Muhammad Anwar Djaelani
Departemen Biologi, Fakultas Sains Dan Matematika, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50275

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Hematologi Itik Pekin pada Fotoperiode Berbeda yang Dikombinasikan dengan Aditif Pakan Tepung Daun Kelor Kasiyati, K; Pratama, Agata Rio; Djaelani, Muhammad Anwar
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik Pekin merupakan itik introduksi yang sudah dibudidayakan secara intensif di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kesehatan unggas dapat dilakukan perbaikan manajemen budi daya, diantaranya melalui perbaikan pencahayaan (aspek fotoperiode) dan nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis profil hematologi itik Pekin pada fotoperiode berbeda yang dikombinasikan dengan tepung daun kelor sebagai aditif pakan. Empat puluh ekor itik Pekin jantan digunakan dalam penelitian ini dibagi ke dalam delapan kelompok percobaan. Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 2×4 diterapkan dalam penelitian ini. Faktor utama berupa fotoperiode, terdiri atas 2 level (20L:4D serta 24L:0D) dan aditif tepung daun kelor, terdiri atas 4 level (0, 2, 4, dan 6%). Analisis hasil menggunakan ANOVA-dua arah yang dikerjakan menggunakan program SAS. Tidak terdapat pengaruh interaksi (P>0,05) pada semua parameter hematologi. Fotoperiode menghasilkan rasio H:L yang berbeda signifikan (P<0,05), aditif tepung daun kelor 4% tanpa mempertimbangkan fotoperiode meningkatkan (P<0,05) jumlah leukosit dan limfosit. Simpulan penelitian ini adalah kombinasi fotoperiode dengan aditif tepung daun kelor tidak mengubah profil hematologi; aditif tepung daun kelor 4% yang diberikan tanpa memperhatikan fotoperiode berdampak pada apoptosis; dan kenyamanan itik ditemukan pada fotoperiode 20L:4D dan 24L:0D.
Studi Perilaku Harian Rusa Timor (Cervus timorensis) di Lembaga Konservasi PT Taman Satwa Semarang Husna, Noora Lailatul; Kasiyati, Kasiyati; Djaelani, Muhammad Anwar; Setiawan, Hendrik Tri; Puri, Nur Liliana; Alrais, Aditya
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.89306

Abstract

Adaptation of timor deer at the Conservation Institution of PT Taman Satwa Semarang is formed through a learning and memory process. The presence of visitors stimulates the deer to walk towards the side of the pen even though it is resting. Drop in feeding by keepers in the morning, afternoon, and evening causes the deer to become more active during the day. This study aims to analyze frequency and duration of the daily behavior of timor deer on weekdays with few visitors and on weekends with lots of visitors. Behaviors observed include moving, feeding, resting, grooming, aggressive, eliminative, and reproductive behavior. This research was conducted for 30 days. The object used in this study was a population of 18 adult timor deer. The method used is scan sampling, data recording of daily behavior which includes duration and frequency are carried out periodically at 10-minute intervals. The collected data includes daily behavioral, type of feed, as well as temperature and humidity. Data analysis was performed using t-test at a significance level of 5%. The results showed that visitor activity between weekdays and weekends had a significant effect (p˂0.05) on moving, feeding, resting, grooming, aggressive, and reproductive behavior. The conclusion of this study was the most timor deer perform resting and reproductive behaviors on weekdays, while moving, eating, and social behavior are mostly carried out on weekend.
PERTUMBUHAN AYAM PETELUR JANTAN (Gallus gallus domesticus L.) SETELAH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ADITIF PAKAN Djaelani, Muhammad Anwar; Mujiyono, Muhammad Bagas; Sunarno; Kasiyati
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.5526

Abstract

Ayam petelur jantan merupakan ayam cull yang memiliki pertumbuhan efisien dan dijadikan sebagai produk substitusi ayam kampung. Daun kelor mengandung komponen nutrien esensial dan berpotensi dijadikan aditif pakan untuk pemacu pertumbuhan ayam petelur jantan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ayam petelur jantan yang diberi tepung daun kelor sebagai aditif pakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 6 kali ulangan. Kelompok perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa penambahan tepung daun kelor), serta kelompok aditif tepung daun kelor 1%, 2%, 3%, dan 4%. Variabel yang diukur meliputi konsumsi pakan, bobot tubuh mingguan, pertambahan bobot tubuh, dan rasio konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aditif pakan tepung daun kelor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi pakan, bobot tubuh mingguan, pertambahan bobot tubuh, dan rasio konversi pakan pada ayam petelur jantan (P>0,05). Meskipun demikian, penggunaan tepung daun kelor sebagai aditif pakan sampai dengan dosis 4% tidak memberikan dampak negatif pada pertumbuhan ayam petelur jantan.
KARAKTERISTIK KARKAS, BOBOT ORGAN DIGESTORIA DAN HISTOMORFOMETRI ILEUM ITIK HIBRIDA SETELAH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DALAM PAKAN Arzakina, Silfia; Rahmah, Sinta Aulia; Djaelani, Muhammad Anwar; Sunarno, Sunarno; Kasiyati, Kasiyati
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.5551

Abstract

Daun kelor merupakan salah satu sumber bahan pakan ternak yang kaya nutrien seperti protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin. Nutrien yang terkandung di dalam pakan dapat mempengaruhi optimalisasi sistem pencernaan sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian imbuhan pakan tepung daun kelor pada karakteritik karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum itik hibrida. Itik yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik hibrida jantan berjumlah 32 ekor yang dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan dengan delapan kali ulangan. Kelompok pertama diberi pakan standar komersial tanpa penambahan tepung daun kelor (0%), kelompok kedua sampai keempat diberi pakan komersial standar dengan penambahan tepung daun kelor masing-masing 2,5%, 5%, dan 7,5%. Rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tepung daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada bobot karkas, bobot potongan karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum, namun berpengaruh nyata (P<0,05) pada diameter peyer patches itik hibrida. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian imbuhan tepung daun kelor tidak memberikan dampak negatif pada karakteristik karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum. Imbuhan tepung daun kelor dapat diaplikasikan pada itik karena dapat meningkatkan sistem imun pada saluran pencernaan yang ditandai dengan peningkatan diameter peyer patches.
Histological Structure of Broiler Duodenum After Feeding a Combination of Additives Spirulina Flour and Liquid Nanochitosan Nabila Syalist Fitria; Sunarno; Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 19 No. 2 (2026): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v19i2.50154

Abstract

Spirulina is a microalgae rich in protein, fat, carbohydrates, minerals, chlorophyll a, phycocyanin, beta-carotene, linoleic acid, and vitamins. Nanochitosan, a polymer derived from chitin, contains amine and carboxylate groups. Both additives enhance digestion, absorption, and duodenal structure in broilers. This study analyzed the effect of combining spirulina flour and liquid nanochitosan on broiler duodenal histology. A 3 × 2 factorial completely randomized design (CRD) with four replicates was used. The first factor was spirulina flour (0; 3; 6%), and the second was liquid nanochitosan (0 & 5%). Measured variables included duodenal weight, length, villus height, epithelial thickness, muscular layer thickness, and lumen diameter. Data were analyzed using ANOVA at a 5% significance level. Results showed spirulina alone affected duodenal lumen diameter (P <0.05), while nanochitosan alone had no effect on duodenal length, villus height, epithelial thickness, muscular thickness, or lumen diameter (P >0.05). The combination significantly increased duodenal weight (P <0.05) but did not affect other variables. In conclusion, spirulina and nanochitosan improve duodenal weight but do not alter duodenal length, duodenal lumen diameter, villus height, or layer thicknesses.