Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

GAMBARAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TENTANG KEPATUHAN DIET PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI DESA TARUB KABUPATEN GROBOGAN Christina Nur Widayati; Nurulistyawan Tri Purnanto; Muhammad Supardi
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v4i1.146

Abstract

Latar Belakang; Penyakit Gout Arthritis sering terjadi pada laki-laki 7% dan wanita 2% terutama berumur 40 tahun ke atas (Apriyana, 2014). Data di Jawa Tengah prosentase lansia menderita penyakit sendi di Indonesia adalah 24,7 % sehingga dibutuhkan dukungan tenaga kesehatan tentang diet Gout Arthritis (Riskendes, 2013). Penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan tenaga kesehatan tentang kepatuhan diet penderita Gout Arthritis di Desa Tarup Kabupaten Grobogan. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif melalui Pendekatan Cross sectional. Populasi adalah penderita Gout Arthritis sebanyak 65 responden.Hasil: Dukungan tenaga kesehatan baik sebanyak 15 orang (53,6%) dan dengan dukungan tenaga kesehatan tidak baik sebanyak 6 orang (16.2%).  Simpulan: Dukungan gout arthritis di dusun trisik desa tarub kecamatan tawangharjo kabupaten grobogan. Kata kunci : Dukungan, Tenaga Kesehatan , Diet Gout Arthris
HUBUNGAN PERILAKU IBU TENTANG PERAWATAN GIGI ANAK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS II SDN NGADILUWIH KABUPATEN BOJONEGORO Christina Nur Widayati; Nurulistyawan Tri Purnanto; Roisul Anam
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 5, No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v5i1.221

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia. Merawat gigi dengan benar bukan hanya membuang bakteri dan plak, tetapi juga menyingkirkan semua masalah gigi. Disini dibutuhkan perilaku ibu yang baik dalam perawatan gigi anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu tentang perawatan gigi anak dengan kejadian karies gigi pada siswa kelas II SDN Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.Metode: Desain penelitian Korelasional dengan pendekatan Crossectional. Populasi adalah siswa kelas II dan seluruh ibu dengan sampel 27 responden dengan cara Total Sampling. Analisa menggunakan uji Lambda dengan ?= 0,05.Hasil: Perilaku ibu tentang perawatan gigi anak menunjukkan perilaku kurang sebanyak 15 (55,6%) responden, sedangkan yang mengalami karies gigi siswa kelas II sebanyak 16 (59,3%) responden. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ? = 0,010.Kesimpulan: Terdapat hubungan perilaku ibu tentang perawatan gigi anak dengan kejadian karies gigi pada siswa SD kelas II SDN Ngadiluwih Kabupaten Bojonegoro. Kata Kunci : Perilaku Ibu, Perawatan Gigi Anak, Kejadian Karies Gigi
EFEKTIFITAS MASSAGE DENGAN MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)TERHADAP PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK Christina Nur Widayati; Yesita Ragil Kusumaningrum; Rahmawati Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 8, No 02 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v8i02.463

Abstract

Latar Belakang: Stroke, atau cidera serebrovaskular (CVA), adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Dekubitus merupakan  masalah akut yang terus menerus dan situasi perawatan pemulihan pada stroke. Upaya pencegahan terjadinya luka tekan dilakukan sedini mungkin sejak pasien teridentifikasi berisiko mengalami luka tekan. Penggunaan pelembab untuk mencegah luka tekan diyakini akan mampu memberikan perlindungan terhadap kulit dari kerusakan. Selain VCO yang kaya akan manfaat bagi kesehatan minyak zaitun (olive oil) juga memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah perawatan kulit (menjaga kelembaban).Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre experiment designs atau rancangan pra eksperimen yang seringkali dipandang sebagai eksperimen yang tidak sebenarnya, sering juga disebut quasi experimen.Dengan pendekatanpost test only design/one shot case study. Penggunaan sampel menggunakan nonprobability sampling (non random sampling)Hasil: Didapatkan hasil uji beda minyak zaitun (Olive Oil) dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke di RSUD Sunan Kalijga Demak diketahui nilai Z (-1.734) artinya bahwa semua data post test, minyak zaitun (Olive Oil) dan Virgin Coconut Oil (VCO)  berdasarkan uji Shapiro Wilk tidak memenuhi syarat kenormalan data. Jadi dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal. dan value (0,83) >  sig.0,05. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat perpedaan efektifitas antara minyak zaitun  (Olive Oil) dan VirginCoconut Oil (VCO) terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke.Kesimpulan: Secara signifikansi perbedaan efektifitas minyak zaitun dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap proses pencegahan dekubitus pada pasien stroke dapat dikatakan tidak bermakna. Kata Kunci: Minyak Zaitun (Olive Oil), Virgin Coconut Oil (VCO), pencegahan dekubitus, stroke
HUBUNGAN KECEPATAN PERTOLONGAN PERTAMA KELUARGA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS PURWODADI I Sutrisno Sutrisno; Christina Nur Widayati; Ulfa Rukanah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 7, No 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v7i2.389

Abstract

Latar belakang ; Di dunia penderita hipertensi mencapai 1,28 miliar jiwa, Afrika 27%,  Malaysia 38%, Singapura 34,6%, Thailand 34,2%, Indonesia 34,1%, Jawa Tengah 12,9%, Jawa Timur 8,01%, Jawa Barat 9,67%, dan di Grobogan memiliki  446.996 penderita hipertensi.  Prevalensi stroke di dunia mencapai 13,7 juta, di Indonesia 10,9 per angka kejadian stroke tertinggi sebesar 14,7%, Papua 4,7% serta di Jawa Tengah 7,57%. Kejadian stroke pada penderita hipertensi dapat diminimalisir dengan kecepatan pertolongan pertama yang dilakukan oleh keluarga penderita hipertensi untuk membawa ke pelayanan kesehatan sesuai golden time periode (? 3 jam). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi.Metodologi ; Rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden yang diteliti sebanyak 44 orang yaitu keluarga dari penderita hipertensi yang mengalami stroke dan yang tidak mengalami stroke. Analisis data menggunakan Chi Square Test.Hasil ; Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan p value=0,000< ?=0,05 dengan odds ratio sebesar 0,005.Kesimpulan : Ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan hasil p value = 0,000<a=0,05 serta odds ratio sebesar 0,005 artinya kecepatan keluarga dalam membawa pasien hipertensi 0,005 kali penderita hipertensi tidak mengalami stroke.Kata Kunci ; Kejadian stroke, Kecepatan pertolongan pertama, Keluarga penderita hipertensi.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PADA BALITA DI KELURAHAN KURIPAN, KECAMATAN PURWODADI, KABUPATEN GROBOGAN Fitriani Fitriani; Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v1i1.90

Abstract

Latar belakang; Background - Masalah gizi merupakan masalah serius di sebagian besar kabupaten / kota di Indonesia. Gizi memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas hidup. Konsumsi zat - zat berkhasiat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang akan mempengaruhi keadaan gizi seseorang (Depkes RI 2006). Nutrisi yang baik sangat penting untuk anak-anak terutama pada usia 4 hingga 5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.Metode; Penelitian ini berjenis descriptive analytic study dengan pendekatan cross sectional untuk 40 respondents yang memiliki anak balita di Kelurahan Kuripan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Hasil;  Ada hubungan antara faktor konsumsi zat gizi dalam makanan dengan status gizi, (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,01) < α (0,05) dengan df 1); Tidak ada hubungan antara faktor pemberian makanan tambahan dengan status gizi, (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,06) > α (0,05) dengan df 1); Ada hubungan antara faktor kebiasaan makan dengan status gizi, (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,005) < α (0,05) dengan df 1); ada hubungan antara faktor pemeliharaan kesehatan dengan status gizi (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,003) < α (0,05) dengan df 1); ada hubungan antara faktor lingkungan fisik dan sosial dengan status gizi (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,04) < α (0,05) dengan df 1) dan tingkat status gizi balita tidak semua sama, dengan kesimpulan status gizi balita yang ada di Kelurahan Kuripan mayoritas mempunyai status gizi baik.Kesimpulan;  Faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah faktor konsumsi gizi seperti kebiasaan makan, faktor pemeliharaan kesehatan fisik dan lingkungan sosial. Kata Kunci; Status Gizi, Balita
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK KELAS 5-6 DI SDN 2 KENTENG KECAMATAN TOROH Monika Novia Maharani; Meity Mulya Susanti; Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 8, No 02 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v8i02.440

Abstract

Latar Belakang; Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan tahun 2020, di Jawa Tengah terdapat 7,4% populasi anak usia Sekolah Dasar untuk kasus penurunan konsentrasi dan minat belajar anak. Sebanyak 5,2% anak usia Sekolah Dasar mengalami penurunan konsentrasi belajar dan penurunan minat belajar pada anak, serta diperkirakan akan meningkat dua kali lipat setiap 5 tahun mencapai lebih dari 45%. Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan konsentrasi salah satunya adalah Brain Gym. Brain Gym merupakan gerakan sederhana yang mengoptimalkan kerja otak sehingga dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar.Metode; Jenis penelitian ini yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Desain (eksperimen semu) dengan rancangan Pretest and Posttest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dan didapatkan 36 responden dengan kelompok eksperimen atau yang dilakukan brain gym 18 responden, dan kelompok kontrol atau tidak dilakukan brain gym 18 responden.Hasil; Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar pada anak dengan hasil Paired T-Test p value (0,090) > 0,05.Kesimpulan; Ada pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar pada anak kelas 5-6 di SDN 2 Kenteng Kecamatan Toroh.  Kata Kunci; Brain Gym, Konsentrasi BelajarDaftar Pustaka; 36 (2010-2021)
PENGARUH AKTIFITAS FISIK JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA DI DUSUN KRAJAN DESA JAMBON KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN Suryani Suryani; Christina Nur Widayati; Merica Rusma Setianda
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 5, No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v5i2.237

Abstract

Latar belakang: Indeks masa tubuh merupakan metode sederhana yang digunakan untuk menilai status gizi seorang individu. Pengukuran IMT merupakan metode yang murah dan mudah dalam mengukur status gizi namun tidak  dapat mengukur lemak tubuh secara langsung. Berdasarkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar (2018), kejadian berat badan berlebih saat ini dibuktikan dengan adanya prevalensi nasional berdasarkan data riset kesehatan dasar 2018. Seseorang yang mengalami kelebihan berat badan yaitu 7,3% yang terdiri dari 5,7%  overweight dan 1,6% mengalami obesitas hasil ini jauh lebih meningkat dibanding tahun 2010 yang hanya sebesar 1,4%  seseorang mengalami kelebihan berat badan didapatkan prevalensi overweight untuk tingkat provinsi jawa tengah menunjukan 6% meningkat dibandingkan tahun 2010 yang hanya 0,7%. Tujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan indeks massa tubuh remaja  di Dusun Krajan Desa Jambon Kecamatan Pulokulon Kabupten GroboganMetode; Penelitian ini menggunakan metode Pre Eksperiment menggunakan One group pre-post test design. Tekhnik sampling yang digunakan  probability sampling dengan teknik simple random sampling didapatkan sampel berjumlah 35 responden.Hasil; Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji Wilcoxon pada pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan IMT pada remaja   menunjukkan p value 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga pada penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan IMT pada remaja.Simpulan; Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh  aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan IMT pada remaja Kata kunci: Aktivitas Fisik, Jalan Kaki, Indeks Massa Tubuh
EFEKTIFITAS MASSAGE DENGAN MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)TERHADAP PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK Christina Nur Widayati; Yesita Ragil Kusumaningrum; Rahmawati Rahmawati; Nurulistyawan Tri Purnanto
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 8, No 01 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v8i01.420

Abstract

Latar Belakang: Stroke, atau cidera serebrovaskular (CVA), adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Dekubitus merupakan masalah akut yang terus menerus dan situasi perawatan pemulihan pada stroke. Upaya pencegahan terjadinya luka tekan dilakukan sedini mungkin sejak pasien teridentifikasi berisiko mengalami luka tekan. Penggunaan pelembab untuk mencegah luka tekan diyakini akan mampu memberikan perlindungan terhadap kulit dari kerusakan. Selain VCO yang kaya akan manfaat bagi kesehatan minyak zaitun (olive oil) juga memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah perawatan kulit (menjaga kelembaban).Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre experiment designs atau rancangan pra eksperimen yang seringkali dipandang sebagai eksperimen yang tidak sebenarnya, sering juga disebut quasi experimen.Dengan pendekatanpost test only design/one shot case study. Penggunaan sampel menggunakan nonprobability sampling (non random sampling)Hasil: Didapatkan hasil uji beda minyak zaitun (Olive Oil) dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke di RSUD Sunan Kalijga Demak diketahui nilai Z (-1.734) artinya bahwa semua data post test, minyak zaitun (Olive Oil) dan Virgin Coconut Oil (VCO) berdasarkan uji Shapiro Wilk tidak memenuhi syarat kenormalan data. Jadi dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal. dan value (0,83) > sig.0,05. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat perpedaan efektifitas antara minyak zaitun (Olive Oil) dan VirginCoconut Oil (VCO) terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke.Kesimpulan: Secara signifikansi perbedaan efektifitas minyak zaitun dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap proses pencegahan dekubitus pada pasien stroke dapat dikatakan tidak bermakna.
HUBUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI DENGAN KIPI (KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WIROSARI II Yesita Ragil Kusumaningrum; Christina Nur Widayati; Rahmawati Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 8, No 02 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v8i02.460

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan system kekebalan tubuh anak secara aktif terhadap suatu penyakit (Hadianti et al., 2015). Salah satu kejadian yang dikeluhan pasca imunisasi yaitu  KIPI atau disebut juga dengan kejadian ikutan pasca imunisasi. KIPI merupakan suatu kejadian sakit atau bahkan kematian yang terjadi dengan rentang waktu satu bulan pasca imunisasi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 di Indonesia kejadian KIPI sebanyak 91,3 anak atau 33,4%, dengan gejala kemerahan sebayak 20,6%, Bengkak sebanyak 22,02%,bekas infeksi 6% dan demam tinggi 6,8% (Sari et al., 2018).Metode: bentuk penelitian ini yaitu korelasi dengan pendekatan Kohort. Populasi dalam penelitian ini ibu yang mengikuti program posyandu balita di desa Karangasem yaitu sejumlah 30 responden. Sedangkan  sampel dalam penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yaitu sebanyak 28 responden.Hasil: Dengan menggunakan uji Fisher didapatkan hasil nilai sig 0.01 atau <0.05 maka artinya  Ada korelasi variable yang dihubungkan yaitu antara pemberian imunisasi dengan kejadian demam di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian terdapat hubungan antara pemberian imunisasi dengan kejadian demam di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari. Kata Kunci : Imunisasi, Demam, KIPI.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK PRASEKOLAH DI DESA PLOSOHARJO KECAMATAN TOROH Meity Mulya Susanti; Christina Nur Widayati; Hidayatur Rozikin
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i1.135

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif akan mempengaruhi tumbuh kembang anak tidak sesuai usia mereka. Hal ini menyebabkan tidak terpantaunya pertumbuhan dan perkembangan anak. Alat Permainan Edukatif adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan motorik anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisa adanya hubungan pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif dengan perkembangan motorik pada anak pra sekolah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kuantitativ dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 40 orang. Uji hipotesis menggunakan Spearman Rank.Hasil: Didapatkan nilai ρ (1.000) > 0.05, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang permainan edukatif dengan perkembangan motorik pada anak prasekolah dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.00 artinya kekuatan korelasinya sangat lemah dan arah korelasinya positif jadi kesimpulanya Ha ditolak dan Ho diterima artinya adalah tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang permainan edukatif dengan perkembangan motorik pada anak prasekolah.Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif (APE) dengan perkembangan motorik pada anak pra sekolah di Desa Plosoharjo Kecamatan Toroh Kata Kunci    : Alat Permainan Edukatif (APE), Pengetahuan Ibu, Perkembangan motorik