Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENDEKATAN GENIUS LOCI DALAM IMPLEMENTASI ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA BANGUNAN PUSAT WISATA KULINER DAN BUDAYA DI SURYAKANCANA KOTA BOGOR Rasyid, Muhammad Andia; Irina Mildawani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pecinan Suryakancana Bogor, pusat keramaian kaya nilai sejarah dan budaya pluralistik Sunda-Tionghoa, menjadi destinasi wisata kuliner diminati. Namun, menghadapi masalah ketidakteraturan PKL yang mengalihfungsikan trotoar dan minimnya lahan parkir, menyebabkan kemacetan dan kesan kumuh. Penelitian ini mengusulkan perancangan pusat wisata kuliner dan budaya di Suryakancana dengan pendekatan Genius Loci, bertujuan menelusuri identitas dan makna tempat bagi masyarakat. Pendekatan ini dipilih karena lokasinya di kawasan pecinan dan heritage, diharapkan mengoptimalkan perancangan tanpa menghilangkan unsur khas kawasan. Tujuan penelitian mencakup identifikasi unsur pembentuk Genius Loci, analisis implementasi arsitektur kontekstual yang merefleksikan Genius Loci, serta perumusan rekomendasi desain berbasis Genius Loci. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif Narrative Study dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis mengidentifikasi Genius Loci Suryakancana melalui elemen fisik dan non-fisik, serta menguraikan implikasi desain arsitektur kontekstual berdasarkan kriteria Brent C. Brolin dengan Ian Bentle.
HEMPCRETE SEBAGAI OBJEK UTAMA DESAIN ARSITEKTUR HIJAU Taufiqurachman, Dian; Irina Mildawani; Ade Syoufa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hempcrete merupakan material yang pertama kali diperkenalkan di benua Eropa dan dikenal memiliki nilai ekologis yang tinggi karena bersifat karbon negatif. Penelitian ini merupakan tinjauan studi literatur dan dokumentasi, dengan pendekatan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara estetika, hempcrete memiliki tampilan yang cukup standar. Namun, sifat fleksibilitasnya memungkinkan material ini untuk dibentuk ke dalam berbagai elemen struktural, sehingga membuka peluang untuk menciptakan bentuk-bentuk baru dalam dunia arsitektur.
PENGEMBANGAN EDU-AGROWISATA BERBASIS TEKNOLOGI CERDAS: STUDI KASUS DEPOK DENGAN FOKUS PADA MASTERPLAN, PENERIMAAN MASYARAKAT, DAN STRATEGI PROMOSI PARIWISATA DIGITAL Budiman, Budiman; Irina Mildawani; Mulya Sari Hadiati; Julio Aria Nugraha; Shyntiya Ayu
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i5.11493

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan teknis agroteknologi cerdas (smart agrotechnology), merancang Masterplan untuk penataan Kawasan Edu Agrowisata di lahan terbatas, menganalisis penerimaan masyarakat, serta merumuskan implikasi untuk promosi pariwisata melalui konten digital di pinggiran Kota Depok. Menggunakan metode studi kasus kualitatif dan kuantitatif, kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) ini mengintegrasikan sosialisasi, observasi, wawancara, dan kuesioner serta FGD di Kampung Lebak, Sawangan. Hasil evaluasi teknis menunjukkan bahwa teknologi seperti irigasi presisi, sensor lingkungan, dan pertanian vertikal layak diterapkan pada lahan terbatas. Dihasilkan pula konsep Masterplan dengan beberapa zonasi yang terintegrasi dengan teknologi. Penerimaan masyarakat terhadap konsep Kawasan Edu Agrowisata berbasis teknologi cenderung positif, namun terdapat kekhawatiran signifikan terkait kemudahan penggunaan, biaya, dan infrastruktur pendukung. Kesimpulannya, pendekatan terpadu antara inovasi teknologi, perencanaan spasial, dan pemahaman sosial adalah kunci optimalisasi lahan terbatas. Temuan ini menyarankan bahwa narasi digital yang menyoroti keunggulan teknologi dan pengalaman pengunjung dapat menjadi strategi promosi pariwisata digital yang efektif.
Pengabdian Kepada Masyarakat: Pengembangan Smart Living untuk Penguatan Edu-Agrotourism di The Learning Farm Cianjur Perangin Angin, Rosliyana; Nugroho, Agus; Slameto, Joko; Mildawani, Irina; Syoufa, Ade; Apriliyanti, Rehulina; Diyanti; Setyawati, Murni; Pribadi, Riza Herawan; Rustamaji, Koko
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i2.65

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di The Learning Farm dengan tujuan merancang konsep bangunan bertema smart living untuk mendukung pengembangan edu-agrotourism yang berkelanjutan. Latar belakang kegiatan didasari oleh kebutuhan akan fasilitas pembelajaran yang lebih inovatif, ramah lingkungan, dan fungsional, sehingga mampu meningkatkan kualitas edukasi pertanian organik sekaligus memperkuat daya tarik wisata pendidikan di kawasan tersebut. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pengukuran lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan, serta wawancara tahap awal yang masih dilakukan dengan pengelola The Learning Farm untuk menggali kebutuhan ruang, preferensi desain, dan visi pengembangan jangka panjang. Proses pengumpulan data ini memberikan pemahaman awal mengenai kondisi eksisting dan potensi pengembangan kawasan. Hasil analisis kemudian digunakan untuk menyusun rancangan awal ruang dan bangunan smart living yang adaptif, hemat energi, dan sesuai dengan karakter edu-agrotourism. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep desain awal yang dikembangkan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat fungsi wisata edukasi, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pengunjung. Penerapan prinsip smart living juga dinilai mampu menambah nilai estetika dan pengalaman wisata, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung, belajar, dan menikmati suasana alam The Learning Farm. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi awal dalam pengembangan fasilitas edukatif yang berkelanjutan dan mendukung tercapainya tujuan program pengabdian, yaitu menyediakan rancangan konseptual yang relevan bagi peningkatan kapasitas ruang belajar dan pengalaman wisata di The Learning Farm.
ARSITEKTUR HIJAU DAN EDUAGROWISATA: KUNCI INOVASI PERTANIAN LAHAN TERBATAS BERKELANJUTAN Mildawani, Irina; Budiman, Budiman; Mulyasari Hadiati; Rehulina Apriyanti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan urban dan semi-urban menjadi tantangan signifikan bagi ketahanan pangan dan Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian ini mengusulkan model inovatif integrasi Arsitektur Hijau dan EduAgrowisata untuk memaksimalkan potensi pertanian lahan terbatas di tepi Sungai Pesanggrahan, Sawangan. Arsitektur Hijau diaplikasikan untuk menciptakan fasilitas pertanian yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Integrasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian di lahan sempit sekaligus mentransformasi lokasi menjadi destinasi EduAgrowisata yang menarik. Destinasi ini akan menawarkan pengalaman belajar langsung mengenai teknologi pertanian berkelanjutan, konservasi lingkungan, dan potensi ekonomi kreatif lokal. Metodologi menggunakan studi kasus mendalam, menggabungkan analisis literatur, survei tapak, dan analisis konseptual. Fokusnya adalah pemetaan sinergi antar konsep Arsitektur Hijau, EduAgrowisata, dan karakteristik lahan terbatas di tepi Sungai Pesanggrahan di Sawangan, serta identifikasi strategi perancangan responsif. Hasil menunjukkan model ini menciptakan nilai ekonomi (pertanian, pariwisata), ekologi (konservasi, efisiensi sumber daya), dan edukasi (pengetahuan, kesadaran publik) secara simultan. Inovasi ini menjadi solusi pertanian lahan terbatas yang resilien, adaptif, dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Model ini berimplikasi pada perumusan kebijakan pertanian urban visioner dan desain ruang publik edukatif yang fungsional serta estetis di area tepi sungai