Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Student Experience with Local Culture Textbook in Learning Indonesian Language for Foreigner Yunianti, Sofi; Fatin, Idhoofiyatul; Affandy, Ali Nuke; Istianingrum, Riska
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i2.1736

Abstract

Learning language is automatically learning the culture. However, there is limited book in learning Indonesia language which is discussed about culture. This article purpose is to find out what was the attitude of students towards the textbooks adopted. Hence, it is examined by using qualitative since this study analyzed the phenomena which occurred in Indonesian Language Learning for Foreigner class (BIPA). The Subject of the study is BIPA students which consists of 6 foreigner students. The data is taken from the questionnaire and analyzed based on the student’s opinion. The result presents the students opinion towards the textbooks is excellent.
Persepsi Guru PPG terhadap Integrasi TPACK dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sari, Dewi Ratna; Sujinah, Sujinah; Fatin, Idhoofiyatul
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v9i1.1734

Abstract

The focus of this research is to determine PPG teachers' perceptions of the integration of TPACK in Indonesian language learning. There are seven known components in TPACK that must be mastered by teachers, namely CK (Content Knowledge), TK (Technological Knowledge), PK (Pedagogical Knowledge), PCK (Pedagogical Content Knowledge), TCK (Technological Content Knowledge), TPK (Technological Pedagogical Knowledge) and TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). The data collection technique was through a closed questionnaire with a sample size of 30 PPG Daljab category 1 class 3 teachers. Researchers used a Likert scale in their research with intervals of 1-4. Research data was analyzed using quantitative analysis. The results of this research are displayed through percentages. The results of the research conducted show that PPG teachers have a good perception of the implementation of TPACK in Indonesian language learning. The CK component is 82% in the very good category, the TK component is 76% in the good category, the PK component is 79% in the good category, the PCK component is 79% in the good category, the TCK component is 70% in the good category, the TPK component is 78 % in the good category, and the TPACK component is 74% in the good category.
A CORPUS-BASED ANALYSIS OF DISCOURSE STRATEGIES USED BY PRIMARYINCLUSIVE SCHOOLS Yunianti, Sofi; Fatin, Idhoofiyatul; Mahmudi, Ahmad
Journal of Advances in Linguistics and English Teaching (JALET) Vol. 1 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Perkumpulan Madani Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers and students’ interactions play a crucial role in achieving learning outcomes. Therefore, this study aims to find out how discourse strategies are used in a primary inclusive school. Through the participation of a primary inclusive school’s teacher, a corpus of recorded data was constructed. The discourse strategies were then identified and categorized based on the theory of Dornyei and Scott. The result of the study revealed that, based on corpus-analysis, the teacher used only the More Communicative Potential strategy. Within this category, the most frequently used strategy was a comprehension check. This was primarily applied because the teacher’s main purpose was to deliver the lesson clearly and coherently while ensuring students understood the material. This study implied that it is essential for teachers to be aware of and apply appropriate discourse strategies to support effective classroom interaction.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 2 MATERI PENGUKURAN WAKTU DENGAN MEDIA JAM DINDING SIMULATIF Islafiyah; Idhoofiyatul Fatin; Nining Haerunnisa
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pengukuran waktu melalui penggunaan media konkret berupa jam analog dengan pendekatan Problem-Based Learning dan Teaching at the Right Level (TaRL). Subjek penelitian adalah 28 peserta didik kelas II A SDN Kapasan III Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar kognitif peserta didik. Pada pra siklus, rata-rata nilai peserta didik adalah 67 dengan tingkat ketuntasan 36%. Setelah tindakan pada siklus I, rata-rata meningkat menjadi 78 dengan ketuntasan 61%. Pada siklus II, rata-rata nilai mencapai 86 dengan tingkat ketuntasan 89%, melampaui standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media jam analog efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep waktu secara lebih konkret dan meningkatkan partisipasi serta pemahaman dalam pembelajaran matematika. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan media konkret dan strategi pembelajaran aktif dalam proses pendidikan, khususnya pada materi yang bersifat abstrak seperti pengukuran waktu.
PENERAPAN MEDIA GEOLAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN Oktaviana Dewi; Idhoofiyatul Fatin; Nining Haerunnisa
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28085

Abstract

Hasil belajar IPAS materi kenampakan alam dan buatan kelas III di SDN Kapasan III tahun 2024/2025 masih tergolong rendah. Situasi ini disebabkan oleh masih banyaknya peserta didik yang belum menguasai materi, serta proses pembelajaran yang cenderung monoton dan minim penggunaan media sebagai alat bantu. Menyikapi permasalahan tersebut, perlu dikembangkan media pembelajaran yang tepat. Media pembelajaran GEOLAB merupakan media pembelajaran yang dirancang khusus untuk membuat proses belajar mengajar lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III pada mata pelajaran IPAS materi kenampakan alam dan buatan melalui penerapan media pembelajaran interaktif GEOLAB. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 peserta didik terdiri dari 13 peserta didik laki-laki, dan 12 peserta didik perempuan kelas III SDN Kapasan III/145 Surabaya. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari 44% pada pra-tindakan, menjadi 68% pada siklus I, dan mencapai 84% pada siklus II. Penerapan media GEOLAB terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, serta menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bermakna.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MELALUI MEDIA FLIPCHART PATAYA BARCODE PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Siska Damayanti; Idhoofiyatul Fatin; Nining Haerunnisa
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28090

Abstract

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang membahas konsep-konsep abstrak dikarenakan pembelajaran menuntut peserta didik untuk menghafalkan teori-teori saja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kapasan III Surabaya pada mata pelajaran IPAS materi planet dalam tata surya melalui penggunaan media Flipchart Pataya Barcode. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya, tahapan yang dilakukan meliputi, tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Pada siklus 1, ketuntasan belajar siswa yang didapatkan yaitu 74% dengan 23 siswa tuntas. Sedangkan pada siklus 2 ketuntasan belajar meningkat menjadi 97% dengan 30 siswa tuntas. Penggunaan media Flipchart Pataya Barcode tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga memotivasi siswa untuk lebih aktif dan terlibat dalam pembelajaran. Dengan demikian, media Flipchart Pataya Barcode terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS materi planet dan dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF KODEKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SURABAYA SISWA KELAS V Dyah Rahayu Restiana Putri; Idhoofiyatul Fatin; Nining Haerunnisa
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28109

Abstract

Matematika sering dianggap menjadi mata pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi peserta didik. Salah satunya dikarenakan kurangnya sumber belajar di kelas dan mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas V sekolah dasar pada materi komposisi dan dekomposisi bilangan cacah. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian peserta didik di kelas VA SDN kapasan III Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan, nilai rata-rata pada siklus I sebesar 76.42%, hal ini menunjukkan peningkatan dibanding saat pra siklus atau observasi awal, namun hasil ini belum mencapai ketuntasan klasikal sehingga terdapat evaluasi dan refleksi pada pembelajaran siklus II. Pada siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa menjadi 90.10% dan sudah memenuhi persentase ketuntasan klasikal yang diharapkan. Peningkatan sebesar 13.68% ini menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif kodeka berbasis kearifan lokal Surabaya mampu meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik sekolah dasar.
MAKNA DAN FUNGSI SOSIAL BAHASA GAUL BETAWI ORA PADA REMAJA DI KOTA BEKASI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Mohammad Dharmansyah; Dian Karina Rachmawati; Idhoofiyatul Fatin
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 9 No 1 (2026): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v9i1.4161

Abstract

Teenage slang is a dynamic linguistic variation that evolves alongside the intensity of social interaction in urban areas. In Bekasi City, teenage slang shows a strong tendency to absorb elements of the local Betawi Ora dialect, which then undergo adaptations in form and meaning to meet the speakers' communication needs. This study aims to describe the contextual meaning and social functions of Betawi Ora-based slang vocabulary used by teenagers in Bekasi City. This research employed a qualitative descriptive method with a sociolinguistic approach. Data were collected through participatory observation (SLC) and non-participatory observation (SBLC) involving 11 teenagers aged 18–22 years through three observation sessions conducted in public social spaces. The results identified 15 key vocabularies, including bagen, danta, ilok, sabi, and eug, whose meanings are highly dependent on the speech situation and the relationship between speakers. Findings indicate that these vocabularies serve multidimensional social functions: as group identity markers, means of emotional expression, solidarity-strengthening strategies, and conflict control mechanisms. This study confirms that local dialect elements continue to play a vital role in shaping the linguistic identity of the younger generation amidst urban social dynamics.