Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Mimo 2x2 Patch Persegi Panjang Dengan H-slot, Untuk Wifi 802.11n 5,2 Ghz Naufal Bisma Biwahakimi; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi berkembang semakin pesat setiap harinya. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas pada perangkat yang digunakan seiring dengan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas perangkat telekomunikasi khususnya pada bagian transmisi adalah dengan melakukan teknik MIMO pada antena. Teknik MIMO digunakan untuk meningkatkan kapasitas performansi dari antena pada sistem yang diterapkan dan sudah mendukung untuk diterapkan di jaringan wireless seperti WiFi, berdasarkan standar IEEE 802.11N yang merupakan standar jaringan wireless. Antena mikrostrip merupakan antena dengan berbagai kelebihan, diantaranya yaitu memiliki ukuran yang relatif kecil, relatif murah untuk proses realisasi atau fabrikasinya, serta memiliki frekuensi kerja yang fleksibel hingga dapat bekerja hampir di semua rentang frekuensi kerja. Antena mikrostrip juga memiliki komponen yang dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Pada tugas akhir ini, akan dibuat antena mikrostrip MIMO 2X2 dengan slot menyerupai huruf H yang bekerja di frekuensi kerja WiFi 802.11N, yaitu pada frekuensi 5,2 GHz. Sebagai sebuah antena pemancar pada teknologi WiFi, sangatlah penting untuk antena ini untuk memiliki nilai Gain dan Bandwidth yang mencukupi, karena hal ini berhubungan dengan seberapa baik antena tersebut dapat memancarkan sinyal WiFi kepada user yang berada disekitarnya dan berapa dicakupan frekuensi berapa saja antena ini dapat bekerja. Selain itu perlu diperhatikan juga besarnya sudut pancaran WiFi yang dapat dicakup oleh antena pemancar ini. Antena ini memiliki pola radiasi unidireksional dan polarisasi berbentuk linier. Kata Kunci : Antena Mikrostrip, MIMO, WiFi, Gain, Bandwidth Abstract Technology developing rapidly every day. Because of that improvement on the tools that used for the trammission is necessary. One of the way to make it happen is using the MIMO technique on the antenna. MIMO ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5320 technique is used in order to increase the performance capacity from the antenna to the system and already supports for wireless connection such as WiFi in this case 802.11n standard. Microstrip antenna is an antenna with many advantages, such as having a relatively small size, inexpensive for the realization process, and has flexible working frequency that make it can work in almost all working frequency range. Microstrip antenna also have components that can easily modified as needed. In this final project, will realized MIMO 2X2 Microstrip Antenna with H-resembling slot that will work on 802.11N WiFi working frequency, which is at 5,2 GHz frequency. As a transmitting antenna on WiFi technology,it is important for this antenna to have sufficient Gain and Bandwidth, as it is related to how well this antenna can transmit WiFi signal to the users around it and on what frequency this antenna can work well. Besides that we need to make sure the large angle of WiFi emission that can be covered by this antenna. This antenna has unidirectional radiation pattern and linear polarization. Keyword : Microstrip Antenna, MIMO, WiFi, Gain, Bandwidth
Deteksi Sinyal Target Dengan Menggunakan Metode Algoritma Constant False Alarm Rate (cfar) Pada Search Radar Farhan Ramadhan; Dharu Arseno; Fiky Yosef Suratman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian di bidang teknolog radar saat ini sedang banyak dilakukan, termasuk di Indonesia. Akan tetapi banyak dari hasil penelitian tersebut hanya fokus pada subsistem transmisi, sedangkan pada subsistem signal processing jarang dilakukan. Subsistem signal processing sangat penting dalam hal melakukan proses deteksi, yang merupakan fungsi utama dari teknologi radar. Banyak permasalahan deteksi yang dapat mengganggu kinerja dari radar. Salah satunya adalah false alarm. Permasalah false alarm dapat diatasi dengan algoritma Constant False Alarm Rate (CFAR). Algoritma CFAR mengacu pada bentuk umum dari algoritma adaptif yang digunakan pada sistem radar untuk mendeteksi dengan latar belakang noise yang tidak bisa dihindari. Sehingga false alarm dapat diatasi menjadi konstan dan resource pada radar tidak akan terambil cukup banyak. Pada simulasi kali ini digunakan dua skenario simulasi, dengan masing-masing skenario menggunakan nilai parameter PFA = 10-1 sampai 10-4 , Training Cell = 100, Guard Cell = 20, dan SNR = 10.2 dB & 12.8 dB. Dari dua skenario simulasi yang telah dilakukan didapatkan bahwa detektor dengan algoritma CFAR, yaitu CA-CFAR dan GOCA-CFAR, dapat bekerja dengan baik saat dalam kondisi noise homogen dan heterogen. Algoritma CFAR dapat mendeteksi target dengan baik dan menghasilkan tingkat false alarm yang sesuai dengan nilai parameter yang diinginkan. Kata Kunci : CFAR, Radar, False Alarm, Noise, Interferensi, Threshold Abstract Research in the field of radar technology is currently being carried out, including in Indonesia. However, many of these research results only focus on the transmission subsystem, while the signal processing subsystem is rarely done. The signal processing subsystem is very important in terms of carrying out the detection process, which is the main function of radar technology. Many detection problems can interfere with the performance of the radar. One of them is a false alarm. False alarm problems can be solved with the Constant False Alarm Rate (CFAR) algorithm. The CFAR algorithm refers to a common form of adaptive algorithm used on a radar system to detect against an inevitable noise background. So that false alarms can be overcome to be constant and the resources on the radar will not be taken up enough. In this simulation, two simulation scenarios are used, with each scenario using the PFA parameter value = 10-1 until 10-4 , Training Cell = 100, Guard Cell = 20, and SNR = 10.2 dB & 12.8 dB. From the two simulation scenarios that have been done, it is found that the detector with CFAR, CA-CFAR and GOCA-CFAR algorithms, can work well when in homogeneous and heterogeneous noise conditions. The CFAR algorithm can detect targets well and produce a false alarm level that matches the desired parameter value Keywords : CFAR, Radar, False Alarm, Noise, Interference Threshold
Perancangan Dan Realisasi Band Pass Filter Berbasis Mikrostrip Menggunakan Metode Square Open Loop Resonator Pada Frekuensi 1710 - 1785 Mhz Untuk Teknologi Long Term Evolution (lte) Aldef Hardzi Fadzlullah; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filter merupakan salah satu perangkat transmisi terpenting dalam teknologi telekomunikasi yang berfungsi untuk melewatkan frekuensi tertentu (passband) maupun menolak atau meredam frekuensi yang tidak diinginkan (stopband). Pada tugas akhir ini telah direalisasikan bandpass filter dengan menggunakan metode square loop resonator berbasis mikrostrip dengan bahan FR-4 epoxy. Metode ini dipilih karena melebihi kelebihan yaitu mudah dalam perancangan, memiliki selektivitas yang tinggi dalam menolak frekuensi yang tidak diinginkan (stopband). Bandpass filter ini bekerja pada frekuensi 1710-1785 MHz. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai dari beberapa parameter diantaranya : frekuensi tengah 1737.5 MHz, bandwidth 90.2 MHz, return loss -17.734 dB dan insertion loss -5.773 dB. Kata kunci : Bandpass filter, square loop resonator, FR-4 epoxy
Deteksi Target 2d Menggunakan Array Transduser Untuk Aplikasi Sonar Miftahul Firdaus; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SONAR (Sound Navigation And Ranging) adalah sistem yang mendeteksi suatu benda atau objek dengan mengirimkan sinyal suara dan menunggu gelombang pantulan atau echo untuk mendeteksi suatu target. SONAR (Sound Navigation and Ranging) sering digunakan di dunia kelautan sebagai alat navigasi kapal militer dan untuk mendeteksi suatu target yang berada didalam laut. Pada tugas akhir ini telah dirancang purwarupa sistem SONAR menggunakan transduser sensor HC-SR-04 dengan mikrokontroler Arduino Mega 2560. Pada perancangan sistem tersebut penulis menggunakan tiga skenario percobaan yang dilakukan pada medium udara atau diruangan terhadap target buatan. Percobaan pertama dilakukan dengan menggunakan satu sensor di mana didapatkan posisi target dan tingkat akurasi dari sensor adalah 97% hingga 99,99% dan jarak maksimum sensor HC-SR04 untuk mendeteksi target adalah 397 cm. Percobaan kedua menggunakan dua sensor yang tersusun secara horisontal dengan arah dari sensor kedua dibuat miring kearah sensor pertama dan target digerakkan kearah sensor pertama, dari percobaan kedua diketahui sudut yang dibentuk oleh sensor kedua sekitar 21o sampai 44o dan jangkauan jarak maksimal yang bisa didapatkan oleh sensor ke-2 adalah pada saat target berada pada jarak 17 cm dari sensor ke-1 dengan sudut kemiringan sensor ke-2 adalah 44o . Pada percobaan ketiga penulis menggunakan tiga sensor yang tersusun secara vertikal yang digerakkan secara horisontal terhadap target buatan, hasil dari percobaan ketiga adalah dapat diperkirakan tinggi dari target buatan tersebut. Kata kunci : SONAR, transduser, sensor HC-SR04, Arduino Mega 2560 Abstract SONAR (Sound Navigation And Ranging) is a system that detects a target. The workings of SONAR is transmit a sound signal and wait for a reflective wave or echo to detect a target. SONAR (Sound Navigation and Ranging) is often used in the marine world as a military ship navigation tool and to detect a target within the sea. In this final project has been designed prototype SONAR system using transducer in HC-SR-04 sensor with Arduino Mega 2560 as microcontroller. In designing the system, writer use three scenario experiment conducted on air medium to detect the dummy target The first experiment was conducted using one sensor where the dummy target position was obtained and the accuracy of the sensor was 97% to 99,99% and the maximum distance of the HC-SR04 sensor to detect the target is 397 cm. The second experiment uses two horizontally arranged sensors with the direction of the second sensor made tilted towards the first sensor and the target is moved towards the first sensor, from the second experiment it is known that the angle formed by the second sensor is around 21o to 44o and the range of maximum distance that can be obtained by the 2nd sensor is when the target is at a distance of 17 cm from the 1st sensor with the angle of the 2nd sensor is 44o . In the third experiment the authors used three vertically arranged sensors that were moved horizontally to detect the dummy target, the results of the third experiment were predictably high from the dummy targets. Keywords: SONAR, transducer, HC-SR04 sensor, Arduino Mega 2560
Analisa Perbandingan Sinkronisasi Berbasis Sistem Global Positioning System (gps) Dan Global Navigation System (glonass) Pasha Dani Pamungkas; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini terbilang sangat pesat, dengan meningkatnya populasi manusia yang terus bertambah maka teknologi informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan pokok pada saat ini. Salah satunya yaitu teknologi navigasi, sistem teknologi navigasi yang saat ini beroperasi global adalah sistem Global Posistioning System (GPS) dan Global Navigation System (GLONASS). Dengan memanfaatkan sistem ini, maka kebutuhan masyarakat yang besar dalam hal efisiensi, serta kelancaran dalam melakukan komunikasi menjadi hal yang utama. Pada tugas akhir ini penulis menganalisa dan membandingkan sinkronisasi dari sistem Global Positioning System (GPS) dan Global Navigation System (GLONASS). Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan data yang dikumpulkan di PT. Relia Telemit Semesta dan customer PT. Relia Telemit Semesta Pekanbaru dengan menggunakan alat Synchronization Supply Unit – 2000 (SSU-2000). Parameter yang digunakan berupa jumlah satelit, waktu kecepatan lock, dan SNR. Berdasarkan hasil yang didapat pada data PT. Relia Telemit Semesta, maka diperoleh sistem satelit GPS lebih baik dari pada GLONASS. Dengan melihat parameter jumlah satelit, satelit GPS lebih mudah ditemukan (>10 satelit) sedangkan GLONASS (<10 satelit); waktu kecepatan lock, satelit GPS lebih cepat ter-lock dengan selisih waktu lock 1000 detik dengan GLONASS; SNR, satelit GPS memiliki kualitas SNR lebih baik. Kemudian berdasarkan hasil yang didapatkan pada data di Pekanbaru, sinkronisasi satelit GPS terbaik untuk wilayah indonesia yaitu karena wilayah Indonesia berada dekat dengan garis equator atau khatulistiwa. Kata Kunci : GPS, GLONASS, Sinkronisasi, Synchronization Signal Unit – 2000 (SSU-2000) Abstract The development of information and communication technology at this time is very rapid, with the increasing human population, information and communication technology is becoming a staple at this time. One of them is navigation technology, navigation technology system that currently operates globally is Global Posistioning System (GPS) and Global Navigation System (GLONASS) system. By utilizing this system, the need for a large community in terms of efficiency, and the smoothness of communication is the main thing. In this final project the author analyzes and compares synchronization from the Global Positioning System (GPS) and Global Navigation System (GLONASS) systems. To achieve this goal, the author uses data collected at PT. Relia Telemit Semesta and customer PT. Relia Telemit Semesta Pekanbaru using the 2000 Synchronization Supply Unit (SSU-2000). The parameters used are satellite number, lock speed time, and SNR. Based on the analysis of Relia Telemit Semesta’s data, the GPS satellite system is better than the GLONASS satellite system. With the number of satellite as the parameter, satellites of GPS is easier to find (>10 satellites) while GLONASS (<10 satellites); with lock speed time as the parameter, GPS satellite is being locked faster with a lock time difference is 1000 seconds; with SNR as the parameter, GPS satellite has better SNR quality. Then, based on the Pekanbaru data result, the GPS satellite synchronization is the best for Indonesia because Indonesia region is close to the equator. Keywords : GPS, GLONASS, Synchronization, Synchronization Signal Unit - 2000 (SSU-2000)
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Persegi Panjang Dengan U Slot Dan Proximity Coupled Untuk Wifi 5,5 Ghz Muhamad Erianto Septayadi; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Antena merupakan salah satu komponen terpenting pada sistem telekomunikasi. Antena memiliki peran sebagai pengubah arus listrik sebagai gelombang elektromagnetik. Jenis dari macam antena sangat beragam salah satunya yaitu antena mikrostrip. Antena mikrostrip merupakan antena dengan bentuk efektif dan efisien sehingga cukup mudah untuk difabrikasi dan diaplikasikan. Pada Tugas Akhir ini akan dibuat Antena mikrostrip Rectangular U Slot Patch berbentuk Rectangular digunakan karena proses fabrkasi yang mudah. Banwidth yang dibutuhkan pada wi-fi 5 GHz keatas dapat digunakan dengan skala besar. Sehingga berdasarkan hasil penelitian sebelumnya pada Tugas Akhir ini akan dirancang Antena dengan pemberian slot yang dapat meningkatkan nilai bandwidth dan mengubah pencatu menjadi proximity coupled akan meningkatkan nilai bandwidth dan memperbesar nilai gain yang didapat. Hasil Fabrikasi pada Antena 5,5 GHz dengan U-Slot dan Proximity Coupled terbukti dapat bekerja optimal dengan nilai VSWR 1,2 , Bandwidth 230 MHz, Return Loss -25,82 dB , Gain 3,97 dBi , serta polarisasi Ellips dan pola radiasi unidireksional. Kata kunci : Antena Mikrostrip, Wi-fi, U-Slot , Proximity Coupled Abstract An antenna is one of the matters in the telecommunications system. An antenna has a role as a modifier electric current as electromagnetic waves. A type of sorts of an antenna vary greatly one of them is an antenna microstrip. An antenna microstrip an antenna efficient so easy enough to fabricate and applied. In this final task will be built an antenna rectangular patch microstrip with u slot and proximity coupled that can works at the frequency of work 5,5 ghz wifi. Banwidth needed on wifi above 5 ghz can be used in a large scale. So based on the previous studies antennae with the slot can increase the value of bandwidth and change pencatu be proximity coupled will increase the value of bandwidth to ≥ 100 mhz and gain ≥ 3,5 dbi. Hopefully with that method we applied , an antenna can work optimum at the frequency of the work. The result of fabrication on antenna 5,5 GHz with U-Slot and Proximity Coupled can work optimaly and has the value of VSWR 1,1 , Bandwidth 230 MHz, Return Loss -25.82 dB , Gain 3.97 dBi , Ellips polarization and has Unidirectional radiation pattern.. Keyword : Microstrip Antenna , Wi-fi , U-Slot , Proximity Coupled
Analisa Reduksi Papr Pada Ofdm Dengan 64 Qam Menggunakan Transformasi Wavelet Avirian Candra Emanuel; Dharu Arseno; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penerapannya OFDM sering digunakan untuk sistem transmisi nirkabel, karena ketahanannya terhadap multipath fading. Namun permasalahan yang timbul pada implementasi OFDM adalah nilai peak-to average power ratio (PAPR) yang terlalu tinggi. Hal ini berdampak pada sub-carrier menjadi tidak ortogonal yang merupakan efek dari distorsi non-linier pada bentuk gelombang yang menyebabk an inter-block interference (IBI), sehingga dibutuhkan guard time yang berdurasi lebih panjang dibandingkan response impulse akibatnya efisiensi spektrum serta perfomansi sistem berkurang. Transformasi wavelet merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk melakukan reduksi`pada peak-to average power ratio(PAPR). Tujuannya seperti proses filtering yaitu untuk memisahkan komponen frekuensi tinggi dan frekuensi rendah, hal ini diharapkan dapat mereduksi PAPR. Untuk jenis wavelet yang dipergunakaan adalah keluarga biorthogonal dan orthogonal wavelet.. Dari penelitian ini didapatk an reduksi PAPR terbaik didapatkan dari wavelet reversebior yaitu rbior5.5 yaitu sebesar 1.017 dB dengan nilai BER 0.00579. Untuk keluarga biorsplines reduksi PAPR terbaik didapatkan dari bior3.5 yaitu sebesar 1 dB dengan nilai BER 0.07685. Keluarga daubechies melakukan reduksi PAPR sebesar 0.723 dB dengan nilai BER 0.004813. Kata kunci : OFDM, Trasformasi Wavelet, PAPR, QAM Abstract This application is often used for wireless transmission system, because of its resistance to multipath fading. However, the probelm that came out in OFDM implementation is the PAPR (Peak-to Average Power Ratio) that is too high. This affects the non-orgthogonal subcarrier wich is the effect of non-linier distortion on the waveform causing inter-block interference or IBI, sothat is take longer guard time than the impulse response, and it will decreases the s pectrum efficiency and the system performance. The wavelet transform is one of the techniques used to perform PAPR reduction. The purpose of such filtering process is to separate high frequency components and low frequency, wich is expected to reduce PAPR. The type of wavelet used in this research is the familty of the biorthogonal and the orthogonal wavelet. The result of this project, the best reduction technique of PAPR obtained wavelet reversbior is rbior5.5 that is equal to 1.017 dB with BER 0.00579. For the biorsplines family the best PAPR reduction is obtained from bior3.5 which is 1 dB with BER value 0.07685. Then the daubechies wavelet family did a PAPR reduction of 0.723 dB with BER value of 0.0048 Keywords: OFDM, Wavelet Transform, PAPR, QAM
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Diamond Pada Frekuensi 500-3000 Mhz Untuk Aplikasi Radar Penembus Dinding Raditya Aprilyan Taviyasa; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi khususnya teknologi radar memiliki peranan penting di berbagai sarana diantaranya sipil, militer, kesehatan, transportasi dan lain-lain. Salah satu komponen penting dari aplikasi radar penembus dinding adalah antena. Antena radar penembus dinding harus memiliki bandwidth yang sangat lebar (Ultra-Wideband UWB) untuk menghasilkan kemampuan penetrasi dinding yang baik. Pada tugas akhir ini telah dirancang antena mikrostrip menggunakan patch diamond. Proses perancangan patch diamond menggunakan bahan FR-4 Epoxy dengan nilai (ɛr = 4.3 dan h = 1,6 mm). Penggunaan patch diamond memiliki keunggulan seperti perancangan dimensi yang simpel serta mudah untuk mendapatkan bandwidth yang lebar. Hasil simulasi antena mikrostrip patch diamond memiliki bandwidth sebesar 2110 MHz pada rentang 890-3000 MHz. Sedangkan hasil realisasi memiliki bandwidth sebesar 2010 MHz pada rentang 990-3000 MHz. Hasil beberapa parameter antena lainnya pada simulasi dan realisasi memiliki nilai return loss ≤ -10 dB, VSWR ≤ 2, gain ≥ 3dBi, impedansi ± 50 Ω, polarisasi linier dan pola radiasi omnidirectional.Kata kunci : TWR, UWB, antena mikrostrip, patch diamond, FR-4 Epoxy
Filter Bandpass Mikrostrip X-band Untuk Radar Cuaca Gandaria Gandaria; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Filter merupakan perangkat yang penting untuk sistem microwave, salah satu contohnya pada radar. Pada radar, filter terdapat dalam blok sistem yang berfungsi untuk meredam sinyal-sinyal pada frekuensi yang tidak diinginkan dan meloloskan sinyal pada frekuensi yang diinginkan. Perancangan filter disesuaikan dengan frekuensi kerja dan dimana filter tersebut akan digunakan. Pada tugas akhir ini dirancang dan disimulasikan filter bandpass mikrostrip yang bekerja pada frekuensi X-band dengan contoh aplikasinya pada radar cuaca sehingga dibutuhkan filter dengan dimensi yang cukup kecil namun dengan kinerja yang bagus pula. Filter dirancang dengan menggunakan tiga jenis resonator berbasis square diantaranya square loop resonator, square open loop, dan meander. Substrat yang digunakan yaitu RT Duroid 5880LZ dengan konstanta dielektrik sebesar 2 dan tebal substrat 1,27 mm. Berdasarkan simulasi hasilnya yaitu nilai return loss filter square loop resonator -14,1524 dB, filter square open loop resonator sebesar -13,679 dB, dan filter meander sebesar -21,139 dB. Nilai insertion loss filter square loop resonator sebesar - 2,2875 dB, filter square open loop resonator sebesar -2,44 dB, dan filter meander sebesar -1,386 dB. Bandwidth filter square loop resonatorsebesar 299 MHz, filter square open loop resonator sebesar 301 MHz, dan filter meander sebesar 300 MHz. Semua filter mempunyai frekuensi tengah di 9 GHz. Kata Kunci : bandpass filter, mikrostrip, square loop resonator, square open loop, meander. Abstract Filter is an important component for microwave systems, one of the example is the radar system. In the radar system, the filter located in the block system for attenuates the undesired signals at the certain range of frequency and passes the desired signals at the certain range of frequency. Design of filter depends on working frequencies and the location where the filter will be used. This final project designs microstrip bandpass filter that works at X-Band frequency, with an example application on the weather radar so the filter has to be design in small dimensions but with a great performance. The filter will be designed using three type of resonators based on square shape including square ring, square open loop, and meander. The substrate material used in this final project is RT Duroid 5880LZ with the value of dielectrict constant is 2 and substrate thickness is 1,27 mm. Based on the simulations, the values of return loss from square loop filter is -14,1524 dB, square open loop filter is -13,679 dB, and meander filter is -21,139 dB. The values of insertion loss from square loop filter is -2,2875 dB, square open loop filter is -2,44 dB dB, and meander filter is -1,386 dB. The values of bandwidth from square loop filter is 299 MHz, square open loop filter is 301 MHz, and meander filter is 300 MHz. All of the filters has center frequency at 9 GHz. Keywords : bandpass filter, microstrip, square loop resonator, square open loop, meander.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Dengan Frekuensi 1,4-4,4 Ghz Untuk Ground Penetrating Radar Achmad Alwan Faikurrochman; Dharu Arseno; Antonius Darma Setiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan radar yang berfungsi untuk mendeteksi benda yang ada di dalam tanah. Dalam perkembangannya, GPR memiliki berbagai macam aplikasi, diantaranya mendeteksi kerusakan di dalam tembok hingga mendeteksi pipa didalam tanah. Dalam pendeteksian pipa dibutuhkan resolusi yang baik agar dapat membedakan pipa didalam tanah dengan objek disekitarnya. Maka dibutuhkan Antena yang memiliki bandwidth yang lebar untuk mengakomodir hal tersebut. Selain itu diperlukan juga antena yang memiliki pola radiasi unidirecitonal, sehingga radar dapet berkerja dengan optimal.Pada penelitian ini dirancang antenna mikrostrip jenis vivaldi. Antena Vivaldi memiliki kelebihan yaitu bekerja dengan baik pada Ultra Wide-Band (UWB). Karakteristik UWB yang memiliki pulsa yang sempit akan menghasilkan resolusi yang baik. Penambahan beban sirkular pada lengan vivaldi akan meningkatkan bandwidth dari antena, dan untuk pencatuan antena menggunakan pencatuan microstrip line. Perancangan antena dimulai dengan simulasi perangkat lunak, kemudian di fabrikasi, dengan bahan substrat FR-4 dengan konstanta dielektrik 4,4 yang memiliki ketebalan 1,6mm. Hasil perancangan memiliki nilai return loss dibawah -10 dB dan nilai VSWR dibawah 2 dengan gain 8,038 dBi untuk simulasi, dan untuk hasil fabrikasi memiliki return loss dibawah -10 dB dan nilai VSWR dibawah 2 dengan bandwidth 3GHz dan gain 6,384 dBi. Sehingga antena yang dirancang memenuhi spesifikasi yang diperlukan.. Kata kunci: GPR, Antena Vivaldi , Resolusi , Ultra Wide-Band Abstract Ground Penetrating Radar (GPR) are radar which have function to detect object burried at ground. On development, GPR have variety of application, like detection of broken structure inside wall until pipe detection on ground. For pipe detection, is needed good resolution in order to distinguish between pipe with other object around them. Then needed antenna which have wide bandwidth to accomodate that. Also needed unidirectional radiation pattern for antena , so radar can work optimally.In this research design an antenna vivaldi type. Antenna vivaldi have profit is can work well on Ultra Wide-Band(UWB). UWB have characteristic which have narrow pulse will produce good resolution. Adding a circular load on vivaldi arm will increase antena bandwidth. And for antenna feed will use microstrip line technique. The Antenna design start with software simulation, then fabrication, with using FR-4 as substrate material which have dielectric constant 4,4 and thickness 1,6mm. Then design result have return loss value below -10 dB and VSWR value below 2 with 8.038 dBi gain value, and for fabrication result have return loss value below -10 dB and VSWR value below 2 with 3 GHz bandwidth and 6,384 dBi gain value. Then antenna designed meet the requied specification. Keywords: GPR, Vivaldi antenna, Resolution, Ultra Wide-Band
Co-Authors Achmad Alwan Faikurrochman Achmad Cahyo Saputro Adam Kusumah Firdaus Adelia, Risa Arista Adinda Mutiara Hakim AFIEF DIAS PAMBUDI Akhmad Hambali Aldef Hardzi Fadzlullah Alloysius Adya Pramudita Aloysius Adya Pramudita Aminuddin Rizal Andarining Palupi Andini Dwi Pratiwi Arfianto Fahmi Arie Setiawan Asep Mulyana Avirian Candra Emanuel Azizah Yusrina Bobby Juan Pradana Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Prasetya Budianto Budianto Dessy Rahmadhani Mandalika Devy Roro Dinar Adellie Dewi Septia Anzani Dwi Desmelliana Dwi Juniarto Edwar EDWAR EDWAR Edward Natanael Erwin Priyantono Fadillah, M Ryan Fajri Darwis Farhan Bayu Rianto Farhan Ramadhan Fariany Rizqa Fiky Y. Suratman Gandaria Gandaria Hana Arisesa Heroe Wijanto Ignatius Daru Kristiadi Ihsanul, Hafiz Imam Restu Utomo Jumarman, Muhammad Naufal Hibatullah KHOIRUL ANWAR Khoirul Anwar Kris Sujatmoko Kristiadi, Ignatius Daru Kusuma, Muhamad Mardanu M.R. Yusron Miftahul Firdaus Mochammad Hafiz Kurnia Muarif, Muarif Muhamad Erianto Septayadi Muhamad Mardanu Kusuma Muhammad Hegi Rinaldi Muhammad Naufal Darma Putra Nabilla Putri Ariska Nasrullah Armi Naufal Bisma Biwahakimi Naufal Widya Gaspura Ningrum, Vionalisa Oktavia Kusuma Nyoman Bogi Aditya Karna Palupi, Andarining Pamudita, Aloysius Adya Pasha Dani Pamungkas Prasetyo Putranto Putri Milhatun Ni’mah Raditya Aprilyan Taviyasa Renyati Renyati Reyhan Fahmirakhman Abdullah Reyza Pratama Rina Pudji Astuti Rizqa, Fariany Saputra , Kurniawan Setiaji Satrio Yudo Prawiro Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Siregar, Hidayah Alfurqana Sugondo Hadiyoso Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulthon Faryabi Nurbadri Tampubolon, Lamdani Taufiqqurrachman Taufiqqurrachman Ujang Agus Tatang Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Winy Desvasari YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu YUYUN SITI ROHMAH