Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Diagnosing The English Department Students' English Vowel And Consonant Pronunciation Errors By Using Elsa Speak Application Manurung, Lastri Wahyuni; Saragi, Christina Natalina; Sitinjak, Apriani Silviani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan pengucapan siswa pada mahasiswa tahun kedua Jurusan Bahasa Inggris, Universitas HKBP Nommensen, Medan berdasarkan Aplikasi ELSA Speak. Untuk mengetahui jenis kesalahan apa saja yang terjadi dalam pengucapan bahasa Inggris pada mahasiswa tahun kedua Jurusan Bahasa Inggris FKIP HKBP Universitas Nommensen Medan berdasarkan Aplikasi ELSA Speak. Desain penelitian pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil dari diagnosis pengucapan siswa dengan menggunakan Aplikasi ELSA Speak dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris FKIP HKBP Universitas Nommensen Medan, dan sampel diambil sebanyak 20 mahasiswa. Temuannya adalah sebagai berikut: sebagian besar siswa mengidentifikasi 'coba lagi' dan 'hampir benar'. Sebagian besar kategori 'coba lagi' terjadi ketika siswa mengucapkan kata-kata yang bunyinya tidak familiar dalam bahasa ibu siswa yaitu Bahasa Indonesia, seperti /tʃ/, /ɔː/, /ʊ/, /ə/, /i :/, /ɑː/ diftong /aʊ/ dan /eə/. Kata lain dengan kategori ‘coba lagi’ ditemukan ketika siswa mengucapkan kata-kata yang bunyinya halus dan disebut demikian karena bunyi yang dihasilkan mendekati bunyi yang dapat ditebak sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap kata dapat dipahami seperti /ŋ/, / v/. Kategori 'hampir benar' lainnya terdapat pada konsonan lateral /l/ dan gugus konsonan /ft/. Disimpulkan bahwa kesalahan siswa dominan mengacu pada kesalahan Interferensi Fonologis dan kesalahan bunyi non-pribumi.
Comparison of Translation Techniques Between Human and Microsoft Translator (Windows 11) in Translating Folklores Br Karosekali, Stephani Caludia; Sipayung, Kammer Tuahman; Saragi, Christina Natalina
Visi Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2024): Visi Sosial Humaniora: Edisi Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v5i1.2284

Abstract

The purpose of this study is to describe the comparison of folklore translation techniques performed by human and Microsoft translator (windows 11). This research was conducted using Descriptive Qualitative method. The research subjects were taken from folklores titled "Ki Ageng Gribig" and "Wendit" in "Little Sunshine Bilingual Book" translated by Lestiono et al (Human translator) and Microsoft translators (Windows 11). The object of this research is the translation techniques found in the translation results between human translators and Microsoft translators (Windows 11).The result of this study is that in translating the folklores entitled "Ki Ageng Gribig" and "Wendit", human translators and Microsoft translators (Windows 11) used several translation techniques. The human translator used eleven translation techniques, namely adaptation (6 data), amplification (9 data), description (5 data), Establised equivalent (4 data), generalization (1 data), linguistic amplification (2 data), linguistic compression (3 data), literal (16 data), modulation (17 data), reduction (31 data), transposition (2 data). Meanwhile, Microsoft translator (Windows 11) used eight translation techniques, namely adaptation (4 data), borrowing (1 data), Calque (1), description (1 data), Establised equivalent (2 data), literal (86 data), modulation (3 data), reduction (1 data).
Analysis On Teachers’ Politeness Strategies In Directive Speech Act In The SMAN 19 Medan Aritonang, Carmenita; Saragi, Christina Natalina; Octavianna, Yessy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11984

Abstract

Bahasa adalah alat penting yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi. Dalam menggunakan bahasa, penutur harus memperhatikan bahasa yang digunakan. Hal ini hendaknya dilakukan pengguna bahasa untuk menghindari atau meminimalisir kesalahan dalam menyampaikan informasi kepada pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tindak tutur dan strategi kesantunan apa yang digunakan oleh calon guru ketika mengajar kelas daring. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana tindak tutur dan strategi kesantunan dapat mempengaruhi kegiatan pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua langkah. Langkah pertama peneliti adalah mengamati bagaimana calon guru menggunakan strategi tindak tutur dan kesantunan di kelas online. Kemudian peneliti akan melakukan wawancara kepada subjek penelitian atau guru prajabatan untuk memverifikasi data yang telah diamati. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori sebagai landasan penelitian. Teori pertama adalah teori jenis tindak tutur Searle dan teori strategi kesopanan Brown dan Levinson. Penelitian menemukan bahwa jika calon guru menggunakan lima jenis tindak tutur, yaitu representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan direktif. Penelitian ini juga menemukan bahwa guru calon guru lebih banyak menggunakan tindak tutur direktif dalam pengajaran di kelas daring dibandingkan jenis tindak tutur lainnya. Selain penggunaan tindak tutur, penelitian ini juga menemukan bahwa calon guru juga menggunakan empat strategi kesantunan dalam mengajar kelas online. Keempat jenis strategi kesantunan tersebut adalah botak-onrecord, kesantunan positif, kesantunan negatif, dan off-record.
Student’s Motivation On English Learning After Pandemic (Covid-19) At SMP Negeri 12 Medan Purba, Shyntia Lora Jesica; Saragi, Christina Natalina; Sidabutar, Usman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris selama pandemi covid-19. Dalam penelitian ini instrumen pengumpulan datanya menggunakan angket dan wawancara yang penulis sebarkan menggunakan Google Form. Kuesioner terdiri dari dua puluh pertanyaan tentang motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris dan lembar wawancara berisi dua puluh pertanyaan tentang motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris. Sumber data dalam penelitian ini diambil oleh siswa kelas XI SMP Negeri 12 Medan. Siswa yang mengisi lembar angket berjumlah dua puluh orang dan siswa yang mengisi lembar wawancara berjumlah dua puluh orang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mengumpulkan data seperti; (1) angket respon siswa; (2) pedoman wawancara untuk mendukung hasil angket respon siswa. Temuan dari analisis data, terdapat dua jenis motivasi belajar siswa, yaitu motivasi internal yaitu dengan siswa berusaha mengerjakan sendiri, belajar atas inisiatif sendiri, menganggap bahwa belajar itu penting baginya, belajar untuk mengembangkan keterampilannya, berkonsentrasi ketika belajar di tempat ramai, seperti belajar menggunakan video, kondisi ruangan menentukan semangat belajar mereka dan lebih semangat untuk meraih nilai tinggi. Sebaliknya pemberian pujian, apresiasi dan hadiah kecil kepada siswa dapat meningkatkan motivasi dalam kegiatan belajar siswa. Penulis menyarankan agar guru dan orang tua terus memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa selama proses pembelajarannya agar kegiatan belajarnya dapat berlangsung dengan baik selama pembelajaran daring ini.
Exposing Literacy in SD and SMP Swasta HKBP Sidorame Medan Manurung, Lastri Wahyuni; Sitorus, Nurhayati; Pangaribuan, Marnala; Pakpahan, Carolina; Saragi, Christina Natalina; Sipayung, Kammer Tuahman; Napitupulu, Fenty Debora; Maděra, Martin
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022354

Abstract

The program of Pengabdian Kepada Masysarakat (Public Community Service) is aimed the literacy improvement training for elementary and junior high school children aims to provide students as well as teachers with information assistance about the importance of literacy for the development of knowledge in Indonesian society. This activity was carried out by lecturers and students from the English Department, Faculty of Teacher Training and Education, HKBP Nommensen University with students from Czech University. The program of PKM Activity was started on July 25th, 2022, and ended on July 26th, 2022. It is very clear that the cause of the low literacy ability (in terms of reading) is the oral tradition that is still rooted in society. In addition, related to elementary schools, the school system still does not provide opportunities for literacy traditions to students. This also happened to students at SD and SMP HKBP Sidorame Medan. This problem is trying to be minimized by conducting community service programs related to literacy for elementary and junior high school students. The Project represents one of the important areas of development of reading literacy in school. The most positive feature is the fact that there are large numbers of identified target groups, not only students but also teachers. Teachers themselves should expose students to literacy. Literacy should become a culture.
Digital Impoliteness Strategies in Response to Finance Minister Purbaya’s Assertions on the High-Speed Whoosh Project: A Pragmatic Analysis Saragi, Christina Natalina; Silalahi, Dewi Paulina; Hasibuan, Nurainun; Saragih, Renita Br
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i1.18410

Abstract

The phenomenon of impoliteness in digital spaces is gaining attention because it can affect the quality of public discourse, especially when it comes to national policy issues. This study aims to analyze the forms of impoliteness strategies used by netizens in responding to the attitude and statements of Finance Minister Purbaya regarding the project. Using a descriptive quantitative method, data was collected from netizen comments on the YouTube platform and classified based on Culpeper's impoliteness taxonomy. The results of the study show a total of 604 occurrences of impoliteness strategies, with positive impoliteness dominating at 37.1% through expressions of belittlement or disrespect. Bald on record impoliteness strategies also appeared significantly, mainly in the form of direct criticism without mitigation (10.76%). Meanwhile, negative impoliteness and sarcasm or mock impoliteness appeared in lower percentages, but still described a consistent pattern of verbal aggression. The results of the study show a total of 604 occurrences of impoliteness strategies, with positive impoliteness dominating at 37.1% through expressions of belittlement or disrespect. Bald on record impoliteness strategies also appeared significantly, mainly in the form of direct criticism without mitigation (10.76%). Meanwhile, negative impoliteness and sarcasm or mock impoliteness appeared in lower percentages, but still described a consistent pattern of verbal aggression. These findings indicate that netizens' responses tend to be evaluative-negative and are often realized through direct attacks on the self-image of public officials. This study concludes that netizens' rudeness is triggered by dissatisfaction with government statements and reinforced by the characteristics of digital communication, which allows for spontaneous expression without strong social control.
Kenali, Cegah, Lawan: Bersama Hentikan Bullying di Lingkungan Sekolah SMA Teladan Tanah Jawa Saragi, Christina Natalina; Manurung, Lastri Wahyuni; Simanjuntak, Nelly; Nababan, Sonya Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3601

Abstract

Bullying masih menjadi isu krusial di lingkungan sekolah karena dapat mengganggu kondisi psikologis, sosial, dan capaian belajar peserta didik. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Swasta Teladan Tanah Jawa sekaligus memberikan pembekalan mengenai upaya pencegahan tindakan perundungan. Kegiatan ini meliputi sesi penyuluhan yang memberikan informasi tentang ragam bentuk bullying, dampak yang ditimbulkannya, serta langkah-langkah pencegahannya. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan terapan yang berfokus pada keterampilan komunikasi asertif, strategi menjaga diri, dan prosedur pelaporan jika terjadi kasus bullying. Peran guru dan orang tua turut dikuatkan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif. Melalui program ini, siswa diharapkan mampu menumbuhkan empati, sikap tanggung jawab, serta kesiapan untuk mengambil peran aktif dalam mencegah perundungan. Tujuan akhir kegiatan ini adalah membangun suasana sekolah yang aman, ramah, dan inklusif sekaligus menjadi model bagi lembaga pendidikan lainnya.
Code Switching And Code Mixing In Classroom Interaction Among Fifth-Semester English Education Student Sitinjak, Apriani Silviani; Pakpahan, Carolina; Saragi, Christina Natalina
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2168

Abstract

Code-switching and code-mixing frequently occur in bilingual or multilingual communities, including in classroom interactions. In the teaching and learning process, lecturers and students often switch or mix languages to make communication easier and more effective. This phenomenon is commonly found in English classes where both Indonesian and English are used during discussions. This research aims to identify the types of code-switching and code-mixing used in classroom interaction and to determine the most dominant type used by the lecturer and students. This study applied a descriptive qualitative method. The data were obtained through classroom observation of fifth semester students of the English Education Study Program. The researcher recorded the classroom interaction and transcribed the utterances containing code-switching and code-mixing. The total data found in this research were 80 utterances. The findings show that there are three types of code-switching and three types of code-mixing used in the classroom interaction. The types of code-switching include inter-sentential switching (4 data or 5%), intra-sentential switching (19 data or 23.75%), and tag switching (13 data or 16.25%). Meanwhile, the types of code-mixing consist of insertion (33 data or 41.25%), alternation (6 data or 7.5%), and congruent lexicalization (5 data or 6.25%). The most dominant type found in this study is insertion. In conclusion, code-switching and code-mixing play an important role in classroom communication. The lecturer and students use both languages to clarify explanations, express ideas more easily, and maintain interaction during the learning process.