Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI KELAS VIII SMPN 1 SEWON Fahmi Ahyani; Iis Suwartini
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 4, No 4 (2020): SEPTEMBER: 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.801 KB) | DOI: 10.24114/js.v4i4.20613

Abstract

Abstract: The goal to be achieved in this study is to determine the use of audio visual media in learning exposition text in class Vlll SMPN 1 Sewon.This study uses a quantitative descriptive research method. The student populations involved 32 students in class Vlll A, 31 students in class Vlll B, 32 students in class Vlll C, and 32 students in class Vlll D. The research object uses audio visual media as the use of exposition text learning media. The teacher uses audio visual media by implementing activities of observing, asking, trying, and communicatingKeywords : Audio visual media, exposition textAbstrak: Tujuan yang ingin dicapai dalama penelitian ini dalah untuk mengetahui penggunaan media audio visual pada pembelajaran teks eksposisi kelas Vlll SMPN 1 Sewon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuanlitatif. adapun populasi siswa yang melibatkan siswa kelas VIII A dengan jumlah 32 siswa, kelas VIII B dengan jumlah 31 siswa, kelas VIII C dengan jumlah 32 siswa, dan kelas VIII D dengan jumlah 32 siswa. Objek penelitian menggunakan media audio visual sebagai penggunaan media pembelajaran teks ekposisi. Guru menggunakan media audio visual dengan menerapkan kegiatan mengamati, menanya, mencoba, dan mengomunikasikanKata kunci: Media Audi visual, teks eksposisi
Pelatihan budidaya tanaman herbal pada Kelompok Tani Melati Green 1 Purbayan menuju eduecotourism Vera Yuli Erviana; Bambang Robi’in; Arif Ardy Wibowo; Gibbran Prathisara; Iis Suwartini
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 2 (2023): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i2.16035

Abstract

Kelompok Tani Melati Green 1 adalah kelompok pemberdayaan perempuan yang berada di bawah naungan Kelurahan Purbayan. Permasalahan yang terjadi Kelurahan Purbayan, antara lain belum optimalnya budidaya tanaman herbal di kelompok tani Melati Grenn 1. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan produk unggulan khas Kerajaan Mataram Islam yang berdampak pada peningkatan pengetahuan dalam budidaya jamu berbasis tabulampot, peningkatan pendapatan masyarakat, pelestarian budaya dan literasi digital menuju eduecotourism. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan secara luring dengan peserta berjumlah 20 orang. Hasil pelatihan budidaya tanaman herbal antara lain, pembuatan lahan sebagai media edukasi untuk menciptakan Eduecotourism, jenis-jenis jamu khas Kerajaan Mataram. Branding produk yang dilakukan yaitu dengan membuat kemasan produk jamu yang siap dijual dengan desain yang menarik. Digital marketing yang tepat  dilakukan untuk mengenalkan produk jamu lebih luas yaitu dengan melakukan pemasaran melalui online. Berdasarkan hasil yang diperoleh terdapat peningkatan rerata hasil test dari pelatihan yang diberikan. yang telah dilakukan dapat diketahui bahwasannya terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terkait pembuatan branding produk dan penggunaan digital marketing dalam pemasaran produk secara online.   Herbal plant cultivation training for Farmer Groups Melati Green 1 Purbayan towards eduecotourism   Abstract: Melati Green 1 Farmer Group is a women's empowerment group under the auspices of Purbayan Village. This training aims to create superior products typical of the Islamic Mataram Kingdom, which have an impact on increasing knowledge in Tabulampot-based herbal cultivation, increasing community income, cultural preservation, and digital literacy towards eduecotourism. The method of this community service is socialization and training, which is carried out offline with 20 participants. The results of the herbal plant cultivation training include the creation of land as an educational medium to create Eduecotourism, a type of herbal medicine typical of the Mataram Kingdom. Product branding is done by making herbal product packaging ready to be sold with an attractive design. Digital marketing is done to introduce herbal products more widely, namely online marketing. Based on the results obtained, there is an increase in the average test results from the training provided. It can be seen that there is an increase in community understanding regarding product branding and the use of digital marketing in online product marketing.
PENINGKATAN KAPASITAS KERJASAMA LEMBAGA MELALUI PELATIHAN PENULISAN PROPOSAL KERJASAMA BAGI PENGURUS KAMPUNG WISATA PURBAYAN Bambang Robi’in; Vera Yuli Erviana; Arif Ardy Wibowo; Iis Suwartini; Gibbran Prathisara
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Purbayan tourist village has diverse tourism potential, ranging from religious, cultural, historical, and culinary tourism. These various tourist attractions have an attraction for domestic and foreign tourists. Various tour packages have been developed, including cultural tour packages, craft tour packages, and educational tour packages. Unfortunately, until now, few tourists know about and want to visit these attractions because people still need to learn more about tourist attractions in Purbayan. Various activities can be carried out to attract tourists, including collaborating with various agencies, institutions, schools, and tour travel agents. The problem faced by the management of the Purbayan tourism village is the need for more understanding of the village administrators in preparing proposals to offer cooperation to related parties in educational tourism and other tourism activities. Based on these problems, it is necessary to have training activities in preparing proposals for institutional cooperation offers for the management of the Purbayan tourist village. The purpose of this community service activity is to increase partners' knowledge in preparing cooperation proposals so that there is an increase in the capacity of institutional cooperation. This community service activity was conducted using an offline training method with target partners, namely the management of the Purbayan tourist village, a total of 12 people. This activity is carried out through socialization, training, and evaluation stages. The training activities were held on 12-13 August 2023. This community service activity has gone well and has provided an output or impact in the form of increasing the knowledge of the training participants regarding the preparation of cooperation proposals by 32,5%. Partner knowledge, which was initially 55,83%, increased to 88,33%. With this increase in knowledge, it is hoped that the cooperation of the Purwayan Tourism Village Institute will continue to increase to bring in more tourist visits. Abstrak Kampung wisata Purbayan memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata religi, wisata budaya dan sejarah, serta wisata kuliner. Berbagai tempat wisata tersebut memiliki daya tarik bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Berbagai paket wisata telah dikembangkan diantaranya paket wisata budaya, paket wisata kerajinan, dan paket wisata edukasi Sayangnya, sampai saat ini masih sedikit wisatawan yang mengetahui dan mau berkunjung ke tampat-tempat wisata tersebut. Hal ini dikarenakan masyarakat masih belum banyak mengetahui tempat-tempat wisata di Purbayan. Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk menarik para wisatawan, salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi, lembaga atau sekolah dan agen tour travel. Permasalahan yang dihadapi oleh pengurus kampung wisata Purbayan adalah kurangnya pemahaman para pengurus kampung wisata dalam menyusun proposal untuk menawarkan kerjasama kepada pihak terkait dalam kegiatan wisata edukasi maupun kegiatan wisata lainya. Berdasarkan pada permasalantersebut maka perlu adanya kegiatan pelatihan penyusunan proposal penawaran kerjasama lembaga kepada pengurus kampung wisata Purbayan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra dalam menyusun proposal kerjasama sehingga terjadi peningkatan kapasitas kerjasama lembaga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pelatihan secara offline dengan sasaran mitra yaitu pengurus kampung wisata Purbayan yang berjumlah 12 orang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 12-13 Agustus 2023. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berjalan dengan baik dan memberikan luaran atau dampak berupa peningkatan pengetahuan para peserta pelatihan mengenai penyusunan proposal kerjasama sebesar 32,5%. Pengetahuan mitra yang semula 55,83% meningkat menjadi 88,33%. Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, diharapkan kerjasama lembaga kampung wisata purbayan akan terus meningkat sehingga mendatangkan kunjungan wisata yang lebih banyak lagi.
SKEMA AKTAN DAN STRUKTUR FUNGSIONAL A.J. GREIMAS DALAM CERITA RAKYAT “PUTRI BUNGSU DAN ULAR N’DAUNG” DARI BENGKULU Sudaryani, Rina Ratih; Diana, Purwati Zisca; Suwartini, Iis
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.154-162

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan skema aktan dan fungsi struktural cerita rakyat dari provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dengan pencarian data sumber tertulis. Sumber data adalah cerita rakyat “Putri Bungsu dan Pengeran Ular N’Daung”. Data mencakup satuan cerita berupa dialog, monolog, wacana, sekuan cerita, dan narasi tokoh. Tahap pertama, analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi stuktur aktan dalam keseluruhan cerita. Tahap kedua, menentukan struktur aktan dengan cara menganalisis tindakan tokoh dari perannya sebagai subjek, objek, pengirim, penentang, penolong, dan penerima. Tahap ketiga, menganalisis struktur fungsional melalui tiga bagian, yaitu situasi awal, transformasi, dan situasi akhir. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Cerita rakyat “Putri Bungsu dan Pangeran Ulang N’daung” memenuhi 6 aktan meliputi: pengirim (tabib), subjek (Putri Bungsu), objek (Bara Abadi), penolong (Ular N’Daung), penentang (Putri Sulung dan Putri Kedua), dan penerima (Ibu), (2) Cerita rakyat “Putri Bungsu dan Pangeran Ular N’Daung” memenuhi 3 tahap struktur fungsional: (a) situasi awal, (b) transformasi: tahap uji kecakapan, tahap uji utama, dan tahap kegemilangan dan (c) situasi akhir
Gamifikasi Dalam Kelas Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Anak Pratama, Fendy Yogha; Yuli Erviana, Vera; Iis Suwartini; Mixghan Norman Antono
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2025.v15.i1.p60-67

Abstract

This case study aims to describe the implementation of gamification in an online BIPA (Bahasa Indonesia for Foreign Speakers) class and to analyze the ability of Danish learners to pronounce Indonesian vocabulary. The study was conducted with six learners aged 9–12 years in an online BIPA class organized by the Embassy of Indonesia in Denmark. Reflective notes and observation guidelines were used as instruments to collect data. Thematic data analysis revealed that gamification using Wordwall was implemented through five types of games: (1) Complete The Word, (2) The Hidden Words, (3) The Pacman Game, (4) Word Puzzles, and (5) Sentence Puzzles. Meanwhile, learners made four types of pronunciation errors: (1) sound addition, (2) sound omission, (3) sound alteration, and (4) code-switching. Based on these findings, further research is needed to determine whether these pronunciation errors also occur when learners write the vocabulary. Comprehensive knowledge of this issue will provide deeper insights into how such errors occur, enabling teachers to develop strategies to prevent recurring mistakes.
Pelatihan Manajemen Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKAL) Catur Sejahtera Berbasis Technopreneurship Menuju Ekonomi Kreatif Ismanto, Deny; Mudayana, Ahmad Ahid; Diana, Purwati Zisca; Erviana, Vera Yuli; Suwartini, Iis
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.247 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v6i2.20783

Abstract

Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta merupakan salah satu penyumbang sampah di TPST Piyungan. TPST tersebut kerap dilakukan penutupan dikarenakan volume sampah yang terus meningkat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah Kota Bantul membentuk Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKAL) yang bergerak dibidang usaha sampah. Salah satu BUMKAL yang sudah terbentuk yaitu BUMKAL Catur Sejahtera yang beranggotakan masyarakat Desa Caturharjo. Usia BUMKAL masih terbilang muda yaitu satu bulan. BUMKAL Caturharjo kedepannya akan mengembangkan berbagai usaha sampah untuk menunjang program Bantul Bersama (Bersih Sampah 2025). Bumkal Caturharjo berupaya mengelola sampah yang ada di Desa Caturharjo untuk menekan volume sampah dan menjadikannya usaha kreatif. BUMKAL terdiri dari 11 Pengurus dimana Lurah sebagai penasihat dan Ade Encup sebagai direktur. Pengembangan usaha berbahan dasar sampah dilatarbelakangi oleh kondisi di Desa Caturharjo dimana terdapat beberapa tempat wisata, ternak lele, kuliner tradisional (terdapat 14 warung bakmi) dan penduduk desa mayoritas bertani. Berangkat dari kondisi tersebut maka sebisa mungkin Desa Caturharjo dapat mencukupi pasokan kerajinan untuk tempat wisata, ulat magot untuk ternak lele, briket untuk memasak kuliner tradisional, dan pupuk untuk pertanian. Persoalan yang dihadapi Bumkal Caturharjo diantaranya: belum memiliki peta jalan dalam pengelolaan sampah berbasis technopreneurship, (2) kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sampah masih rendah, (3) belum memiliki akses infromasi terkait pengelolaan sampah, (3) belum adanya produk yang dihasilkan dari bahan baku sampah, dan (4) belum dapat memasarkan produk daur ulang sampah, (5) belum adanya marketplace untuk penjualan produk, (5) belum adanya wadah untuk memfasilitasi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dalaam mengolah sampah menjadi aneka kerajinan, pupuk briket dan budidaya maggot, (6) belum adanya pengelolaan sampah berbasis digital. Tujuan dari kegiatan meningkatkan peran BUMKAL sebagai pionir menuju ekonomi kreatif dan pusat studi pengelolaan sampah berbasis technopreneurship. Solusi permasalahan diantaranya: (1) penyuluhan wirausahan sampah berbasis digital, (2) pembuatan aplikasi (sistem informasi dan penerpan website pemasaran produk daur ulang yang terintegrasi ), (3) pelatihan pembuatan pupuk, (4) pelatihan budidaya ulat maggot untuk pakan ternak, (5) pelatihan aneka kerajinan daur ulang sampah, (6) pelatihan pembuatan briket dari sampah organik, (7) pelatihan penggunaaan aplikasi keuangan, (8) pelatihan pemasaran, (9) legalitas produk, (10) pagelaran produk, (11) terciptanya balai edukasi pengolahan sampah, (12) lokakarya hasil, dan (13) keberlanjutan program.
PENULISAN ULANG CERITA RAKYAT BUTON ‘BATU POARO’: STRATEGI MENULIS CERITA ANAK Rina Ratih Sri Sudaryani; Iis Suwartini; Nasrilia Rahmadina
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2025): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v15i2.18825

Abstract

Indonesian folktales that are full of local wisdom and life values will experience extinction if rewriting is not done. The purpose of this study is to describe the rewriting of Buton folklore “Batu Poaro” as a creative writing strategy. This research is qualitative in nature using the documentation method. Data were collected from various references. The data source of this research is a folktale entitled “Batu Poaro” from Buton Island, Southeast Sulawesi (Center for Language Development and Development, Department of Education and Culture, 1998). The technique of writing folklore used is as stated by Rampan, namely (1) how to open the story, (2) lead to excitement, (3) mid-story, (4) climax, and (5) convey the meaning of the story. The result of this research is a folktale 'Batu Poaro' from Buton which was originally in the local language has been rewritten into Indonesian and became an interesting children's reading. The folktale 'Batu Poaro' has been published together with other Buton and Wakatobi folktales by Pustaka Pelajar publisher in 2023 entitled Wa Ode from Wangi-Wangi. Keywords; Batu Poaro, Buton, Folklore, Rewriting.
Revolusi literasi anak: Serunya membaca nyaring melalui edugame di Sanggar Bimbingan Kulim, Kedah Malaysia Erviana, Vera Yuli; Suwartini, Iis; Rahmad, Khozaeni bin
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.16984

Abstract

Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek yaitu: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Permasalahan yang terjadi di SB Kulim bahwa keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut belum optimal. Masih terdapat siswa belum dapat membaca dengan baik. Hal tersebut tentu menjadi penghambat peningkatan kompetensi menulis. Anak yang tidak bisa membaca sudah pasti tidak bisa menulis. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi membaca berbasis edugame untuk mengoptimalkan kualitas dalam proses pembelajaran, meningkatkan budaya dan menarik minat anak-anak untuk gemar membaca di SB Kulim, dan terciptanya lomba literasi membaca antar anak-anak di SB Kulim. Metode pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan secara blended learning. Permasalahan di SB Kulim dapat diatas melalui sosialisasi mengenai konsep media berbasis edugame, pelatihan pemanfaatan media berbasis edugame untuk meningkatkan literasi membaca, pendampingan penerapan media berbasis edugame kepada anak-anak di SB Kulim Malaysia, dan lomba literasi membaca. Hasil pelatihan membaca nyaring berbasis edugame untuk meningkatkan literasi membaca anak di SB Kulim adalah dengan menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran di SB Kulim. Hal tersebut dibuktikan dengan pelatihan yang telah direncanakan berdurasi 400 menit dalam setiap pelasanakannya dan dilaksanakan selama 2 semeseter (gasal dan genap). Hasil pengabdian terdapat peningkatan keterampilan literasi membaca yang dilakukan melalui pelatihan media edugame yang ditunjukkan melalui pre test dan post test. Hal ini dibuktikan melalui berdasarkan rata-rata hasil skor pre tes adalah 65,08 sedangkan nilai rata-rata post test mengalami peningkatan sebesar 86,03 artinya ada perbedaan atau peningkatan rata-rata skor pre test dan post test yaitu sebesar 20,95 poin. Oleh karena itu, melalui pengabdian ini dapat dibuktikan bahwa produk education game dapat meningkatkan literasi membaca pada anak-anak.   Children's literacy revolution: The excitement of reading aloud through edugames at Sanggar Bimbingan Kulim, Kedah Malaysia   Abstract: Language skills include four aspects, namely listening, speaking, reading, and writing. The problem that occurs at SB Kulim is that the four aspects of language skills are not optimal. There are still students who cannot read well. This is certainly an obstacle to increasing writing competence. Children who can't read definitely can't write. This training aims to improve edugame-based reading literacy skills to optimize quality in the learning process, improve culture and attract children's interest in reading at SB Kulim, and create a reading literacy competition among children at SB Kulim. This community service method is carried out using blended learning. Problems at SB Kulim can be addressed through socialization regarding the concept of edugame-based media, training on the use of edugame-based media to increase reading literacy, assistance in implementing edugame-based media for children in SB Kulim Malaysia, and reading literacy competitions. The result of edugame-based reading-aloud training to improve children's reading literacy at SB Kulim is to show an increase in the quality of learning at SB Kulim. This is proven by the training, which has been planned to last 400 minutes in each implementation and is carried out for two semesters (odd and even). The results of the service include an increase in reading literacy skills carried out through edugame media training, which is demonstrated through pre-tests and post-tests. This is proven based on the average pre-test score being 65.08, while the average post-test score has increased by 86.03, meaning there is a difference or increase in the average pre-test and post-test scores, namely 20.95 points. Therefore, through this service, it can be proven that educational game products can increase reading literacy in children.
Emansipasi perjuangan Retna Pembayun dalam kisah heroik Mataram Islam di Kampung Purbayan Al Mardhiah, Neissaroh; Fadzira, Era; Suryadi, Anhar; Ifada, Arina; Gamaradikae, Afdri Jiyaris; Suwartini, Iis; Lixian, Xiao
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.9109

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui bentuk emansipasi cerita rakyat  Retno Pembayun yang terbit di koran Merapi dengan judul Perjalanan Cinta Sejati Roro Pembayun pada tanggal 8 November 2022 karya Anis Surya Trisanti. Retno Pembayun menjadi citra perempuan yang mampu tampil pada ranah publik. Pada masa itu masyarakat menganggap perempuan tidak setara dengan laki-laki. Retno Pembayun bahkan bisa menjalankan misi mengelabuhi musuh kerajaan sehingga memiliki peranan penting kejayaan Mataram Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan feminisme. Pengumpulan data dilakukan menggunakan  studi pustaka serta menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data terdiri atas reduksi data,  penyajian data, verifikasi, dan simpulan. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa ada  empat bentuk  emansipasi yaitu: (1) perempuan dan diplomasi politik, (2) perempuan dan keahlian, (3) perempuan dan perjuangan, dan (4) perempuan dan pernikahan. Keempat bentuk emansimasi tersebut berkaitan dengan nasionalisme. Retno Pembayun yang berupaya mensejajarkan perempuan dengan laki-laki dalam ranah publik, memiliki peranan dalam bidang politik. Hal tersebut menjadikan Retno Pembayun dikenal sebagai perempuan yang gigih mengorbankan jiwa dan raganya demi kepentingan bangsa.  
Citra perempuan dalam cerita rakyat Jawa Barat Suwartini, Iis; Trisanti, Anis Surya; Pratama, Fendy Yogha
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.13854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi citra tentang karakteristik fisik dan psikis perempuan yang ada dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat karya Maya Rohmayati dan Yodi Kurniadi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui deskripsi langsung serta penelitian literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik sastra feminis sebagai analisis lebih lanjut mengenai citra tokoh utama ditemukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan adanya 9 data mengenai citra fisik perempuan dan 32 data mengenai citra psikis perempuan dalam Kumpulan Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat karya Maya Rohmayati dan Yodi Kurniadi berjudul judul Lutung Kasarung, Sangkuriang, Situ Bagendit, Hariang Banga dan Ciung Wanara, dan Talaga Warna. Citra perempuan aspek fisik yang ditemukan adalah mengandung dan melahirkan, sedangkan citra perempuan aspek psikis yang ditemukan diantaranya kecerdasan, tempramen, keinginan, sikap, dan perilaku. Citra perempuan aspek fisik didominasi oleh tokoh Purbasari dan Purbararang sedangkan citra perempuan aspek psikis didominasi oleh Purbararang dalam cerita rakyat Lutung Kasarung. Cerita rakyat yang mendominasi citra perempuan aspek fisik dan citra perempuan aspek psikis adalah cerita rakyat Jawa Barat Lutung Kasarung.