Riana Wardani
Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah sebelum dan sesudah penyuluhanDifferences in oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students before and after oral health counselling Adilah, Bunga Hasna; Wardani, Riana; Zubaedah, Cucu
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.299 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18501

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut seseorang dapat dilihat dari status kebersihan gigi dan mulutnya. Status kebersihan gigi dan mulut dapat dinilai menggunakan Debris Index-Simplified (DI-S). Penyuluhan mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menjaga kebersihan rongga mulutnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode: Jenis penelitian adalah pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 48 responden yang berusia 12-15 tahun. Dilakukan pemeriksaan DI-S pada responden sebelum dan sesudah penyuluhan sebanyak tiga kali. Data yang didapatkan kemudian diuji menggunakan uji normalitas. dilakukan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: perbedaan indeks debris yang signifikan (nilai p=0,00 < 0,05) pada siswa Pondok Pesentren Salafiyah Al-Majidiyah dengan penurunan nilai rata-rata dari 1,355 menjadi 0,5383 sesudah penyuluhan mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut sebanyak tiga kali. Simpulan: Terdapat perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesentren Salafiyah Al-Majidiyah menjadi lebih baik sesudah diberikan penyuluhan dibandingkan dengan sebelum diberikan penyuluhan. ABSTRACT Introduction: An individuals oral health can be seen from their oral hygiene status. Oral hygiene status can be assessed using Debris Index-Simplified (DI-S). Counselling regarding the maintenance of oral hygiene is one of the efforts to improve individual ability to maintain the oral hygiene. The purpose of the study was to determine the differences in the oral hygiene of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students before and after oral health counselling. Methods: The research was pre-experimental with one group pretest-posttest design. The study sample was as much as 48 respondents aged 12-15-years-old. The DI-S examination was conducted on respondents before and after three times oral health counselling. The data obtained was then tested using the normality test. The Wilcoxon test was also performed because the data were not normally distributed. Results: There was a significant difference in the debris index (p-value = 0.00 < 0.05) of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students, with a decrease in the average value from 1.355 to 0.5383 after three times counselling regarding oral hygiene maintenance. Conclusion: There was a significant increase in dental and oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students after being given oral health counselling.Keywords: Debris Index, oral health counselling, Islamic Boarding School students, oral hygiene status.
Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa Sekolah Dasar Negeri di desa tertinggal Kabupaten BandungOral hygiene level of underdeveloped village State Elementary School students in Bandung Regency Sherlyta, Monica; Wardani, Riana; Susilawati, Sri
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.975 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18607

Abstract

Pendahuluan: Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa sekolah dasar di desa tertinggal dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan gigi dan mulut pada siswa-siswi SDN Mekarjaya sebagai salah satu sekolah dasar di desa tertinggal Kabupaten Bandung. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan sampel berdasarkan teknik sampling jenuh (total sampling). Sampel penelitian sebanyak 78 siswa sekolah dasar, yaitu 40 siswa laki-laki dan 38 siswa perempuan. Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) digunakan untuk melihat tingkat kebersihan gigi dan mulut. Hasil: rata-rata indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung sebesar 2,67. Simpulan: tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung dalam kategori sedang. ABSTRACTIntroduction: The level of dental and oral hygiene of elementary school students in disadvantaged villages is influenced by various factors, including socioeconomic factors. This study aims to determine the level of dental and oral hygiene in Mekarjaya Elementary School students as one of the elementary schools in the underdeveloped village of Bandung Regency. Methods: This type of research is descriptive with sampling based on saturated sampling technique (total sampling). The study sample consisted of 78 elementary school students, namely 40 male students and 38 female students. Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) is used to see the level of dental and oral hygiene. Result: the average index of dental and oral hygiene for students of SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung amounted to 2.67. Conclusion: the level of dental and oral hygiene of students of SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung is in the moderate category.Keywords: OHI-S, underdeveloped village, socio-economic.
Hubungan pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa Pesantren Salafiyah Al-MajidiyahRelationship of knowledge and attitude in maintaining oral health of the Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students Fitri, Aulia Bayu; Zubaedah, Cucu; Wardani, Riana
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.133 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18587

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu tolak ukur dalam menilai kesehatan secara umum. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut harus diiringi dengan pengetahuan yang baik dan sikap yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa pesantren Salafiyah Al- Majidiyah. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian ini diperoleh nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0.91591 dengan pengujian hipotesis diperoleh nilai p sebesar 0.18155 atau p>0.05, menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah. ABSTRACTIntroduction: Oral and dental health is one of the benchmarks in assessing general health. Maintenance of dental and oral health must be accompanied by good knowledge and the right attitude. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between knowledge and the attitude of maintaining dental and oral health of students of the Salafiyah Al-Majidiyah pesantren. Methods: The research used is descriptive correlation. Sampling using total sampling technique. Data was collected using a questionnaire. Results: This study obtained Spearman correlation coefficient value of 0.91591 with hypothesis testing obtained p value of 0.18155 or p> 0.05, indicating that there was no significant relationship between knowledge and dental and oral health maintenance attitudes. Conclusion: There is no relationship between knowledge and the attitude of maintaining dental and oral health of students of the Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School.Keywords: Knowledge, attitude, dental and oral health maintenance, Islamic Boarding School.
Perbedaan risiko karies pada anak usia 11– 2 tahun antara dua Sekolah Dasar di Jatinangor Putri Sundari; Anne Agustina Suwargiani; Riana Wardani
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i1.21432

Abstract

Pendahuluan: Risiko karies adalah kemungkinan berkembangnya karies pada individu atau terjadinya perubahan status kesehatan yang mendukung terjadinya karies pada suatu periode tertentu. Risiko karies bervariasi pada setiap individu tergantung pada keseimbangan faktor pencetus dan penghambat terjadinya karies. Tujuan penelitian adalah mengetahui ada atau tidaknya perbedaan risiko karies pada anak usia 11 – 12 tahun di SDN Sirnagalih dan SDN Cibeusi. Metode: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan risiko karies diukur dengan caries risk assessment tool (CAT) dari American Academy of Pediatric Dentistry. Hasil: Sampel penelitian berjumlah 168 anak berusia 11 – 12 tahun yang bersekolah di SD Negeri Sirnagalih, dan SD Negeri Cibeusi, jatinangor. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden memiliki risiko karies yang sedang. Perhitungan secara statistik menggunakan uji Man-Whitney Test didapatkan nilai Zhitung= -3,21 dan p-value sebesar 0,0013. Simpulan: Terdapat perbedaan risiko karies pada anak usia 11 – 12 tahun di SDN Sirnagalih dan SDN Cibeusi, jatinangor.Kata kunci: Risiko karies, penilaian risiko karies, caries risk assessment tool (CAT), American Academy of Pediatric Dentistry, anak
Pengetahuan radiografi di bidang kedokteran gigi pada siswa Sekolah Menengah Atas Fauza Raidha; Lusi Epsilawati; Riana Wardani
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i1.21449

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan sosok yang membutuhkan perawatan gigi yang khusus disebabkan remaja sering mengalami beberapa masalah kesehatan  gigi dan mulut. Keberhasilan dari perawatan gigi yang dilakukan akan lebih maksimal apabila ditunjang oleh pemeriksaan radiografi. Masyarakat harus mengetahui peran dan fungsi, minimnya bahaya radiasi yang dapat ditimbulkan, serta proteksi radiasi yang harus dilakukan pada pemeriksaan radiografi kedokteran gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan radiografi di bidang kedokteran gigi pada siswa SMAN 1 Cipatat. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Cipatat pada Februari 2018. Metode menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan persentase yang dikategorikan menjadi tiga kriteria objek pengetahuan yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil: Sebanyak 4,87% siswa memiliki pengetahuan yang tinggi, 59,75% memiliki pengetahuan yang sedang, dan 35,36% memiliki pengetahuan yang rendah megenai radiografi kedokteran gigi. Tiap variabel mempunyai rata-rata persentase yang menjawab benar. Berdasarkan rata-rata tersebut, pengetahuan yang paling rendah yaitu mengenai proteksi radiasi yaitu hanya sebesar 39,42%. Simpulan: Pengetahuan radiografi di bidang kedokteran gigi pada siswa SMAN 1 Cipatat dinyatakan sedang, namun pengetahuan mengenai proteksi radiasi masih sangat rendah.Kata kunci: Pengetahuan, radiografi kedokteran gigi, remaja
Pengaruh pelatihan pemeliharaan kesehatan gigi pada guru sekolah dasar sistem full day terhadap perubahan status kebersihan mulut siswa Anne Agustina Suwargiani; Riana Wardani; Netty Suryanti; Asty Samiaty Setiawan
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 3, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.748 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.12464

Abstract

Effect of dental care training on primary full day school teachers towards student’s oral hygiene status alteration. Elementary School age is the most appropriate age of having proper toothbrush technique teaching, because at this age children are entering mixed dentition period, so they should be able to do proper toothbrush technique. The practice of brushing teeth in full-day system elementary school is fundamental because most of the student’s time was spent in school, and they were also having lunch there, so the students should have been able to maintain the health of their teeth, which can only be implied with active role of teachers. The objective of this study was to analyze the effect of dental care training towards student’s oral hygiene status alteration. The method of this research was mixed methods that consisted of quantitative research phase that was done by providing questionnaires about knowledge, attitudes and behaviours of teachers after toothbrushing training, and the student’s toothbrushing skill that was measured through the oral hygiene status (OHIS green Vermillion). Whilst the phase of qualitative research was done by observation using observation checklist to identied the inhibiting factors of delivering the training results to the students. The sampling technique was total sampling, with all the teachers were taken as samples. The results from linear regression test showed that there was a moderate relation between the training effect towards student’s oral hygiene status alteration (R : 0.43). The contribution percentage of teacher’s knowledge, attitude and action variable used in the research model was seen on R square value that was 18.5%, whilst on the value of 81.5% was inuenced by other variables not included in the research. This value was the result of students’ variety perceptions about toothbrushing; the unconducive situation of the classrooms; difculties of teachers to delivered the counselling materials; teacher’s feeling of knowledge limitations; and forgetfulness of the usage of the dental model replica. There was a signicant effect of the action towards the oral hygiene status of the students, but there was no signicant inuence of knowledge and attitude towards the oral hygiene status of the students. Conclusions: Dental care training on full-day primary school teachers did not signicantly change their knowledge and attitude of toothbrushing, but continuous and proper practice after training, however, gave signicant effect on student’s oral hygiene status. Inhibiting factors of alteration were coming from internal environment of both teachers and students, and also due to lack of facilities. ABSTRAKUsia Sekolah Dasar merupakan usia yang tepat untuk mengajarkan teknik menyikat gigi  yang  baik  dan  benar, karena pada usia ini anak sedang dalam memasuki periode gigi campuran  dan sudah harus mampu menyikat  gigi baik dan benar. Penerapan penyikatan gigi di Sekolah Dasar dengan sistem full day sangat diperlukan, mengingat waktu anak di sekolah lebih lama dan melewati waktu makan siang sehingga anak harus mampu menjaga kesehatan giginya sendiri. Penerapan tersebut sangat membutuhkan peran guru. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh pelatihan penyikatan gigi pada guru terhadap status kebersihan mulut siswa. Mixed methode terdiri dari tahap penelitian kuantitatif dengan pemberian kuisioner pengetahuan, sikap dan tindakan guru setelah pelatihan penyikatan gigi dan keterampilan menyikat gigi siswa diukur melalui status kebersihan mulut (OHIS green Vermillion) dan tahap penelitian kualitatif dengan melakukan observasi menggunakan cek list observasi untuk mengetahui faktor penghambat transfer hasil pelatihan pada siswa. Metode penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi, dimana semua guru diambil sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian melalui uji korelasi linier menunjukkan hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap status kebersihan gigi dan mulut adalah sedang (R:0.43). Prosentase sumbangan variabel pengetahuan, sikap dan tindakan guru yang digunakan dalam model terlihat pada nilai R square yaitu sebesar 18,5%, sedangkan sisanya sebesar 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian. ada pengaruh signikan tindakan terhadap status kebersihan mulut siswa, namun tidak ada pengaruh secara signikan pengetahuan dan sikap terhadap status kebersihan mulut siswa. Faktor internal guru dan siswa serta faktor eksternal berupa penyediaan fasilitas. Simpulan penelitian mixed methode ini adalah pelatihan penyikatan gigi pada guru sekolah dasar sistem full day berpengaruh sebesar 18,5%, terhadap status kebersihan mulut siswa. Faktor penghambat menerapkan hasil pelatihan yaitu faktor internal dan eksternal guru dan siswa.
Perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah sebelum dan sesudah penyuluhanDifferences in oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students before and after oral health counselling Bunga Hasna Adilah; Riana Wardani; Cucu Zubaedah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.299 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18501

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut seseorang dapat dilihat dari status kebersihan gigi dan mulutnya. Status kebersihan gigi dan mulut dapat dinilai menggunakan Debris Index-Simplified (DI-S). Penyuluhan mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menjaga kebersihan rongga mulutnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode: Jenis penelitian adalah pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 48 responden yang berusia 12-15 tahun. Pemeriksaan DI-S pada responden sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan sebanyak tiga kali. Data yang didapatkan kemudian diuji menggunakan uji normalitas. Uji Wilcoxon dilakukan karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Perbedaan indeks debris yang signifikan (nilai p=0,00<0,05) pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah dengan penurunan nilai rata-rata dari 1,355 menjadi 0,5383 sesudah penyuluhan mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut sebanyak tiga kali. Simpulan: Terdapat perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah menjadi lebih baik sesudah diberikan penyuluhan dibandingkan dengan sebelum diberikan penyuluhan.Kata kunci: Indeks debris, penyuluhan, siswa pondok pesantren, status kebersihan gigi dan mulut. ABSTRACTIntroduction: An individual’s oral health can be seen from their oral hygiene status. Oral hygiene status can be assessed using a Debris Index-Simplified (DI-S). Counselling regarding the maintenance of oral hygiene is one of the efforts to improve individual ability to maintain the oral hygiene. The purpose of the study was to determine the differences in the oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students before and after oral health counselling. Methods: The research was pre-experimental with one group pretest-posttest design. The study sample was as much as 48 respondents aged 12 - 15-years-old. The DI-S examination was conducted on respondents before and after three times oral health counselling. The data obtained was then tested using the normality test. The Wilcoxon test was also performed because the data were not normally distributed. Result: There was a significant difference in the debris index (p-value = 0.00 < 0.05) of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students, with a decrease in the average value from 1.355 to 0.5383 after three times counselling of oral hygiene maintenance. Conclusion: There was a significant increase in oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students after being given oral health counselling.Keywords: Debris Index-Simplified (DI-S), oral health counselling, Islamic Boarding School students, oral hygiene status.
Pengalaman karies dan kesehatan periodontal serta kebutuhan perawatan ibu hamilCaries experience, periodontal health, and oral treatment needs of pregnant women Anne Agustina Suwargiani; Indra Mustika Setia Pribadi; Wahyu Hidayat; Riana Wardani; Tadeus Arufan Jasrin; Cucu Zubaedah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.191 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i1.16282

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi Ibu hamil  sangat perlu dijaga, untuk menghindarkan terjadinya infeksi pada gigi dan gusi. Upaya ini akan menghindarkan dari infeksi yang berisiko yang menyebabkan prematur dan kelahiran berat bayi lahir rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengalaman karies dan kesehatan periodontal dan kebutuhan perawatan ibu hamil. Metode: Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang datang ke Klinik Cantik Banjaran Bandung. Sampel penelitian yaitu ibu hamil yang bersedia menjadi subjek penelitian dan tidak mempunyai kelainan sistemik. Teknik pengambilan sampel adalah convinience sampling. Variabel penelitian pengalaman karies diukur dengan indeks DMFT, Kebutuhan perawatan karies adalah perhitungan kebutuhan perawatan berdasarkan penilaian persen kebutuhan perawatan dan kebutuhan perawatan periodontal diukur dengan indeks Community Periodontal Index and Treatment Needs (CPITN). Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi relatif. Hasil: Indeks DMFT ibu hamil 4,4 termasuk kriteria sangat rendah. Hasil CPITN yaitu periodontal sehat 0%; bleeding on probing (BOP), 43%; kalkulus, 53%; poket 4-5 mm, 3,3%; poket 6 mm, 0%. Kebutuhan perawatan gigi berlubang pada ibu hamil 30,9%. Kebutuhan perawatan jaringan periodontal diperlukan pada semua ibu hamil, berupa perbaikan oral hygiene 43%, perbaikan oral hygiene dan skeling 56%, Simpulan: Pengalaman karies ibu hamil pada kriteria sangat rendah, sedangkan kondisi jaringan periodontal ibu hamil semuanya memerlukan perawatan jaringan periodontal tetapi bukan perawatan periodontal kompleks.Kata kunci: Ibu hamil, indeks DMFT, indeks CPITN. ABSTRACTIntroduction: The oral health of pregnant women needs to be maintained to avoid infection of the teeth and gums. This effort will avoid dangerous infections that can cause premature and low birth weight babies. The purpose of this study was to determine the caries experience, periodontal health, and the oral treatment needs of pregnant women. Methods: The research method was descriptive. The study population was pregnant women who came to the Cantik Clinic of Banjaran, Bandung, whom willing to be the subject of research with no systemic abnormalities. The sampling technique was convenience sampling. The caries experience was measured by DMFT index. Caries treatment needs were the calculation of treatment needs based on the assessment of general and periodontal treatment needs to be measured by the Community Periodontal Index and Treatment Needs (CPITN) index. Data analysis used was the relative frequency distribution. Results: DMFT index of pregnant women was 4.4, included in the very low criteria. CPITN index measurement results were 0% healthy periodontal; 43% bleeding on probing (BOP); 53% calculus; 3.3% pocket of 4-5 mm; and 0% 6 mm pocket. General treatment needs of pregnant women mostly were tooth decay treatment (30.9%). Periodontal treatment needs were needed for all pregnant women, in the form of oral hygiene improvement only (43%), oral hygiene improvement and scaling (56%). Conclusion: The caries experience of pregnant women was very low, while the periodontal conditions require a non-complex periodontal treatment.Keywords: Pregnant women, DMFT Index, CPITN index.
Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 Kabupaten GarutOral hygiene level of students aged 11-12-years-old at Cijayana 1 State Elementary School of Garut Regency Qaulan Syahida; Riana Wardani; Cucu Zubaedah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.852 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18605

Abstract

Pendahuluan: Gigi dan mulut merupakan organ penting yang harus dijaga kebersihannya. Indeks kebersihan gigi dan mulut diperoleh dari dua komponen yaitu indeks plak dan indeks kalkulus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 Kabupaten Garut. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif dengan teknik survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 51 siswa, terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Data diperoleh melalui pemeriksaan klinis, menggunakan indeks kebersihan gigi dan mulut dari Greene dan Vermillion. Hasil: Indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 adalah 2,07. Simpulan: Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 termasuk kategori sedang.Kata kunci: Kebersihan gigi dan mulut, indeks plak, indeks kalkulus ABSTRACTIntroduction: Teeth and mouth are important organs that must be kept clean. Oral and dental hygiene indexes are obtained from two components, namely plaque index and calculus index. The purpose of this study was to determine the level of dental and oral hygiene of students aged 11-12 years at SDN Cijayana 1 Garut Regency. Methods: This type of research is descriptive with survey techniques. The sampling technique used is total sampling. The number of research samples was 51 students, consisting of 24 male students and 27 female students. Data obtained through clinical examination, using dental and oral hygiene indexes from Greene and Vermillion. Result: Oral and dental hygiene index for students aged 11-12 years at SDN Cijayana 1 is 2.07. Conclusion: The level of dental and oral hygiene of students aged 11-12 years at Cijayana 1 Elementary School is in the moderate category.Keywords: Oral hygiene, plaque index, calculus index
Pengetahuan dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu yang memiliki anak usia bawah tiga tahunKnowledge and practice of oral health maintenance in mothers with under 3-years-old children Monica Irvania Gustabella; Riana Wardani; Anne Agustina Suwargiani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.269 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18601

Abstract

Pendahuluan: Pola hidup sehat sudah menjadi kebutuhan pada setiap individu saat ini. Faktor orang tua merupakan faktor yang dominan dalam menerapkan pola hidup sehat khususnya pada kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan dan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut dari orang tua sangat diperlukan. Peranan seorang ibu dalam kesehatan gigi anaknya adalah sebagai motivator, edukator, dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu yang memiliki anak bawah tiga tahun. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei. Sampel sebanyak 50 ibu yang memiliki anak bawah tiga tahun dan bersekolah di PAUD kelurahan Sukajadi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 84,4% dalam kriteria baik, 15,6% dalam kriteria cukup dan untuk tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 22.2% kriteria baik, 62,2% kriteria cukup dan 25,6% kriteria kurang. Simpulan: Pengetahuan ibu yang memiliki anak usia bawah tiga tahun di Paud Kelurahan Sukajadi menunjukkan kriteria pengetahuan yang baik dan tindakan yang cukup mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dilihat dari penggunaan sikat gigi, penggunaan pasta gigi, membersihkan gigi, dan kunjungan ke dokter gigi.Kata kunci: Pengetahuan, tindakan, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ABSTRACTIntroduction: A healthy lifestyle has become a necessity for every individual today. Parent factors are the dominant factors in implementing a healthy lifestyle especially in dental and oral health. Knowledge and actions regarding dental and oral health from parents are needed. The role of a mother in the dental health of her child is as a motivator, educator, and facilitator. This study aims to determine the level of knowledge and maintenance of dental and oral health in mothers who have children under three years. Methods: This type of research is descriptive with survey methods. A sample of 50 mothers who had children under three years old and attended PAUD Sukajadi village. Data retrieval is done using a questionnaire. Result: The study showed that the knowledge of dental and oral health maintenance was 84.4% in good criteria, 15.6% in sufficient criteria and for dental and oral health care measures 22.2% good criteria, 62.2% sufficient criteria and 25.6% criteria less. Conclusion: The knowledge of mothers who have children under three years of age in PAUD Sukajadi Village shows the criteria of good knowledge and adequate action regarding dental and oral health maintenance seen from the use of toothbrushes, use of toothpaste, cleaning teeth, and visits to dentists.Keywords: Knowledge, practice, oral health maintenance