Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Maria Helmiana Muda; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.447 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.148

Abstract

Posyandu lansia merupakan bentuk peran serta masyarakat lansia dalam upaya bidang kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal serta kondisi menua yang sehat dan mandiri. Sehingga dalam pemanfaatannya diperlukan suatu motivasi yang mampu untuk menggerakkan diri lansia menghadiri posyandu lansia. Melalui dukungan keluarga yang baik diharapkan akan memunculkan motivasi lansia yang tinggi pula dalam menghadiri posyandu lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dulungan keluarga dengan motivasi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di wilayah RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang. Metode penelitian ini berupa penelitian deskriptif. Teknik sampling menggunakan teknik Total sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik Spearman Rho. Dukungan keluarga dari 30 responden, mendapatkan dukungan yang baik yaitu sebanyak 86,7% dan secara umum lansia mempunyai motivasi baik yaitu sebanyak 76,7%. Analisis pearson antara dukungan keluarga dengan motivasi lansia p value sebesar 0,000
PERBEDAAN KUALITAS TIDUR SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA LANSIA Yohanes Daud Djawa; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.304 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.461

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi bagi setiap individu dan terjadi secara alami serta memiliki fungsi fisiologis dan psikologis. Salah satu tindakan non farmakologis untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan tidur pada lansia adalah dengan melakukan Relaksasi Otot Progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur sebelum dan sesudah melakukan relaksasi otot progresif pada lansia di Posyandu Lansia Permadi Tlogomas. Desain penelitian menggunakan studi komparatif dengan mengukur kualitas tidur sebelum dan sesudah melakukan relaksasi otot progresif . Sampel dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 15 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Pada hasil pengukuran terhadap parameter kualitas tidur diperoleh hasil sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang sangat buruk ( > 60%) dan hasil kualitas tidur setelah melakukan relaksasi otot progresif didapatkan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang sangat baik ( < 40%). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan paired-t test dengan nilai signifikansi α = 0,05 didapatkan nilai signifikansi 0,000 (0,000 < 0,05) maka H1 diterima artinya ada perbedaan kualitas tidur yang signifikan sebelum dan sesudah melakukan relaksasi otot progresif pada lansia di Posyandu Lansia Permadi Tlogomas. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pengasuh posyandu lansia agar dapat menggunakan relaksasi otot progresif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur lansia. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Lansia, Relaksasi Otot Progresi.
HUBUNGAN KECEMASAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MEMENUHI ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Yeremias Utun; Tanto Hariyanto; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1195

Abstract

Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk Kota Malang tahun 2014 diketahui jumlah lansia sekitar 53.800 jiwa atau sekitar 8% dari jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan keluarga dengan kemandirian lansia dalam memenuhi activities of daily living (ADL) pada lansia di Kelurahan Tlogomas Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 masing-masing dari jumlah keluarga dan lansia di Kelurahan Tlogomas Malang, teknik sampling yang digunakan berupa purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa hampir separuh (45,3%) keluarga mengalami kecemasan ringan, sebagian besar (71,4%) lansia mengalami pemenuhan kebutuhan ADL baik dan uji spearman rank dinyatakan ada hubungan kecemasan keluarga dengan kemandirian lansia dalam memenuhi activities of daily living (ADL) pada lansia di Kelurahan Tlogomas Malang dengan nilai r sebesar 0,002 < α (0,050). Tugas keluarga dalam meningkatkan kemandirian lansia dengan cara mengontrol aktivitas lansia bukan berarti menghambat lansia untuk melakukan aktifitas tetapi mendukung lansia untuk melakukan aktivitas yang positif dan memberikan kesempatan lansia untuk berinteraksi dengan masyarakat. ABSTRACT Based on the results of Population Census 2014 Malang unknown number of elderly around 53,800 inhabitants, or about 8% of the population. The purpose of this study to determine the relationship anxiety with the independence of elderly families in meeting the activities of daily living (ADL) in the elderly in Tlogomas Malang. The study design using correlation design with cross sectional approach. The sample in this study as many as 35 of each of the number of families and the elderly in Tlogomas Malang, the sampling technique used is purposive sampling. Data collection techniques used were questionnaires. Data analysis method used is spearmen rank test using SPSS. Research shows that nearly half (45.3%) families experiencing mild anxiety, the majority (71.4%) elderly people experiencing the fulfillment of both ADL and spearmen rank test revealed no relationship anxiety with the independence of elderly families in meeting the activities of daily living ( ADL) in the elderly in Tlogomas Malang with the r value of 0.002
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DAN MINUM KOPI DENGAN TEKANAN DARAH PADA LAKI-LAKI DEWASA DI DESA KERTOSUKO KECAMATAN KRUCIL KABUPATEN PROBOLINGGO Andri Budianto; Tanto Hariyanto; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.791 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.443

Abstract

Meningkatnya prevalensi hipertensi pada umumnya disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup, sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit-penyakit infeksi bergeser ke penyakit-penyakit chronic degeneratif. Salah satu penyakit chronic degeneratif diantaranya adalah penyakit tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok, minum kopi dengan tekanan darah pada laki-laki dewasa. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan teknik Accidental sampling yang didapatkan 24 responden. Analisa data menggunakan uji korelasi berganda. Hasil penelitian ditemukan dari 24 responden yang mengkonsumsi rokok, terdapat 10 orang (47,63%) yang mengkonsumsi rokok sebanyak 1-10 batang rokok perhari, 9 orang(33,33%) 11-20 batang perhari, dan 5 orang (20,83%) sebanyak 21-30. Responden yang mengkonsumsi kopi 1-2 gelas ada 12 orang (50%), 3-4 gelas 8 orang (33,33%), dan 5-6 gelas ada 4 orang (16,67%). Untuk tekanan darah, yang termasuk kategori tekanan darah normal ada 19 (78,71%) orang,sedangkan tekanan darah tinggi 5 orang (20,83%). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok, minum kopi dengan tekanan darah pada laki-laki dewasa di Desa Kertosuko Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Hal ini berdasarkan nilai sig < α (0,41>0,05). Kata kunci: Minum kopi, prilaku merokok, tekanan darah.
HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN PROSEDUR PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA DI RUMAH SAKIT ISLAM UNISMA MALANG Miftahur Rahman; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.911 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.748

Abstract

Pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan di rumah sakit, apabila tidak dilakukan dengan standar operasional pelayanan maka kemungkinan terjadi infeksi pada luka operasi pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi dengan proses penyembuhan luka pada pasien post operasi di Rumah Sakit Islam UNISMA – Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 63 pasien yang melakukan operasi pada bulan Juli 2016 dengan penentuan sampel penelitian menggunakan random sampling yang berarti pengambilan sampel secara acak dengan jumlah 20 pasien post operasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan lebih dari separuh(70,0%) responden mendapatkan pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi baik dan lebih dari separuh(55,0%) responden mengalami proses penyembuhan luka cepat. Terdapat hubungan antara pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi dengan proses penyembuhan luka pada pasien post operasi dengan p-value = (0,000)
PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN KONSELING PADA KLIEN INFARK MIOKARD DIRUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAHSAKIT PANTI WALUYA MALANG Joko Santoso; Tanto Hariyanto; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.82 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i2.434

Abstract

Konseling pada infark miokard suatu aktivitas yang didalamnya terdapat satu orang yang membantu dan satu orang lain yang menerima bantuan untuk memecahkan masalah penyakit infark miokard, konseling dapat mengembangkan ketrampilan dan mengadopsi pendirian atau sikap seseorang merasa dihargai. Dengan tujuan memberikan informasi, pemecahan masalah, meningkatkan komunikasi perawat dengan klien infark miokard. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan konseling pada klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa rumah sakit panti waluya malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif dengan populasi klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa rumah sakit panti waluya malang dengan jumlah responden sebanyak 30 orang responden. Diambil dengan teknik purposive sampling, dengan alat ukur kuesioner. Data dianalisis menggunakan t-test, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden 30 orang responden (100%) mempunyai pengetahuan baik, serta dari semua memiliki sikap positif dalam pemberian konseling pada klien infark miokard. Dari uji statistic t-test dapat disimpulkan ada perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan konseling pada klien infark miokard. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Konseling, Infark Miokard
PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI WILAYAH PUSKESMAS DAU MALANG Nuraisyah Siregar; Tanto Hariyanto; Zaky Soewandi Ahmad
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.930

Abstract

Tingkat kepuasan pasien didasarkan oleh adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga pelayanan kesehatan dituntut profesional, cepat, bersih dan ramah tanpa memandang pasien BPJS maupun Non BPJS. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Dau. Desain penelitian mengunakan komparatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 942 orang, sampel penelitian ditentukan dengan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang digunakan yaitu uji mann whitney. Hasil penelitian membuktikan 26 (57,8%) pasien BPJS puas terhadap kualitas dan 30 (66,7%) pasien BPJS merasakan kualitas pelayanan baik, 28 (62,2%) pasien Non BPJS puas terhadap kualitas pelayanan dan 32 (71,1%) pasien non BPJS merasakan kualitas pelayanan baik. Hasil uji mann whitney didapatkan p value = (0,004) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien non BPJS terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Dau. dapat disimpulkan bahwa pasien Non BPJS merasakan pelayanannya lebih baik dibandingkan pasien BPJS. ABSTRACT Patients’ satisfaction level is based on the good quality of health service, so that health service is required professional, fast, clean and friendly without distinguishing BPJS (social security administrator) patients or non BPJS patients. This research aimed to find out differences of satisfaction level of BPJS and Non BPJS patients toward service quality in Puskesmas Dau Malang. Design of the research used comparative. Populations in this research were 942 people, research samples were determined by quota sampling technique with 90 people. The instrument of collecting the data used questioner. Data analysis method was Mann Whitney. The result of the research proved that 26 (57.8%) BPJS patients were satisfied toward the quality service and 30 (66.7%) of BPJS patients felt good quality service, 28 (62.2%) non BPJS patients were satisfied toward quality service and 32 (71.1%) non BPJS patients felt good quality service. The result of man Whitney test obtained that p value = (0.004) < (0.050), it can be concluded that there is difference between satisfaction level of BPJS and non BPJS patient toward service quality in Puskesmas Dau. Thus, it can be concluded that Non BPJS patient felt more satisfied than BPJS patients. Keywords: Service Quality; BPJS (social security administrator) patient;, non BPJS patients; Satisfaction Level.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA PROVINSI NTB Rizhal Hamdani; Tanto Hariyanto; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.833 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.713

Abstract

Keluarga merupakan faktor yang sangat penting dalam proses kesembuhan pasien Skizofrenia. Keluarga yang bersikap terapeutik dan mendukung pasien, masa kesembuhan pasien dapat dipertahankan selama mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien Skizofrenia. Berdasarkan tujuan penelitian yang ada maka penelitian ini termasuk jenis retrospektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan “cross sectional”, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach), populasi sebanyak 546 orang sampel sebanyak 85 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB dengan instrumen penelitian (kuisioner tertutup) pada 12 Oktober – 17 Oktober 2015. Penelitian ini menunjukan bahwa dukungan keluarga terhadap pasien Skizofrenia yang sedang menjalani rawat jalan tergolong baik (67,1%). Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien Skizofrenia tergolong patuh (89,41%). Berdasarkan atas uji statistik spearman correlation dengan nilai p=0,000 < α=0,05 sehingga disimpulkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien Skizofrenia, dengan kriteria hubungan erat r=0,382. Berdasarkan hasil ini dapat dijelaskan dukungan keluarga merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orang-orang tertentu dalam kehidupannya dan berada dalam lingkungan sosial tertentu yang membuat individu merasa diperhatikan, dicintai, dihargai serta diberikan dukungan kearah yang lebih baik. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan pada saat melakukan pengumpulan data menggunakan wawancara sehingga ketergesaan responden dapat teratasi.
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI OSTEOARTRITIS PADA LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN KOMPRES HANGAT DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Yohana Yohana; Tanto Hariyanto; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.789 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.185

Abstract

Nyeri osteoartritis merupakan nyeri sendi yang berjalan secara lambat dan progresif yang sering diderita oleh orang dewasa hingga lansia. Di kabupaten Malang dan kota Malang ditemukan prevalensi osteoarthritis sebesar 10% dan 13,5%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri osteoarthritis pada lansia sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat di Kelurahan Tlogomas RT 02 RW 06 Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik komparatif dengan pre-post design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 25 lansia dan sampel penelitian menggunakan total sampling yang berarti jumlah populasi dijadikan sempel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode analisa data yang di gunakan yaitu Peired Simple T-Test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebelum dilakukan kompres hangat terdapat 19 atau sebesar 76% lansia mengalami intensitas nyeri dan setelah dilakukan kompres hangat sebanyak 14 lansia atau sebesar 56% lansia mengalami intensitas nyeri, sedangkan hasil Peired Simple T-Test didapatkan pvalue = 0,00, atau 0,00< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan intensitas nyeri osteoarthritis pada lansia sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat di Kelurahan Tlogomas RT 02 RW 06 Malang. Dengan demikian yang perlu dilakukan untuk mengurangi intensitas nyeri pada lansia yaitu dengan cara memberi kompres hangat pada bagian yang mengalami nyeri. Kata Kunci: Intensitas nyeri osteoartritis, lansia.
PERBEDAAN KUALITAS TIDUR SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN AUTOHYPNOSIS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Felisiana Felisiana; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.436 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.144

Abstract

Sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan modern, mahasiswa sering menunda waktu tidur. Sebagian besar mahasiswa tidur larut malam dan bangun lalu pergi ke kampus dengan kualitas tidur yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur sebelum dan setelah autohypnosis pada mahasiswa Program Ilmu Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan metode satu kelompok pre-post test. Sampel terdiri atas 36 orang. Sampel diambil berdasarkan sampling purposive dengan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis kualitas tidur PSQI kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired T dengan hasil tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian sebelum autohypnosis didapatkan sebanyak 44% mahasiswa memiliki kualitas tidur yang baik dan sebanyak 56% mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk. Setelah autohypnosis didapatkan sebanyak 72% mahasiswa memiliki kualitas tidur yang baik dan sebanyak 28% mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis data dengan uji t berpasangan diperoleh nilai p< 0,00 yang berarti ada perbedaan kualitas tidur sebelum dan sesudah autohypnosis. Dianjurkan untuk siswa yang memiliki kualitas tidur yang buruk dapat melakukan autohypnosis dua minggu untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Sebelum dan Sesudah Autohypnosis
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Firman Ahda Suhanda Aini Nurul Amalia, Salma Andi Amrullah Andri Budianto Angelika Christin Role Ani Sutriningsih Anjelina Marta Lupa Arahaf Abdi Ardi Panggayuh Ardiwanto Umbu Tanda Ardiyani, Vita Maryah Ari Suryandi Arizqu Irfan Ardiansah Atik Kurniawati, Atik Aurelia Mau Keo Budi Susatia Damaris Arista Lende Dedi Sumadi Diana Diana Doddy Rakhmadi edy suyanto Ekowati Retnaningtyas Elaspriani Elaspriani Elaspriani Kunto Elisabeth Tea Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari Erlisa Candrawati Evi Susanti Fasty Aklima Fauzi Riki Hidayat Fedelia Susanti Rebu Felisiana Felisiana Filsa Destiara Fitria Hayati Glorianita A.R De Araujo Hamka Hamka Hari Sukanto Adi Helmi Herawati, Helmi Hirdayanti Finisia Holyness Nurdin Singadimedja Hupitoyo Hupitoyo Hupitoyo, Hupitoyo I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Iga Kurnia Rohmah Inra Inra Iwan Muliawan Joko Santoso Joko Suwito Lisa Wulandari M. Miftahuz Zubaidi Maemunah, Neni Maria Diah Ciptaning Maria Helmiana Muda Marta Ina Kaka Meity Sarah Melkior Silvanus Yopi Balik Miftahur Rahman Mikhayandi John Lede Mira Pratiwi Misda Misda Moh. Fachrizal Rosyid Mudayatiningsih, Sri Mujito Mujito, Mujito Naomi Sakti Daindo Ni Luh Putu Eka Sudiwati Ni Luh Putu Eka Sudiwati Ni Luh Putu Sudiwati Nia Lukita Ariani Nia Lukita Ariani Novita Dewi Nuraisyah Siregar Nurwijayanti Padoli Padoli Pendrita Melkianus Kabonju Hita Pery Pery Priyo Sasmito Ragil Catur Adi W. Rinda Rinda Rita Mahareni F. Rizhal Hamdani Rudi Febrianto Rudimin Rudimin Selia Wilhelmina Sendra, Eny Setyarini, Arika Indah Sisilia Ndore Sisilia Niman Siti Zubaidah Sri Rahayu Sujati Sujati Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Swaidatul Masluhiya AF Tatang Irawan Urli Titin Indah Hartini Tri Johan Agus Yuswanto Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Wahyu Dini Metrikayanto Wahyuningsri . Wahyuningsri ., Wahyuningsri Whaisna Switaningtyas Widiani, Esti Wisundari Wisundari Yanti Rosdiana Yeremias Utun yohana yohana Yohanes Daud Djawa Yohanes Suni Yosefina Dede Moruk Yovita Lai Hane Yudhawati, Sherlyana Kartika Yuliani Yuliani Zakariya Zakariya Zaky Soewandi Ahmad