Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengembangan Potensi Ekstrak Belut (Monopterus albus) dalam Menangkal Radikal Bebas Havizur Rahman; Putri Maya Sari; Fitrianingsih Fitrianingsih; Ai Kurniati; Fitri Kurniawati
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antioksidan dari ekstrak belut (Monopterus albus) yang hidup di perairan provinsi jambi. Radikal bebas cenderung menimbulkan reaksi berantai yang apabila terjadi di dalam tubuh akan dapat menimbulkan kerusakan sel yang berlanjut dan terus menerus terutama pada penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan hiperkolesterol. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan seyawa antioksidan, salah satunya asam amino. Di dalam al-Quran disebutkan bahwa bangkai yang halal untuk dimakan adalah ikan dan belalang. Belut merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki kandungan albumin yang tinggi. Sampel daging belut yang telah difillet dan dipisahkan dari kepalanya, dipotong kecil-kecil dengan ukuran 1,5 cm2 dan dibalut dengan kain tipis dalam sebuah mangkuk, lalu dikukus, dipress, dan disentrifus.  diambil fase air dan minyak dan dibuang pengotornya dengan cara disaring, lalu dikeringkan menggunakan freeze drying sehingga diperoleh ekstrak belut dalam bentuk serbuk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Radical Scavenging method menggunakan senyawa kimia DPPH (2,2- difenil-1-pikrilhidrazil). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa nilai IC50 ekstrak belut sebesar 29,0816 ppm. Ekstrak belut memiliki potensi menangkal radikal bebas dengan aktifitas kuat. Kata Kunci: Ektstrak Belut, Monopterus albus, Penangkal Radikal Bebas This study aims to determine the antioxidant activity of eel (Monopterus albus) extracts that live in the waters of the province of Jambi. Free radicals tend to cause chain reactions that occur in the body and will cause ongoing and continuous cell damage, especially in chronic diseases such as diabetes, hypertension and hypercholesterolemia. Prevention can be done by providing antioxidants, one of which is amino acids. In the Koran, it is stated that the carcasses that are lawful to eat are fish and grasshoppers. Eel is a type of fish that has a high albumin content. The eel meat sample that has been filled and given from its head, is cut into small pieces with a size of 1.5 cm2 and wrapped in a thin cloth in a container, then steamed, pressed, and centrifuged. the air and oil phases are taken and the impurities are removed by filtering, then they are dried using freeze drying in order to obtain the eel extract in powder form. The method used in this study is the Radical Scavenging Method using the chemical compound DPPH (2,2- diphenyl-1-pikrilhidrazil). From the research results it was found that the IC50 value of eel extract was 29.0816 ppm. Eel extract has the potential to ward off free radicals with strong activity.
Tinjauan Literatur Akad Samsarah Perilaku Affiliate pada Platform Bisnis Digital M. Najmuddin; Fitri Kurniawati
Glossary : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya, Ace

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/gose.v4i1.459

Abstract

Transformasi digital telah melahirkan inovasi dalam transaksi ekonomi, termasuk model bisnis Affiliate marketing yang kini banyak dijalankan melalui platform online. Affiliate marketing menawarkan mekanisme pemasaran berbasis komisi, di mana individu atau kelompok dapat memperoleh penghasilan melalui promosi tautan produk digital. Dalam hukum ekonomi Islam, aktivitas tersebut dapat dianalisis melalui konsep akad samsarah (perantara jual beli), yang merupakan bentuk perjanjian kerja sama antara pemilik produk dan pihak ketiga yang mempromosikannya dengan imbalan tertentu (ujrah). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif bagaimana prinsip-prinsip akad samsarah diterapkan dalam praktik jual beli Affiliate berbasis online, serta untuk menilai kesesuaian model bisnis digital ini dengan kaidah-kaidah fikih muamalah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode tinjauan pustaka (literature review). Penelitian ini menemukan bahwa praktik Affiliate dapat diakomodasi dalam kerangka akad samsarah selama memenuhi prinsip-prinsip utama dalam transaksi syariah, yaitu: kejelasan akad, kehalalan objek transaksi, transparansi imbalan (ujrah), dan keterhindaran dari unsur-unsur seperti gharar (ketidakjelasan), maysir (spekulasi), serta tadlis (penipuan). Penelitian ini juga menyoroti pentingnya regulasi yang lebih spesifik dari otoritas syariah, baik di tingkat nasional maupun internasional, dalam mengatur praktik bisnis digital berbasis syariah. Dengan temuan ini, artikel memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan regulasi ekonomi digital syariah dan menyarankan perlunya penyusunan pedoman formal terkait pelaksanaan akad samsarah digital di era ekonomi platform.