Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN MINAT BELAJAR SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING CICI FEBRIANTI; LESSA ROESDIANA; ADI IHSAN IMAMI
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan masih rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan minat belajar siswa dalam pembelajaran. Di dalam kurikulum 2013 ada beberapa model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan, salah satu diantaranya yaitu pembelajaran berbabis masalas(problem-based learning). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran problem-based learning, serta mengetahui ada atau tidaknya perbedaan minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan model pembelajaran discovery. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan bentuk kelompok non ekuivalen. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Rawamerta dengan mengambil dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII C dan VII D yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran problem-based learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan minat belajar siswa. Kemampuan komunikasi dan minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem-based learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran discovery. Kesimpulan tersebut terlihat dari hasil analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dengan taraf signifikan   = 0,05 diperoleh nilai signifikan untuk kemampuan komunikasi matematis 0,005. Sedangkan nilai signifikan untuk minat belajar siswa 0,001
IMPLEMENTASI MODEL BRAIN-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMA LISNA AGUSTINA; LESSA ROESDIANA; ADI IHSAN IMAMI
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model brain-based learning dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di MA Nihayatul Amal Purwasari dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive sampling dipilih kelas XI MIA (N = 33) sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model brain-based learning dan kelas XI IIS (N = 34) sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dan insturmen yang digunakan mencakup instrumen tes kemampuan penalaran matematis, setelah data dikumpulkan kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data, pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model brain-based learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Kata Kunci: kemampuan penalaran matematis, model brain-based learning
IMPLEMENTASI MODEL BRAIN-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMA LISNA AGUSTINA; LESSA ROESDIANA; ADI IHSAN IMAMI
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model brain-based learning dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di MA Nihayatul Amal Purwasari dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive sampling dipilih kelas XI MIA (N = 33) sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model brain-based learning dan kelas XI IIS (N = 34) sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dan insturmen yang digunakan mencakup instrumen tes kemampuan penalaran matematis, setelah data dikumpulkan kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data, pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model brain-based learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Kata Kunci: kemampuan penalaran matematis, model brain-based learning
PENGARUH MODEL SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUALY (SAVI) TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP Ratna Wulansari; Lessa Roesdiana; Adi Ihsan Imami
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang diberikan pembelajaran dengan model Somatic Auditory Visualitazion Intelectually (SAVI) lebih baik dari pada siswa yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung/biasa, penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Rengasdengklok Tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Metode yang digunakan yaitu ekperimen kuasi dengan desain noneequivalent pretest-posttest control grup desain yang melibatkan 60 siswa sebagai sampel yang terbagi dalam 2 kelas yaitu VIIB ( N = 30) dan VIIC ( N = 30). Penentuan sampel menggunakan purposive Sampling.        Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian kemampuan representasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran Somatic Auditory Visualitazion Intelectually (SAVI) (M= 68,068,  SD= 8.061) lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung/biasa dengan  (M= 59,738   SD= 10.395), pada z = -3,116 sig <  = 0,05. Dan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang menggunakan model Somatic Auditory Visualitazion Intelectually dengan  (M= 0,636,  SD = 0,089) lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung (M= 0,539   SD= 0,121), pada z = -3,475, sig <  = 0,05.Kata kunci: Model SAVI, dan Kemampuan Representasi Matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI BANGUN DATAR SEGI EMPAT Yuliawati Yuliawati; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1a (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat dan mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran matematika materi bangun datar segi empat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskripsi, pengumpulan data melalui observasi, tes tertulis dan wawancara,  data yang diperoleh berupa data kualitatif kemudian dianalisis secara deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP sebanyak 24 siswa. Berdasarkan hasil tes tertulis dalam pembahasan, hanya terdapat 9 siswa  yang mampu mencapai indikator fluency (kelancaran), 2 siswa yang mampu mencapai indikator flexibility (kelewesan), 7 siswa yang mampu mencapai indikator originality (keaslian), dan hanya 1 siswa yang mampu mencapai indikator elaboration (elaborasi). Serta berdasarkan hasil wawancara terdapat beberapa faktor penyebab rendahnya kemampuan berpikir keatif matematis yaitu siswa mengalami kesulitan dalam mengingat rumus luas suatu bangun datar, kesulitan dalam menginterpretasikan soal kedalam bentuk gambar, dalam menyelesaikan permasalahan matematika siswa hanya terpaku dengan satu konsep, kesulitan dalam membedakan konsep luas dan keliling bangun datar dalam kehiduapan sehari-hari. Sehingga berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP kelas VIII pada materi bangun datar segi empat mencapai kategori rendah.Kata kunci: Bangun Datar Segi Empat, Berpikir Kreatif Matematis
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Pada Materi Operasi Aljabar Fiscar William Gultom; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan penalaran matematis bagi siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal-soal  berkaitan dengan materi operasi aljabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP di Karawang sebanyak 39 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis berupa soal uraian tes kemampuan penalaran matematis sebanyak 4 soal dan hasil wawancara dengan subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 orang siswa pada kategori kemampuan penalaran matematis tinggi, 2 orang siswa pada kategori kemampuan penalaran matematis sedang dan 32 orang siswa pada kategori kemampuan penalaran matematis rendah. Dapat disimpulkan bahwa hasil jawaban siswa pada kelas tersebut memperlihatkan gambaran kemampuan penalaran matematis siswa perbutir soal berbeda-beda serta indikator kemampuan penalaran matematis belum tercapai.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP Pada Materi Bangun Datar Segi Empat Mahfuziah Rusfiana; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya kemampuan pemahaman matematis siswa terhadap materi bangun datar segi empat pada siswa SMP, yang  menyebabkan penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal bangun datar segi empat berdasarkan indikator pemahaman matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis jawaban siswa dari instrumen yang diberikan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes tertulis dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-I SMP di Karawang Barat sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 soal materi bangun datar segi empat berdasarkan indikator pemahaman matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa tidak mengingat rumus bangun datar segi empat serta melakukan kesalahan dalam  menentukan sifat-sifat dari bangun datar segi empat. Sehingga diperoleh bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar segi empat masih rendah, dimana belum ada siswa yang dapat memenuhi ke 3 indikator pemahaman matematis yang diberikan.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Pada Materi Segiempat dan Segitiga Ayu Arlin Yustika; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan representasi matematis sangat diperlukan untuk dapat memahami suatu permasalahan matematis yang dapat mengubah suatu permasalahan dari abstrak menjadi konkret. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada siswa SMP kelas VIII khususnya materi segiempat dan segitiga. Kemampuan representasi matematis yang akan dideskripsikan ditinjau dari kemampuan representasi visual, representasi persamaan atau ekspresi matematis dan representasi kata atau teks tertulis. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa, observasi, tes bentuk uraian dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa siswa memiliki kecenderungan lebih mampu menyelesaikan suatu masalah pada soal representasi persamaan atau ekspresi matematika dan representasi kata atau teks tertulis dibandingkan dengan kemampuan representasi visual. Dapat disimpulkan bahwa 1) Kemampuan representasi visual siswa dalam menyelesaikan soal dikategorikan kurang dan memperoleh persentase sebesar 36,84%, 2) kemampuan representasi persamaan atau ekspresi matematis siswa dalam menyelesaikan soal dikategorikan baik dan memperoleh persentase sebesar 31,57% dan 3) kemampuan representasi kata atau teks tertulis siswa dikategorikan cukup dan memperoleh persentase sebesar 47,36%. 
Analisis Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Siswa SMP Pada Konten Geometri Novita Sari; Lessa Roesdiana; Redo Martila Ruli
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa merupakan salah satu aspek dalam pembelajaran matematika yang perlu dikembangkan, mengingat pentingnya kemampuan berpikir kreatif bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal-soal pada konten geometri. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dalam bentuk uraian yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan indikator kelenturan (flexibility), kelancaran (fluency), keaslian (originality), elaborasi (elaboration). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan  tes tertulis dan wawancara, dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa SMP disalah satu sekolah di Karawang, yang nantinya diberi soal tes kemudian dipilih 3 siswa berdasarkan hasil jawabannya, dengan mempertimbangkan jawaban siswa yang tingkat kemampuan berpikir kreatif matematisnya tinggi, sedang, dan rendah untuk selanjutnya mengikuti wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 2 orang siswa kategori kreatif, 17 orang siswa kategori kurang kreatif, dan 1 orang siswa tidak kreatif.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Menyelesaikan Soal Materi Garis dan Sudut Pada Siswa SMP Delia Al Fanny; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat penting bagi peserta didik, karena dengan kemampuan ini siswa mampu bersikap rasional dan memilih alternatif pilihan yang terbaik bagi dirinya. Menanamkan kebiasaan berpikir kritis bagi peserta didik perlu dilakukan agar mereka dapat mencermati berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya, menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa SMP masih rendah dibawah rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis peserta didik serta memperoleh data dan informasi, dalam menyelesaikan soal pada materi garis dan sudut. Penelitian ini,menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta tes menggunakan soal uraian. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut adalah berupa tes kemampuan berpikir kritis. Pengambilan data diperoleh dengan metode tes tertulis yang kemudian dianalisis berdasarkan rekapitulasi tes kemapuan berpikir kritis. Dari paparan hasil jawaban siswa serta hasil wawancara, bahwa ada siswa yang dapat menyelesaikan soal lebih dari satu, ada siswa yang tidak terbiasa dengan soal kemampuan pemecahan masalah, ada siswa yang mampu menyelesaikan soal dengan petunjuk yang ada, ada pula siswa yang tidak dapat menginterpretasikan soal dengan baik. Sehingga simpulan yang diperoleh dari hasil observasi ini adalah, kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.