Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KELOMPOK GURU DALAM MENGEMBANGKAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA BERBASIS ETNOREALISTIK Domu, Ichdar; Regar, Vivian Eleonara; Manangin, Susi Aryani; Mangelep, Navel Oktaviandy
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i3.260

Abstract

The development of Pancasila Student Profiles in Indonesia must be carried out from an early age. This needs to be done simultaneously with the help of teachers and parents as the spearheads in learning in the classroom and at home. This community service activity focuses on empowering teachers to develop projects to strengthen Pancasila student profiles based on ethnorealistic. Ethnorealism was chosen because it is suitable for learning in early childhood and is close to the context of local wisdom that is close to students. The implementation of this service uses the methods of socialization, training, application of technology, mentoring evaluation, and program sustainability. The results obtained include the development of ethnorealistic-based educational props as a learning medium, especially in developing projects to strengthen Pancasila student profiles at Menara Perlindungan Kindergarten. In addition, teachers at the Mitra School (Tower Protection Kindergarten) can develop projects to strengthen Pancasila student profiles based on ethnorealism. Then, in this service, there is also an increase in Pancasila values ​​in students' personalities through the learning activities that have been carried out
Penerapan Model Kooperatif Tipe Two Stay – Two Stray pada Pembelajaran Prisma dan Limas Bolongkod, Therza T.; Domu, Ichdar; Manurung, Ontang
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i1.2632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa, setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS, terhadap hasil belajar matematika siswa, pada materi prisma dan limas. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 4 Lolayan, tahun ajaran 2018/2019, pada tanggal, 7-16 Januari 2019. Penelitian ini merupakan eksperimen semu yang menggunakan rancangan penelitian One–Shot Case Study (studi kasus satu tembakan). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIA berjumlah 19 orang. Instrumen dalam penelitian, menggunakan tes uraian sebanyak 6 soal, sebagai posttest. Pengumpulan data diambil dari nilai posttest sesudah kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS. Analisis data menggunakan statistik uji parametrik, yakni uji t satu kelompok. Sebab, hasil pengujian normalitas menggunakan uji liliefors, diperoleh data menyebar normal. Berdasarkan hasil analisis data, pada taraf α=5% diperoleh thitung=2,3023 dan ttabel=1,7291 dimana thitung>ttabel. Sehingga, disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS, efektif dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Lolayan.
Desain Pembelajaran Peluang Menggunakan Permainan Ludo Sebagai Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Bawonseet, Mega P.; Domu, Ichdar; Salajang, Santje M.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.2658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan pembelajaran Peluang melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik, dengan permainan Ludo sebagai konteks pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian desain yang meliputi tahap desain pendahuluan, tahap eksperimen pembelajaran, dan tahap analisis retrospektif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 sebagai kelas pilot experiment, dengan jumlah siswa 31 orang, dan kelas VIII-1 sebagai kelas teaching experiment dengan jumlah siswa 22 orang di SMP Negeri 1 Bitung. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik memakai permainan Ludo sebagai konteks dapat meningkatkan kemampuan bernalar siswa dalam materi Peluang, terlebih khusus Peluang Empirik dan Peluang Teoretik.
Penerapan Simulasi Peer Teaching berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Keterampilan Dasar Mengajar Samosir, Rosauli N.; Domu, Ichdar; Jannah, Miftahul; Anggriani, Nita
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.9172

Abstract

Keterampilan dasar mengajar merupakan kemampuan yang harus dimiliki dan diterapkan setiap guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya agar dapat mengajar dengan efektif, efisien dan profesional. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dasar mengajar adalah dengan menerapkan simulasi Peer Teaching berbasis Lesson Study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan dasar mengajar mahasiswa setelah Simulasi Peer Teaching berbasis Lesson Study diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method, dengan desain penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V (lima) Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Manado (Unima) Tahun Akademik 2023/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan simulasi Peer Teaching berbasis Lesson Study dapat meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika Unima Tahun Akademik 2023/2024 dari persentase keberhasilan pada siklus I sebesar 80% menjadi 90% pada siklus II. Rata-rata keterampilan dasar mengajar mahasiswa juga mengalami kenaikan, dari nilai 72,7 menjadi 78,5 dengan kategori baik. Diharapkan simulasi Peer Teaching berbasis Lesson Study dapat menjadi alternatif bagi para pendidik atau lembaga pendidikan tinggi dalam meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru. Serta, temuan mengenai kendala yang dihadapi mahasiswa selama simulasi mengajar ini dapat dijadikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Model Pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) Pada Materi Relasi Dan Fungsi Songkilawang, Gracela Agnes; Domu, Ichdar; Tumalun, Nicky Kurnia
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2184

Abstract

Matematika memiliki peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Namun, banyak siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, sehingga minat mereka dalam mempelajarinya menurun. Salah satu penyebabnya adalah metode pembelajaran di kelas yang masih sering menggunakan model ceramah, yang membuat siswa kesulitan memahami materi yang disampaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS). Teknik pengumpuan data yakni observasi dan wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE dengan tiga tahapan (analysis, design, dan development). Data validasi menunjukkan bahwa bahan ajar mencapai presentase 83,75% dikategorikan layak, berdasarkan penilaian dosen pendidikan matematika, dan 93,33% dikategorikan sangat layak berdasarkan penilaian guru matematika. Hasil survey tanggapan siswa menunjukkan kategori sangat layak dengan presentase 87,40%. Implikasi dari hasil penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa lewat model pembelajaran yang inovatif.
Factors That Influence Students' Ability To Solve Mathematics Story Problems Ichdar Domu; Navel Oktaviandy Mangelep
International Journal of Mathematics and Science Education Vol. 1 No. 3 (2024): August : International Journal of Mathematics and Science Education
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijmse.v1i3.19

Abstract

This research aims to examine the factors that influence the ability of class IX junior high school students in Kotamobagu City, North Sulawesi Province, Indonesia, to solve story problems, both theoretical and applied. A total of two hundred and four students in the 2023/2024 academic year were selected using a double-phased cluster sampling technique. The research instrument used in this research was theoretical and applied mathematics story test questions created by researchers. The data obtained were analyzed using path analysis. The results of the analysis show that solving theoretical and applied mathematics story problems shows the same tendency, which is influenced both directly by mathematical numerical and verbal abilities and indirectly by the ability to create mathematical models. From these results, teachers must strive to improve numerical and verbal mathematical abilities because these two abilities, directly or indirectly through the ability to create mathematical models together, can improve students' abilities in solving theoretical and applied word problems.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BENTUK ALJABAR DI SMP NEGERI 2 TONDANO Apriyani, Rini; Domu, Ichdar; Sumarauw, Sylvia
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 2 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i2.1451

Abstract

This research was motivated by students' lack of self-confidence in expressing opinions when studying algebra material and students' low interest in studying mathematics, especially algebra material because it was considered difficult, resulting in reduced attention to the teacher's explanations and as a result academic decline. So the researchers applied the TGT model with the aim of The main objective is to examine differences in average mathematics learning outcomes by applying the Teams Games Tournament (TGT) type cooperative learning model to learning algebra material. This research uses a quasi-experimental approach. Class VII students for the 2023–2024 academic year of SMP Negeri 2 Tondano participated in this research. Two classes were used as research samples: VII-B as the experimental group and VII-C as the control group. Each group consists of 24 students. Standardized assessments developed with the aim of measuring learned material are used as educational tools. The t value of 4.442 was calculated using the t test at a significance level of 0.05, while the critical t value was 1.684. We can reject the null hypothesis (Ho) because the calculated t_value is greater than the t_table value. This shows that on average students whose teachers apply the Teams Games Tournament (TGT) teaching model obtain better results in class than teachers whose students do not apply this model.
Quantitative Validation of a Teacher Performance Measurement Model in Mathematics: Implications for Instructional Quality Ichdar Domu; Rosauli N. Samosir; Navel Oktaviandy Mangelep
International Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): International Journal of Educational Research
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijer.v2i2.341

Abstract

This study aimed to develop a competency-based performance evaluation model for mathematics teachers at the junior secondary level. Recognizing the crucial role of teacher quality in student achievement, the study focused on measurable aspects of performance, including content mastery, instructional management, and professional commitment. A quantitative approach was employed using a research and development (R&D) framework, supported by a quasi-experimental design with pretest-posttest control groups. Data were collected via structured questionnaires, classroom observations, interviews, and expert validations through focus group discussions. Statistical analyses included descriptive statistics, ANOVA, t-tests, and confirmatory factor analysis using SPSS and LISREL. The results indicated that the developed model effectively differentiated teacher performance across various school categories, with 45% categorized as good, 53% adequate, and 2% poor. Student achievement was positively correlated, with 82% achieving the minimum competency threshold. The factor analysis confirmed a valid measurement model: F1 = 0.505ZX1 + 0.475ZX2 + 0.308ZX3, explaining 57.92% of the variance in teacher performance. The findings suggest that teacher evaluation must integrate multidimensional competencies and contextual factors to be accurate and actionable. This study contributes a validated, data-driven evaluation framework aligned with national standards and global educational expectations, offering practical implications for policy, supervision, and teacher development.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI PADA PENYELESAIAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA SISWA SMP Polly, Lady Amanda; Domu, Ichdar; Tilaar, Anetha
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/defermat.v8i1.2265

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan literasi dan numerasi dalam menyelesaikan soal cerita siswa serta menganlisis kemampuan literasi dan numerasi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 39 siswa. Data dikumpul melalui kuesioner, tes tertulis dan wawancara. dimana pada hasil kuesioner dipakai untuk mengetahui pengalaman belajar siswa sebagai data pendukung untuk melakukan tes dan wawancara secara mendalam dengan beberapa siswa, sedangkan tes tertulis untuk menentukan hasil persentase kemampuan literasi dan numerasi dan wawanca dipakai untuk mengalisis kemampuan literasi dan numerasi, dari hasil persentase tes tertulis sebanyak 5% siswa memiliki kemampuan literasi dan numerasi cukup tinggi, sebanyak 8% siswa memiliki kemampuan literasi dan numerasinya sedang dan sebanyak 87% siswa memiliki kemampuan literasi dan numerasi sangat rendah
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATERI SEGITIGA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 TOMPASO Rambembuoh, Juani Rubby; Domu, Ichdar; Pesik, Aneke
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/defermat.v8i1.2281

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pembelajaran Discovery learning dan Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada materi Segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain Postest-Only Control Grup Design Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 27 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 27 siswa di SMP Negeri 2 Tompaso tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih secara acak. Data yang diperoleh adalah hasil posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen XE = 74,25 dan rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol XK = 46,07. pengujian data setelah menggunakan taraf nyata α =0,05 diperoleh diperoleh thitung = 9,32628 > ttabel = 1,675 dan disimpulkan H0 ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar siswa yang belajar menggunakan kooperatif Teams Games Tournament (TGT) pada materi segitiga lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Discovery learning.