Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Komunikasi Pemberdayaan sebagai Strategi Perubahan Sosial bagi Perempuan pada Pasangan Blue Collar (Studi Kasus mengenai Dialog Keluarga, Pengambilan Keputusan, dan Penguatan Peran Perempuan di Jabodetabek) Wulan Muhariani; Yulianti Fajar Wulandari; Rr. Roosita Cindrakasih; Cindya Yunita Pratiwi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi pemberdayaan melalui dialog keluarga, pengambilan keputusan partisipatif, dan penguatan peran perempuan berfungsi sebagai strategi perubahan sosial dalam membangun hubungan yang lebih setara dalam keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek (Jabodetabek). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik komunikasi pemberdayaan pada keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek melalui teknik purposive sampling dengan sepuluh pasangan suami istri sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan studi dokumentasi yang dipandu oleh dimensi dialog, partisipasi, pemberdayaan, dan agensi dalam teori Komunikasi untuk Perubahan Sosial Thomas Tufte. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi, sedangkan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknis, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemberdayaan melalui dialog keluarga, pengambilan keputusan partisipatif, dan penguatan peran perempuan dapat mendorong perubahan hubungan yang lebih setara dalam keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek. Praktik komunikasi dialogis meningkatkan partisipasi perempuan dalam manajemen ekonomi, pengambilan keputusan, dan berbagai kegiatan sosial, sehingga memperkuat ketahanan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi pemberdayaan adalah strategi perubahan sosial yang efektif karena membangun dialog, partisipasi, pemberdayaan, dan agensi yang berkelanjutan dalam kehidupan keluarga.
Komunikasi Pemberdayaan sebagai Strategi Perubahan Sosial bagi Perempuan pada Pasangan Blue Collar (Studi Kasus mengenai Dialog Keluarga, Pengambilan Keputusan, dan Penguatan Peran Perempuan di Jabodetabek) Wulan Muhariani; Yulianti Fajar Wulandari; Rr. Roosita Cindrakasih; Cindya Yunita Pratiwi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi pemberdayaan melalui dialog keluarga, pengambilan keputusan partisipatif, dan penguatan peran perempuan berfungsi sebagai strategi perubahan sosial dalam membangun hubungan yang lebih setara dalam keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek (Jabodetabek). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik komunikasi pemberdayaan pada keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek melalui teknik purposive sampling dengan sepuluh pasangan suami istri sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan studi dokumentasi yang dipandu oleh dimensi dialog, partisipasi, pemberdayaan, dan agensi dalam teori Komunikasi untuk Perubahan Sosial Thomas Tufte. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi, sedangkan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknis, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemberdayaan melalui dialog keluarga, pengambilan keputusan partisipatif, dan penguatan peran perempuan dapat mendorong perubahan hubungan yang lebih setara dalam keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek. Praktik komunikasi dialogis meningkatkan partisipasi perempuan dalam manajemen ekonomi, pengambilan keputusan, dan berbagai kegiatan sosial, sehingga memperkuat ketahanan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi pemberdayaan adalah strategi perubahan sosial yang efektif karena membangun dialog, partisipasi, pemberdayaan, dan agensi yang berkelanjutan dalam kehidupan keluarga.
Analisis Resepsi Stuart Hall Pada Tayangan Youtube Narasi TV Episode Prabowo Menjawab Puput Juniar; Yulianti Fajar Wulandari; Ali Imron Hamid
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 03 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/annafi.v2i03.943

Abstract

This study aims to analyze the audience's reception position toward the “Prabowo Menjawab” episode on Narasi TV’s YouTube channel using Stuart Hall’s decoding theory. The research employs a qualitative approach through observation and interviews. A total of 30 comments were selected from 7,866 comments based on popularity (number of likes, replies, and posting time within the past two months), while interviews were conducted with four informants who had fully watched the video. The findings indicate that the majority of audiences occupy the oppositional decoding position, consciously rejecting the narrative and interpreting the program as a form of political image-building. Some audiences fall into the negotiated position, partially accepting the message while maintaining a critical stance toward its substance. Only a small portion of the audience demonstrates a dominant-hegemonic stance, showing full acceptance of the message. These results suggest that audiences are active in interpreting media content and that media constructions are not always received passively, but can be negotiated or even resisted.
PERAN EMPATIK DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK: STUDI KASUS FENOMENOLOGIS PADA PENGALAMAN TERAPIS PSIKOLOG DI RSUD ANUGERAH SEHAT AFIAT DEPOK Endri Choirunnisa; Yulianti Fajar Wulandari; Ali Imron Hamid
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 4 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/annafi.v2i4.1006

Abstract

Komunikasi terapeutik memiliki peran sentral dalam proses penyembuhan pasien, terutama ketika empati menjadi inti dalam interaksi antara terapis dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan peran empatik dalam komunikasi terapeutik di RSUD Anugerah Sehat Afiat Depok dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Metode ini digunakan untuk menggali pengalaman subjektif para terapis psikolog dalam membangun hubungan empatik dengan pasien. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati menjadi fondasi utama dalam komunikasi terapeutik, yang diwujudkan melalui perhatian penuh, pendengaran reflektif, sikap nonverbal yang menenangkan, serta penerimaan tanpa penilaian. Empati terbukti meningkatkan rasa aman, kepercayaan, dan keterbukaan pasien dalam proses terapi, sekaligus memperkuat motivasi penyembuhan. Temuan ini menegaskan tiga dimensi empati dalam praktik terapeutik, yaitu empati kognitif, afektif, dan perilaku, yang secara sinergis membentuk hubungan terapeutik yang manusiawi dan efektif. Penelitian ini juga memperkuat teori Hildegard Peplau tentang hubungan interpersonal terapeutik serta fenomenologi Schutz mengenai kesadaran intersubjektif dalam memahami pengalaman manusia. Dengan demikian, empati tidak hanya berfungsi sebagai respon emosional, tetapi juga sebagai keterampilan profesional dan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar praktik psikologi klinis modern. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan empatik bagi tenaga psikolog guna meningkatkan kualitas komunikasi terapeutik dan efektivitas penyembuhan pasien.
Makna Kehilangan pada Lirik Lagu “Satu Bulan” di Akun Resmi Youtube Bernadya Vicko Fabian Putra Pribadi; Yulianti Fajar Wulandari; Ali Imron Hamid
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i2.3502

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna kehilangan dalam lirik lagu 'Satu Bulan' karya Bernadya dan resepsi audiens Generasi Z terhadapnya. Musik, sebagai media interaktif, berperan dalam pembentukan identitas dan ekspresi isu sosial. Lagu 'Satu Bulan' relevan karena mengangkat tema kehilangan, kerinduan, dan keterpisahan emosional, yang banyak digunakan Generasi Z dalam unggahan media sosial. Generasi Z (lahir 1997-2012) selektif, ekspresif, dan responsif terhadap konten personal. Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis resepsi Stuart Hall, berfokus pada tiga posisi decoding: dominan-hegemonik, negosiasi, dan oposisi. Hasil menunjukkan mayoritas Generasi Z menginterpretasikan lagu sebagai refleksi mendalam atas kehilangan personal (orang tua, anak, kekasih). Resepsi negosiasi menyesuaikan makna dengan konteks pribadi, sementara resepsi oposisi menolak makna dominan atau menginterpretasikannya secara berbeda (humor/kritis). Studi ini berkontribusi pada pemahaman hubungan musik dan identitas emosional generasi muda, serta peran musik sebagai media refleksi dan penyembuhan.