Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI CITRA ARSITEKTUR PECINAN DI JALAN KISAMAUN TANGERANG Kurnia Nurazizah; Irina Mildawani
UG Journal Vol 16, No 8 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pecinan yang kini lebih dikenal dengan Pasar Lama memiliki nilai sejarah dalam perkembangan komunitas Tionghoa di Kota Tangerang. Seiring berjalannya waktu, peninggalan tersebut telah mengalami perubahan bentuk, fungsi bahkan kehancuran yang kemudian menjadikan area tersebut kehilangan identitas bangunannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi serta preferensi masyarakat yang terdiri diri pengunjung, pedagang dan masyarakat sekitar terhadap citra bangunan yang dapat mencerminkan karakter dari bangunan setempat. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara kualitatif dan kuatitatif yang digunakan sebagai bentuk triangulasi dari metode analisis kualitatif yang dilanjutkan ke metode analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa masyarakat merasa tidak nyaman dengan segala permasalahan yang terjadi di Pusat Kuliner Pasar Lama, salah satunya yaitu kemacetan. Mereka mengharapkan adanya bangunan yang mampu mewadahi seluruh aktifitas yang terjadi di Pasar Lama serta dengan menerapkan gaya arsitektur akulturasi antara arsitektur Cina dan arsitektur masa kini supaya bangunan tersebut dapat memberikan citra/karakter khas Pecinan Kota Tangerang.
Kajian Genius Loci Pecinan Suryakancana Sebagai Potensi Wisata Budaya di Kota Bogor Muhammad Andia Rasyid; Irina Mildawani
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): SADE April 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v2i1.33

Abstract

Suryakancana merupakan salah satu kawasan Pecinan serta termasuk dalam kawasan Heritage di Kota Bogor yang memiliki identitas dan kekhasan yang berbeda dengan kawasan lainnya, identitas dan kekhasan kawasan ini akan membuat nilai sebuah kota menjadi kuat. Namun peninggalan kebudayaan dan bangunan-bangunan tua di Kawasan Pecinan perlahan tapi pasti terus berkurang dan mengancam identitas kawasan bersejarah ini. Pertumbuhan Kota yang diiringi dengan pertumbuhan penduduk serta tingginya alih fungsi bentuk bangunan yang disebabkan oleh biaya pemeliharaan yang tinggi, menjadikan perubahan bentuk Kawasan Suryakencana menjadi pusat kota lama yang tidak terkendali sehingga mengurangi bentuk karakter kawasan. Salah satu ciri dari penanda identitas kawasan ini ialah bangunan-bangunan di dalam kawasan itu sendiri, pada bangunan tersebut dapat memberikan ciri khas maupun suasana tempat (Genius Loci) yang berarti pada lingkungan atau kawasannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan, menerangkan dan menjelaskan secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam unsur Genius Loci yang melekat pada bangunan di kawasan tersebut sebagai potensi wisata budaya di Kota Bogor.
Preferensi Pengguna terhadap Konsep Biophilic Design untuk Meningkatkan Produktivitas pada Bangunan Perkantoran Joppy Dwiprasetya; Irina Mildawani
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): SADE April 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v2i1.34

Abstract

Produktivitas pekerja merupakan sumber untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan merupakan faktor penting untuk memaksimalkan sumberdaya. Berdasarkan penelitian terdahulu terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan tingkat produktivitas seorang pekerja, dimana salah satu faktornya adalah Work Environment atau Lingkungan Kerja. Manusia Ketika diberikan pilihan mereka akan memilih untuk lebih dekat dengan alam atau berada di lingkungan alami sehingga mereka dapat merasa lebih baik, sama seperti definisi Biophilia yaitu kecenderungan manusia yang memiliki hubungan dengan alam yang memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan mental dan fisik manusia. Pengaplikasian Biophilic kedalam bangunan perkantoran dapat meningkatkan tingkat produktivitas, menurunkan tingkat stress, mendorong kebahagiaan, kreativitas dan mengurangi tingkat kehadiran. Dalam pengaplikasian Biophilic Design kedalam bangunan terdapat beberapa pertimbangan seperti tujuan, pengguna, jenis bangunan hingga lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pengguna terhadap Konsep Biophilic Design untuk meningkatkan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada pelaku ekonomi kreatif dengan jumlah responden 270 orang. Hasil dari data kuesioner yang didapatkan menunjukkan terdapat 5 kaidah Biophilic Design yang paling banyak dipilih oleh responden yang dapat meningkatkan produktivitas. Yaitu, Kaidah Non-Visual Connection with Nature, Dynamic & Diffuse Light, Visual Connection with Nature, Non-Rhythmic Sensory Stimuli, dan Connection with Natural System.
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA SITU JATIJAJAR SEBAGAI TEMPAT REKREASI EDUKASI AGROWISATA DAN WISATA AIR Irina Mildawani; Ogi Julian Saputra
MEDIA MATRASAIN Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v16i2.25361

Abstract

Penurunan kualitas ruang kota sebagai akibat pertumbuhan ekonomi kota yang menepikan badan air sebagai elemen lanskap kota perlu diwaspadai demi keberlanjutan pembangunan. Kota Depok yang menamakan diri sebagai “Kota Seribu Situ” telah kehilangan beberapa situnya dalam dasawarsa terakhir ini akibat penggusuran pembangunan infrastruktur yang tidak peka terhadap badan air. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan pembangunan yang lebih peka terhadap hidrologi lingkungan (water sensitive urban design), terutama Situ-situ yang seyogyanya menjadi potensi wisata di kota Depok. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami seberapa jauh peran desain arsitektur dapat berfungsi sebagai inovasi desain yang peka terhadap hidrologi lingkungan dan menjadi fasilitas pendukung atau pembangkit kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendukung kebijaksanaan pemerintah Kota Depok dikaitkan dengan wisata air, edukasi, dan agrowisata. Dengan metoda penelitian kualitatif partisipatif yang bersifat eksploratif, penelitian ini menggunakan Situ Jatijajar sebagai studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan, meliputi survei lapangan dengan observasi visual ditambah dengan arsip dan data sekunder untuk melengkapi metode pengambilan data primer yang dilakukan dengan interview terhadap masyarakat dan para pemangku kepentingan. Paper ini memaparkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Kawasan sekitar Situ Jatijajar, dengan hasil akhir berupa eksplorasi rancangan inovasi untuk Kawasan Wisata Air dan Rekreasi Edukasi serta Agrowisata. Hasilnya meliputi tipologi fasilitas lanskap wisata yang dilengkapi dengan fasilitas bangunan wisata air, yang berfungsi juga untuk mendukung rekreasi edukasi dan agrowisata. Hasilnya diharapkan dapat berfungsi sebagai eksperimen arsitektur dalam mendesain, yang sekaligus diharapkan dapat menjadi pendorong terjadinya inovasi sosial. Penelitian ini juga diharapkan dapat menawarkan suatu pendekatan 'Desain sebagai Generator' yang mendukung kebijakan pemberdayaan masyarakat melalui desain.
Cultural Character Analysis on Architectural Elements of the Chinese Temples’ Buildings before the 19th Century in Central Java Mildawani , Irina; Darmawan, Djoko
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 14 No. 3 (2023): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v14i3.8061

Abstract

The research provided an in-depth exploration of the architectural nuances of pre-19th century Chinese temples in Central Java, Indonesia, emphasizing their cultural significance and relevance. A detailed examination of a range of temples identified unique architectural features that reflected a sophisticated synthesis of Chinese cultural elements and local Javanese traditions. Applying a qualitative method, the research integrated historical scrutiny with architectural analysis, meticulously examining stylistic attributes, construction methodologies, and decorative patterns typical of these temples. The key discoveries highlight an intricate amalgamation of traditional Chinese architectural principles with native materials and craftsmanship, culminating in a distinctive, hybrid architectural form. This fusion not only symbolizes the cultural convergence and assimilation between Chinese immigrants and the indigenous Javanese during the pre-colonial era but also underscores the role of these temples as pivotal preservers of Chinese cultural heritage in Java. Furthermore, the research contributes to a deeper understanding of the diversity within architectural practices and offers insightful perspectives on the historical and socio-cultural dynamics in Central Java. The novelty of the research is anchored in its focused examination of a historically and geographically specific context, its interdisciplinary and thorough approach, the revelation of a unique hybrid architectural style, and its significant insights into the cultural and sociological dimensions of Central Java’s architectural legacy.
PERANCANGAN GAPURA KAMPUNG TEMATIK BUDAYA BETAWI DI KOTA DEPOK Pramantha, Raudina Qisthi; Kasman, Tamiya Miftau Saada; Apriyanti, Rehulina; Prabawasari, Veronika Widi; Bahar, Yudi Nugraha; Mildawani, Irina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2024.v4i1.10809

Abstract

Kampung Tematik Budaya Betawi di Kota Depok merupakan perencanaan yang dilakukan sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat oleh dosen dari Program Studi Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Agroteknologi dan Pariwisata. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yang telah menghasilkan sebuah desain untuk penataan kampung tematik. Penataan kampung tematik merupakan penataan dalam bentuk memperbaiki kondisi kawasan pada Gang Salamunah, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas – Kota Bogor, yang akan direncanakan sebagai Kawasan wisata budaya di Kota Depok. Desain penataan kampung tematik budaya depok dengan membuat desain gapura sebagai pintu masuk menuju Kawasan kampung tematik berperan sebagai wayfinding, demi terciptanya kejelasan image kampung tematik itu sendiri. Dalam perancangan gapura, banyak menggunakan fitur budaya Betawi sebagai bagian dari simbol dan identitas yang mudah dikenali pengamat. Perencanaan desain DED dan RAB untuk pembangunan gapura pada akhir semester PTA 2023- 2024 telah selesai dihasilkan sebagai bentuk luaran pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dan pada awal tahun 2024 perencanaan gapura ini telah berhasil dibangun oleh pihak mitra dalam hal ini adalah Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) Berwibawa bekerjasama dengan Universitas Gunadarma.
PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN “PEMBINAAN, PENYULUHAN UMKM, PKK, BANK SAMPAH DAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA RAWA PANJANG, BOJONG GEDE, BOGOR” Mildawani, Irina; HS, Ikhwan; Suzana, Dona; Hayuningsih, Sri; Rismiyati, Fitri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2024.v4i1.11867

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kreativitas dan inovasi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Rawa Panjang, telah diadakan pelatihan yang mencakup pembuatan rencana bisnis, pengelolaan keuangan, digital marketing, perancangan website, dan diversifikasi produk. Kegiatan ini berhasil meningkatkan omzet penjualan UMKM dan memperoleh kredit permodalan dari perbankan. Untuk mendukung PKK Desa Rawa Panjang, Tim LPM Universitas Gunadarma memberikan pembinaan sepanjang 2023, menjadikan PKK sebagai organisasi yang berprestasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Selain itu, pembinaan bank sampah sebanyak 30 unit berhasil mengurangi polusi sampah rumah tangga melalui Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan juga difokuskan pada pembinaan kesehatan masyarakat, terutama untuk mengurangi stunting dan gizi buruk pada anak dan balita, serta menjaga kesehatan ibu dan anak di Posyandu. Metode Input-Proses-Output dan Dampak diterapkan dalam seluruh kegiatan, yang mencakup mapping problem, skenario kegiatan, konsultasi, pelatihan, hingga evaluasi dan monitoring. Hasil positif terlihat dari peningkatan omzet UMKM, bantuan permodalan, dan prestasi PKK seperti penghargaan inovasi daerah. Di sektor bank sampah, terjadi peningkatan volume dan pengurangan kasus gizi buruk, stunting, dan kematian ibu hamil dan balita.
PROGRAM REORGANISASI UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BUMDES KARYA MANDIRI DESA RAWA PANJANG HS, Ikhwan; Mildawani, Irina; Suzana, Dona; Hayuningsih, Sri; Rismiayati, Fitri; Alida, Mufni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2025.v5i1.14363

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini yaitu agar BUMDes Karya Mandiri Desa Rawa Panjang menjadi unit usaha yang berkembang untuk mengelola potensi ekonomi Desa Rawa Panjang. Metode pendekatan Input-Proses- Output. Dampak digunakan dalam kegiatan ini dengan tahapan pelaksanaan sebagai berikut: FGD untuk mapping problem BUMDes, Reorganisasi BUMDes, Penyusunan Roadmap potensi ekonomi Desa Rawa Panjang, business plan BUMdes, konsultasi dan assesment, pelatihan dan penyuluhan, evaluasi dan monitoring, output dan luaran serta dampak, kemanfaatan dan keberlajutan. Hasil kegiatan ini sangat positif bagi peningkatan efektivitas tatakelola BUMDes, penguatan internal proses bisnis dengan merancang dan mengembangkan website, penyusunan business plan sebagai pedoman acuan pengembangan manajemen dan usaha BUMDes dalam aktivitas bisnis, dan juga luaran lainya dipublikasikan dalam youtube, website Desa Rawa Panjang, HAKI dan Jurnal dharma Saskara.
PENGARUH ARSITEKTUR EKOLOGI TERHADAP PRODUKTIVITAS BELAJAR PADA SEKOLAH ALAM ALFA OMEGA, TANGERANG, BANTEN Muhammad Razin Aprianto, Lia Rosmala Schiffer, Irina Mildawani
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juli (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Azwardi dalam buku “Metode Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia” (2018:1), penelitian adalah usaha yang dilakukan untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan berdasarkan data dan fakta melalui sumber-sumber pengetahuan. Dengan mengkaji tema arsitektur ekologi, penelitian kali ini dilakukan berdasarkan pertanyaan dan pernyataan terhadap pengaruh arsitektur ekologi pada bangunan, dan dampak dari penerapan arsitektur ekologi pada bangunan terhadap alam. Usaha ini dilakukan dalam mengkaji teori-teori dasar berdasarkan data dan fakta pada arsitektur ekologi. Atas dasar teori tersebut, penulis melakukan penelitian pada bidang pendidikan dalam sarana dan prasarna, yakni sekolah alam Alfa Omega yang teletak di Kota Tanggerang Provinsi Banten. Usaha ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh arsitektur ekologi terhadap produktivitas belajar pada sekolah alam, menganalisis penerapan bahan dan material yang digunakan pada sekolah alam dalam wujud melestarikan alam dan menyatukan antar makhluk hidup dengan elemen-elemen alam, dan penerapan arsitektur ekologi pada bangunan sekolah alam. Pada penelitian ini, penulis sepenuhnya bertanggung jawab dalam melampirkan data dan fakta yang didapat baik secara kualitatif maupun kuantitatif dan juga menjawab atas pertanyaan dan pernyataan dasar teori-teori pengetahuan berdasarkan data dan fakta yang terjadi pada penelitian arsitektur ekologi terhadap sekolah alam Alfa Omega, Tanggerang, Banten.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MASTERPLAN KAWASAN: TRANSFORMASI LAHAN TERLANTAR MENJADI KAWASAN EDU AGROWISATA DI SAWANGAN, KOTA DEPOK Syoufa, Ade; Irina Mildawani; Pancawati Dewi; Agus Nugroho; Desy Hertinsyana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam penyusunan desain masterplan kawasan Edu Agrowisata di Sawangan, Kota Depok, sebagai upaya mendayagunakan lahan tidur milik Pemerintah Kota Depok. Latar belakang kegiatan ini berawal dari adanya kebutuhan pengembangan budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat Depok, serta pemanfaatan lahan tidur yang memiliki potensi sebagai kawasan wisata dan edukasi. Metode pelaksanaan yang digunakan melibatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan mengenai tanaman dan pengolahannya, serta pendampingan pada awal pelaksanaan rencana. Kegiatan ini melibatkan Komunitas Orang-Orang Depok (KOOD) sebagai Mitra dan inisiator, Pemerintah Kota Depok sebagai pemilik lahan, masyarakat sekitar yang memberikan masukan, serta akademisi dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Gunadarma yang terdiri dari berbagai jurusan. Hasil dari kegiatan semester ini adalah identifikasi masalah serta peta-peta dasar untuk menyusun desain masterplan yang komprehensif, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi Edu Agrowisata. Selain itu, diharapkan akan terbentuk kelompok masyarakat yang aktif dalam perencanaan dan pengembangan kawasan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat maka merupakan kunci keberhasilan dalam mentransformasi lahan tidur menjadi kawasan Edu Agrowisata yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk kegiatan mendatang adalah perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, serta pengembangan program pelatihan yang lebih spesifik dan melibatkan lebih banyak stakeholder