal various semantic changes that occur in the Indonesian language caused by the development of technology and information. Several lexical units, surf, roam, home, tablet, google, zoom, status, crispy, and organic are several of many examples. Overall, these types of language change can be characterized by the emergence of new concepts in various fields. Semantic changes can be classified into various types, including metaphorical transfers, metonymic transfers, and semantic transformations. All these phenomena are examined in the framework of computer-mediated discourse. This study uses a structural research method of meaning analysis and involves a comparative study between the lexical meaning and the contextual meaning of the lexical unit being analyzed. This study concludes that there is a semantic shift in the Indonesian language-its quality and the impact on Indonesian language and culture, in general, requires further research and a more detailed linguistic description. AbstrakInteraksi yang kompleks antara kelompok sosial dan budaya yang berbeda berdampak signifikan terhadap bahasa. Perubahan-perubahan tersebut dapat berpengaruh pada berbagai aspek bahasa, mulai dari fonetik, leksikal, semantik, hingga sintaksis. Tulisan ini bertujuan menganalisis dan mengungkapkan beragam perubahan semantis yang terjadi pada bahasa Indonesia yang disebabkan oleh perkembangan teknologi dan informasi. Beberapa unit leksikal, selancar, jelajah, beranda, tablet, google, zoom, status, garing, dan organik, dijadikan sebagai percontoh. Secara keseluruhan, jenis perubahan bahasa itu dapat ditandai dengan munculnya konsep-konsep baru di berbagai bidang. Perubahan semantik dapat diklasifikasikan atas berbagai jenis, di antaranya transfer metaforis, transfer metonimis, dan transformasi semantis. Semua gejala tersebut dikaji dalam kerangka wacana termediasi komputer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian struktural analisis makna dan melibatkan studi perbandingan antara makna leksikal dan makna kontekstual dari unit leksikal yang dianalisis. Penulis menyimpulkan adanya pergeseran semantik dalam bahasa Indonesia yang penilaian dan pengaruhnya terhadap bahasa dan budaya Indonesia secara umum memerlukan penelitian lebih lanjut dan deskripsi linguistik yang lebih terperinci.
Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau Nani Darmayanti
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.23335

Abstract

Rendang merupakan salah satu makanan khas dari Minangkabau yang cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Persebaran rendang di Indonesia tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat Minangkabau, yaitu merantau. Tekstur rendang asli yang kering dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, membuat rendang menjadi bekal yang biasa dibawa oleh orang Minangkabau saat melakukan perjalanan berbulan-bulan menggunakan kapal laut sejak zaman dulu. Penelitian ini membahas tentang relevansi masakan rendang sebagai makanan khas yang berasal dari Minangkabau dengan filosofi merantau orang Minangkabau ke luar kampung halamannya, sehingga rendang tersebut bisa memiliki nilai yang dianggap lebih dan menjadi suatu budaya yang berharga di Minangkabau dan tanah rantaunya. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebudayaan merantau orang Minangkabau yang telah dilakukan sejak zaman dulu dan membawa rendang sebagai bekal perjalanannya turut berjasa membuat rendang menjadi lebih dikenal, tidak saja hingga pelosok  Indonesia tapi juga mancanegara.