Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Digital Education as an Effort to Improve ARV Adherence Among People Living with HIV AIDS (PWHA) Maharsi, Eri Dian; Djannatun, Titiek; Maulidyasari, Siti
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The discovery of ARVs was a revolution in the treatment of ODHA. The success of HIV/AIDS treatment is determined by adherence to taking ARVs. Non-compliance can be caused by physical discomfort while taking ARVs. Non-compliance can promote HIV resistance. Motivation and knowledge are needed to be compliant with ARV therapy. There needs to be activities to increase the motivation and knowledge of ODHA in consuming ARVs. Objective: To determine the effectiveness of online seminars in increasing the motivation and knowledge of ODHA in consuming ARVs. Method: carried out by holding an online seminar to ODHA and to find out the description of motivation, and knowledge in the use of ARV in ODHA, respondents were given a pretest and posttest. Results: 56 respondents who filled out the pretest and posttest consisted of 60.7% males, 39.3% females, the most ages 53.5% were 30 to 40 years, the most high school education was 57.1%, who used ARV 80.4%; Motivation: The most motivation to consume ARVs comes from Doctors/Nurses/Psychologists/Health Workers at 22%. The most reason was 35.7% to be able to do activities as before. 19.6% of respondents were not motivated and did not use ARVs. Knowledge; 92.9% of respondents had good knowledge and there was no change between pretest and post-test. This can happen because respondents who consume ARVs already have prior knowledge of ARVs. Conclusion: Respondents who consume ARVs are respondents who have good motivation and good knowledge about ARVs. Respondents who did not consume ARVs were unmotivated and partially knowledgeable. Suggestion: Online seminars need to be encouraged to increase and maintain motivation and knowledge in consuming ARVs in ODHA
Perilaku Kader dalam Penemuan Suspek Tuberkulosis Fadhilah, Nur; Nuryati, Elmi; Duarsa, Artha; Djannatun, Titiek; Hadi, Restu Syamsul
Kesmas Vol. 8, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan berbagai pihak meliputi perubahan perilaku masyarakat dan pemberdayakan masyarakat sangat diharapkan untuk penanggulangan tuberkulosis (TB). Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Provinsi Lampung terpanggil untuk bergerak bersama dalam program penanggulangan penyakit TB agar keberhasilan penanggulangan TB dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan perilaku kader dalam menemuan suspek TB di Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif ini menggunakan desain potong lintang, data primer dikumpulkan dari sampel 72 kader TB ‘Aisyiyah Kabupaten Lampung Tengah. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan metode kai kuadrat, dan multivariat dengan regresi logistik. Penelitian ini menemukan lima variabel yang meliputi pengetahuan, sikap, pelatihan, dukungan pemegang program dan motivasi yang mendukung perilaku penemuan suspek. Tiga variabel yang meliputi pendidikan, pendapatan dan pekerjaan tidak mendukung perilaku penemuan suspek. Untuk meningkatkan penemuan suspek TB disarankan untuk lebih meningkat dukungan pengelola program yang berkelanjutan. The support of various parties, peoples behavior and empower communities in the implementation of TB countermeasures highly expected by Muhammadiyah Central Executive and Aisyiyah Lampung Province omit to move together in a tuberculosis prevention program for successful TB control can be achieved. This study aimed to determine the related factors of behavior cadres to detect suspected tuberculosis in Lampung districy middle. The quantitative and qualitative with study design a cross sectional was conducted using primary data on samples 72 Aisyiyah tuberculosis cadres Lampung district middle. The statistical analyses were performed by chisquare and logistic regression. The study results showed a significant five variable (support program managers, knowledge of cadre, motivation of cadre, attitude of cadre, training cadre) with the discovery suspected tuberculosis cases in Lampung Province. Logistic regression analysis found a good support program holders associated with the case of suspected tuberculosis. Program holders support is the most dominant factor of the discovery of suspected tuberculosis cases. Therefore the need for tangible support over again that the findings by the cadre suspected tuberculosis increased.
Efektivitas Ekstrak Daun Ruku-Ruku (Ocimum Tenuiflorum Linne) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella Enterica Sevoar Typhi Dan Tinjauan Nya Menurut Pandangan Islam Hanif Satria, Irsyad; Keumala Dewi, Intan; Djannatun, Titiek; Arsyad, Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.518

Abstract

Bakteri Salmonella enterica sevoar typhi bersifat patogen bagi manusia. masuknya bakteri Salmonella enterica sevoar typhi ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dapat mengakibatkan terjadinya demam tifoid, yaitu penyakit infeksi sistemik akut dengan gejala yang bervariasi dari ringan berupa demam, lemas serta batuk ringan hingga gejala berat seperti gangguan gastrointestinal. Penanganan penyakit infeksi saat ini masih menggunakan antibiotika, namun intensitas penggunaan antibiotik yang tinggi dapat menimbulkan resistensi. Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat. untuk mengobati berbagai penyakit seperti demam, sariawan, panu, mual hingga muntah-muntah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun ruku-ruku sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella enterica sevoar typhi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode disk diffusion. Populasi penelitian ini adalah bakteri Salmonella Enterica Sevoar typhi dan sampel penelitian ini adalah daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linne). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif primer. Teknik analisis data yang digunakan adalah program SPSS 25.0, uji statistik parametrik One-Way ANOVA dan Uji Post hoc Tukey. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa DMSO 5% tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella enterica sevoar typhi dengan tidak terbentuknya zona hambat pada kontrol negatif. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa efek antibakteri dari ekstrak daun Ruku-ruku masih belum bisa menggantikan antibiotik Ciprofloxacin yang memiliki diameter (mm) zona hambat yang cukup besar dengan rata-rata 41,47 mm. Artinya hasil penelitian ini belum dapat membuktikan bahwa ekstrak daun ruku-ruku memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri spesifik Salmonella enterica sevoar typhi.
Efektivitas Ekstrak Daun Ruku-Ruku (Ocimum Tenuiflorum Linne) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysenteriae Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rahmat Ramadhan, Fathan; Keumala Dewi, Intan; Djannatun, Titiek; Arsyad, Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.519

Abstract

Bakteri Shigella dysenteriae merupakan penyebab disentri yang merupakan bakteri negatif Gram dengan bentuk batang pendek atau basil tunggal. Bakteri ini bersifat anaerob fakultatif dan memfermentasi glukosa serta tidak memfermentasi laktosa. Masalah pencernaan karena infeksi bakteri yang masih tinggi di Indonesia menyebabkan tingginya intensitas penggunaan antibiotik yang memicu berbagai permasalahan terutama resistensi. Termasuk bakteri Shigella dysenteriae yang telah menunjukan resistensi terhadap beberapa antibiotik diantaranya yaitu ampicilin, tetracycline, cefixime dan ciprofloxacin. Dengan demikian, maka diperlukan pengobatan alternatif tehadap penyakit disentri, salah satunya daun kuru-kuru (Ocimum tenuiflorum L.) yang memiliki kandungan terpenoid, alkaloid, flavonoid, dan senyawa aktif lain yang dapat mengobati disentri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode disk diffusion. Populasi penelitian ini adalah bakteri Shigella dysenteriae dan sampel penelitian ini adalah daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linne). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif primer. Teknik analisis data yang digunakan adalah program SPSS 25.0, uji statistik parametrik One-Way ANOVA dan Uji Post hoc Tukey. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas Ekstrak daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linne) terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae yaitu dengan ekstrak daun Ruku-ruku dengan konsentrasi 80.000 ppm, 100.000 ppm, 120.000 ppm, dan 140.000 ppm tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Sehingga menyimpulkan bahwa ekstrak daun Ruku-ruku yang digunakan dalam uji efektivitas antibakteri belum dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae, yang artinya efek antibakteri dari ekstrak daun Ruku-ruku masih belum bisa menggantikan antibiotik ciprofloxacin.
Evaluation of Air Sterility and Biological Safety Cabinets in a Stem Cell Laboratory Dian Maharsi, Eri; Djannatun, Titiek; Riski, Anika; Adityaningsari, Pratami; Irmawati Purbo Astuti, Ike Irmawati Purbo Astuti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63486

Abstract

Stem cell culture requires a highly controlled and sterile environment to ensure cell viability and patient safety. This study aimed to evaluate the microbial contamination levels in the air and the sterility of Biological Safety Cabinets (BSCs) at the YARSI University Stem Cell Laboratory, with the goal of providing recommendations for continuous quality improvement. We used a descriptive quantitative observational approach, collecting air samples from 10 points and two BSCs using a MAS-100 air sampler. Samples were cultured, and the number of Colony Forming Units (CFU) was counted and analyzed against national standards. The results showed a clear distinction between the two environments. Both BSC units demonstrated an sterility level of 0 CFU/m³, confirming the effectiveness of their HEPA filtration. In contrast, the general laboratory area exhibited a varied microbial load, with some areas indicating a need for improved environmental control relative to recommended standards. The identified microorganisms included Candida famata, which is often associated with human flora, and Pseudomonas oryzihabitans, an environmental bacterium. These findings suggest that while BSCs are highly effective barriers, the general lab environment and certain operational practices present areas requiring stricter environmental control. Therefore, infrastructure improvements, such as the installation of an Air Handling Unit (AHU), and the enforcement of stricter Standard Operating Procedures (SOPs) are recommended to maintain overall lab integrity.