Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA MATERI ALJABAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Omiyati Oman Putri; Lessa Roesdiana
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 6, No 2 (2023): Maret
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v6i2.16905

Abstract

This research was conducted based on the results of observations. Many students still make mistakes in solving math problems which have an impact on their ability to understand mathematical concepts. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were Grade VIII students and had a sample of 38 students who were selected by purposive sampling on students with high, medium, and low ability levels and focused on algebraic material. The instrument used in data collection was a test instrument for understanding mathematical concepts in the form of a description of 7 questions. Data were analyzed with a rubric of 3 scale which was processed using Microsoft Excel 2010 (Version 14.0). The results showed that in solving algebraic problems students made many mistakes due to lack of thoroughness and carelessness of 16 students, 13 students made conceptual errors, 12 students made process skill errors, 7 students made notation errors, and 7 students made mistakes. understand the questions as many as 6 students. Factors that cause these errors are the lack of attention in solving problems, students' reluctance to participate in the learning process, and students' understanding of algebra material.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Soal Cerita Bilangan Bulat Seli Marselina; Lessa Roesdiana
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di SMPN 5 Cipatujah, Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan instrumen tes dan observasi. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas VII A sebanyak 25 orang. Tes yang diberikan yaitu tes tertulis berupa soal sebanyak 3 butir soal cerita mengenai operasi hitung bilangan bulat. Penyelesaian soal yang diberikan sesuai dengan indikator kemampuan pemecahan maslah matematis menurut Polya, yaitu : (1) memahani masalah (2) menyusun rencana penyelesaian (3) melakukan rencana penyelesaian (4) memeriksa kembali. Pada hasil penelitian diperoleh tingkatan kemampuam pemecahan masalah matematis siswa, 12% siswa dengan kemampuan tingkat tinggi yaitu sebanyak 3 orang, 8% siswa dengan kemampuan tingkat sedang yaitu sebanyak 2 orang, dan 80% siswa dengan kemampuan tingkat rendah yaitu sebanyak 20 orang. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII A SMPN 5 cipatujah masih tergolong rendah.
Mathematics Beliefs of Secondary School Students: A Systematics Reviews Lessa Roesdiana
Journal of Research in Science and Mathematics Education (J-RSME) Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jrsme.v2i1.245

Abstract

Purpose: This systematic review aims to explore the mathematics beliefs of secondary school students. Specifically, the study aims to identify the most commonly held mathematics beliefs by secondary school students and explore the factors that influence these beliefs. The review also aims to discuss the implications of the findings for educators and researchers. Methodology: The review included 27 studies, which were conducted between 2010 and 2021, and focused on mathematics beliefs of students in grades 7-12. The studies were conducted in various countries, including the United States, China, Turkey, and Iran. Findings: The results of the review suggest that mathematics beliefs of secondary school students are influenced by various factors, including gender, ethnicity, previous academic performance, teacher expectations, and cultural beliefs. Significance: Additionally, the review found that mathematics beliefs can impact students' academic achievement and their attitudes towards mathematics. Based on the findings of the review, recommendations for future research and educational practice are provided.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURU Rizal Priatna; Lessa Roesdiana; Hanifah Hanifah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v7i1.178

Abstract

Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya pemahaman konsep siswa terhadap pembelajaran matematika di kelas VIII hal ini perlu di teliti secara baik oleh peneliti dan di tinjau dari kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis pemahaman konsep matematis dan kemandirian belajar siswa pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di lakukan di MTS Miftahulhuda tegal waru Karawang, yang di lakukan di kelas VIII semester ganjil Tahun ajaran 2021-2022. Sample pada penelitian ini berjumlah 8 orang. Instrumen pada penelitian ini berupa soal untuk mengukur pemahaman konsep matematis dan angket untuk mengukur kemandirian belajar siswa. Kesimpulan dari hasil penelitian: (1) Pada pemahaman konsep matematis, siswa rata-rata mempunyai pemahaman yang cukup dimana sebagian siswa dapat mengerjakan soal yang di berikan walau belum sesuai dengan indikator pemahaman konsep (2)kemandirian belajar yang di miliki siswa rata-rata kategori sedang dimana kemandirian belajar siswa terbilang cukup baik (3) Siswa dengan pemahaman konsep kategori tinggi mempunyai kemandirian belajar kategori tinggi, siswa dengan pemahaman konsep kategori sedang mempunyai kemandirian belajar kategori sedang, dan siswa dengan pemahaman konsep rendah mempunyai kemandirian belajar sedang dan rendah.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII Tentang Bangun Datar Ditinjau Dari Teori Van Hiele Bella Lorentina; Lessa Roesdiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4693

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang berada di dalam diri seorang siswa dalam rangka menggunakan proses berpikir untuk memecahkan permasalahan dengan cara mengumpulkan fakta, informasi maupun alternatif yang lain, serta menentukan pemecahan masalah yang paling efektif. Tujuan penelitian ini untuk memahami tingkat kemampuan dalam memecahkan permasalahan dikaji menurut Teori Van Hiele pada siswa SMP dengan materi bangun datar. Subjek penelitian berjumlah 16 orang siswa yang dilakukan secara purposive sampling. Disamping itu, instrumen yang digunakan berupa tes essai. Dari penelitian ini, diperoleh hasil sebesar 18.75% yang berada pada kategori sangat tinggi, dimana siswa mampu memenuhi 4 indikator penilaian. Selanjutnya, 31.25% siswa berada pada kategori tinggi karena mereka hanya dapat memenuhi 3 indikator penilaian. Lalu 34.75% siswa berada pada kategori rendah karena mereka hanya dapat memenuhi 2 indikator penilaian. Terakhir terdapat 6.25% siswa berada pada kategori sangat rendah dikarenakan mereka hanya mampu memenuhi 1 indikator atau tidak sama sekali.
Kesalahan Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Tiara Vemmy Ramadhani; Lessa Roesdiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5056

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran sekolah yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, dalam belajar matematika, siswa dibekali kemampuan memecahkan masalah kontekstual yang sering ditemukan dalam aktivitas kesehariannya. Namun banyak ditemukan siswa yang masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika, sehingga diperlukan suatu kajian untuk menelaah kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang membuat siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang ditinjau dari indikator kemampuan pemecahan masalah. Siswa kelas IX SMPIT Al-Mu’min dengan Tahun Pelajaran 2022/2023 menjadi populasi dalam penelitian ini. Data diambil dengan menggunakan random sampling, dan diperoleh siswa kelas IX yang berjumlah 20 siswa. Data diambil dengan menggunakan metode tes untuk menentukan kemampuan pemecahan masalah siswa, lalu dianalisis dengan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kesalahan dalam memahami masalah sebesar 3.75%; 2) Kesalahan dalam merencanakan penyelesaian sebesar 19.00%; 3) Kesalahan dalam menyusun model matematika sebesar 6.25%; 4) Kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah sesuai rencana sebesar 8.00%; 4) Kesalahan melakukan pengecekan jawaban sebesar 19.50%.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Lilisantika; Lessa Roesdiana
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.5480

Abstract

Dalam pembelajaran, sebagian besar siswa SMA kurang memahami langkah-langkah penyelesaian masalah matematika khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Soal cerita dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan penguasaan materi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa saat menyelesaikan soal-soal SPLTV serta mengetahui kesulitan dan faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 96 Jakarta yang berjumlah 59 siswa. Metode pengumpulan data dengan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan langkah Polya adalah 48,19 dan berada pada kategori cukup baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu: (1) Siswa dengan kemampuan tinggi dapat memenuhi tiga indikator pemecahan masalah, (2) Siswa dengan kemampuan sedang dapat memenuhi dua indikator. pemecahan masalah, (3) Siswa dengan kemampuan rendah hanya dapat menyelesaikan satu indikator pemecahan masalah. Penyebabnya adalah siswa kesulitan memahami soal, kesulitan  melakukan operasi hitung sehingga tidak dapat menyelesaikan penyelesaian dengan benar, dan tidak terbiasa memeriksa kembali jawaban. Faktor yang mempengaruhi diantaranya kurang aktif dalam proses pembelajaran dan kurang memperhatikan guru ketika menjelaskan.
Analisis Disposisi Matematis Siswa Pada Masa Pembelajaran Luring Setelah Pandemi Covid-19 Hanna Istivarati; Lessa Roesdiana
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.5637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis setiap indikator dari disposisi matematis yang dialami oleh siswa selama pembelajaran luring setelah pandemi COVID-19. Metode penelitian dari peneitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen non-tes adopsi berupa survei angket penelitian dilakukan kepada siswa-siswi kelas X dan Kelas XII dari SMK Al-Ikhlas Batujaya sebanyak 26 responden. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan pengisian angket yang dibagikan kepada para responden melalui link Google Form. Untuk pengolahan data peneliti menggunakan penghitungan skala likert dengan menghitung persentase dari setiap indikator disposisi matematis. Dari hasil data penelitian terlihat bahwa disposisi matematis siswa pada masa pembelajaran luring setelah pandemi COVID-19 dinyatakan TINGGI dengan persentase 71,54% untuk indikator “Rasa Percaya Diri”, 62,82% untuk indikator “Rasa Diri Mampu”, 78,85% untuk indikator “Rasa Ingin Tahu”, 75,13% untuk indikator “Rajin dan Tekun”, 75,77% untuk indikator “Fleksibel”, 77,50% untuk indikator “Reflektif”. Serta, rata-rata dari semua indikator disposisi matematis siswa persentasenya sebesar 73,60%.
Pemanfaatan E-Modul Kewirausahaan Berbasis Android Lessa Roesdiana; Nita Hidayati; Karina Chintya Lestari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5574

Abstract

Kurangnya pengetahuan mengenai peningkatan teknologi yang digunakan dalam pemasaran membuat para UMKM Desa Cemarajaya memiliki daya saing yang kurang. Para pelaku UMKM Desa Cemarajaya masih memiliki kendala dalam branding produk yang belum maksimal, lingkungan pemasaran yang belum luas, koperasi desa yang tidak berjalan dan belum adanya pembukuan kas untuk menghitung pendapatan dan pengeluaran secara terperinci. Oleh karena itu, Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan perubahan yang berdampak pada peningkatan daya saing UMKM yang diiringi dengan meningkatnya pengetahuan dan kemampuan memecahkan masalah dalam berwirausaha. Pelaksanaan kegiatan PkM ini dilakukan dengan melakukan pelatihan pembuatan desain branding produk, membuat banner produk, pembukuan debit kredit, dan promosi produk ke sosial media, serta memperkenalkan aplikasi yang berisi pemasaran produk UMKM Desa Cemarajaya. Pelatihan digital marketing atau promosi secara online ini diharapkan dapat digunakan untuk memperoleh konsumen, mempromosikan produk, memelihara konsumen, serta meningkatkan penjualan yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan UMKM. Hasil yang didapat dari kegiatan ini, para pelaku UMKM jadi memiliki pengetahuan baru mengenai materi-materi yang disampaikan, serta mendapatkan aplikasi android secara gratis yang telah dibuatkan oleh penulis, sehingga dapat digunakan untuk memperluas lingkungan pemasaran
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMA Pada Materi Turunan Fungsi Aljabar Alifatul Fitria Az Zahra; Lessa Roesdiana
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA pada salah satu sekolah di kabupaten Karawang pada materi turunan fungsi aljabar dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI semester genap tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes esai untuk memperoleh data kemampuan berpikir kreatif matematis, dari pemberian tes pada materi turunan fungsi aljabar yang telah divalidasi secara empirik. Untuk melihat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa digunakan 4 indikator yaitu 1). Kelancaran (fluency); 2). Keluwesan (flexibility); 3). Keaslian (originality); 4). Keterincian (elaboration). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis presentase dengan bantuan microsoft office excel 2007. Berdasarkan analisis data diperoleh untuk indikator kelancaran (fluency) sebesar 48,3%, keluwesan (flexibility) sebesar 45%, keaslian (originality) sebesar 41,7%, dan keterincian (elaboration) sebesar 41,7%. Setelah dilakukan analisis tersebut peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa masuk kedalam kategotri sedang.