Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran dengan Model Eliciting Activities (Meas) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Lessa Roesdiana; Nita Hidayati
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 2 (2020): Edisi Vol. 6 No. 2 Nopember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i2.1018

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menelaah pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran Model Eliciting Activities (MEAs) dengan yang memperoleh pembelajaran ekspositori. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretest-posttest control group designengan populasi penelitiannya yaitu kelas eksperimen IVD terdiri 37 orang dan kelas kontrol IVE terdiri 38 orang. Instrumen tes mencakup tes kemampuan penalaran matematik dengan indikator dan variabel yang diukur adalah tingkat kemampuan penalaran matematis yang meliputi nilai pretest, posttest dan n gain. Data diolah menggunkan Software SPSS versi 22 for Windows, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematik mahasiswa yang memperoleh pembelajaran MEAs lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran Ekspositori.Jadi dapat disimpulkan model pembelajaran MEAs dapat meningkatkan hasil belajar matematika khususnya mata kuliah Matematika Ekonomi.
Analisis Miskonsepsi Matematis Kelas IX SMPN 2 Teluk Jambe Barat Materi Kubus dan Balok Khairiah Rahmiati; Lessa Roesdiana
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v9i3.9468

Abstract

The research aims to describe students' mathematical misconceptions on cube and block based on the misconception indicators according to Sriati (in Ramadhan, 2017). This research uses qualitative research methods with descriptive research. The research subjects were 35 students of ninth grade at SMPN 2 Teluk Jambe Barat with data collection techniques is observations and tests. The results of the study, it was found that there were still many students with mathematical misconceptions on cube and block, both translation misconceptions, concept misconceptions, strategy misconceptions, systematic misconceptions, sign misconceptions. Based on the categorization formulated by Arikunto (2009), there were 29 students in medium category and 6 students in low category and no students in high category. The result of percentag subject.s mathematical misconceptions is 52.38% for translation misconceptions, 86.75% for concept misconceptions, 91.06% for strategy misconceptions, 68.92% for systematic misconceptions, and 88.90% for sign misconceptions.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA ONLINE ERA PANDEMI COVID-19 PADA MATEMATIKA Eka Putri Melania; Lessa Roesdiana; Haerudin Haerudin
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memahami efektivitas memanfaatkan media online di era pandemi covid-19 pada matematika, penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif deskriptif yang terfokus pada media online pembelajaran matematika. Populasi penelitian ini adalah 153 orang  mahasiswa, pelajar SD, SMP, SMA dan SMK di wilayah pulau Jawa pada matematika khususnya terhadap mahasiswa pendidikan matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Menggunakan metode survey dengan tetap memperhatikan homogenitas. Untuk instrumen yang dibagikan kepada responden mengenakan kuesioner pembelajaran daring. Analisis data yang diperoleh jika pembelajaran matematika dalam memanfaatkan media online sebagai sarana sangat efektif (7%), paling besar respoden memilih efektif dengan nilai (75%), sebagian dari mereka menilai kurang efektif senilai (9%) dan beberapa lainnya menilai cukup efektif (9%) cara meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara sebagai berikut: (1) Ketika membagikan bahas ajar sebaiknya lebih diringkas ; (2) Memperkecil ukuran video ketika membagikannya pada aplikasi chatting atau youtobe untuk menghemat kuota; (3) Menggunakan kreatifitas seperti animasi dan bahasa yang mudah dimengerti pelajar atau mahasiswa; (4) Membagikan bahan ajar sebelum memulai aktivitas pembelajaran; (5) Menyebarkan soal kepada seluruh siswa dalam bentuk berbeda tiap orangnya; (6) Ketika mengerjakan harus diberikan cara penyelesaiannya tentang hasil yang didapat; (8) Tepat waktu ; (9) Memberikan pesan singkat jika ada tugas dihari sebelumnya; (10) Menurunkan tugas pelajar atau mahasiswa. Kata-kata kunci: Media online, Pembelajaran dalam jaringan, Pandemi covid nineteen
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Pada Materi Teorema Phytagoras M Gina Auliah Ramdan; Lessa Roesdiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1996

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan penalaran siswa dalam menyelesaikan permasalahan pada materi teorema pythagoras dengan pengkategorian tingkat kemampuan penalaran matematis tinggi, sedang, dan rendah. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak 20 orang. Bentuk pengambilan data yaitu pemberian 5 butir soal tes tertulis pada subjek terpilih. Hasil penelitian ini menunjukan klasifikasi kemampuan penalaran matematis siswa diperoleh persentase sebesar 33,38% pada indikator membuat generalisasi untuk memperkirakan jawaban dan proses solusi; 20,43% pada indikator melakukan manipulasi matematika; 27,07% pada indikator menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis situasi matematika; dan sebesar 1,63% pada indikator penalaran menarik kesimpulan. Secara keseluruhan didapatkan hasil persentase sebesar 20,63% masuk dalam kriteria rendah.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PECAHAN PADA KELAS VIII SMP BUDI MULIA TELUKJAMBE Fityah Rahim; Lessa Roesdiana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki oleh siswa serta mengetahui faktor yang mnejadi penyebabnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa pada saat menyelesaikan soal persamaan garis lurus. Metode penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini sebanyak 33 siswa kelas VIII SMP Budi MuliaTelukjambe. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satupun siswa yang melampaui indicator dengan maksimal. Pada indicator memahami, beberapa siswa masih belum mampu untuk menuliskan informasi pada soal. Pada indicator menyusun rancangan masalah, beberapa siswa masih belum mengetahui operasi yang harus digunakan secara lengkap dan tepat. Pada indicator melakukan perhitungan, kebanyakan siswa masih belum mampu untuk menyelesaikan soal nomor 2. Dan pada indicator memeriksa kembali penyelesaian masalah, kebanyakan siswa belum mampu untuk menuliskan kesimpulan hasil akhir dari penyelesaian. Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab diantaranya yaitu tergesa-gesa, kurang teliti, belum memahami informasi pada soal, tidak terbiasa menuliskan informasi serta kesimpulan pada soal, dan kurang memahami konsep operasi hitung yang harus digunakan. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Soal Cerita.
ANALISIS CARA BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Indah Cahyani Putri; Lessa Roesdiana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:  penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan cara belajar matematika siswa kelas VII A SMP Budi Mulia tahun ajaran 2019/2020 di Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Budi Mulia yang terdiridari 33 siswa yang ditentukan dengan metode sampling jenuh. Teknik mengumpulkan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata jawaban secara keseluruhan ada 40%. Dapat disimpilkan hamper setengah siswa mempunyai cara belajar yang baik pada pembelajaran matematika. Kata-kata kunci: cara belajar, pembelajaran matematika, matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI HIMPUNAN Siti Zulaeha Dwi Lestari; Lessa Roesdiana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Berpikir erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari bagi manusia, berpikir untuk mengatasi permasalahan yang ada melalui penyelesaian yang tepat tanpa adanya kesalahan dan kendala. Dari jengjang TKA/RA, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi matematika merupakan mata pelajaran wajib yang tak terlepas dari proses berpikir. Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa menjadi salah satu kendala dalam pemebelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pembelajaran matematika pada materi himpunan terhadap kemampuan berpikir kiritis matematis siswa. Penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VII G pada SMP Negeri 3 Karawang Barat Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 36 siswa. Penelitian ini dilakukan melalui indikator kemampuan berpikir kritis matematis yang hendaknya diukur dengan kemampuan subjek dalam menjawab lima butir soal uraian. Setelah dilakukan analisis sesuai dengan indicator, data yang telah diperoleh diolah lebih lanjut untuk mengetahu persentase kategorisasi. Dari hasil analisis dan pengolahan data, pada pembelajaran matematika menunjukkan (0%) siswa berkemampuan berpikir kritis matematis pada kategori sangat baik, (0%) pada kategori baik, (0%) pada kategori cukup, (19,44%) pada kategori kurang, dan (80,55%) pada kategori sangat kurang. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa kelas VII G SMP Negeri 3 Karawang Barat masih sangat rendah.Kata kunci: Berpikir Kritis Matematis, Siswa SMP, Himpunan
Analisis Kesalahan Berdasarkan Kategori Watson dalam Menyelesaikan Permasalahan Persamaan Kuadrat Pada Siswa SMP Rina Mustika; Lessa Roesdiana
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.05 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2003

Abstract

Siswa kadang kala melakukan kesalahan dalam menyelesaikan persoalan matematika khususnya pada soal cerita, kesalahan tersebut diantaranya kesalahan penggunaan konsep, kesalahan penggunaan operasi matematika, tidak menuliskan kesimpulan akhir dan belum bisa memanipulasi rumus aljabar. Sehingga, kategori Watson menjadi indikator pada penelitian ini dalam menganalisis permasalahan tersebut. Dengan berdasarkan kategori Watson diharapkan mampu mengidentifikasi jenis dan mendeskripsikan kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal bentuk narasi atau cerita pada materi persamaan kuadrat. Siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Telukjambe Barat tahun ajaran 2021/2022 menjadi populasi dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan instrumen tes sebanyak 3 soal untuk memperoleh data yang diinginkan. Dari penelitian ini diperoleh persentase tertinggi kesalahan yang dilakukan oleh siswa berdasarkan kategori Watson yaitu pada hierarki keterampilan (skill hierarchy problem) sebesar 27,78%. Persentase tertinggi kedua yaitu kesalahan pada data tidak tepat (inappropriate data) sebesar 24,44%. Dan persentase tertinggi ketiga yaitu kesalahan kesimpulan hilang (omitted conclusion) sebesar 17,78%.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas IX SMP Pada Materi Translasi Sania Yulaistin; Lessa Roesdiana
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.842 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi translasi. Subjek dalam penelitian adalah 25 orang siswa kelas IX salah satu sekolah di Kabupaten Karawang Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil adopsi soal dari penelitian sebelumnya yang berupa lima buah soal uraian yang sudah divalidasi untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Hasil penelitian ini adalah kategori kemampuan pemahaman konsep matematis siswa didominasi oleh siswa dengan kategori kemampuan pemahaman konsep rendah sebesar 64%, siswa dengan kategori kemampuan pemahaman konsep sedang 28% sedang siswa dengan kemampuan pemahaman konsep tinggi sebesar 8%. Terdiri dari 14 siswa memiliki indikator kemampuan pemahaman konsep matematis menyatakan ulang sebuah konsep dan mengklasifikasikan objek menurut sifatnya, 15 siswa dapat memberikan contoh selain contoh dari konsep dan memilih prosedur yang tepat serta hanya 2 siswa yang memenuhi indikator mengaplikasikan konsep pada pemecahan masalah.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN MINAT BELAJAR SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING CICI PEBRIANTI; LESSA ROESDIANA
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan masih rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan minat belajar siswa dalam pembelajaran. Di dalam kurikulum 2013 ada beberapa model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan, salah satu diantaranya yaitu pembelajaran berbabis masalas(problem-based learning). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran problembased learning, serta mengetahui ada atau tidaknya perbedaan minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan model pembelajaran discovery. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan bentuk kelompok non ekuivalen. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Rawamerta dengan mengambil dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII C dan VII D yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran problem-based learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan minat belajar siswa. Kemampuan komunikasi dan minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem-based learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran discovery. Kesimpulan tersebut terlihat dari hasil analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dengan taraf signifikan ?  = 0,05 diperoleh nilai signifikan untuk kemampuan komunikasi matematis 0,005. Sedangkan nilai signifikan untuk minat belajar siswa 0,001