Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL INTEGRASI PROSES

PROSES INTERESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI METIL ESTER DENGAN BIOKATALIS EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) Fitri Icha Oryza Sativa; Tia Ardya Wahyu Cahyani; Rizky Nartika Nurfitri; Eka Maretyaningsih Agung Purwanti; Ahmad Faizal Alfiniam; Elvianto Dwi Daryono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24556

Abstract

Sebagian besar proses pembuatan biodiesel menggunakan katalis homogen yang memerlukan netralisasi dan pemisahan. Beberapa bagian tumbuhan seperti daun, akar, dan buah mengandung senyawa aromatik yang bisa digunakan sebagai biokatalis. Daun salam mengandung senyawa aromatik flavonoid dan kuersetin yang berpotensi digunakan sebagai biokatalis pada pembuatan biodiesel sekaligus bioaditif sehingga tidak diperlukan dipisahkan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan konsentrasi biokatalis ekstrak daun salam pada reaksi interesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Bahan baku yang digunakan adalah minyak jelantah yang direaksikan dengan metil asetat untuk menghasilkan metil ester dan triasetin menggunakan biokatalis ekstrak daun salam. Berat minyak jelantah yang digunakan 250 g, rasio mol minyak:metil asetat = 1:6, temperatur 60°C dengan pengadukan 300 rpm, konsentrasi biokatalis 1, 2, dan 3% dari berat minyak jelantah, serta waktu reaksi 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Kondisi terbaik didapatkan pada proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis ekstrak daun salam 3% pada waktu reaksi 60 menit dengan crude yield 19,216%.
PENGARUH SUHU DAN KONSENTRASI MINYAK ATSIRI SEREH TERHADAP SIFAT FISIK MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKAR PENGGANTI BIODIESEL Theresia Sufin; Elvianto Dwi Daryono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27700

Abstract

Harga biodiesel masih belum bisa bersaing dengan harga solar karena harga bahan baku minyak nabati dan proses pembuatannya yang relatif mahal dan memerlukan banyak energi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencampurkan minyak jelantah dengan bioaditif minyak atsiri sehingga diharapkan hasil campurannya mempunyai sifat fisik seperti biodiesel. Harga minyak atsiri sereh lebih murah jika dibandingkan reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol menggunakan katalis basa yang perlu biaya lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pencampuran dan konsentrasi minyak atsiri sereh yang dicampurkan dengan minyak jelantah terhadap sifat fisiknya. Kondisi operasi penelitian meliputi volume minyak jelantah 150 mL, kecepatan pengadukan 500 rpm, waktu pencampuran 60 menit, konsentrasi minyak atsiri sereh (10, 11, 12, 13, dan 14%) dan suhu pencampuran (30, 40, dan 50°C). Penelitian dimulai dengan perlakuan zeolit sebagai adsorben, perlakuan minyak jelantah, dan pencampuran minyak jelantah yang telah dimurnikan dengan minyak atsiri sereh. Hasil penelitian mendapatkan kondisi terbaik pencampuran minyak jelantah dengan bioaditif minyak atsiri sereh pada konsentrasi minyak atsiri 10% dan suhu pencampuran 50°C dengan hasil analisis densitas 0,876 g/mL dan viskositas 4,828 cSt yang memenuhi SNI 7182-2015 serta kadar air 0,1092% yang tidak memenuhi standar.