Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Framing Analysis of Iran-Israel’s 2024 Conflict in Kompas.id, Aljazeera.com, and NYTimes.com Nuraini, Fira Pujia; Mulyana, Deddy; Herawati, Maimon
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 8, No 1 (2024): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v8i1.55562

Abstract

This research seeks to explore how the Israel-Iran conflict in April 2024 is framed by the online media Kompas.id, Aljazeera.com, and NYTimes.com. This research aims to investigate how different narratives about the long-standing conflict pertaining to Iran-Israel complex tensions are carried by these media that present distinct geopolitical perspectives. This study uses a qualitative approach employing Robert M. Entman's framing model analysis consisting of four elements: defining the problem, diagnosing causes, making moral judgments, and suggesting solutions. Data was captured from articles written during a specific period in April 2024. Examination may include determining bias, thematic emphases and narrative strategies for each story. It was found that each media outlet had different frames for conflict. Kompas.id tends to take a more neutral approach. Aljazeera.com emphasizes the implications of Middle Eastern geopolitics of the conflict, while NYTmes.com concentrates on the broader international impact as well as the foreign policy interests of America. Such variations are politically and culturally biased according to the diverse media outlets used. This research highlights the biases and priorities reflected in the media report of the geopolitics conflict presented by various media outlets and provides insight into how the conflict is portrayed by the large media.
Penerapan Akurasi CNNIndonesia.com dalam Pemberitaan Serangan Rudal Israel ke Kota Isfahan, Iran Nyimas Rahmatallah; Henny R.; Maimon Herawati
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2236

Abstract

Konflik antar negara-negara di Timur Tengah memang rumit dan tidak pernah selesai hingga saat ini. Tepatnya pada April 2024, konflik antara Israel dan Iran kembali memanas setelah Israel menyerang sebuah komplek fasilitas militer milik Iran di kota Isfahan. Sebelumnya diawali juga oleh Iran yang menyerang Israel dengan 300 pesawat tak berawak dan rudal. Oleh karena itu, objektivitas media sangat dibutuhkan dalam memberitakan isu-isu tersebut. Penelitian ini menganalisis penerapan akurasi CNNIndonesia.com dalam memproduksi pemberitaan terkait isu tersebut dengan menggunakan teori objektivitas Westerstahl (1983) sebagai acuan dan metode analisis isi kuantitatif Krippendorff (2004). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis CNNIndonesia dalam menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat terkait pemberitaan yang mengandung konflik. Hasil penelitian terhadap 50 berita terkait Israel menyerang dengan rudal ke kota Isfahan Iran menunjukkan bahwa CNNIndonesia.com secara umum memenuhi standar objektivitas dalam sub-dimensi akurasi. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa artikel yang menyajikan informasi tidak akurat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan praktik jurnalistik untuk mempublikasikan berita yang akurat di masa depan.
Kepuasan Followers Atas Pemberitaan RUU TNI di Instagram @narasinewsroom Periode 13-20 Maret 2025 Shilvia Yulianti Sumarna; Henny Sri Mulyani; Maimon Herawati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.4004

Abstract

The growth of social media has positioned Instagram as one of the primary sources of information for Indonesian society (Habibah & Irwansyah, 2021). This study aims to examine the level of satisfaction among followers of @narasinewsroom regarding coverage of the Revision of the Indonesian National Armed Forces Law (RUU TNI) during March 13–20, 2025. Employing the Uses and Gratifications theory through Palmgreen's Gratifications Sought (GS) and Gratifications Obtained (GO) model, this study used a descriptive quantitative approach with a survey questionnaire distributed to 100 active followers who had accessed RUU TNI-related content. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test and mean score comparison. The findings reveal a significant difference between GS and GO (sig. 2-tailed = 0.001 ≤ 0.1), with a total mean GS of 426.6 exceeding the GO mean of 418.0. This indicates that followers have not yet reached satisfaction across the four dimensions examined: information, personal identity, social integration and interaction, and entertainment. The largest gap was found in the entertainment dimension, while the smallest appeared in social integration and interaction. These findings suggest that although information needs were relatively met, limitations in content format and the complexity of the issue affected overall audience satisfaction. Audiences expect more varied, interactive, and accessible content, particularly when covering politically sensitive policy issues such as the RUU TNI. These results underscore the importance of innovation in digital news content presentation to more optimally meet audience expectations.
Menolak Intervensi Pengiklan sebagai Pertahanan Independensi Bocor Alus Politik Jacinda Claramuti Purnomo; Maimon Herawati; Achmad Abdul Basith
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i1.2286

Abstract

The financial sustainability of the media in Indonesia relies heavily on advertising as its primary source of revenue. This dependence puts editorial independence in a difficult position, as the advertiser is the very same entity that is the subject of the news coverage. This study examines how Bocor Alus Politik resists advertiser interference as a means of defending its editorial independence. Using a qualitative approach with a case study design, data was collected through in-depth interviews with the managing editor, producers, journalists, and the business team, and supplemented by document analysis. The analysis is grounded in the five principles of public service (independence) by Kovach & Rosenstiel (2001) and the concept of the dual product market by Robert G. Picard (1989). The findings indicate that Bocor Alus Politik’s defense of its independence operates on multiple levels: a structural separation between the editorial and business teams that is internalized as a collective value across divisions; strict selection of potential collaboration partners; editorial control over content substance without exception; and public transparency through explicit disclaimers on collaborative content.
Sensitivitas Gender Media Online Detik.com Bakhtiar, Rachma Mutia; Sjafirah, Nuryah Asri; Herawati, Maimon
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 1 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.657 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v3i1.22852

Abstract

Detik.com merupakan salah satu media online yang masih bias gender. Padahal detik.com merupakan media online yang paling sering diakses di Indonesia. Di sisi lain, kini detik.comdipimpin oleh seorang perempuan. Untuk itu perlu dikaji lebih jauh bagaimana sensitivitas gender dalam redaksinya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus intrinsik lalu digunakan untuk memahami secara lebih baik dan mendalam tentang sensitivitas gender di tingkat redaksional detik.com. Hasil penelitian menunjukkan para penentu kebijakan di tingkat redaksional detik.com masih kurang menerapkan sensitivitas gender dalam pelaksanaan kerja jurnalistiknya. Selain karena belum seragamnya pemahaman terkait pemberitaan yang sensitif gender, para penentu kebijakan ini terkadang belum mempraktikkan sensitivitas gender karena terhalang pola kerja dan pola bisnis media online. Detik.com juga masih belum berkomitmen secara penuh untuk menerapkan sensitivitas gender di dalam kebijakan lembaganya.
Framing Media Online Detik.com Terhadap Pemberitaan Korban Pengeroyokan oleh Bobotoh Sandi, Muhammad Refi; Herawati, Maimon; Adiprasetio, Justito
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 2 (2022): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i2.28886

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pembingkaian korban pengeroyokan oleh bobotoh pada situs berita online Detik.com. Objek penelitian ini adalah rangkaian berita dalam situs Detik.com yang mengekspos nama korban. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan analisis framing model Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki, yang dilihat dari struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris untuk mengetahui cara media mengkonstruksi sebuah wacana berita, dengan melakukan penonjolan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 berita yang diteliti, 4 berita menonjolkan nama korban serta 2 berita yang mengandung isi yang sama hanya perubahan judul. Detik.com membingkai sosok korban HS dalam struktur sintaksis, Detik.com memperhatikan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Pada stuktur skrip, Detik.com menonjolkan unsur di mana seperti lokasi peristiwa, lokasi tempat kejadian perkara, dan lokasi wawancara. Dalam struktur tematik, Detik.com tema berita kejahatan menarik karena memiliki news value dan news judgment tersendiri bagi para pembaca. Terakhir, struktur retoris menunjukkan Detik.com melakukan pelanggaran body shaming terhadap korban HS. Peneliti menyimpulkan bahwa Detik.com menggambarkan HS terlalu dalam hingga kehidupan pribadinya, sehingga hal tersebut melanggar privasi korban. Peneliti menyarankan agar Detik.com memahami Pedoman Pemberitaan Media Siber dan mematuhinya dalam praktik jurnalistik. Serta wartawan Detik.com dapat memperhatikan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) khususnya pasal 27 ayat 3 dalam praktik jurnalistik.