Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : TEKNO

Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Batu Putih Atas Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Walean, Paul V. M.; Mamoto , Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60789

Abstract

Pantai Batu Putih yang berada di Kecamatan Ranowulu, Kelurahan Batu Putih Atas, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, dan berada pada posisi 10 38’ 22” LU – 1240 52’ 38” BT. Letak geografis provinsi Sulawesi Utara terletak pada 00 LU – 30 dan 1230 dan 126 Bujur Timur. Daerah pantai ini merupakan salah satu lokasi pariwisata yang ada di Kota Bitung. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini yang menyebabkan Abrasi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanan pengaman pantai yang tepat di pantai Batu Putih, Ranowulu, Bitung. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Revetment mengunakan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 4.01 m, Lebar Puncak 2 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:3, Lebar Toe Protection 3.68 m, serta Tinggi Toe Protection 1.38 m. Kata kunci: Pantai Batu Putih, gelombang,abrasi, pengaman pantai, revetment
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Pembengkakan Biaya Pada Proyek Konstruksi Perumahan Dengan Metode Relative Importance Index Pontoh, Michell J.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60845

Abstract

Pembengkakan biaya pada proyek konstruksi merupakan permasalahan kompleks yang seringkali dihadapi oleh para pelaku industri konstruksi. Bukan hanya pemilik proyek yang dirugikan oleh hal ini, tetapi juga mengganggu proses kelancaran proyek dan bahkan dapat mengancam keberlangsungan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama apa saja yang berkontribusi terhadap pembengkakan biaya pada proyek konstruksi perumahan, juga faktor apa yang menjadi faktor dominan terhadap pembengkakan biaya. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut merupakan data primer yang akan diolah dengan bantuan software IBM SPSS 26. Penulis mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya cost overrun menggunakan metode relative importance index (RII). Penelitian ini akan mengukur tingkat kepentingan relative dari berbagai faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab utama dalam pembengkakan biaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perencanaan seperti kurang memperhatikan faktor resiko di lokasi proyek merupakan faktor dominan yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya dengan nilai RII 0,8. Kata kunci: pembengkakan Biaya; Proyek Konstruksi Perumahan; Relative Importance Index
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Dalam Proyek Pembangunan Kantor Mako Brimob Polda Sulut Mongkau, Franco Z. H.; Dundu, Ariestides K. T.; Arsjad, Tisano Tj.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60851

Abstract

Balok, Plat lantai dan Kolom merupakan suatu struktur konstruksi yang sangat penting dalam suatu bagunan, Dalam pelaksanaan pekerjaan balok, plat lantai dan kolom, diperlukan suatu metode untuk menyelesaikan pekerjaan dilapangan. Khususnya saat menghadapi kendala-kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan dugaan sebelumnya. Metode pelaksanaan adalah metode yang menggambarkan langkah-langkah atau proses penyelesaian pekerjaan yang sistematis dari awal hingga akhir penyelesaian suatu pekerjaan. Dari hasil penelitian metode pelaksanaan yang dilakukan, didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan Kantor Mako Brimob Polda Sulut, yaitu: pada pekerjaan balok mencakup pekerjaan bekisting, pekerjaan pembesian, pengecekan, pembersihan, pekerjaan pengecoran, pekerjaan pembongkaran bekisting, dan perawatan beton. Pekerjaan plat lantai mencakup: pekerjaan persiapan, pemasangan perancah, pemasangan floordeck, pemasangan tulangan, pekerjaan pengecoran serta perawatan beton. Dan untuk pekerjaan kolom mencakup: pabrikasi dan pembesian, pekerjaan bekisting, pekerjaan pengecoran, pembongkaran bekisting serta perawatan beton. Kata kunci: metode pelaksanaan, balok, plat lantai, kolom
Penjadwalan Waktu Pembangunan Pabrik Corn, Lolak, Bolaang Mongondow Dengan Menggunakan Metode CPM (Critical Path Method) Butarbutar, Samuel; Sumanti, Febrina P. Y.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61048

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian, termasuk dalam pengolahan hasil panen seperti jagung. PT. Advanced Agri Indonesia (AAI) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas pengeringan jagung melalui pembangunan pabrik pengeringan di berbagai daerah, salah satunya di Lolak, Sulawesi Utara. Namun, dalam pelaksanaan proyek ini, terdapat beberapa tantangan yang dapat menyebabkan keterlambatan, seperti kondisi cuaca yang tidak mendukung dan jumlah tenaga kerja yang tidak memadai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaringan kerja atau jalur kritis dalam proyek pembangunan pabrik pengeringan jagung di Lolak dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Dengan metode ini, diharapkan dapat diperoleh perencanaan dan pengendalian proyek yang lebih optimal, sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas manajemen proyek di sektor pertanian. Kata kunci: manajemen proyek, jalur kritis, CPM, pabrik pengeringan jagung
Analisis Resiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Proyek Pembangunan Jalan Sawangan Tanggari Sulawesi Utara Kuhu, Vikaristi G.; Dundu, Ariestides K. T.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61122

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus selalu diperhatikan karena merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi resiko-resiko di sekitar area kerja dengan focus pada dampaknya terhadap tingkat kecelakaan kerja dan produktifitas karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode HAZOP (Hazard and Operability Study) dengan mengumpulkan data melalui observasi , wawancara dan dokumentasi lalu menetukan risiko dengan tabel kriteria resiko kemungkinan (Likelihood / L) dan konsekuensi (Consequences / C) yang nantinya akan di dapat nilai yang menentuka tingkat resiko dari tabel Risk Maytix yang menjadi tuntunan apakah pekerjaan dapat dikatakan efektif atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 sangat berpengaruh terhadap resiko kecelakaan kerja dari tingkat resiko terendah hingga yang terekstrim dan kepatuhan terhadap prosedur K3 berpengaruh yang sangat terhadap produktifitas kerja. Dari hasil penelitian diharapkan diperoleh cara agar tidak ada yang dirugikan antara pekerja dan perusahaan, serta merekomendasikan untuk meningkatkan K3 melalui evaluasi berkala. Kata kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja, HAZOP (Hazard and Operability Study), analisis risiko
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3 Sataruno, Vanesha F. R.; Pratasis, Pingkan A. K.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61156

Abstract

Abstrak Pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan layang atau overpass, merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di area perkotaan. Overpass yang berfungsi untuk memisahkan arus lalu lintas kendaraan dari jalur lainnya, dapat mempercepat perjalanan dan meningkatkan keselamatan di persimpangan atau area dengan volume lalu lintas yang tinggi. Namun, meskipun memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas, pembangunan overpass juga menghadirkan tantangan signifikan, terutama dalam hal keselamatan kerja bagi para pekerja konstruksi yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung dilapangan selama kegiatan magang berlangsung, wawancara, pembagian kuesioner, serta pengambilan dokumentasi di lapangan. Hasil dari penelitian bahwa penerapan SOP SMK3 pada proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3 telah berjalan dengan baik, yang tercermin dari rata-rata keseluruhan variabel sebesar 89% dan termasuk klasifikasi sangat baik. Kata kunci: SOP, SMK3, overpass
Analisis Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Karang Ria Kota Manado Wendur, Deviyanti Amanda; Jasin, Muhammad I.; T, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66104

Abstract

Pantai Karang Ria di Kota Manado merupakan kawasan pesisir strategis yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan pariwisata, serta direncanakan menjadi target reklamasi oleh Pemerintah Kota Manado. Pemahaman terhadap karakteristik pasang surut sangat krusial untuk mendukung kegiatan pesisir dan perencanaan infrastruktur, termasuk reklamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasang surut dan elevasi muka air laut menggunakan metode harmonik Least Square berbasis program MOD-LSQ.Data pasang surut sekunder selama 15 hari dari Badan Informasi Geospasial (BIG) diolah untuk mendapatkan konstanta harmonik dan bilangan Formzahl (F). Hasil analisis mendapatkan 10 komponen harmonik utama, termasuk M2 (5.839), S2 (4.624), K1 (2.402), dan O1 (1.609). Nilai bilangan Formzahl (F) yang diperoleh adalah 0.383. Nilai ini berada dalam rentang $0.25 < F < 1.5$, yang mengklasifikasikan tipe pasang surut di Pantai Karang Ria sebagai Campuran Condong ke Harian Ganda (Mixed Tide, prevailing semi-diurnal). Nilai elevasi muka air rata-rata (MSL) adalah 0.0021, dengan elevasi muka air tertinggi (HHWL) mencapai 16.7500 dan terendah (LLWL) mencapai -14.0351. Hasil ini penting sebagai acuan teknis dalam pekerjaan perencanaan reklamasi kawasan pesisir Boulevard II/Karang Ria. Kata kunci: pasang surut, metode Least Square, Formzahl, Pesisir Boulevard II
Penerapan Metode PERT Pada Proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama Primalie, Yonathan T.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66299

Abstract

Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek konstruksi bergantung pada perencanaan dan manajemen yang efektif untuk mencegah keterlambatan akibat koordinasi yang kurang, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian. Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) membantu mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan potensi keterlambatan, meskipun penerapannya menghadapi kendala seperti ketidakpastian estimasi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama, Manado, metode PERT berhasil mengidentifikasi jalur kritis yang terdiri dari berbagai aktivitas, seperti Pekerjaan Cor Pondasi Bor Pile (A1), Pekerjaan Cor Pondasi Poer Beton (B1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 1 (C1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 1 (D1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 1 (F1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 2 (G1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 2 (H1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 2 (I1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 2 (J1), Pekerjaan Cor Listplank 2 (L), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 3 (M1), Pekerjaan Cor Kolom Lantai 3 (N1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 3 (O1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 3 (P1), Pekerjaan Cor Lantai Tangga 3 (Q1), Pekerjaan Cor ListPlank 3 (R). Jalur kritis yang panjang menunjukkan tingkat sensitivitas proyek terhadap keterlambatan. Analisis PERT juga menunjukkan bahwa proyek memiliki deviasi standar sebesar 0.76, dan berdasarkan tabel distribusi normal, peluang penyelesaian proyek dalam 280 hari adalah 77.64%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT dapat digunakan secara efektif dalam perencanaan waktu proyek, namun diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan akurasi estimasi dan mitigasi risiko keterlambatan. Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan, Program Evaluation and Review Technique, jalur kritis, proyek konstruksi
Perencanaan Pengadaan Material Struktur Atas Bangunan Pada Proyek Pembangunan Gedung Cable Landing Station Bifrost Di Manado Dayoh, Agnesia I.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66359

Abstract

Struktur atas bangunan merupakan bagian penting yang berfungsi menahan dan menyalurkan beban bangunan, sehingga memerlukan perencanaan pengadaan material yang tepat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan efektif dan efisien. Fokus penelitian ini dibatasi pada perhitungan kebutuhan material semen sebagai bahan utama penyusun beton bertulang pada elemen struktur atas, meliputi kolom, balok, dan pelat lantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pengumpulan data primer berupa observasi lapangan serta data sekunder berupa gambar kerja struktur, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), dan kurva S proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan material semen untuk pekerjaan struktur atas sebesar 200.856 kg atau setara dengan 4.017 sak semen yang diperoleh dari perhitungan volume beton seluruh elemen struktur atas dengan mutu beton K-350, di mana kebutuhan terbesar berasal dari pekerjaan pelat lantai dan balok struktur, sedangkan kebutuhan terkecil berasal dari elemen balok sekunder. Berdasarkan kurva S proyek, pekerjaan struktur atas dilaksanakan pada minggu ke-11 hingga minggu ke-21 sehingga pengadaan material semen direncanakan secara bertahap sesuai bobot pekerjaan mingguan, dengan kebutuhan tertinggi terjadi pada saat pelaksanaan pekerjaan struktur lantai atas dan atap. Perencanaan pengadaan material semen yang terintegrasi dengan kurva S proyek ini terbukti mampu mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan struktur atas, mengurangi risiko keterlambatan pekerjaan, serta meminimalkan pemborosan material di lapangan. Kata kunci: pengadaan material, struktur atas, kebutuhan semen, kurva S, proyek konstruksi
Analisis Perubahan Garis Pantai Berbasis Model Numerik Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Biasa, Jenifer; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66438

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor hidrodinamika laut, seperti gelombang, pasang surut, dan transport sedimen, yang dapat menyebabkan abrasi maupun akresi pantai. Pantai Batu Putih Atas di Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, merupakan kawasan pesisir yang mengalami perubahan garis pantai dan berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan serta pemanfaatan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dan mengidentifikasi besaran area abrasi dan akresi menggunakan pendekatan model numerik. Metode yang digunakan adalah pemodelan perubahan garis pantai berbasis one-line theory dengan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi data angin untuk hindcasting gelombang, data pasang surut, batimetri, serta peta garis pantai. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun, yaitu dari tahun 2025 hingga 2035. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di lokasi penelitian bersifat tidak seragam, dengan kecenderungan abrasi pada beberapa segmen pantai dan akresi pada segmen lainnya. Pola perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh karakteristik gelombang dominan dan distribusi transport sedimen sejajar pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam perencanaan pengelolaan dan perlindungan pantai secara berkelanjutan di pantai Batu Putih Atas, Kota Bitung. Kata kunci: perubahan garis pantai, model numerik, CEDAS NEMOS, abrasi, akresi, pantai Batu Putih
Co-Authors Albugis, Irah Safirah Apriyanto, Yuda Pratama Asrini Novita Rompas Biasa, Jenifer Butarbutar, Samuel Cindy J. Supit Damo, Lula R. Dayoh, Agnesia I. Deane R. O. Walangitan, Deane R. O. Debby Willar, Debby Dungus, Olvia Fabian J. Manoppo Grace Y Malingkas Harianja, Kristin A. N. Huibert Tarore Jantje B. Mangare Jasin, M. Ihsan Jeffry D. Mamoto Jermias Tjakra Kalalo, Brando Gabriel Kiling, Rendy C. E. Koilam, Fabiola E. Koilam, Vania T. A. Kopalit, Theo Nugraha Kuhu, Vikaristi G. Kumendong, William Melkisedek Lalenoh, Leonardo Liany Amelia Hendratta Liunsanda, Moses Lumempow, Omega Ester Malifa, Yusuf Mamanua, Injilia Christy Mamoto , Jeffry D. Manabung, Novrita Manalip, Eunike H. Manansang, Merry Kristin Maningkas, Violeta E. Massie, Frensy Yuliani Maury, Jonathan Michael Stiven Goni Mochtar Sibi Mongkau, Franco Z. H. Moningka, Agnes K. Muhammad I. Jasin Palisungan, Alfianus Pangalila, Fiska Chintya Ezra Pingkan A. K. Pratasis Pokay, Gerry J. J. Pontoh, Michell J. Porajow, Tania G. Primalie, Yonathan T. Rantung, Bares Toar Rantung, Christofel C. Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rorimpandey, Natania Rotinsulu, Finny N. C. Rumengan, Michael R. Sanaky, Amanda Triselya Sataruno, Vanesha F. R. Shirly Susanne Lumeno Silvia Hermina Stevania Untu Siska Riris Manullang Soplanit, Priscilla P. G. Sual, Gina Sumanti, Febrina P. Y. T, Arthur H. Tengker, Andryes Leonard Thambas, Arthur H. Tigri Cicilia Runtuwarow Tinus Kogoya, Tinus Tisano Tj. Arsjad Tommy Jansen, Tommy Tulandi, Gloria P. Virginia M. Sorongan Wakkary, Anggi Cindy Walean, Paul V. M. Wendur, Deviyanti Amanda