Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Rasio Kompresi pada Mesin Sinjai Tipe Flexible Fuel Vehicle 150 CC Berbahan Bakar E70 terhadap Performa dan Emisi Gas Buang Hanapi Hasan; Siman Siman; Suprapto Suprapto; Hasan Maksum; Martias Martias
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 3 No 1 (2022): AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v3i1.123

Abstract

The depletion of global crude oil reserves and pollution have prompted research into alcohol as a fuel for gasoline motors focused on clean, renewable and sustainable energy systems. The purpose of the research is to get the best performance and exhaust emissions. This research uses Pertamax (E0) as standard fuel and mixed with ethanol to produce E70 bioethanol fuel. Tests using a waterbrake dynamometer at fully open throttle with engine speed from 2000 to 8000 rpm and increasing the standard compression ratio to a compression ratio of 12, 12.5, and 13. The results showed that the E70 increased torque and reduced exhaust emissions. Penipisan cadangan minyak mentah global dan polusi telah mendorong penelitian alkohol sebagai bahan bakar untuk motor bensin yang difokuskan pada sistem energi yang bersih, terbarukan dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan Performa dan emisi gas buang terbaik. Penelitian ini menggunakan bahan bakar Pertamax (E0) sebagai bahan bakar standar dan dicampur dengan etanol untuk menghasilkan bahan bakar bioetanol E70. Pengujian menggunakan waterbrake dynamometer pada kondisi fully open throttle dengan putaran mesin dari 2000 sampai 8000 rpm dan meningkatkan rasio kompresi standar menjadi rasio kompresi 12, 12,5, dan 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E70 meningkatkan torsi dan menurunkan emisi gas buang.
The Correlation of Interest in Becoming a Teacher with Learning Outcomes in the Educational Field of Automotive Engineering Education Students Ahmad Arif; Nizwardi Jalinus; Refdinal Refdinal; Hasan Maksum; Martias Martias; Toto Sugiarto; M. Yasep Setiawan; Yuke Permata Lisna
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 3 No 2 (2022): AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v3i2.169

Abstract

The student's desire to become a teacher is a factor that influences attitudes and motivation to attend lectures. High levels of interest in becoming a teacher will speed up the lecture process and influence student learning outcomes. The purpose of this correlational study is to determine the relationship between student learning outcomes in education courses and interest in becoming a teacher. The study was conducted on students from the FT UNP Automotive Engineering Education study program's 2018 class. The study was conducted on students from the FT UNP Automotive Engineering Education study program's 2018 class. The Pearson product moment correlation formula was used to analyze the data, and the t test was used to determine the significance of the correlation coefficient r. Based on the analysis of the research data, it was determined that there is a positive and significant relationship between desire to become a teacher and learning outcomes in student education courses.
Lingkungan Sekolah dan Motivasi Belajar Siswa Program Keahlian Teknik Otomotif: Studi Korelasional di SMK Negeri 1 Bukittinggi Yondri Pratama; Martias; Rifdarmon; Hasan Maksum
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.344

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan bahwa motivasi belajar dan kesiapan siswa memasuki dunia kerja masih perlu diperkuat, salah satunya melalui penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara lingkungan sekolah dan motivasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 35 siswa yang dipilih melalui stratified random sampling; data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert lima poin dan dianalisis dengan korelasi Spearman’s rho. Hasil menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap lingkungan sekolah berada pada kategori cukup bagus hingga bagus (mean = 39,71), sedangkan motivasi belajar berada pada kategori cukup tinggi (mean = 52,03), dengan koefisien korelasi 0,523 dan signifikansi 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan aspek fisik dan sosial lingkungan sekolah berimplikasi langsung pada peningkatan motivasi belajar dalam konteks pendidikan vokasi. The high unemployment rate among graduates of vocational high schools indicates that students’ learning motivation and work readiness still need to be strengthened, partly through the creation of a supportive school environment. This study aims to examine the relationship between the school environment and learning motivation of grade XI students in the Automotive Engineering program at SMK Negeri 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was employed with 35 students selected using stratified random sampling; data were collected through a five-point Likert questionnaire and analysed using Spearman’s rho correlation. The findings show that students perceive the school environment as ranging from fairly good to good (mean = 39.71), while learning motivation is at a moderately high level (mean = 52.03), with a correlation coefficient of 0.523 and a significance value of 0.001. These results imply that strengthening the physical and social dimensions of the school environment can directly enhance students’ learning motivation in vocational education settings.
Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Sasis Sepeda Motor di SMK Negeri 1 Luak Imam Dinul Salam; Martias; Hasan Maksum; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.345

Abstract

Rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TSM pada mata pelajaran Teknik Sepeda Motor menjadi permasalahan utama akibat dominasi metode konvensional yang cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi perawatan dan perbaikan sasis sepeda motor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dari 47,36% pada siklus I pertemuan I menjadi 76,94% pada siklus II pertemuan II. Hasil belajar juga meningkat dari 36,67% pada pratindakan menjadi 83,33% pada siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa PBL efektif mendorong partisipasi aktif, pemahaman mendalam, serta pencapaian akademik siswa dalam pembelajaran vokasi otomotif. The low learning activity and outcomes of class XI TSM students in Motorcycle Engineering subjects remain a major issue due to conventional teacher-centered methods. This study aims to improve student activity and learning outcomes through the application of the Problem Based Learning (PBL) model in motorcycle chassis maintenance and repair. A quantitative approach with a two-cycle Classroom Action Research design was employed. The findings show an increase in learning activity from 47.36% in cycle I meeting I to 76.94% in cycle II meeting II. Learning outcomes also improved from 36.67% in the pre-test to 83.33% in cycle II. These results demonstrate that PBL effectively enhances student engagement, deeper understanding, and academic achievement in vocational automotive education.
Efektivitas Modul Pembelajaran Berbasis Web terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Siswa Kelas XI TSM SMKN 2 Batusangkar Ikhsanul Fikri Ikhsan; Martias; Hasan Maksum; Rifdarmon
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.347

Abstract

Rendahnya aktivitas belajar siswa pada materi sistem kelistrikan sepeda motor di SMK berdampak langsung pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI TSM melalui penerapan modul pembelajaran berbasis web. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa SMK Negeri 2 Batusangkar. Data aktivitas belajar diperoleh melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur menggunakan tes objektif. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata aktivitas belajar dari 3,04 pada siklus I menjadi 3,50 pada siklus II. Rata-rata nilai hasil belajar naik dari 74,67 menjadi 82,33, dengan ketuntasan belajar meningkat dari 62,5% menjadi 100%. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul pembelajaran berbasis web efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar pada pembelajaran sistem kelistrikan sepeda motor. Implikasinya, modul ini layak dijadikan alternatif media pembelajaran berbasis teknologi di SMK. Low student learning activities in motorcycle electrical systems lessons at vocational high schools directly affect learning outcomes. This study aimed to improve the learning activities and learning outcomes of class XI TSM students through a web-based learning module. Classroom action research with the Kemmis and McTaggart model was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 24 students of SMK Negeri 2 Batusangkar. Learning activities were measured using observation sheets, and learning outcomes were assessed with objective tests. The findings showed that the average learning-activity score increased from 3.04 in cycle I to 3.50 in cycle II. The mean test score rose from 74.67 to 82.33, while mastery learning improved from 62.5% to 100%. These results indicate that a web-based learning module is effective for enhancing learning activities and learning outcomes in motorcycle electrical system learning.
Analisis Variasi Campuran Pertamax 92 Dengan Metanol Terhadap Penambahan Nilai Oktan Emisi Gas Buang Pada Motor Satria Fu Injeksi Yosua Partogi Sihole; Martias; Toto Sugiarto; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.359

Abstract

Penelitian ini menganalisis variasi campuran Pertamax 92 dengan metanol untuk meningkatkan nilai oktan dan mengurangi emisi gas buang pada sepeda motor Satria FU Injeksi tahun 2018. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor, yang merupakan salah satu penyebab utama polusi udara, mengandung senyawa berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOₓ). Metanol sebagai bahan bakar alternatif memiliki potensi untuk mengurangi emisi tersebut dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan sembilan variasi campuran metanol (0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20%). Hasil menunjukkan bahwa penambahan metanol secara nyata dapat meningkatkan nilai oktan, dengan nilai maksimum mencapai 110 RON pada campuran 20% metanol. Selain itu, emisi CO dan HC dari semua variasi campuran tetap berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa campuran Pertamax 92 dan metanol dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara.