Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

LACTIC ACID BACTERIA FROM TOFU WASTEWATER AGAINST Staphylococcus aureus Ni Made Anggun Ciptasari; Ni Nyoman Astika Dewi; I Gusti Agung Dewi Sarihati
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol. 14 No. 1 (2026): Meditory, Volume 14 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v14i1.4736

Abstract

Background: Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium that causes skin infections and has been reported to develop resistance to antibiotics. Lactic acid bacteria, which can be isolated from tofu wastewater, have the potential to serve as natural antimicrobial agents through the production of bacteriocins, organic acids, hydrogen peroxide, and carbon dioxide. Objective: To evaluate the antibacterial activity of lactic acid bacteria isolates from tofu wastewater against Staphylococcus aureus. Methods: This descriptive analytic study used purposive sampling. Tofu wastewater samples were collected from 20 tofu factories in Klungkung District. Lactic acid bacteria were isolated on de Man, Rogosa, and Sharpe media, identified through catalase test, Gram staining, and fermentation type test, and tested for antibacterial activity against Staphylococcus aureus using the well diffusion method. Results: A total of 22 isolates of lactic acid bacteria were obtained, characterized as catalase-negative, Gram-positive, with bacilli and cocci morphology, and homofermentative properties. All isolates exhibited antibacterial activity against Staphylococcus aureus with an average inhibition zone diameter of 8.97 mm, categorized as moderate to strong. Conclusions: Lactic acid bacteria isolated from tofu wastewater demonstrated antibacterial activity against Staphylococcus aureus and have potential as natural antimicrobial agents.
Hubungan Penggunaan Rokok Elektrik Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Laki-Laki di Desa Beringkit, Mengwi, Badung I Gusti Agung Dewi Sarihati; Ni Putu Yulia Rahma Dewi Dewi Sarihati; Cok Dewi Widhya Hana Sundari Dewi Sarihati
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Medical Laboratory Technology Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v15i1.5689

Abstract

Rokok elektrik adalah perangkat pengantar nikotin bertenaga baterai yang menyerupai rokok dan dirancang untuk memberikan dosis nikotin yang dihirup melalui larutan yang diuapkan ke sistem pernapasan. Kandungan nikotin pada rokok elektrik bila digunakan dalam jangka panjang akan terakumulasi dalam tubuh yang dapat mengganggu metabolisme lemak yang berakibat pada peningkatan kadar kolesterol total. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan rokok elektrik terhadap kadar kolesterol total. Penelitian ini  merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan design cross sectional. Populasi sebanyak 106 orang laki-laki  perokok elektrik di Desa Beringkit yang tersebar di empat Banjar  dan penentuan sampel dengan proporsional random sampling. Data didapatkan 30 orang  responden laki-laki pengguna rokok elektrik yang berusia 18 – 24 tahun, melalui wawancara dan pemeriksaan kolesterol total menggunakan metode CHOD-PAP. Kadar kolesterol total normal sebanyak 73,3% responden, dan 26,7 % responden dengan kadar kolesterol melebihi batas normal. Responden dengan kadar kolesterol melebihi kadar normal ditemukan pada responden yang mengonsumsi nikotin ≥ 0,1 mg/ml dan lama merokok ≥2 tahun. Hasil uji korelasi dengan uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara lama merokok elektrik dengan kadar kolesterol (p<0,001, r = 0,311) dan hubungan yang rendah antara jumlah nikotin yang dikonsumsi setiap hari dengan kadar kolesterol (p=0,095, r =  0,623).  Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan rokok elektrik dengan kadar kolesterol total, sehingga pemantauan kadar kolesterol secara berkala direkomendasikan bagi pengguna rokok elektrik jangka panjang.