Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Keterampilan Perawat tentang Triage dengan Respon Time di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Fitri Kurniawati; Elifa Ihda Rahmayanti; Benny H.L Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5153

Abstract

Latar Belakang: Triage merupakan komponen penting dalam pelayanan gawat darurat untuk menentukan prioritas penanganan pasien sesuai tingkat kegawatan. Kecepatan dan ketepatan perawat dalam melakukan triage berperan besar dalam menentukan respon time pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage menjadi faktor utama yang memengaruhi efektivitas dan kualitas pelayanan gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage dengan respon time di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 perawat IGD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan keterampilan triage serta lembar observasi respon time. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,3%), keterampilan baik (66,7%), dan respon time cepat (70%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan respon time (p = 0,004) dan keterampilan dengan respon time (p = 0,002). Simpulan: Pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage berhubungan signifikan dengan respon time di IGD RSUD Undata. Pelatihan triage secara berkala diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan gawat darurat.
INTEGRASI HUKUM EKONOMI SYARI’AH DALAM PENGEMBANGAN INSTRUMEN MONETER: TINJAUAN FIQH MUAMALAH DI PASAR UANG SYARI’AH Khasanah, Aprillia; Fitri Kurniawati
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v6i1.7085

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi hukum ekonomi syariah dalam pengembangan instrumen moneter melalui tinjauan fiqh muamalah terhadap praktik pasar uang syariah di Indonesia. Fokus kajian ini mencakup prinsip-prinsip dasar fiqh muamalah seperti larangan riba, gharar, dan maisir serta penerapannya dalam instrumen moneter modern yang digunakan oleh otoritas keuangan syariah, seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), sukuk, dan transaksi repo syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana prinsip hukum ekonomi syariah telah diakomodasi dalam desain dan implementasi instrumen moneter serta menilai efektivitas dan kesesuaiannya dengan maqashid syariah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, analisis normatif terhadap fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), serta telaah regulasi dari Bank Indonesia dan OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini telah mengalami kemajuan signifikan melalui adopsi akad-akad syariah yang tepat, meskipun masih terdapat tantangan dalam aspek harmonisasi regulasi, pengawasan syariah, dan pemahaman pelaku pasar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur hukum syariah dan literasi keuangan Islam sebagai fondasi keberlanjutan pengembangan pasar uang syariah di masa depan.
Ijarah Digital dalam Ekonomi Gig: Menuju Kerangka Tata Kelola Syariah pada Platform Freelancer: Digital Ijarah in the Gig Economy: Toward an Islamic Governance Framework for Freelance Platform Labor Amalia, Nisa; Fitri Kurniawati
JEIZA : Jurnal Ekonomi Islam Az-Zain Vol. 2 No. 2 (2026): JEIZA : Jurnal Ekonomi Islam Az-Zain
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah & LP2M STAI Az-Zain Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the practice of digital labor leasing on freelance platforms from the perspective of fiqh ijarah. It aims to evaluate contract validity, worker protection, and Sharia compliance while proposing a conceptual Islamic governance framework for digital labor relations in the gig economy. A qualitative method with an Islamic legal phenomenology design was employed, supported by participatory observation, document analysis, and conceptual–propositional analysis. The findings indicate that although digital ijarah generally fulfills the essential elements of a valid contract, significant concerns remain regarding wage transparency, social protection, dispute resolution, and algorithm-driven work allocation. The asymmetry of power between platforms and workers challenges the realization of justice and fairness as emphasized in maqasid al-shariah. The study proposes a hybrid contract model integrating ijarah al-a'mal and musyarakah, combining wage-based compensation with risk-sharing principles to enhance distributive justice and sustainability. Technically, this model mitigates power asymmetry by introducing transparent algorithmic wage parameters, profit-sharing mechanisms tied to worker contribution, and embedded social protection features that redistribute risk more proportionally between platform and workers. Theoretically, this research contributes to the development of contemporary fiqh muamalah by formulating a Sharia-based governance model adaptable to digital platforms. Practically, it offers policy and regulatory insights for designing equitable digital contracts and strengthening worker protection within the gig economy.
Pengembangan Potensi Ekstrak Belut (Monopterus albus) dalam Menangkal Radikal Bebas Havizur Rahman; Putri Maya Sari; Fitrianingsih Fitrianingsih; Ai Kurniati; Fitri Kurniawati
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antioksidan dari ekstrak belut (Monopterus albus) yang hidup di perairan provinsi jambi. Radikal bebas cenderung menimbulkan reaksi berantai yang apabila terjadi di dalam tubuh akan dapat menimbulkan kerusakan sel yang berlanjut dan terus menerus terutama pada penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan hiperkolesterol. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan seyawa antioksidan, salah satunya asam amino. Di dalam al-Quran disebutkan bahwa bangkai yang halal untuk dimakan adalah ikan dan belalang. Belut merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki kandungan albumin yang tinggi. Sampel daging belut yang telah difillet dan dipisahkan dari kepalanya, dipotong kecil-kecil dengan ukuran 1,5 cm2 dan dibalut dengan kain tipis dalam sebuah mangkuk, lalu dikukus, dipress, dan disentrifus.  diambil fase air dan minyak dan dibuang pengotornya dengan cara disaring, lalu dikeringkan menggunakan freeze drying sehingga diperoleh ekstrak belut dalam bentuk serbuk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Radical Scavenging method menggunakan senyawa kimia DPPH (2,2- difenil-1-pikrilhidrazil). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa nilai IC50 ekstrak belut sebesar 29,0816 ppm. Ekstrak belut memiliki potensi menangkal radikal bebas dengan aktifitas kuat. Kata Kunci: Ektstrak Belut, Monopterus albus, Penangkal Radikal Bebas This study aims to determine the antioxidant activity of eel (Monopterus albus) extracts that live in the waters of the province of Jambi. Free radicals tend to cause chain reactions that occur in the body and will cause ongoing and continuous cell damage, especially in chronic diseases such as diabetes, hypertension and hypercholesterolemia. Prevention can be done by providing antioxidants, one of which is amino acids. In the Koran, it is stated that the carcasses that are lawful to eat are fish and grasshoppers. Eel is a type of fish that has a high albumin content. The eel meat sample that has been filled and given from its head, is cut into small pieces with a size of 1.5 cm2 and wrapped in a thin cloth in a container, then steamed, pressed, and centrifuged. the air and oil phases are taken and the impurities are removed by filtering, then they are dried using freeze drying in order to obtain the eel extract in powder form. The method used in this study is the Radical Scavenging Method using the chemical compound DPPH (2,2- diphenyl-1-pikrilhidrazil). From the research results it was found that the IC50 value of eel extract was 29.0816 ppm. Eel extract has the potential to ward off free radicals with strong activity.