Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Produk Inovasi BIMA Tuktuk bagi Mahasiswa Disabilitas di UMSurabaya Satria Unggul Wicaksana Prakasa; Vella Rohmayani; Lukman Hakim; Radius Setiyawan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.15374

Abstract

UMSurabaya juga telah banyak menghasilkan produk inovasi alat bantu disabilitas karya mahasiswa dan dosen sebagai bentuk kepedulian kepada mereka. Produk inovasi alat bantu disabilitas terbaru yang dibuat UMSurabaya berupa BIMA Tuktuk (Inovasi Kursi Roda dengan Kendali Ketukan untuk Mahasiswa Tuna Daksa berbasis Android). Adapun tujuan pembuatan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan akses mobilitas yang menunjang penyandang difabel menuju ke ruang pembelajan, meningkatkan efektifitas penggunaan BIMA Tuktuk karena dapat beroprasi secara otomatis, serta meningkatkan partisipasi para mahasiswa disabilitas atas peningkatan fasilitas yang mereka butuhkan. Produk BIMA Tuktuk ini dibuat menggunakan model inovasi yang dilengkapi dengan sejumlah fitur kenyamanan disabilitas dengan adanya sensor presisi tinggi pada bodi, kamera pengenal gambar, dan teknologi AI (Artificial Intelligence), yang memungkinkan BIMA Tuktuk ini beroperasi tanpa memerlukan kendali manusia. Pengembangan produk BIMA Tuktuk diperuntukkan untuk kelas yang menerima mahasiswa disabilitas. Pembuatan produk inovasi ini sebagai bukti bahwa UMSurabaya dapat menjadi contoh kampus inklusif, baik dalam artian kepedulian dan kebijakan, namun juga dalam rangka pengembangan model inovasi yang tepat guna. Harapannya produk inovasi BIMA Tuktuk mampu memberikan kemudahan akses mobilitas menuju ruang pembelajaran, sehingga mereka siap mengikuti pembelajaran secara optimal.
DETEKSI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA KUCING PELIHARAAN (FELIS DOMESTICUS) DI WILAYAH TAMBAKSARI, SURABAYA Anindita Riesti Retno Arimurti; Vella Rohmayani; Dita Artanti; Ruspeni Daesusi
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v11i1.3322

Abstract

Domestic Cats (Felis domesticus) are favorite mammals that are mostly kept by humans. One of the obstacles in keeping cats is that they can be infected with ectoparasites and endoparasites. Many ectoparasite and endoparasite infections are zoonotic, so the cat's hygiene and health must be maintained by the owner. This study aims to determine the presence of ectoparasite and endoparasite infections in domestic cats in the Tambaksari area of Surabaya.The sample in this study were 32 cats that were kept in the Tambaksari area, Surabaya. This research was conducted on 32 domestic cats in the Tambaksari area of Surabaya. The examination was divided into 2, namely the examination of ectoparsites by means of which were carried out on the body surface, starting from the head, body, legs, and tail. While the examination of endoparasites by means of examination of feces by flotation method using saturated NaCl. The results of the examination were 21.87% positive for infection by ectoparasites, 78.12% were not infected with ectoparasites. The types of ectoparasites that infect are the Felicola subrostarus and the Ctenocephalides felis. While the results of endoparasite examination, as many as 9.37% were positively infected by endoparasites, 90.63% were not infected with endoparasites. Types of endoparasites found eggs of Toxocara spp. and Ancylostoma spp. So ectoparasites and endoparasites infections in domestic cats in the Tambaksari area of Surabaya are quite low. Cat owners should pay more attention to the cleanliness and health of their domestic cats Keyword: Ectoparasite, Endoparasite, Cat, Felicola subrostarus, Ctenocephalides felis, Toxocara spp., Ancylostoma spp.
The Potential of Indigenous Bacteria From Various Sample Soil in Degrading Polymer Plastic Waste Anindita Riesti Retno Arimurti; Vella Rohmayani; Nurhidayatullah Romadhon; M. Inas Riandi
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v6i2.17539

Abstract

The accumulation of plastic waste is one of the main problems being faced by various countries in the world. The nature of plastic which is not easily degraded naturally will consequently be buried in the soil so that it will gradually change the soil components. Plastic belongs to a group of multifunctional complex polymers which have become conventional products in all sectors of life. The use of plastic on a large scale has an effect on increasing the amount of waste, such as the types of High Density Polyethylene (HDPE) and Low Density Polyethylene (LDPE) plastics. This study aims to obtain indigenous bacterial isolated from various soil samples in the landfill area and mangrove forests in Surabaya on the degree of degradation of HDPE and LDPE plastic polymers. Two places namely the final disposal site (TPA) and the Keputih bamboo forest in Surabaya. Sampling at landfill sites and mangrove forests. Then isolate the bacteria from soil samples and plastic waste obtained. Next, purification and screening of HDPE and LDPE polymer plastic degrading bacteria. The results of the isolation succeeded in obtaining 19 types of isolates that can grow on media containing plastic, with the majority having the characteristics of bacilli, Gram negative, catalase positive, capable/incapable of fermenting glucose and lactose and having cell sizes between 1-5 µm. Screening test results obtained that isolate 2 (K1D2U2 KPH) isolated from the Keputih Final Disposal Site (TPA) was identified as a Bacillus sp., with HDPE degradation ability of 27.13% and Isolate 17 (K2D3U1 MWJ) which was isolated from the Wonorejo mangrove forest was identified as a Pseudomonas sp. with LDPE degradation ability of 21.64%. Keywords: Plastics, HDPE, LDPE, Pseudomonas sp. and Bacillus sp.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN HIDROGEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Amira Muhtadina R.A; Niken Rositasari; Aprilia Retno Sriwijayanti; Riska Putri Novianty; Farida Mumtazza Alkautsar; Vella Rohmayani
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 7 No 1 (2024): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i1.22024

Abstract

Eksim atau dermatitis atopik, merupakan masalah kulit yang dapat mengganggu penampilan,dan  membuat mereka tidak percaya diri. Hal ini karena eksim dapat menyebabkan gatal pada kulit. Gatal yang digaruk berlebihan akan menyebabkan terjadinya inflamasi, sehingga menyebabkan kulit mudah terkena infeksi. Pengobatan eksim selama ini memanfaatkan terapi non farmakologis dan farmakologis. Hasil penggunaan terapi ini membutuhkan banyak waktu, dan biaya. Oleh sebab itu dibutuhkan pengobatan alternative berupa sediaan hidrogel dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica). Daun pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman yang memiliki sifat antimikroba. Kandungan aktif daun pegagan memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun pegagan dan seberapa efektif sediaan hidrogel untuk menghentikan perkembangan Staphylococcus aureus. Ekstraksi daun pegagan menggunakan proses maserasi dengan pelarut etanol. Sementara untuk mengevaluasi sifat antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Ekstrak dibuat dalam konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 30%, 50%, 75%, serta perlakuan kontrol positif dengan menggunakan antibiotik Clindamycin. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan  rata-rata diameter zona bening sebesar 15,25 mm. Pada konsentrasi 2,5% mendapatkan zona bening sebesar 4,5 mm, pada konsentrasi 5% mendapatkan zona bening sebesar 5 mm, dan pada konsentrasi 7,5% mendapatkan zona bening sebesar 7 mm. Sedangkan pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 30%, 50%, 75% mendapatkan hasil 24 mm, 27 mm, dan 27 mm dengan control positif sebesar 24 mm. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 75% bersifat sensitive mampu menghambat laju pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona bening sebesar 27 mm. Keywords : Eczema, Hydrogel, Gotu Kola Leaf, Staphylococcus aureus
Edukasi Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Sebagai Tindakan Preventif Obesitas Pada Remaja Rahma Widyastuti; Nur Vita Purwaningsih; Vella Rohmayani; Tri Ade Saputro; Waras Budiman; Hartono Kahar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1280

Abstract

Angka kejadian obesitas pada remaja terus meningkat dan berkontribusi terhadap risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan dislipidemia, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular. Perubahan gaya hidup masyarakat yang mementingkan kemudahan dan kecepatan dalam mengonsumsi makanan cepat saji menyebabkan kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, dan cenderung mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi. Sebagai alternatif pencegahan obesitas pemanfaatan biji asam jawa (Tamarindus indica L.) merupakan tanaman herbal biji asam jawa yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, asam fenolat, vitamin C dan serat pangan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah presentasi dan diskusi tentang bahaya obesitas pada remaja. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terkait bahaya obesitas, dilakukan pretest di awal dan dilakukan postest diakhir kegiatan. Kegiatan ini diikuti sebanyak 65 remaja, baik laki – laki maupun perempuan. Adapun rata – rata nilai pretest adalah sebesar 56,15 poin, sedangkan rata – rata nilai postest sebesar 81,23 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan bahaya obesitas pada remaja. Kegiatan edukasi pemanfaatan biji asam jawa (Tamarindus L Indica) sebagai penurunan penyakit kardiovaskular pada remaja dapat terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan remaja yang dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata – rata post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dengan cara melakukan pencegahan obesitas dengan pemanfaatan ramuan tradisional.
Identifikasi bakteri di mangrove Desa Sawohan Sidoarjo sebagai agen bioremediasi dari pencemaran logam berat Vella Rohmayani; Nurhidayatullah Romadhon; Holly Ichda; Anindita Riesti Retno Arimurti; Mohammad Taufiq Shidqi; Wiwi Wikanta
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3A (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3A.1706

Abstract

Background: Remediation of heavy metal pollutants using bacteria is currently being carried out due to high levels of heavy metal pollution (Cu and Hg) in ecosystems, mainly due to industrial growth, encouraging remediation research using bacteria. The toxic effects of heavy metals on living things and the environment need to be addressed.Objective: This study aims to identify and analyze the potential of indigenous bacteria from mangrove sediments in Sawohan Sidoarjo Village in reducing Cu and Hg heavy metal levels in vitro.Method: This research is included in explorative descriptive research. This research was conducted at the UMSurabaya microbiology laboratory, in July – November 2023. Isolation is carried out by pour plate method and purified using streak plate method on Nutrient Agar medium. Initial screening of bacteria using Nutrient Agar medium with the addition of Cu and Hg metals as much as 100, 250, 350 and 500 ppm. Measurement of the potential of bacteria in reducing Cu and Hg metal levels was carried out on SSA medium (Salmonella shigela agar) using the Langmuir method. The results of bacterial isolation from mangrove sediments obtained 9 isolates used to test the degradation ability of heavy metals Cu and Hg.Result: U Heavy metal degradation test showed that the 9 isolates were able to degrade Cu and Hg heavy metals. T1 isolates of Pseudomonas aeruginosa species, with Gram negative characteristics, have the highest reduction ability with Cu reduction power of 82% and Hg metal of 72,61%.Conclusion: H Pseudomonas aeruginosa bacteria from mangrove sediments has the ability as a bioremediation agent of heavy metals Cu and Hg from ecosystems. 
EFEKTIFITAS PEMBERIAN HIDROGEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Amira Muhtadina R.A; Niken Rositasari; Aprilia Retno Sriwijayanti; Riska Putri Novianty; Farida Mumtazza Alkautsar; Vella Rohmayani
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 7 No 1 (2024): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i1.22024

Abstract

Eksim atau dermatitis atopik, merupakan masalah kulit yang dapat mengganggu penampilan,dan  membuat mereka tidak percaya diri. Hal ini karena eksim dapat menyebabkan gatal pada kulit. Gatal yang digaruk berlebihan akan menyebabkan terjadinya inflamasi, sehingga menyebabkan kulit mudah terkena infeksi. Pengobatan eksim selama ini memanfaatkan terapi non farmakologis dan farmakologis. Hasil penggunaan terapi ini membutuhkan banyak waktu, dan biaya. Oleh sebab itu dibutuhkan pengobatan alternative berupa sediaan hidrogel dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica). Daun pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman yang memiliki sifat antimikroba. Kandungan aktif daun pegagan memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun pegagan dan seberapa efektif sediaan hidrogel untuk menghentikan perkembangan Staphylococcus aureus. Ekstraksi daun pegagan menggunakan proses maserasi dengan pelarut etanol. Sementara untuk mengevaluasi sifat antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Ekstrak dibuat dalam konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 30%, 50%, 75%, serta perlakuan kontrol positif dengan menggunakan antibiotik Clindamycin. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan  rata-rata diameter zona bening sebesar 15,25 mm. Pada konsentrasi 2,5% mendapatkan zona bening sebesar 4,5 mm, pada konsentrasi 5% mendapatkan zona bening sebesar 5 mm, dan pada konsentrasi 7,5% mendapatkan zona bening sebesar 7 mm. Sedangkan pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 30%, 50%, 75% mendapatkan hasil 24 mm, 27 mm, dan 27 mm dengan control positif sebesar 24 mm. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 75% bersifat sensitive mampu menghambat laju pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona bening sebesar 27 mm. Keywords : Eczema, Hydrogel, Gotu Kola Leaf, Staphylococcus aureus