Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Learning Obstacle Siswa SMP Pada Materi Segiempat dan Segitiga Rafikha Ratna Sari; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar yang ada dalam pelaksanaannya kadang kala tidak semua siswa dapat mengikuti dan mengerti dengan mudah. Pada umumnya guru menyampaikan materi dengan mengacu pada bahan ajar dan terkadang tidak memperhatikan learning obstacle yang siswa alami. Oleh karena itu penting mengadakan sebuah penelitian yang mengkaji tentang learning obstacle. Sehingga pembelajaran yang dirancang berdasarkan learning obstacle akan menciptakan proses pembelajaran yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis learning obstacle matematika siswa SMP terkait dengan materi segiempat dan segitiga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang memahami kejadian atau gejala sosial dengan lebih memfokuskan pada gambaran yang lengkap tentang kejadian yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII sebanyak 35 orang dan diambil beberapa siswa untuk diwawancara. Penelitian dilakukan di salah satu SMP yang ada di Karawang, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tertulis dan pedoman wawancara.
ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT KELAS VII Humayda Zein; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dari jawaban siswa dalam menyelesaikan soal sesuai dengan ranah kognitif Taksonomi Bloom pada materi bangun datar segiempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui tes dan wawancara. Partisipan terdiri dari 34 siswa kelas VIII. Pedoman yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar instrumen klasifikasi soal pada masing-masing level ranah kognitif Taksonomi Bloom.Terdapat enam level ranah kognitif  diantaranya: Aspek pengetahuan C1, aspek pemahaman C3, aspek aplikasi C3, aspek analisis C4, aspek sintetis C5 dan aspek evaluasi C6. Dari keempat level soal yang diuji cobakan, siswa mengalami kelemahan pada level pemahaman C2 yang memiliki persentase paling rendah diantara keempat level tersebut. Berdasarkan analisis data, diperoleh presentase 73,53% untuk pengetahuan C1, 35,29% untuk pemahaman C2, 64,70%  untuk aplikasi C3 dan 82,35% untuk analisis C4.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Anugrah Dwi Ayu Lestari; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1e (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam proses pembelajaran matematika untuk menyelesaikan permasalahan matematis adalah kemampuan berpikir kritis matematis. Artikel ini merupakan studi awal untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX salah satu sekolah di Kabupaten Karawang Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah soal tes yang telah divalidasi untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis dengan bentuk uraian. Hasil penelitian ini menunjukan nilai hasil tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan kategori tinggi sebesar 25%, pada kategori sedang sebesar 45% dan pada kategori rendah sebesar 30%. Dengan rata-rata indikator kemampuan berpikir kritis matematis siswa yaitu sebesar 39,25%.
META ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Safa Sabela; Lessa Roesdiana
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 5, No 5 (2022): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v5i5.10999

Abstract

Until now, research on the application of guided inquiry learning models to students understanding of mathematical concepts has been carried out with varying finding. Therefore, a meta analysis study was conducted to verify the overall effect of the guided inquiry learning model on students understanding of mathematical concepts. By investigating Google dan Google Scholar databases and using predetermined keywords, 13 scientific papers were obtained. Of the 13 scientific papers, based on the inclusion criteria, 10 scientific papers were worthy of analysis. The analysis of scientific papers was carried out using the effect size index from the Hedges’g equation and the JASP software using a fixed effects model to determine the overall effect size estimate. The results obtained that the overall effect size from the application of the guided inquiry learning model to students understanding of mathematical consepts is 0,645 with a standard error of 0,084 and it is proven that this research is not indicated by publication bias. Thus, this study indicates that the application of the guided inquiry learning model is quite effective in improving students understanding of mathematical concepts because it has a fairly high positive effect.
Pemanfaatan Bahan Ajar Berbasis Blended Learning Pada Siswa SD Nita Hidayati; Lessa Roesdiana; Betha Nurina Sari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.189 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2614

Abstract

The era of the industrial revolution 4.0 is marked by the acceleration of technological development. Nowadays, people are very dependent on technology in carrying out their daily activities. Especially in the learning process known as online learning, this method was applied massively during the covid-19 pandemic. This forces teachers, lecturers and education practitioners to innovate and be creative to develop technology-based teaching materials, which can then be used to achieve learning objectives. However, the facts on the ground show that almost all teachers in schools carry out conventional learning processes and seem boring to students. Based on the problems faced by partners, the solution offered is to accommodate technological developments (e-learning) without having to leave face-to-face learning (face-to-face) here must be an appropriate teaching organization strategy, teaching delivery, and teaching quality, namely by blended learning. The output of the activity is implementing an innovative learning system that is in accordance with current developments, for example blended learning, another outcome is the development of blended learning-based teaching materials that can facilitate students in education. The implementation method is carried out by applying blended learning and compiling teaching materials based on blended learning in order to improve student learning outcomes. Era revolusi industri 4.0 ditandai dengan percepatan perkembangan teknologi. Saat ini, masyarakat sangat tergantung dengan teknologi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Khususnya pada proses pembelajaran dikenal dengan online learning, metode ini diterapkan secara massif selama pandemi covid-19. Hal ini memaksa para guru, dosen dan praktisi pendidikan agar berinovasi dan berkreasi untuk mengembangkan bahan ajar berbasis teknologi, kemudian dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun fakta dilapangan menunjukkan hampir semua guru di sekolah melaksanakan proses pembelajaran secara konvensional dan terkesan membosankan bagi siswa. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, maka solusi yang ditawarkan adalah mengakomodasi perkembangan teknologi (e-learning) tanpa harus meninggalkan pembelajaran secara tatap muka (face-to-face) haruslah ada strategi pengorganisasian pengajaran, penyampaian pengajaran, dan kualitas pengajaran yang tepat, yaitu dengan blended learning. Luaran dari kegiatan yaitu menerapkan sistem pembelajaran inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini misalnya blended learning, luaran lainnya adalah dikembangkan bahan ajar berbasis blended learning yang dapat memfasilitasi siswa dalam pendidikan. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan menerapkan blended learning dan menyusun bahan ajar berbasis blended learning agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pemanfaatan Model Pembelajaran Projek berbantuan Animasi pada Siswa SD Nita Hidayati; Lessa Roesdiana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.974 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2104

Abstract

ABSTRACTThe curriculum has an important role in the learning process. In the classroom, knowledge must be understood not only by the teacher but also by all students. Here's where teacher-student collaboration comes into play. Students' potential must be developed through the use of an innovative and constructive learning strategy that will improve students' capacity to understand the subject matter. One way to make it happen is by applying a learning model that is in accordance with the new paradigm of education, learning that can increase student activity in the learning process and maximize the interaction between learning components. One alternative to optimize the learning process is the Project Based Learning model. Students will understand better if the teacher in learning uses concrete objects/animations that resemble the actual atmosphere. To support the implementation of the Project Based Learning model, one of the media that can be used is animation media.  Based on these problems, we intend to organize the preparation of animated learning media in a project-based learning model for elementary school students.  The method used is the method of approach and method of implementation. The output targets of this activity are: increasing the mastery and skills of teachers in the preparation of learning media. The result of this activity is there are addition of new knowledge for teachers in the preparation of learning media, which with this knowledge can facilitate students in learning mathematics. Keywords: Animation Learning Media, Project Based Learning Model, Mathematics Learning Outcomes ABSTRAKKurikulum memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Di dalam kelas, pengetahuan harus dipahami tidak lagi hanya pada guru tetapi juga pada semua siswa. Di sinilah kolaborasi antara guru dan siswa masuk. Potensi siswa harus dikembangan melalui penerapan model pembelajaran inovatif dan konstruktif yang nantinya akan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Salah satu cara untuk mewujudkannya dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan paradigma baru pendidikan, pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan memaksimalkan interaksi antara komponen pembelajaran. Salah satu alternatif untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, yakni model Project Based Learning.  Siswa akan lebih mengerti dan paham jika guru dalam pembelajaran menggunakan benda konkret/animasi menyerupai suasana sebenarnya. Untuk mendukung penerapan model Project Based Learning maka salah satu media yang dapat digunakan adalah media animasi. Atas dasar permasalahan tersebut kami bermaksud akan mengadakan penyusunan media pembelajaran animasi dalam model pembelajaran berbasis projek bagi SD. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan dan metode pelaksanaan. Target luaran kegiatan ini menambah penguasaan dan keterampilan guru dalam penyusunan media pembelajaran. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya penambahan pengetahuan baru bagi guru dalam penyusunan media pembelajaran, yang mana dengan pengetahuan ini dapat mempermudah siswa dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci: Media Pembelajaran Animasi, Model Pembelajaran Berbasis Projek, Hasil Belajar Matematika  
Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Animasi Materi Waktu pada Siswa SD Nita Hidayati; Lessa Roesdiana; Betha Nurina Sari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.999 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i1.1239

Abstract

Pandemic of Covid-19 has a major impact in various sectors, one of which is the education sector. The educators must make sure that teaching and learning activities are still running, even though students are at home. The solution, educators are required to design learning media as an innovation by utilizing online media. Information technology-based learning media can train students' independence. One of them is animation interactive learning media. From the idea of these problems, we shall conduct training on the preparation of animation-based interactive learning media for primary school teachers in Karawang District. the strategy used is that the method of approach and method of implementation. The target output of this activity is to extend the mastery and skills of teachers within the preparation of instructional media. The results of this training is that the addition of recent knowledge for the teacher within the preparation of instructional media, so that this knowledge can make it easier for students in learning mathematics. Pandemi Covid-19 berdampak besar pada berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Media pembelajaran berbasis teknologi informasi dapat melatih kemandirian siswa. Salah satunya adalah media pembelajaran interaktif animasi. Atas dasar permasalahan tersebut kami bermaksud akan mengadakan pelatihan penyusunan media pembelajaran interaktif berbasis animasi bagi guru SD di kabupaten karawang. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan dan metode pelaksanaan. Target luaran dari kegiatan ini adalah: menambah penguasaan dan keterampilan guru dalam penyusunan media pembelajaran. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya penambahan pengetahuan baru bagi guru dalam penyusunan media pembelajaran, yang mana dengan pengetahuan ini dapat mempermudah siswa dalam pembelajaran matematika.
Implementasi Modul Kewirausahaan berbasis Project Based Learning (PBL) pada UMKM Desa Karyamukti Lessa Roesdiana; Nita Hidayati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.901 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2197

Abstract

ABSTRACTEntrepreneurship during the COVID-19 pandemic will be difficult if there is no development in its implementation. Therefore, to improve the ability of entrepreneurs, especially SMEs in Karyamukti Village, the authors consider it necessary to implement a Project Based Learning-based entrepreneurship module with the hope that the results of the implementation of this module will provide benefits for entrepreneurs in Karyamukti Village. The method used in this service activity is the approach and implementation method. The purpose of this service activity is to increase mastery and entrepreneurial skills in developing products or businesses being run. The result of the implementation of this module is the addition of new knowledge for entrepreneurs in product development and business marketing strategies, which with this knowledge can facilitate entrepreneurs in business development during the COVID-19 pandemic. Keywords: Implementation, Entrepreneurship Module, Project Based Learning ABSTRAKBerwirausaha pada masa pandemi COVID-19 akan sulit dilakukan jika tidak ada pengembangan dalam pelaksanaanya. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kemampuan para wirausahawan khususnya UMKM di Desa Karyamukti, penulis memandang perlu untuk mengimplementasikan modul kewirausahaan berbasis Project Based Learning dengan harapan agar hasil dari implementasi modul ini akan memberikan manfaat bagi para wirausahawan di Desa Karyamukti. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pendekatan dan pelaksanaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menambah penguasaan dan keterampilan wirausaha dalam mengembangkan produk atau usaha yang dijalankan. Hasil dari implementasi modul ini adalah adanya penambahan pengetahuan baru bagi wirausahawan dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran usaha, yang mana dengan pengetahuan ini dapat mempermudah wirausahawan dalam pengembangan usaha di masa pademi COVID-19. Kata Kunci: Implementasi, Modul Kewirausahaan, Project Based Learning
Analisis Kemandirian Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas Xll SMA Muhamad Subhan Aryandi; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ialah siswa SMA di Kabupaten Bekasi dengan subjek yang diteliti adalah 32 orang siswa kelas XII MAN 1 Bekasi. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini ialah memberikan angket kemandirian belajar yang terdiri dari 25 pertanyaan dengan 4 indikator yang di antaranya Kesadaran Akan Tujuan Belajar, Kesadaran Akan Tanggung jawab Belajar, Kontunitas Belajar, dan Keaktifan Belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan rumus persentase jawaban siswa dan dideskripsikan menggunakan kriteria penafsiran presentase jawaban. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa di kelas XII MAN 1 Bekasi dengan total presentase antara 29.6% - 83.2%.
Analisis Lingkungan Belajar pada Pembelajaran Matematika di SMA Sondha Wasistha; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan belajar merupakan sebuah kondisi yang dapat mempengaruhi karakter subjek didalam pembelajaran. Lingkungan belajar menjadi salah satu faktor pendukung terpenting bagi siswa dalam menunjang suatu keberhasilan pembelajaran matematika. Semakin suportif lingkungan belajar siswa, maka semakin meningkat keberhasilan pembelajaran yang siswa dapatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui situasi dan kondisi lingkungan belajar pada pembelajaran Matematika di SMA. Penelitian ini dilakukan di sekolah SMA Negeri 4 Karawang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan data diperoleh dengan metode tes angket untuk menentukan indikator yang sangat mempengaruhi pembelajaran matematika siswa yang kemudian dianalisis situasi dan kondisi lingkungan belajar siswa, Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Karawang Tahun Pelajaran 2022/2023 sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian ini adalah (1) menunjukkan bahwa rata-rata situasi dan kondisi lingkungan belajar yang dimiliki siswa masih terbilang kurang baik.