Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Konversi

BIOETHANOL FROM GROUNDNUT SHELL WASTE WITH ACID HYDROLYSIS AND FERMENTATION PROCESS Elvianto Dwi Daryono
Konversi Vol 9, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v9i2.8723

Abstract

Masalah keterbatasan bahan bakar minyak di belahan dunia termasuk Indonesia sudah memasuki tahapan yang serius dikarenakan sebagian besar masyarakat masih menggunakan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar utama. Bioetanol merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut dimana bahan bakar ini dapat dibuat dari bahan yang mengandung gula, pati, maupun serat sehingga dapat diperbaharui. Limbah kulit kacang tanah merupakan bahan baku yang sangat potensial karena kandungan seratnya cukup tinggi yaitu 54,38%. Limbah kulit kacang tanah sebagian besar dibuang sebagai limbah dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh massa ragi Saccharomyces cereviceae dan waktu fermentasi limbah kulit kacang tanah terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan kulit kacang tanah dengan kadar selulosa awal 41%, hemiselulosa awal 1% dan lignin awal 14,3%. Setelah pretreatment dengan menggunakan larutan HNO3 0,5 N pada suhu 28⁰C selama 1 jam, kadar selulosa naik menjadi 55,2%, kadar hemiselulosa naik menjadi 5,9% dan kadar lignin turun menjadi 2,1%. Proses hidrolisa asam dengan 10 ml H2SO4 98% pada suhu 100⁰C selama 1 jam didapatkan kadar glukosa 23,698%. Dari hasil proses fermentasi anaerob yang dilakukan pada pH 4,5 didapatkan kadar etanol tertinggi yaitu 0,1729% dari hasil analisa GC pada fermentasi hari ke 9 dengan massa ragi Saccharomyces cereviceae sebanyak 9 gram.
BIODIESEL FROM PALM OIL WITH INTERESTERIFICATION PROCESS USING BIO-CATALYST CAJUPUT OIL Elvianto Dwi Daryono; Rini Kartika Dewi
Konversi Vol 11, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v11i2.13982

Abstract

Proses interesterifikasi yang telah dilakukan menggunakan katalis homogen maupun heterogen yang perlu proses pemisahan di akhir reaksi. Minyak atsiri merupakan alternatif pilihan katalis yang lebih efisien sebab tidak perlu proses pemisahan di akhir reaksi karena berfungsi sebagai antioksidan untuk biodiesel dan lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan proses pembuatan biodiesel yang lebih efektif dan efisien yaitu dengan tahapan proses yang lebih sedikit sehingga akan mengurangi biaya produksi. Pada penelitian ini reaksi interesterifikasi minyak kelapa sawit dengan metil asetat untuk menghasilkan metil ester dan triasetin, dilakukan dengan bio-katalis  minyak kayu putih. Kondisi operasi penelitian adalah massa minyak kelapa sawit 250 gram, rasio molar minyak kelapa sawit:metil asetat adalah 1:6, suhu reaksi 60oC, kecepatan pengadukan 300 rpm, massa katalis 0,75% massa minyak kelapa sawit dan waktu reaksi (15, 30, 45, 60, dan 75 menit). Minyak kelapa sawit, metil asetat dan katalis direaksikan dalam labu leher tiga sebagai reaktor sesuai dengan kondisi operasi penelitian. Setelah waktu reaksi tercapai, sample sebanyak 50 gram diambil untuk dilakukan proses pemisahan. Hasil penelitian mendapatkan kondisi terbaik proses interesterifikasi minyak kelapa sawit dengan bio-katalis minyak kayu putih pada waktu reaksi 75 menit dengan crude yield 65,88% dan angka asam 0,426 mg KOH/gr sampel yang memenuhi SNI 7182:2015.