Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Diamond Pada Frekuensi 500-3000 Mhz Untuk Aplikasi Radar Penembus Dinding Raditya Aprilyan Taviyasa; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi khususnya teknologi radar memiliki peranan penting di berbagai sarana diantaranya sipil, militer, kesehatan, transportasi dan lain-lain. Salah satu komponen penting dari aplikasi radar penembus dinding adalah antena. Antena radar penembus dinding harus memiliki bandwidth yang sangat lebar (Ultra-Wideband UWB) untuk menghasilkan kemampuan penetrasi dinding yang baik. Pada tugas akhir ini telah dirancang antena mikrostrip menggunakan patch diamond. Proses perancangan patch diamond menggunakan bahan FR-4 Epoxy dengan nilai (ɛr = 4.3 dan h = 1,6 mm). Penggunaan patch diamond memiliki keunggulan seperti perancangan dimensi yang simpel serta mudah untuk mendapatkan bandwidth yang lebar. Hasil simulasi antena mikrostrip patch diamond memiliki bandwidth sebesar 2110 MHz pada rentang 890-3000 MHz. Sedangkan hasil realisasi memiliki bandwidth sebesar 2010 MHz pada rentang 990-3000 MHz. Hasil beberapa parameter antena lainnya pada simulasi dan realisasi memiliki nilai return loss ≤ -10 dB, VSWR ≤ 2, gain ≥ 3dBi, impedansi ± 50 Ω, polarisasi linier dan pola radiasi omnidirectional.Kata kunci : TWR, UWB, antena mikrostrip, patch diamond, FR-4 Epoxy
Filter Bandpass Mikrostrip X-band Untuk Radar Cuaca Gandaria Gandaria; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Filter merupakan perangkat yang penting untuk sistem microwave, salah satu contohnya pada radar. Pada radar, filter terdapat dalam blok sistem yang berfungsi untuk meredam sinyal-sinyal pada frekuensi yang tidak diinginkan dan meloloskan sinyal pada frekuensi yang diinginkan. Perancangan filter disesuaikan dengan frekuensi kerja dan dimana filter tersebut akan digunakan. Pada tugas akhir ini dirancang dan disimulasikan filter bandpass mikrostrip yang bekerja pada frekuensi X-band dengan contoh aplikasinya pada radar cuaca sehingga dibutuhkan filter dengan dimensi yang cukup kecil namun dengan kinerja yang bagus pula. Filter dirancang dengan menggunakan tiga jenis resonator berbasis square diantaranya square loop resonator, square open loop, dan meander. Substrat yang digunakan yaitu RT Duroid 5880LZ dengan konstanta dielektrik sebesar 2 dan tebal substrat 1,27 mm. Berdasarkan simulasi hasilnya yaitu nilai return loss filter square loop resonator -14,1524 dB, filter square open loop resonator sebesar -13,679 dB, dan filter meander sebesar -21,139 dB. Nilai insertion loss filter square loop resonator sebesar - 2,2875 dB, filter square open loop resonator sebesar -2,44 dB, dan filter meander sebesar -1,386 dB. Bandwidth filter square loop resonatorsebesar 299 MHz, filter square open loop resonator sebesar 301 MHz, dan filter meander sebesar 300 MHz. Semua filter mempunyai frekuensi tengah di 9 GHz. Kata Kunci : bandpass filter, mikrostrip, square loop resonator, square open loop, meander. Abstract Filter is an important component for microwave systems, one of the example is the radar system. In the radar system, the filter located in the block system for attenuates the undesired signals at the certain range of frequency and passes the desired signals at the certain range of frequency. Design of filter depends on working frequencies and the location where the filter will be used. This final project designs microstrip bandpass filter that works at X-Band frequency, with an example application on the weather radar so the filter has to be design in small dimensions but with a great performance. The filter will be designed using three type of resonators based on square shape including square ring, square open loop, and meander. The substrate material used in this final project is RT Duroid 5880LZ with the value of dielectrict constant is 2 and substrate thickness is 1,27 mm. Based on the simulations, the values of return loss from square loop filter is -14,1524 dB, square open loop filter is -13,679 dB, and meander filter is -21,139 dB. The values of insertion loss from square loop filter is -2,2875 dB, square open loop filter is -2,44 dB dB, and meander filter is -1,386 dB. The values of bandwidth from square loop filter is 299 MHz, square open loop filter is 301 MHz, and meander filter is 300 MHz. All of the filters has center frequency at 9 GHz. Keywords : bandpass filter, microstrip, square loop resonator, square open loop, meander.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Dengan Frekuensi 1,4-4,4 Ghz Untuk Ground Penetrating Radar Achmad Alwan Faikurrochman; Dharu Arseno; Antonius Darma Setiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan radar yang berfungsi untuk mendeteksi benda yang ada di dalam tanah. Dalam perkembangannya, GPR memiliki berbagai macam aplikasi, diantaranya mendeteksi kerusakan di dalam tembok hingga mendeteksi pipa didalam tanah. Dalam pendeteksian pipa dibutuhkan resolusi yang baik agar dapat membedakan pipa didalam tanah dengan objek disekitarnya. Maka dibutuhkan Antena yang memiliki bandwidth yang lebar untuk mengakomodir hal tersebut. Selain itu diperlukan juga antena yang memiliki pola radiasi unidirecitonal, sehingga radar dapet berkerja dengan optimal.Pada penelitian ini dirancang antenna mikrostrip jenis vivaldi. Antena Vivaldi memiliki kelebihan yaitu bekerja dengan baik pada Ultra Wide-Band (UWB). Karakteristik UWB yang memiliki pulsa yang sempit akan menghasilkan resolusi yang baik. Penambahan beban sirkular pada lengan vivaldi akan meningkatkan bandwidth dari antena, dan untuk pencatuan antena menggunakan pencatuan microstrip line. Perancangan antena dimulai dengan simulasi perangkat lunak, kemudian di fabrikasi, dengan bahan substrat FR-4 dengan konstanta dielektrik 4,4 yang memiliki ketebalan 1,6mm. Hasil perancangan memiliki nilai return loss dibawah -10 dB dan nilai VSWR dibawah 2 dengan gain 8,038 dBi untuk simulasi, dan untuk hasil fabrikasi memiliki return loss dibawah -10 dB dan nilai VSWR dibawah 2 dengan bandwidth 3GHz dan gain 6,384 dBi. Sehingga antena yang dirancang memenuhi spesifikasi yang diperlukan.. Kata kunci: GPR, Antena Vivaldi , Resolusi , Ultra Wide-Band Abstract Ground Penetrating Radar (GPR) are radar which have function to detect object burried at ground. On development, GPR have variety of application, like detection of broken structure inside wall until pipe detection on ground. For pipe detection, is needed good resolution in order to distinguish between pipe with other object around them. Then needed antenna which have wide bandwidth to accomodate that. Also needed unidirectional radiation pattern for antena , so radar can work optimally.In this research design an antenna vivaldi type. Antenna vivaldi have profit is can work well on Ultra Wide-Band(UWB). UWB have characteristic which have narrow pulse will produce good resolution. Adding a circular load on vivaldi arm will increase antena bandwidth. And for antenna feed will use microstrip line technique. The Antenna design start with software simulation, then fabrication, with using FR-4 as substrate material which have dielectric constant 4,4 and thickness 1,6mm. Then design result have return loss value below -10 dB and VSWR value below 2 with 8.038 dBi gain value, and for fabrication result have return loss value below -10 dB and VSWR value below 2 with 3 GHz bandwidth and 6,384 dBi gain value. Then antenna designed meet the requied specification. Keywords: GPR, Vivaldi antenna, Resolution, Ultra Wide-Band
Implementasi Sistem Radar Frequency Modulated Continuous Wave Untuk Deteksi Jarak Berbasis Usrp Achmad Cahyo Saputro; Dharu Arseno; Aloysius Adya Pramudita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak RADAR (Radio Detection and Ranging) merupakan sebuah sistem yang memancarkan gelombang yang dapat mengukur jarak, kecepatan dan posisi dari suatu objek. Sistem radar bekerja dengan memancarkan gelombang melalui transmitter ke arah objek kemudian objek memantulkan kembali gelombang yang ke receiver. Setelah gelombang diterima oleh receiver kemudian diolah untuk dapat melihat sinyal yang dihasilkan. Di Indonesia radar masih mengalami kendala terutama dalam segi harga yang dibutuhkan dalam membuat suatu sistem radar. Teknologi Software Defined Radio (SDR) dapat menjadi solusi untuk membangun suatu sistem radar. Teknologi SDR menggunakan software sebagai pengganti dari hardware yang digunakan sebagai mixer, filter, modulator/demodulator dan sebagainya. Dengan demikian teknologi SDR dapat mempermudah dalam membangun suatu sistem radar. Salah satu implementasi dari teknologi SDR adalah sistem radar berbasis Universal Software Radio Peripheral (USRP). USRP merupakan hardware yang didukung dengan software GNU Radio Companion untuk membuat konfigurasi dari sistem radar. Dalam penelitian tugas akhir ini menggunakan jenis sinyal Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW). FMCW memiliki banyak keuntungan diantaranya memiliki desain yang sederhana dan memerlukan daya yang rendah untuk memancarkan sinyal dan memiliki resolusi sinyal yang tinggi sehingga lebih baik untuk mendeteksi sebuah objek yang diamati. Pengujian implementasi sistem radar FMCW yang dibuat bekerja pada frekuensi 1 GHz dan bandwidth sebesar 10 MHz. Pada pengujian ini melakukan rekayasa jarak dengan menggunakan delay. Skema pengujian ini digunakan untuk mendeteksi pergeseran kecil objek dari antena sejauh 1 meter dan posisi objek pada jarak 1 meter dan 2 meter. Kata kunci : Software Defined Radio (SDR), Universal Software Radio Peripheral (USRP), Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW), GNU Radio Abstract RADAR (Radio Detection and Ranging) is a system that emits waves that can measure the distance, speed and position of an object. The radar system works by emitting waves through the transmitter towards the object then the object reflects back the wave to the receiver. After the wave is received by the receiver then it is processed to be able to see the signal produced. On Indonesia radar is still experiencing problems, especially in terms of the price needed to make a radar system. Software Defined Radio (SDR) technology can be a solution for building a radar system. SDR technology uses software as a substitute for hardware that is used as a mixer, filter, modulator / demodulator and so on. Thus SDR technology can make it easier to build a radar system. One of the implementations of SDR technology is a radar system based on Universal Radio Peripheral Software (USRP). USRP is hardware that is supported by GNU Radio Companion software to make configuration of the radar system. In this final project research uses Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW) signals. FMCW has many advantages including having a simple design and requiring low power to transmit signals and have a high signal resolution so it is better to detect an observed object. Testing the implementation of the FMCW radar system that is made working at a frequency of 1 GHz and a bandwidth of 10 MHz. In this test, engineering the distance using delay. This testing scheme is used to detect small shifts of objects from an antenna as far as 1 meter and position objects at a distance of 1 meter and 2 meters. Keywords : Software Defined Radio (SDR), Universal Software Radio Peripheral (USRP), Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW), GNU Radio
Metode Indetifikasi Rongga Pada Batang Kayu Dengan Menggunakan Ground Penetrating Radar (gpr) Andini Dwi Pratiwi; Dharu Arseno; Aloysius Adya Pramudita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak -- Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan pemancar sinyal elektromagnetik yang dipancarkan dari objek kemudian dipantulkan menjadi gelombang elektromagnetik. Pada sistem radar terdiri dari pemancar, penerima. GPR biasanya digunakan dalam berbagai media, termasuk batu, tanah, air bersih, trotoar, dan struktur benda keras lainnya. GPR juga digunakan untuk mengetahui karakteristik sebuah objek dan GPR dapat melihat gambaran objek yang sudah diimplementasi.Pada penelitian ini akan melakukan identifikasi pada sebuah batang pohon yang berupa kayu yang memiliki dua jenis yaitu, kayu berongga dan kayu tidak rongga. Penelitian ini dilakukan karena banyaknya pohon yang tumbang akibat kekeroposan pada batang pohon yang sulit untuk dilihat dengan kasat mata. Maka dari itu dilakukan identifikasi pada batang kayu menggunakan GPR untuk mempermudah pengecekkan keadaan dari batang kayu tersebut. Hasil pengujian eksperimen ini terhadap model GPR yang dibuat untuk menunjukkan bahwa sistem GPR bisa mendeteksi kekeroposan pada sebuah batang kayu yang bekerja pada frekuensi 1-8 GHz. Hasil pengukuran batang kayu pada satu titik bisa dibedakan hasil sinyalnya hanya relatif kecil. Hasil lain yang didapat pada scanning melingkar kita dapat mengidentifikasi kayu utuh dan kayu berlubang. KATA KUNCI -- Ground Penetrating Radar, Vector Network Analyzer, Kayu, S-Parameter.
Desain Dan Realisasi Filter Square Loop Pada Pita Frekuensi C-band Untuk Synthetic Aperture Radar (sar) Edward Natanael; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah sebuah modifikasi pada sistem radar yang berfungsi untuk penginderaan jarak jauh pada permukaan bumi. Agar SAR mendapatkan hasil penginderaan yang baik dan memuaskan, frekuensi lain yang tertumpang pada saat modulasi dalam perangkat dan frekuensi interferensi serta noise ataupun gangguan lainya harus dihilangkan. Dalam upaya menghilangkan interferensi tersebut, digunakan sebuah komponen yang dikenal dengan nama filter, yang berfungsi untuk memilih frekuensi yang diinginkan dan meredam frekuensi yang tidak diinginkan. Pada tugas akhir ini filter yang digunakan dalam perancangan adalah bandpass filter yang bekerja pada rentang frekuensi 5,75 Ghz -5,85GHz dengan frekuensi tengah sebesar 5,8 Ghz dengan insertion loss dan return loss -3 dB dan -11 dB serta bandwith sebesar 100 Mhz. Pada penelitian ini dirancang sebuah filter Band-pass yang bekerja pada pita frekuensi C model Square loop resonator dengan frekuensi kerja 5.8 Ghz. Adapun hasil pengukuran yang didapat dalam proses realisasi bandpass filter yaitu nilai insertion loss sebesar -8,375 dB dan nilai return loss sebesar -11,95 dB serta dimensi akhir filter tersebut 2,5 cm x 2,5 cm. Kata Kunci :Radar, Square loop resonator, C-band. Abstract Synthetic Aperture Radar (SAR) is a modification of the Radar system that serves for remote sensing of the Earth's surface. In order for SAR to obtain good and satisfactory sensing results, other frequencies that are overlapping at the time of modulation in the device and frequency of interference as well as noise or other interference must be eliminated. In an attempt to remove such interference, it is used a component known as the filter name, which serves to select the desired frequency and dampen the unwanted frequencies. In this final task the filter used in the design is a bandpass filter that works on a frequency range of 5.75 Ghz-5, 85GHz with a central frequency of 5.8 Ghz with insertion loss and return loss-3 dB and-11 dB and bandwidth of 100 Mhz. In this study designed a Bandpass filter that works on the C frequency bands of the Square Loop resonator with a working frequency of 5.8 Ghz. The results of measurements obtained in the realization process of bandpass filter is the value of insertion loss of- 8.375 dB and the return loss value of-11.95 dB as well as the final dimension of the filter is 2.5 cm x 2.5 cm. Keywords: Synthetic Aperture Radar (SAR), Square loop resonator, C-band
Deteksi Target Pada Radar Menggunakan Metode Bootstrap Kondisi Distribusi Noise Tidak Diketahui Adinda Mutiara Hakim; Fiky Y. Suratman; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin pesat, sehingga memudahkan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan. Contohnya pentingnya penggunaan radar (Radio Detection and Ranging) dalam kehidupan sehari-hari. Radar adalah sistem gelombang elektromagnetik yang mempunyai fungsi untuk mendeteksi, melacak dan imaging. Dalam mendeksi target, radar mendapatkan informasi berupa jarak, azimuth dan kecepatan dari target. Dalam deteksi target pada radar pasti ada permasalahan yang timbul pada saat mendeteksi target salah satunya jika radar mendeteksi tidak ada target tetapi sebenernya ada target, hal tersebut dinamakan false alarm.Keadaan false alarm yang muncul secara terus menerus maka source yang ada pada radar akan habis. Pada radar dikatakan baik apabila terdapat nilai false alarm secara konstan dan meminimalisir terjadinya miss detection. Untuk meminimalisir masalah tersebut akan digunakan metode bootstrap. Bootstrap akan secara adaptive mendeteksi target dengan latar belakang bahwa noise dan interferensi yang tidak dapat dihindari. Dalam pengujian ini akan disimulasikan menggunakan software bagaimana kinerja deteksi radar menggunakan metode bootstrap dibandingkan dengan kinerja detektor NP dengan parameter nilai training cell = 32 cell, guard cell = 2 cell, CUT = 1 cell, PFA = 10-2 , dan N-bin = 10.000. Hasil yang didapatkan adalah kinerja deteksi radar dimana threshold ditentukan dengan melalui resampling dalam metode bootstrap lebih baik dibandingkan dengan menggunakan detektor NP, karena pada metode bootstrap menghasilkan threshold yang menjaga false alarm sehingga mendapatkan hasil yang lebih akurat tidak tergantung pada noise dalam memperkecil false alarm. Kata kunci : Radar, False alarm & miss detection, Bootstrap, Threshold Abstract The development of technology is rapidly increasing, making it easier for humans to meet their needs. For example the importance of using radar (Radio Detection and Ranging) in everyday life. Radar is an electromagnetic wave system that has functions for detecting, tracking and imaging. In detecting a target, the radar obtains information in the form of distance, azimuth and speed from the target. In the detection of targets on the radar there must be problems that arise when detecting targets, one of which is if the radar detects there is no target but actually there is a target, it is called a false alarm. False alarm situation that appears continuously then the source on the radar will run out. The radar is said to be good if there are constant false alarm values and minimizes the occurrence of miss detection. To minimize this problem the bootstrap method will be used. Bootstrap will adaptively detect targets against the background that noise and interference cannot be avoided. In this test will be simulated using software how the radar detection performance using the bootstrap method is compared with the performance of NP detectors with parameters training cell = 32 cell, guard cell = 2 cell, CUT = 1 cell, PFA = 10-2 , and N-bin = 10.000. The results obtained are radar detection performance where threshold is determined by resampling in the bootstrap method better than using NP detectors, because the bootstrap method produces a threshold that maintains false alarms so getting more accurate results does not depend on noise in minimizing false alarms. Keywords: Radar, False alarm & miss detection, Bootstrap, Threshold
Underwater Object Detection Based On Distance Measurement Using Ultrasonic Satrio Yudo Prawiro; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Detecting the underwater object with Sound Navigation and Ranging (SONAR) in various fields such as fisheries, maritime, oil and gas industry, and autonomous underwater vehicles. SONAR is needed for detecting the underwater object for a larger area by determining object characteristics (e.g. The object sizes and the object types). This thesis also uses a 1-Dimensional technique to identify the underwater object visual information such as the shape of the object. SONAR is a technique for detecting objects that are buried under the water surface by using the sound signal that is reflected on the object to locating the object and knowing the shape of the object. This thesis is to observe a SONAR system on detecting the underwater object by obtaining information on the object distance and the object dimension to the data processor. The object detection experiments with different distances are conducted on water medium at Situ-Techno and swimming pool of Telkom University. The objects are alumunium and ceramics. The working frequency of the AJ-SR04M module with a fish finder transducer sensor is 40 KHz with a minimum detection distance of 20 cm and a maximum distance of 800 cm. To use the sensor, we must program the sensor on the microcontroller. By the performance of underwater object detection at finding the information of the object position distance and the object dimension. The first experiment will show the sensor accuracy value on detecting the object by comparing the actual distance with the reference distance to the object is capable to detecting the object position distance with accuracy level for alumunium position distance is around 92.85% to 98.73% and for ceramics is around 84.61% to 88.71%. The second experiment will show the dimension of the object we should determine the horizontal plane and the vertical plane to know the shape of the object and the inclination angle between the first sensor and the second sensor on alumunium is around 21.30° and for ceramics is around 22.60°. Keywords: Underwater Object Detection, SONAR, Arduino Mega 2560, AJ-SR04M Waterproof Ultrasonic Module
Implementasi Aplikasi Pemantau Untuk Sistem Kandang Reptil Pintar Berbasis Jaringan Sensor Nirkabel Farhan Bayu Rianto; Nyoman Bogi Aditya Karna; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reptil merupakan hewan berdarah dingin, maka dari itu mereka tidak bisa mengatur suhu tubuh mereka sendiri dan selalu hanya mengikuti suhu sekitarnya, sehingga mengakibatkan kesulitan beradaptasi di tempat yang bukan lingkungan hidup asli mereka. Faktor tersebut yang menjadikan sebagian besar reptil memiliki persyaratan tempat hidup yang sulit dipenuhi pecinta reptil di kehidupan rumah. Oleh karena itu, penelitian kali ini akan membahas tentang bagaimana mengatur suhu dan kelembapan pada kandang reptil secara otomatis dengan konsep Wireless Sensor Network (WSN), dan memantau hasilnya melalui aplikasi web lokal Penulis akan menggunakan aplikasi tersebut untuk mencoba memonitor 3 kandang reptil sekaligus. Rencananya pada setiap kandang akan ditaruh sensor DHT11 untuk mendeteksi tingkat kelembapan dan suhu. Sewaktu kondisi suhu dan kelembapan hasil deteksi sensor DHT11 di lingkungan kandang sudah tidak ideal lagi, sistem dapat menyalakan lampu juga menyemprotkan air secara otomatis. Aplikasi juga akan di tambahkan fitur-fitur tambahan seperti memberikan pesan berupa informasi mengenai reptil yang di tempatkan di kandang tersebut yang datanya di akses dari basis data MySQL. Keberhasilan yang diharapkan dalam penelitian kali ini nantinya dapat dilihat dari tingkat keakuratan sensor DHT11 dan kemampuan lampu penghangat dalam menaikkan suhu serta mini water-pump dalam meningkatkan kelembaban kandang. Kata kunci : Reptil, Sensor DHT11, Basis data, Suhu dan Kelembapan Abstract Reptiles are cold-blooded animals, therefore they cannot regulate their own body temperature and always only follow the surrounding temperature, resulting in difficulty adapting in a place that is not their original environment. This factor has made most reptiles have living conditions that are difficult for reptile lovers to live in. Therefore, this study will discuss how to automatically regulate temperature and humidity in the reptile enclosure with the concept of Wireless Sensor Network (WSN), and monitor the results through local web application. The author will use this application to try to monitor 3 reptile cages at once. The plan is to put a DHT11 sensor on each cage to detect humidity and temperature. When the conditions of temperature and humidity from the detection of the DHT11 sensor in the enclosure environment are no longer ideal, the system can turn on the lights as well as spray water automatically. The application will also add additional features such as giving messages in the form of information about reptiles placed in the enclosure the data is accessed from the MySQL database. The expected success in this research can be seen from the accuracy of the DHT11 sensor and the ability of the heating lamp to raise the temperature and the mini water-pump in increasing the humidity of the enclosure. Keywords: Reptiles, DHT11 Sensors, Database, Temperature and Humidity
Model Penerjemah Isyarat Gerakan Tangan Berbasis Efek Doppler Putri Milhatun Ni’mah; Dharu Arseno; Aloysius Adya Pramudita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radar CW adalah salah satu radar yang umum digunakan untuk mendeteksi efek Doppler dari satu target bergerak. Radar tersebut mendeteksi keberadaan objek dan menempatkan posisinya di ruang terbuka dengan mentransmisikan energi elektromagnetik dan mengamati gema yang dikembalikan. Hasil yang diperoleh dari simulasi diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam mengembangkan sistem human to machine interface. Pada Tugas Akhir ini adalah merancang suatu sistem yang dapat menerjemahkan isyarat gerakan tangan yang telah ditentukan berdasarkan tanggapan Doppler. Dalam Tugas Akhir ini, radar CW yang beroperasi pada 10 GHz dipelajari dan diusulkan untuk mendeteksi gerakan tangan manusia. Investigasi eksperimental dilakukan dengan simulasi komputer dan modul radar CW HB100. Hasil eksperimental ini menunjukan bahwa radar CW dapat membedakan beberapa gerakan tangan. Gerakan tangan yang direkam dengan radar CW menghasilkan keluaran berupa sinyal. Kemudian sinyal tersebut dapat dibedakan dengan menggunakan proses cross-correlation pada MATLAB. Kata Kunci : Radar, Continuous wave radar, Efek Doppler, Cross-correlation Abstract The CW radar is one of the radars commonly used to change the Doppler effect of a moving target. This radar diverts objects and places its position in open space by transmitting electromagnetic energy and moving the echoes needed. The results obtained from the simulation are expected to be used as a reference in developing the human interface system to the engine. In this Final Project is to discuss a system that can translate motion signals that have been determined based on Doppler responses. In this Final Project, CW radar operated at 10 GHz is studied and provided to support human hand movements. Experimental investigations were carried out with computer simulations and CW HB100 radar modules. This experimental result shows that CW radar can distinguish several hand movements. Hand gesture approved with radar. Then the signal can be distinguished by using a cross-correlation process in MATLAB. Keywords: Radar, Continuous Wave Radar, Doppler Effect, Cross-Correlation.
Co-Authors Achmad Alwan Faikurrochman Achmad Cahyo Saputro Adam Kusumah Firdaus Adelia, Risa Arista Adinda Mutiara Hakim AFIEF DIAS PAMBUDI Akhmad Hambali Aldef Hardzi Fadzlullah Alloysius Adya Pramudita Aloysius Adya Pramudita Aminuddin Rizal Andarining Palupi Andini Dwi Pratiwi Arfianto Fahmi Arie Setiawan Asep Mulyana Athaullah, Rafif Dzaky Avirian Candra Emanuel Azizah Yusrina Bobby Juan Pradana Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Prasetya Budianto Budianto Dessy Rahmadhani Mandalika Devy Roro Dinar Adellie Dewi Septia Anzani Dwi Desmelliana Dwi Juniarto Edwar EDWAR EDWAR Edward Natanael Erwin Priyantono Fadillah, M Ryan Fajri Darwis Farhan Bayu Rianto Farhan Ramadhan Fariany Rizqa Fiky Y. Suratman Gandaria Gandaria Hana Arisesa Heroe Wijanto Ignatius Daru Kristiadi Ihsanul, Hafiz Imam Restu Utomo Jumarman, Muhammad Naufal Hibatullah KHOIRUL ANWAR Khoirul Anwar Kris Sujatmoko Kristiadi, Ignatius Daru Kusuma, Muhamad Mardanu M.R. Yusron Miftahul Firdaus Mochammad Hafiz Kurnia Muarif, Muarif Muhamad Erianto Septayadi Muhamad Mardanu Kusuma Muhammad Hegi Rinaldi Muhammad Naufal Darma Putra Nabilla Putri Ariska Nasrullah Armi Naufal Bisma Biwahakimi Naufal Widya Gaspura Ningrum, Vionalisa Oktavia Kusuma Nyoman Bogi Aditya Karna Palupi, Andarining Pamudita, Aloysius Adya Pasha Dani Pamungkas Prasetyo Putranto Putri Milhatun Ni’mah Raditya Aprilyan Taviyasa Renyati Renyati Reyhan Fahmirakhman Abdullah Reyza Pratama Rina Pudji Astuti Rizqa, Fariany Saputra , Kurniawan Setiaji Satrio Yudo Prawiro Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Siregar, Hidayah Alfurqana Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulthon Faryabi Nurbadri Tampubolon, Lamdani Taufiqqurrachman Taufiqqurrachman Ujang Agus Tatang Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Winy Desvasari YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu YUYUN SITI ROHMAH