Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PEMERAMAN TANAH TERHADAP CBR TANAH YANG DISTABILISASI DENGAN ABU ARANG BIJI HANJELI Rombe Dendo, Ermitha Ambun; Masiku, Henrianto; Artanto Ampangallo, Bastian; Lody Honta Lambe, Zwengly; S. Mapaliey, Yulieanti; Kaalapadang, Escher
Jurnal Dynamic Saint Vol 8 No 2 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/tpkwq833

Abstract

Peningkatan daya dukung tanah lunak perlu dilakukan sebelum konstruksi dibangun diatasnya sehingga konstruksi memiliki umur layanan yang lebih lama. Bahan alami yang dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah yaitu abu biji hanjeli karena mengandung silika 10,53% dan kulit biji hanjeli mengandung silika 16% Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Pengujian sampel dilakukan di Labaroratorium Teknik Sipil UKI Toraja. Sampel tanah diambil dari Pamibak Utara, Lembang Sikuku’, Kecamatan Kapalapitu dan biji hanjeli diambil dari Lembang Pangala’, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara. Biji hanjeli dibakar pada suhu 600 oC hingga kemudian dihaluskan dan disaring menggunakan saringan no. 200 untuk memperoleh abu. Pengujian yang dilakukan yaitu uji CBR tanah dengan variasi pemeraman benda uji berumur 14 hari dan 28 hari dengan variasi abu biji hanjeli 5%, 10% dan 15% dari berat tanah kering Berdasarkan analisis hasil pengujian tanah lempung tanpa abu biji hanjeli diperoleh nilai berat jenis 2,60. Berdasarkan analisa butiran lolos saringan no 200 sebanyak 90,98%. Tanah memiliki batas cair 46,11%, batas plastis 33,77% dan indeks plastisitas 12,34%. Pada pengujian sifat fisik tanah lempung abu biji diperoleh nilai berat isi kering kompaksi 1,46 gr/cm3, kadar air optimum kompaksi 26%, dan hasil pengujian CBR diperoleh nilai 3,13%. Tanah dengan variasi abu biji hanjeli 5%, 10% dan 15% diperoleh nilai CBR untuk pemeraman 7 sebesar 6,34% 10,3% dan 14,07. Sedangkan untuk pemeraman 28 hari diperoleh nilai CBR berturut-turut 8,14%, 11,8%, dan 16,3 %. 
ANALIAS KUAT TARIK BELAH BETON PORUSYANG MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHABU CANGKANG KERANG HIJAU Artanto Ampangallo, Bastian; Rangan, Parea Rusan; Ambun, Ermitha; Ganti, Abraham; Runtukahu, Regita; Patongloan, Zain
Jurnal Dynamic Saint Vol 8 No 2 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/ya1waq19

Abstract

Sebagian besar sarana transportasi di Indonesia saat ini sudah berupa aspal konvensional atau beton.” Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton terutama juga pada beton porous. Peningkatan kualitas beton dapat dilakukan dengan penambahan bahan tambah. Bahan-bahan di sekitar lingkungan daapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah dalam campuran beton porous. Oleh karena itu, peneliti menggunakan limbah cangkang kerang hijau sebahai bahan tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari kuat lentur, kuat Tarik belah, permeabilitas dan porositas. Penelitian ini digunakan metode eksprimental, menggunakan cetakan silider dengan ukuran 30 cm x 15 cm. Perancangan campuran didasarkan pada standar ACI 522R-2010. Komposisi penambahan abu cangkang kerang hijau dalam penelitian ini sebesar 2%, 4%, 6% dari berat semen dan 0% sebagai pembandingan dengan umur perawatan 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Berdasarkan analisis data dari hasil pengujian pada umur 28 hari, kuat tarik belah rata-rata penambahan abu cangkang kerang hijau 2%, 4%, 6% yaitu 1,522 MPa, 1,557 MPa  dan 2,23 MPa dengan persentase peningkatan berturut-turut 2,49%, 4,85% dan 50,17% dari kuat tarik belah beton porus tanpa abu cangkang kerang hijau
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK ARANG DANSEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI LATERITUNTUK ROAD SUBBASE Ambun, Ermitha; Rangan, Parea Rusan; Ampangallo, Bastian; Ganti, Abraham
Jurnal Dynamic Saint Vol 6 No 2 (2021): Jilid 6 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/vyf3eg10

Abstract

Penelitian ini menggunakan serbuk arang kayu dan semen sebagai bahan stabilisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi ekperimental yang dilakukan di laboratorium, yang berpedoman pada SNI - 1744 – 2012 mengenai CBR tanah. Variasi campuran serbuk arang kayu yang merupakan bahan stabilisasi sebanyak 6%,9% dan 12% dan semen sebanyak 3%. Tanah diperam selama 1, 7 dan 14 hari untuk mengetahui besarnya nilai CBR yang kemudian dikonfersi menjadi nilai daya dukung tanah. Pengujian yang dilakukan adalahpengujian karakteristik fisik dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu arang kayu dan semen efektif meningkatkan daya dukung tanah. Kenaikan nilai daya dukung tanah disebabkan oleh meningkatnya nilai CBR pada setiap kenaikan komposisi abu arang kayu dalam tanah. Kadar air optimum yang digunakan berfungsi sebagai pelumas bekerja membawa butiran abu arang kayu dan semen kedalam rongga antar butir tanah. Silika pada abu arang yang berfungsi sebagai pozzolan dan semen sebagai material perekat kemudian merekatkan butir tanah sehinggamenjadi lebih keras dan solid. Dengan demikian tanah lebih mampu untukmenerima beban dan nilai CBR serta Daya Dukung Tanah tanah jugamengalami kenaikan maksimum hingga 25.806 % terhadap tanah tanpapenambahan abu arang kayu. Kenaikan daya dukung tanah pada tanah dengan campuran 6%, 9% dan 12 % Arang Kayu serta 3% Semen terhadap tanah tanpa campuran abu arang kayu dan semen berturut turut 12.903%, 25.806% dan 14.516%. Komposisi terbaik abu arang kayu dan semen untuk bahan stabilisasi adalah campuran pada 9% Abu Arang Kayu & 3% Semen.
CULTURE-BASED EDUCATION IN TONGKONAN CONSTRUCTION ACTIVITIES Dendo, Ermitha Ambun Rombe; Ampangallo, Bastian artanto; Arrang, Abdias Tandi; Masiku, Henrianto
Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v12i3.763

Abstract

This study explores the integration of culture-based education into the construction activities of Tongkonan, traditional Torajan ancestral houses in Indonesia. Tongkonan not only serve as architectural marvels but also embody cultural values, social structures, and ancestral heritage. The research examines how incorporating cultural education into the construction process can enhance both the preservation of traditional practices and the educational outcomes for participants. By analyzing case studies of Tongkonan construction projects, the study identifies key pedagogical strategies that leverage cultural narratives, traditional craftsmanship, and community rituals. Findings suggest that such an approach fosters a deeper appreciation for cultural heritage, improves skill acquisition, and strengthens communal bonds. The study concludes with recommendations for educational frameworks that integrate cultural elements into construction training programs, aiming to sustain both the physical and intangible heritage of the Torajan people.
Analysis of the Performance of Tongkonan Traditional House Structure Against Earthquake Loads Ampangallo, Bastian A.; Honta, Zwengly Lodi; Manga, Jufri
ASTONJADRO Vol. 15 No. 1 (2026): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v15i1.21719

Abstract

The Tongkonan building in Toraja is one of many structures in the archipelago that possesses a unique form, structure, and construction. The traditional house of the Toraja tribe located in South Sulawesi Province is called the Tongkonan. This building is made of wood. The traditional house differs from other traditional houses in terms of its structural system, making the Tongkonan a very interesting subject for research. Along with the advancement of time, it is important to study and analyze the structure of Tongkonan in order to enhance its resilience to earthquakes. This research aims to analyze the behavior of the Tongkonan structure under earthquake loads. The structure of the Tongkonan house is modeled in SAP2000 software to obtain the internal forces acting on the structural elements of the Tongkonan house. Then an analysis was conducted on the beam section, resulting in the internal force analysis occurring within the structure. The internal forces of the Tongkonan structural elements refer to the principles of tension and compression members, beam-columns, and flexural members, depending on the internal forces acting on each element. The results of the structural modeling analysis show that Tongkonan I is more resistant to earthquakes, with a minimum axial value of –1385.74 kN, a maximum axial value of 204.14 kN, a minimum shear value of –719.82 kNm3, and a maximum shear value of 719.82 kNm3. Meanwhile, Tongkonan II has a minimum axial value of –1550.31 kN, a maximum axial value of 457.67 kN, a minimum shear value of –813.23 kNm3, and a maximum shear value of 813.24 kNm3.
Pengaruh Kinerja Ruas Jalan terhadap Kepuasan Pengguna Jalan Poros Rantepao–Pangala' di Kabupaten Toraja Utara Satrio Wardana; Bastian Artanto Ampangallo; Azril Tangke Sombolinggi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6412

Abstract

Kualitas pelayanan jalan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan pengguna dalam melakukan perjalanan. Jalan yang mampu memberikan kenyamanan, keamanan, kelancaran, dan kondisi fisik yang baik akan meningkatkan kualitas layanan transportasi serta mendukung mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kenyamanan, keamanan, kelancaran, dan kondisi fisik jalan terhadap kepuasan pengguna Jalan Poros Rantepao–Pangala' di Kabupaten Toraja Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 110 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji Chi-Square, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna jalan secara umum merasa cukup puas terhadap pelayanan jalan dengan nilai rata-rata kepuasan sebesar 3,246. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa karakteristik responden tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan pengguna jalan. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan variabel kenyamanan, keamanan, kelancaran, dan kondisi fisik jalan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan (Sig. = 0,001). Secara parsial, hanya kondisi fisik jalan yang berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,450 dan nilai signifikansi 0,000. Oleh karena itu, peningkatan kualitas fisik jalan melalui pemeliharaan dan perbaikan perkerasan perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kepuasan pengguna jalan.
Experimental Analysis of The Flexural Behavior of Reinforced Concrete Frame Beams with Variations in Compression Reinforcement Bastian Artanto Ampangallo; Escher Kalapadang
Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Juli
Publisher : Engineering Faculty, UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jidr.2025.21.2.19

Abstract

Reinforced concrete is a composite structure combining concrete as the primary compressive element and steel reinforcement to resist tensile forces. In reinforced concrete beam systems, optimizing the use of reinforcement is crucial for structural efficiency. This study aims to analyze the effect of reinforcement configuration on the flexural capacity of concrete beams by comparing single and double compression reinforcement systems. An experimental method was employed using four beam specimens measuring 124 cm × 15 cm × 20 cm, designed with concrete mix proportions following SNI 03-2834-2000 standards. The variations included STR T25, STR T50, STR G25, and STR G50, categorized by the type of compression reinforcement and spacing. Test results revealed that the highest flexural strength was achieved by STR G25 (838,474.985 kg/m³), followed by STR T50, STR G50, and STR T25. Beams with double compression reinforcement and closer spacing demonstrated superior performance in resisting bending forces. This research confirms that appropriate reinforcement configurations significantly enhance the flexural capacity of reinforced concrete beams while promoting material efficiency.