Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Bahasa, Struktur Persajakan, dan Makna Moral dalam Syair Nasyid Karya Kiyai Hamzanwadi Fitria Hairani; Lalu Fakihuddin
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i3.783

Abstract

Researchers analyzed five songs (from the word choice, rhyme patterns, and moral). This research refers to qualitative research, the research method that is based on the philosophy postpositivisme, used to examine the condition of natural objects, (as his opponent was an experiment) where the researcher is a key instrument, the data collection techniques of triangulation (combined), data analysis inductive / qualitative, and the results qualitative research emphasizes meaning rather than generalization. The five songs were obtained from a source book nasyid songs work works chaplain Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. The nature of the world literature as an autonomous cause of literary works has the right to be analyzed regardless of social background that produced it. Data collected from the research field of tangible words and not a series of numbers, so that the form of analysis using a structured approach to qualitative descriptions into expanded text and deep. All the activities of this analysis is an analysis that considers the meaning behind the meaning of social facts found in the field as well as literature. Researchers found that synonymous words and berantonim, has a very high artistic value, style with high aesthetic value and not least for the benefit of the people who are full of moral message, especially for the people of Sasak and Indonesian Muslims in general.
Relasi Antara Budaya Sasak dan Islam: Kajian Berdasarkan Perspektif Folklor Lisan Sasak Fakihuddin, Lalu
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2018): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v1i2.1037

Abstract

The purpuse of the research is uncovering a through a link between Sasak culture and islamic of perspective Sasak folklore. In addition, reseach in also intended to increase appreciation sasak society, especially academic society. Design used in this research is descriptive-qualitative. This design was chosen becaouse relevance with a gool and data the nature of researcch, that is: (1) the use of documents of a literary work, namely the text of folklore and hikayat  as an object of the study, (2)  the data of this study in tehe form of writing, in the form of sequences interlocking of the text  of myth, folklore, and hikayat the relationship between sasak culture and values of islam, (3) the focus of the research as of as values, and (4) the research process is based on the interpretative. In this kind of methodology research and analyzed with the hermeneutc , wich is to interpret a texs... so they can understand a lot of people at the dipperent priod. Data in the study are collected by a documentation. The key instrument to this research  is a researcher. The result of the research, namely Sasak culture, especially the folklore, possesses remarkably subtle hints of islam,  the fact presented indicated that the teachins of islam through Sasak culture (through myte, folklore, and hikayat), it is also a intrnalisasion the teaching of islam or islamis values. It is of course not limited to the problems that has been presented, but also appear in a form of Sasak cultures, like rudat and and nyair tradistions.Keywords: relasion; Sasak culture; Islam; oral folklor.
Representasi Idiologi Berita Kekerasan Seksual Dalam Postingan Akun Instagram Kalis Mardiasih M, Muhana Nurkhalishah; Fakihuddin, Lalu; Muttaqin, Zainul; Masud, Lalu
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 1 (2023): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v6i1.17048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi idiologi Kalis Mardiasih dalam berita kekerasan seksual dan melihat wacana seksualitas dicanangkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 18 postingan berita kekerasan seksual dengan metode deskriptif kualitatif. Menggunakan analisis wacana Sara Mills untuk mengungkap posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Hasil yang diperoleh dari kajian ini menunjukan bahwa mayoritas subjek pada berita dipengaruhi oleh pihak laki-laki selaku pelaku dan pihak kepolisian, sedangkan perempuan korban kekerasan dijadikan objek dalam berita, baik perempuan dewasa maupun anak-anak. Dalam representasi idiologi berita kekerasan seksual, Kalis Mardiasih menggunakan perspektif perempuan yang menjadikan pembaca melihat dari sudut pandang korban, dari kekhawatiran, rasa cemas, bahkan tekanan psikologis.Representasi, kekerasan seksual, wacana Sara Mills, Instagram.
Symbolic and Philosophical Meanings of Religion and Politics in Hamzanwadi's Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru: A Semiotic Perspective Wijaya, Herman; Fakihuddin, Lalu; Ernawati, Titin; H.A. Gani, Ramlah.
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v9i2.36476

Abstract

This study aims to uncover the symbolic and philosophical meanings of religion and politics in Hamzanwadi's Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru. This research employs qualitative methods with a semiotic approach in analysing the poem's verses containing religious and political symbolism. Data collection involved close reading, interpretation, and in-depth understanding of the verses, while semiotic analysis was applied to identify and examine the symbols and their philosophical meanings. Several steps in data validation include reduction, presentation, and conclusion drawing.The results reveal that Hamzanwadi employs religious and political symbols in his poem to convey moral and social messages. Religious symbols—such as faith, piety, and the concept of the Almighty God—highlight the importance of loyalty and commitment to religious values in political life. Political symbols—such as seats and positions—represent political ambitions that can threaten religious teachings' integrity and true purpose. The philosophy embedded in these symbols emphasises the significance of loyalty, integrity, and honesty in politics and warns against using religion for personal or political gain.This research offers key insights into three main points: 1) faith and piety serve as a solid moral foundation for ethics inpolitical life; 2) political ambition and power have the potential to corrupt religious values and undermine integrity; and 3) integrity and adherence to religious teachings are essential for promoting clean and responsible governance. These findings contribute to a deeper understanding of the interaction between religion and politics in Hamzanwadi's workand offerbroader reflections on ethical leadership.
REALITAS HARMONI DALAM NOVEL “CATATAN HATI SEORANG ISTRI” KARYA ASMA NADIA Wati, Asrini; Lalu Fakihuddin; Muh. Jaelani Al Pansori
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.874 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v1i1.10

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui realitas harmoni dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Hasil penelitian yang didapatkan dalam novel ini mengenai realitas harmoni, peneliti dapat menemukan empat realitas yang ada dalam novel ini seperti realitas intraksi sosial, nilai sosial, proses sosial, dan perilaku menyimpang yang digambarkan melalui tokoh-tokohnya, sedangkan harmoni diperlihatkan oleh sikap-sikap tokoh seperti sikap suami terhadap keluarga, sikap suami terhadap keluarga, sikap suami istri terhadap keluarga dan sikap anak pada orangtua. Simpulan dalam penelitian ini adalah realitas harmoni ketika pasangan suami istri saling mengerti dan memahami diantara anggota keluarganya karena untuk mencapai semua itu maka memahami agama juga sangatlah penting, karena dengan memahami ajaran agama, setiap pasangan akan mampu mengontrol dirinya sendiri, termasuk untuk mampu bersikap sabar dan ikhlas menghadapi ujian-ujian yang menimpanya. Semua itu dilakukan dengan selalu bersyukur dan sabar menghadapi semua ujian demi mendapatkan keluarga yang harmonis.
KAJI BANDING REPRESENTASI NILAI KARAKTER DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA KELAS VIII Masturah; Fakihuddin, Lalu; Hilmiyatun
BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juli 2025
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begibung.v3i3.251

Abstract

Penanaman nilai karakter dalam pendidikan merupakan aspek penting dalam mewujudkan tujuan nasional, khususnya dalam membentuk karakter yang berlandaskan Pancasila. Buku teks, sebagai salah satu sumber utama pembelajaran, memiliki peran strategis dalam merepresentasikan nilai-nilai karakter tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai karakter dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, serta mendeskripsikan perbandingan keduanya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap dua buku teks sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks Kurikulum 2013 menampilkan distribusi nilai karakter yang lebih merata dengan dominasi pada nilai nasionalis dan integritas. Sebaliknya, buku teks Kurikulum Merdeka menunjukkan dominasi pada nilai beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, serta penyebaran nilai karakter yang kurang merata. Persamaan ditemukan pada sejumlah nilai karakter yang terepresentasi dalam kedua buku, sementara perbedaan terletak pada dominasi nilai, penggunaan istilah, serta keberadaan nilai-nilai tertentu yang hanya muncul dalam salah satu buku.
Relasi Semantik Hiponimik dan Sinonimik Bahasa Sasak Dialek Nggeto-Nggete Fakihuddin, Lalu; Al Pansori, Muh. Jaelani; Mas'ud, Lalu
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 7 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i7.4337

Abstract

This study aims to describe the semantic relationships of hyponymy and synonymy in the Sasak language, specifically the nggeto-nggete dialect. The data sample was collected from Wanasaba Village, East Lombok, West Nusa Tenggara. This location was chosen for several reasons: it is one of the oldest villages on Lombok Island, it has a relatively large population, and the dialect variety is well understood by the researcher, who was born and raised there. These factors help minimize errors in understanding, analyzing, and describing the data. The data were collected through direct observation and personal experience. The analysis is based on a theoretical framework of hyponymy and synonymy drawn from selected linguistic experts. The findings indicate that the Sasak language in the nggeto-nggete dialect includes lexical items that demonstrate hyponymic and synonymic relationships. Hyponymic relations in the Sasak language involve not only classifiers and their subordinates but also relationships among the hyponyms themselves. Synonymic relations are found in nouns, verbs, and adjectives, where each class shares general semantic features while maintaining specific semantic distinctions that influence their contextual usage in sentences.
Cerita Rakyat Lombok Sebagai Wacana Sastra Pariwisata: Dialektika Ekonomi dan Ekologi Hilmiyatun, Hilmiyatun; Fakihuddin, Lalu; Ernawani, Titin
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2621

Abstract

Penelitian ini menganalisis cerita rakyat Putri Mandalika sebagai wacana sastra pariwisata, dengan fokus pada dialektika ekonomi dan ekologi. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (Norman Fairclough) melalui tiga level analisis: teks, praktik diskursif (wacana), dan praktik sosialbudaya. Data diperoleh dari teks cerita rakyat, brosur pariwisata, artikel media, dan dokumentasi festival bau nyale. Analisis data mengacu pada tiga dimensi wacana menurut Fairclough, yakni: analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial budaya. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan teks cerita rakyat, brosur pariwisata, artikel media, dan dokumentasi festival bau nyale. Selain itu, triangulasi metode dilakukan melalui tiga level analisis wacana Fairclough, yaitu analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Putri Mandalika direpresentasikan dalam wacana pariwisata untuk meningkatkan ekonomi lokal, melalui UMKM, kuliner, dan sektor jasa, sekaligus menjadi ikon budaya Lombok. Di sisi lain, festival massal menimbulkan tekanan pada ekosistem pesisir dan mengurangi makna ekologis dari cerita rakyat. Dialektika ini menegaskan adanya tarik-menarik antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, di mana dominasi wacana ekonomi berpotensi mengorbankan nilai budaya dan keberlanjutan ekologi. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi sebagai praktik wacana pariwisata berkelanjutan jika pengelolaan menyeimbangkan aspek ekonomi, budaya, dan ekologi