Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMBERDAYAAN BERBASIS KOMUNITAS SANGGAR ANAK SUNGAI DELI (SASUDE) DI LINGKUNGAN XII KELURAHAN SEI MATI KECAMATAN MEDAN MAIMUN Ratih Baiduri; Yanita Hotriahni Sitopu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2919-2931

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menelusuri latarbelakang berdirinya komunitas Sanggar Anak Sungai Deli, menelaah bentuk program pemberdayaan sasude, dan mengungkapkan realisasi program, hambatan dan manfaat sasude bagi anak-anak, masyarakat dan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Lingkungan XII, Kelurahan Sei Mati Medan Maimun. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang berdirinya sasude berdasarkan kondisi lingkungan yang tidak teratur, masyarakat yang rendah pendidikan sehingga tidak memiliki kesadaran akan kebersihan lingkungan, dan kondisi anak-anak yang banyak mengamen, mengemis, putus sekolah dan tidak bisa membaca. Adapun program-program yang dijalankan sasude yaitu pengembangan minat dan bakat, literasi, keagamaan, lingkungan, unit usaha, ramadhan camp, festival sasude, pegelaran tunggal dan pentas seni. Manfaat sasude ini yaitu meningkatkan kualitas hidup anak-anak, masyarakat sekitar dan lingkungan seperti peningkatan keterampilan, pengetahuan, kepercayaan diri, kesadaran akan kebersihan lingkungan yang menciptakan lingkungan yang asri, bersih dan nyaman.
Pemulihan Berbasis Solidaritas: Peran Aliansi SUMUT Bersatu Melalui Rumah Aman Peduli Puan dalam Penanganan Kekerasan Seksual Putri Amelia Sari; Ratih Baiduri; Supsiloani Supsiloani
Jurnal DinamikA Vol 7, No 1 (2026): Jurnal DinamikA
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/dinamika.v7i1.69-88

Abstract

This study aims to analyze the role of the Peduli Puan Safe House managed by the United North Sumatra Alliance in the recovery process for victims of sexual violence in North Sumatra. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach. Data collection techniques were carried out through participant observation, in-depth interviews, and documentation of the safe house managers and victim advocates. This study uses Kimberlé Crenshaw's intersectional feminist theory to understand victims' experiences influenced by relations of power, gender, social class, and patriarchal cultural structures. The results show that the Peduli Puan Safe House not only functions as a temporary shelter, but also becomes a solidarity-based recovery space that provides a sense of physical, psychological, and social security for victims of sexual violence. The forms of recovery provided include psychological assistance, legal assistance, and social recovery through education for the families and surrounding communities of victims. The solidarity built by the United North Sumatra Alliance is seen through empathetic relationships between advocates and victims, emotional support, and efforts to create a more supportive social environment that does not blame the victim. This approach helps victims to reduce trauma, rebuild self-confidence, and dare to fight for their rights in the legal process. This research shows that recovery for victims of sexual violence requires not only professional services but also social support based on solidarity and victim-centeredness.
Perubahan Sosial Budaya Melayu: Marginalisasi ke Generasi (Studi Etnografi di Desa Tanjung Pasir Labuhanbatu Utara) Mona Ratu Munthe; Ratih Baiduri; Puspitawati Puspitawati
Jurnal DinamikA Vol 7, No 1 (2026): Jurnal DinamikA
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/dinamika.v7i1.1-23

Abstract

This study aims to delineate the regeneration process of Malay culture, identify the mechanisms of marginalization within community social life, and analyze the challenges and opportunities in preserving Malay culture. This research employs an ethnographic method as its primary approach, which includes participant observation and in-depth interviews with community leaders, as well as the younger generation in the village. Through this approach, it is expected to provide a comprehensive understanding of the socio-cultural shifts in Malay culture from marginalization to regeneration. This study utilizes Antonio Gramsci's Theory of Cultural Hegemony as its foundational framework for analysis. The findings indicate that the regeneration process of Malay culture in Tanjung Pasir Village is progressing negatively and experiencing a complete disruption in the cultural transmission chain; furthermore, the mechanisms of Malay culture operate simultaneously through genetic transmission (family) and communal ritual expressions (customary feasts). However, regarding the challenges and opportunities of cultural preservation, the local community and artisans can filter the adverse effects of globalization while leveraging technology as a tool (opportunity) to repackage Malay culture, making it appealing once again to the younger generation. This research is expected to serve as a reference for relevant stakeholders in developing programs that support cultural regeneration, as well as enhancing public awareness of the importance of maintaining cultural identity amidst the waves of change.
Adaptasi Ekologi Budaya Mahasiswa Nias: Studi Kasus Di Lingkungan Heterogen Universitas Negeri Medan Jaka Purba; Ratih Baiduri
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 1 (2025): Vol 23, No 1 (2025): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2025
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rjryzc35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi sosial budaya mahasiswa etnik Nias di Prodi pendidikan Antropologi Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di awal perkuliahan, mahasiswa Nias menghadapi tantangan adaptasi signifikan, seperti perasaan terisolasi, kesepian, canggung dan terbatasnya jaringan pertemanan akibat perbedaan etnis dan budaya serta struktur pertemanan kelas yang sudah terbentuk. Bahkan, beberapa merasakan adanya prasangka etnis, yang semakin menghambat interaksi awal mereka. Sebagai respon terhadap tantangan ini, mahasiswa Nias secara proaktif mengembangkan berbagai strategi adaptasi, strategi yang paling dominan adalah mencari dan bergabung dengan komunitas mahasiswa Nias di kampus. Komunitas ini berperan sebagai dukungan psikologis, memperkuat identitas etnis, serta menjadi interaksi sosial tempat mereka belajar dan mengasah keterampilan berinteraksi dengan berbagai latar belakang. Temuan ini menegaskan relevansi teori Steward, bahwa adaptasi budaya adalah proses dinamis yang melibatkan penyesuaian dua arah antara individu dan lingkungan. Mahasiswa Nias berhasil memilih dan menyesuaikan elemen budaya mereka untuk kelangsungan hidup sosial di lingkungan baru, menunjukkan adanya evolusi budaya dalam perilaku interaksi mereka sambil tetap mempertahankan identitas.
REPRESENTASI PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @TERALAFOUNDATION Nur Mala Alfina; Ratih Baiduri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4328-4335

Abstract

Media sosial menjadi ruang penting dalam advokasi dan pemberdayaan kelompok marjinal, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan penyandang disabilitas dalam akun Instagram @teralafoundation serta strategi framing yang digunakan dalam membangun citra positif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi virtual. Data diperoleh melalui observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan pendiri, pengelola media sosial, serta peserta kegiatan, dan dokumentasi digital berupa unggahan serta interaksi audiens. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori representasi Stuart Hall dan teori framing Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram Terala Foundation menampilkan perempuan penyandang disabilitas sebagai individu yang mandiri, produktif, dan berdaya. Konten menekankan kisah inspiratif, pelatihan keterampilan, dan keberhasilan partisipasi dalam kegiatan sosial-ekonomi. Strategi framing diwujudkan melalui visual inklusif, narasi motivatif, hashtag edukatif, serta testimoni yang memperkuat pesan pemberdayaan. Respon audiens didominasi apresiasi positif, meski sesekali muncul komentar diskriminatif yang ditanggapi secara edukatif oleh pengelola. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Instagram Terala Foundation efektif membangun representasi positif perempuan penyandang disabilitas sekaligus berfungsi sebagai media advokasi digital menuju masyarakat yang lebih inklusif.
Ecological-Social-Economic Tourism Model as a Sustainability Strategy for Pokdarwis Pantai Gudang Garam Sulian Ekomila; Masatoshi Ito; Abdullah Akhyar Nasution; Ratih Baiduri; Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak; Ismail Jahidin
Komunitas Vol. 18 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v18i1.22314

Abstract

Through an ecological-social-economic tourism paradigm, this article explores the development of the Gudang Garam Beach tourist destination in Serdang Bedagai Regency by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis).  This study analyzes the social aspects of empowerment, management strategies for optimization, and the aspects that enhance Pokdarwis evolution using a descriptive qualitative approach in combination with trend data on tourist visits.  The findings indicate that Pokdarwis not only played a role in the development of infrastructure and the improvement of local economic conditions, but also in the strengthening of social capital, multigenerational collaboration, and community resilience during the COVID-19 crisis.  The novel aspect of this study is the integration of three sustainability pillars—economic, social, and ecological—into a single operational paradigm for community-based tourism.  By illustrating how grassroots leadership and social participation motivate adaptive capacity in post-crisis contexts, this strategy expands theoretical discussions regarding sustainable tourism.  Therefore, the ecological-social-economic tourism model offers both practical guidelines and academic insight to develop community-based tourism management in Indonesia and comparable environments.