Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA LANSIA USIA 60-70 TAHUN SETELAH PURNA TUGAS (PENSIUN) DI POSYANDU LANSIA PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS, LOWOKWARU KOTA MALANG Hamka Hamka; Tanto Hariyanto; Hari Sukanto Adi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.292 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan penyesuaian diri pada lansia usia 60-70 tahun setelah purna tugas (pensiun) di posyandu lansia Permadi Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian ini menggunakan desain kolerasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan penyesuaian diri pada lansia. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia pensiun yang berjumlah 22 orang. Berdasarkan waktunya, penelitian ini bersifat cross sectional, penelitian ini melibatkan 18 lansia di posyandu lansia Permadi Kelurahan Tlogomas Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan meberikan kuisioner dan melihat hasil dari beberapa pertanyaan mengenai dukungan keluarga dan penyesuaian diri. Uji kolerasi Spearman untuk menentukan hubungan dua variabel yang keduanya merupakan data ordinal. Hubungan kedua variabel tersebut diperlihatkan dengan menggunakan Uji Kolerasi Sprearman Rank (Rho) dengan taraf signifikan (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (66,7%) dukungan keluarga yang baik kepada responden sebanyak 12 orang. Sebagian kecil (22,2%) dukungan keluarga yang cukup kepada responden sebanyak 4 orang. Sebagian kecil (11,1%) dukungan keluarga yang kurang kepada responden sebanyak 2 orang. Berdasarkan hasil didapat nilai p-value = 0,009 sehingga dapat disimpulkan p-value = 0,009 < α (0,05). Oleh karena itu, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan penyesuaian diri.
PERBEDAAN SIKAP MAHASISWA MAHASISWI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Yosefina Dede Moruk; Tanto Hariyanto; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.767 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1550

Abstract

Salah satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia terutama negara berkembang adalah Demam Berdarah Dengue.Upaya pencegahan demam berdarah dengue dapat dilakukan dengan 3M plus yaitu mengubur,menguras, menutup dan juga pendidikan kesehatan pencegahan deman berdarah dengue. Penularan penyakit demam berdarah dengue semakin mudah saat ini karena berbagai faktor seperti kepadatan penduduk,lingkungan,serta faktor perilaku, pengetahuan yang kurang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan sikap mahasiswa/i sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Desain penelitian ini yang digunakan adalah komparatif (Pra eksperimen), populasi sebanyak 40 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis yang digunakan T-test (0,05) menggunakan SPSS. Hasil penelitian diketahui bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatanpencegahan demam berdarah dengue sikap tidak mendukung/Unfavorable sebanyak 13 responden (32,5 %) , sedangkan sikap mahasiswa yang mendukung/Favorable sebanyak 27 responden (67,5%). Setelah dilakukan pendidikan kesehatan sikap mahasiswa/i mendukung/Favorable sebanyak 40 responden (100%). Sikap sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pencegahan demam berdarah dengue dengan p value = 0,000, sehingga H1 diterima. Didapatkan meansikap sebelum pendidikan kesehatan = 62,77 artinya sikap pencegahan demam berdarah dengue rendah dan meansikap sesudah pendidikan kesehatan = 70,20 artinya sikap pencegahan demam berdarah dengue mengalami peningkatan menjadi favorable/mendukung. Direkomendasikan kepada pihak tenaga kesehatan atau mahasiswa kesehatan untuk sering melakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan demam berdarah dengue dimusim hujan. gunanya untuk meningkatkan frekuensi dan kuantitas sikap yang baik. ABSTRACT One of the few infectious diseases that is a health problem in the world, especially developing countries, is Dengue Hemorrhagic Fever. especially developing countries Prevention of dengue haemorrhagic fever can be done with 3M plus which is burying, draining, closing and also health education prevention of dengue fevertransmission of dengue hemorrhagic fever is getting easier nowadays due to various factors of high population mobility, enviroment,and behavioral factors, such as still lack of knowledge,attitudes and actions related to dengue hemorrhagic fever.The results of the study are known that before health education prevention of dengue hemorrhagic fever was not supportive / Unfavorable attitude as many as 13 respondents (32.5%). While the attitude of supporting / Favorable students was 27 respondents (67.5%). After conducting health education the attitudes of supporting / Favorable students were 40 respondents (100%). Attitudes before and after health education for prevention of dengue hemorrhagic fever with p value = 0.000. so H1 was accepted. The mean attitude before health education = 62.77. means the attitude of prevention of dengue hemorrhagic fever is low and the mean attitude after health education = 70.20. means prevention dengue hemorrhagic fever has increased to be favorable / supportive . It is recommended for health workers or health students to often conduct health education about the prevention of dengue fever in the rainy season. The point is to increase the frequency and quantity of a good attitude. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever ; Health Education
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) TERHADAP KADAR SGOT (SERUM GLUTAMIC OXALOCETIC TRANSMINASE) PADA TIKUS (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR DM TIPE 2 Elisabeth Tea; Tanto Hariyanto; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.302 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.509

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit diabetes yang disebabkan karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel β pankreas. DM yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan kerusakan dihepar (hati) yang disebut dengan penyakit hati diabetik. Kerusakan hati dapat dinilai dari peningkatan kadar enzim dalam hepar yaitu enzim SGOT. Porang mengandung serat larut glukomanan yang tinggi, glukomanan memiliki fungsi antara lain untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah serta menurunkan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian tepung porang terhadap kadar SGOT pada tikus strain Wistar DM tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik yang menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan menggunakan pola post test only control group design. Hewan penelitian adalah tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar jantan umur 4-5 bulan dengan berat badan rata-rata antara 180-250 gram. Sampel penelitian dipilih secara simpel random sampling berjumlah 25 ekor tikus putih strain Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus putih strain Wistar jantan. Hasil penelitian diperoleh nilai ρ-value 0,033 < (α=0,051) yang menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian diet tepung porang dengan kadar SGOT pada tikus strain Wistar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengkonsumsi diet tepung porang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan dapat pula menurunkan kadar SGOT. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya menggunakan 300 mg porang. Kata kunci : Diabetes Mellitus, porang, SGOT.
PERBEDAAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA PUTRI YANG MENGGUNAKAN LAMPU DAN TIDAK MENGGUNAKAN LAMPU DI ASRAMA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Wisundari Wisundari; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1122

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur. Kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur pada remaja putri yang menggunakan lampu dan tidak menggunakan lampu di Asrama Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Desain penelitian menggunakan rancangan studi komparatif. Populasi terdiri dari 68 responden. Pengambilan sampil secara quota sampling sebanyak 36 responden yang dibagi menjadi dua, yaitu menggunakan lampu 18 responden dan tidak menggunakan lampu 18 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan independent t-test dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar kualitas tidur remaja putri yang menggunakan lampu dalam kategori cukup baik (55,56%), sebagian besar kualitas tidur remaja putri yang tidak menggunakan lampu dalam kategori cukup baik (61,11%), dan hasil independent t-test diperoleh p=0,020, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur remaja putri yang menggunakan lampu dengan remaja putri yang tidak menggunakan lampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kualitas tidur pada remaja putri yang menggunakan lampu dan tidak menggunakan lampu, sehingga diharapkan kepada remaja putri yang tidur menggunakan lampu sebaiknya menggunakan lampu dengan intensitas yang lebih rendah dari biasanya. ABSTRACT Sleep quality is a person's satisfaction with sleep. Sleep quality is influenced by several environmental factors. This study aims to determine differences in sleep quality in young women who use lights and do not use lights in the Nursing Hostel of Tribhuwana Tunggadewi University, Malang. The research design uses a comparative study design. The population consists of 68 respondents. Quota sampling was taken as many as 36 respondents divided into two group, that using 18 respondents 'lights and not using 18 respondents' lights. Data was collected using a questionnaire. Data were analyzed using independent t-test with α = 0.05. The results showed that most of the sleep quality of young woman who used lights in the category was quite good (55.56%), most of the sleep quality of young woman who did not use lights in the category was quite good (61.11%), and the results of independent t-test obtained p = 0.020, which means there is a significant difference between the quality of sleep for young women who use lights with young women who do not use lights. The results showed that there were differences in sleep quality in young women who used lights and did not use lights, so it was expected that young woman who slept using lamps should use lights with lower intensity than usual. Keywords: Sleep quality, using lights, not using lights.
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA Sisilia Ndore; Sulasmini Sulasmini; Tanto Hariyanto
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.039 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.554

Abstract

Lansia telah mengalami penurunan kemampuan tubuh dan panca indera, berpengaruh pada aktivitas dan gerak dalam kehidupannya. Penurunan derajat kesehatan dan kesempatan fisik tersebut menyebabkan terjadinya penurunan interaksi sosial pada lansia. Adanya dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepuasan interaksi sosial pada lansia di Posyandu Lansia Permadi Kecamatan Lowokwaru Malang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 211 orang dengan sampel 33 orang yang diambil dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan analisa data spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dukungan keluarga dengan kategori baik sebanyak 25 orang ( 78,5%) ; dan sebagian besar kepuasan interaksi sosial dengan kategori tinggi yakni sebanyak 19 orang (57,5%). Hasil analisa data didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepuasan interaksi sosial pada Lansia di Posyandu Lansia Permadi Kecamatan Lowokwaru Malang.
PERBEDAAN PENGETAHUAN,SIKAP SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING PADA KLIEN INFARK MIOKARD DIRUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Joko Santoso; Tanto Hariyanto; Sulasmini Sulasmini
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.062 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i1.401

Abstract

Konseling pada infark miokard suatu aktivitas yang didalamnya terdapat satu orang yang membantu dan satu orang lain menerima bantuan untuk memecahkan masalah penyakit infark miokard.Konseling dapat mengembangkan ketrampilan dan mengadopsi pendirian atau sikap seseorang agar merasa dihargai. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan konseling pada klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Panti Waluya Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif.Populasi adalah semua klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Panti Waluya Malang dengan jumlah responden sebanyak 78 responden. Sampel diambil sejumlah 30 responden dengan teknik purposive sampling.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji t-test, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan konseling sebanyak 19 responden(63,3%) mempunyai pengetahuan yang kurang; setelah dilakukan konseling seluruh responden yakni 30 responden (100%) mempunyai pengetahuan baik; sebelum dilakukan konseling sebanyak 19 responden(63,3%) mempunyai sikap yang kurang baik dan setelah konseling sebanyak 100% responden mempunyai sikap yang baik; ada perbedaan pengetahuan, sikap sebelum dan sesudah dilakukan konseling pada klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Panti Waluya Malang.Pemberian konseling dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif klien infark miokard.
Pemanfaatan Toga dan Pembinaan Paguyuban ‘Jamu Gendong Kartini’ di Wilayah Kerja Puskesmas Kromengan Kabupaten Malang Ni Luh Putu Sudiwati; Ardi Panggayuh; Budi Susatia; Ekowati Retnaningtyas; Hupitoyo Hupitoyo; Tanto Hariyanto; Nia Lukita Ariani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.296 KB)

Abstract

Pembangunan kualitas kesehatan diprioritaskan pada upaya preventif, promotif dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu strategi pembangunan kesehatan adalah mendorong masyarakat agar mampu memelihara kesehatannya serta mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri melalui kemampuan dalam asuhan mandiri dalam pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA). Puskesmas Kromengan merupakan Puskesmas yang memiliki program pelayanan kesehatan obat tradisional dan salah satu bentuk program ini adalah pembinaan paguyuban jamu gendong Kartini. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar anggota paguyuban jamu gendong Kartini mempunyai kemampuan memproduksi jamu yang higienis sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi, serta pembentukan kedai jamu di Puskesmas Kromengan. Metode yang digunakan adalah pemberian penyuluhan dan praktek pembuatan jamu melalui workshop serta musyawarah untuk pembentukan kedai jamu. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan anggota paguyuban jamu dalam pengolahan jamu, pengemasan jamu yang lebih memenuhi standar serta terbentuknya kedai jamu. Pada kegiatan selanjutnya perlu dilakukan pembinaan yang berkelanjutan agar kualitas dan produksi jamu dapat dipertahankan, serta bekerjasama dengan pihak terkait untuk memperluas pemasaran.
Mewujudkan Generasi Sehat Melalui Kegiatan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup Remaja di SMKN 2 Kota Malang: Building A Healthy Generation Through Blood Donor as A Youth Lifestyle at SMKN 2 Malang Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Ardi Panggayuh; Budi Susatia; Ekowati Retnaningtyas; Hupitoyo Hupitoyo; Tanto Hariyanto; Nia Lukita Ariani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.087 KB)

Abstract

Abstrak: Kegiatan rekrutmen donor menjadi tantangan tersendiri bagi setiap Unit Transfusi Darah (UTD) terutama di masa pandemi. Hampir seluruh UTD mengalami penurunan stok darah. Hal ini tidak seimbang dengan kebutuhan darah yang tetap bahkan cenderung meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaring calon pendonor adalah melalui upaya sosialisasi dan kampanye donor darah sukarela. Upaya lainnya adalah dengan membentuk kelompok relawan donor darah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa- siswi SMKN 2 Kota Malang tentang donor darah serta merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian siswa agar menjadi donor darah sukarela. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada relawan donor darah sukarela melalui peningkatan pemahaman guru- guru tentang cara seleksi awal donor. Kegiatan ini diikuti oleh 210 siswa dan 18 guru. Metode yang digunakan dalam memberikan edukasi adalah dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Data dianalisis secara deskriptif dan perbedaan nilai pretest serta post-test diuji menggunakan uji t berpasangan. Pretest dan post-test secara berturut- turut diberikan sesaat sebelum dan setelah pemberian materi tentang definisi, syarat donor, dan manfaat donor darah bagi siswa dan seleksi donor bagi guru. Rerata nilai pretest siswa yaitu 76.72 dan meningkat menjadi 91.58 saat post-test (p<0.05). Rerata nilai pretest guru yaitu 54.70 dan meningkat menjadi 86.47 saat post-test (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman peserta tentang definisi, syarat, manfaat dan cara seleksi donor awal setelah diberi edukasi secara signifikan. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan donor sukarela dari kalangan siswa dan juga pemberdayaan relawan donor darah di kalangan guru. Abstract: Donor recruitment activities are a challenge for each blood transfusion unit (UTD), especially during the pandemic. Almost all UTDs experienced a decrease in blood stock. This is not balanced with the need for blood that remains and even tends to increase. One of the efforts that can be made to attract potential donors is through outreach efforts and voluntary blood donor campaigns. Another effort is to form a blood donor volunteer group. The purpose of this community service activity is to increase the understanding of students of SMKN 2 Malang City about blood donation and is one of the efforts to increase students' awareness to become voluntary blood donors. In addition, this activity aims to provide assistance to voluntary blood donor volunteers through increasing teachers' understanding of the initial selection of donors. This activity was attended by 210 students and 18 teachers. The methods used in providing education are the lecture method and interactive discussion. A paired t-test was used to test for differences in pretest and post-test scores. The pretest and post-test were given, respectively, just before and after the presentation of material on the definition, donor requirements, and benefits of blood donation for students and donor selection for teachers. The mean score of the students' pretest was 76.72 and increased to 91.58 during the post-test (p<0.05). The teacher's mean pretest score was 54.70 and increased to 86.47 at the post-test (p<0.05). This shows that there is an increase in participants' understanding of the definition, terms, benefits, and methods of initial donor selection after being given education. The existence of this community service activity is expected to increase the number of volunteer blood donors among students and to empower volunteer blood donors among teachers.
EDUKASI TERSTRUKTUR SEBAGAI UPAYA PENGUATAN SIKAP WARGA DESA UNTUK MENCEGAH PENULARAN COVID-19 MELALUI CLUSTER KELUARGA Eny Sendra; Tanto Hariyanto; Arika Indah Setyarini
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 5 No 1 (2021): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v(5)i(1)y(2021).page:5-9

Abstract

The emergence of new Covid-19 cluster, namely the family cluster, has raised concerns in the community. The family cluster spread the corona virus originating from family members or people who live in the same house. Usually, the spread begins with someone who has been infected first and then spreads it to other family members. Good knowledge provides a correlation of potential attitudes towards efforts to prevent disease transmission, and vice versa. Providing education is an effective way to increase knowledge about efforts to prevent Covid-19 transmission. Community service is held by providing virtual counseling with zoom meeting media. Participants consisted of villagers and cadres. The results of the pre-test and post-test showed a change in the tendency to be positive in efforts to prevent the transmission of Covid-19 infection through family clusters which can be seen from an increase in the number of answers that showed a positive attitude on the post test compared to the pre test. Motivation and correct information related to efforts to prevent Covid-19 transmission through family clusters are needed, not just one activity, but must be repeated and continuous.
Hubungan Lama Paparan Polutan Udara dengan Kadar MCV pada Karyawan SPBU di Wilayah Kabupaten Blitar. Iga Kurnia Rohmah; edy suyanto; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Tanto Hariyanto
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Terapan (e-journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v5i2.524

Abstract

Polutan adalah tercampurnya zat-zat komponen diudara baik secara sengaja maupun alamiah yang dapat mengakibatkan kualitas udara menjadi turun sehingga dapat mengganggu dan merugian makhluk hidup atau benda lain disekitarnya. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor meningkatkan polusi udara dan konsumsi BBM. Bahan bakar minyak mengandung benzena, toluene, xylenses, ethylene, total petroleum hydrocarbon, dan polycuclic aromatic hydrocarbon. Operator pengisian BBM di SPBU memiliki resiko tinggi terpapar benzena melalui inhalasi. Paparan benzena akan berdampak pada kerusakan sumsum tulang yang menyebabkan terganggunya produksi sel darah. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan lama paparan polutan udara (benzena) dengan kadar MCV pada karyawan SPBU di Wilayah Kabupaten Blitar. Metode penelitian menggunakan Cross Sectional. Subjek penelitian adalah karyawan perator pengisian BBM dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden. Pengambilan darah lengkap untuk mengetahui kadar MCV. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara lama paparan polutan udara dengan kadar MCV dengan p sebesar 0,339 dan x-rho sebesar -0,181. Penelitian ini dilakukan pada SPBU dengan minimalisir bias (SPBU yang bertempat di kawasan lingkungan baik dengan banyak pepohonan serta sedikit bagunan disekelilingnya). Saran untuk penelitian selanjutnya dilakukan pemeriksaan tingkat konsentrasi benzena di udara untuk mengetahui tingkat polusi udara.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Firman Ahda Suhanda Aini Nurul Amalia, Salma Andi Amrullah Andri Budianto Angelika Christin Role Ani Sutriningsih Anjelina Marta Lupa Arahaf Abdi Ardi Panggayuh Ardiwanto Umbu Tanda Ardiyani, Vita Maryah Ari Suryandi Arizqu Irfan Ardiansah Atik Kurniawati, Atik Aurelia Mau Keo Budi Susatia Damaris Arista Lende Dedi Sumadi Diana Diana Doddy Rakhmadi edy suyanto Ekowati Retnaningtyas Elaspriani Elaspriani Elaspriani Kunto Elisabeth Tea Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari Erlisa Candrawati Evi Susanti Fasty Aklima Fauzi Riki Hidayat Fedelia Susanti Rebu Felisiana Felisiana Filsa Destiara Fitria Hayati Glorianita A.R De Araujo Hamka Hamka Hari Sukanto Adi Helmi Herawati, Helmi Hirdayanti Finisia Holyness Nurdin Singadimedja Hupitoyo Hupitoyo Hupitoyo, Hupitoyo I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Iga Kurnia Rohmah Inra Inra Iwan Muliawan Joko Santoso Joko Suwito Lisa Wulandari M. Miftahuz Zubaidi Maemunah, Neni Maria Diah Ciptaning Maria Helmiana Muda Marta Ina Kaka Meity Sarah Melkior Silvanus Yopi Balik Miftahur Rahman Mikhayandi John Lede Mira Pratiwi Misda Misda Moh. Fachrizal Rosyid Mudayatiningsih, Sri Mujito Mujito, Mujito Naomi Sakti Daindo Ni Luh Putu Eka Sudiwati Ni Luh Putu Eka Sudiwati Ni Luh Putu Sudiwati Nia Lukita Ariani Nia Lukita Ariani Novita Dewi Nuraisyah Siregar Nurwijayanti Padoli Padoli Pendrita Melkianus Kabonju Hita Pery Pery Priyo Sasmito Ragil Catur Adi W. Rinda Rinda Rita Mahareni F. Rizhal Hamdani Rudi Febrianto Rudimin Rudimin Selia Wilhelmina Sendra, Eny Setyarini, Arika Indah Sisilia Ndore Sisilia Niman Siti Zubaidah Sri Rahayu Sujati Sujati Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Swaidatul Masluhiya AF Tatang Irawan Urli Titin Indah Hartini Tri Johan Agus Yuswanto Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Wahyu Dini Metrikayanto Wahyuningsri . Wahyuningsri ., Wahyuningsri Whaisna Switaningtyas Widiani, Esti Wisundari Wisundari Yanti Rosdiana Yeremias Utun yohana yohana Yohanes Daud Djawa Yohanes Suni Yosefina Dede Moruk Yovita Lai Hane Yudhawati, Sherlyana Kartika Yuliani Yuliani Zakariya Zakariya Zaky Soewandi Ahmad