Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Departure of the Guardian (Wali) after Taukil al-Wali in a Marriage Contract Ceremony in Batursari, Talun, Pekalongan: A Legal Anthropology Study Mundzir, M. Afief; Sagaf, Muhammad; Rofiq, Ahmad; Yahya, Imam
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 10 No 2 (2024): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v10i2.9203

Abstract

Taukil al-wali is delegating marriage guardianship rights to the office of Religious Affairs (KUA) officials or community leaders. The local community widely accepts this practice because religious and traditional leaders legitimize it. This study aims to examine the community's view of the departure of the guardian (wali) after taukil al-wali and review this phenomenon from the perspective of legal anthropology. The research used a qualitative method with a legal anthropology approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The findings show that the people of Batursari Village view marriage as a sacred event, so the guardian delegating his marriage guardianship rights to KUA officials or community leaders is considered to have to leave the assembly for the marriage contract ceremony. This view is based on a limited understanding of the law of taukil al-wali, the influence of religious leaders, and respect (tabarukan) for those given a mandate. The guardian's departure is considered a valid condition for marriage; if not fulfilled, the marriage is deemed invalid and must be repeated. Local cultural values also influence this practice. Unwritten customary law becomes the community's main guideline in taukil al-wali. The strong influence of cultural values causes people's compliance with customs more dominant than formal rules. In conclusion, the guardian's departure after taukil al-wali reflects religious norms and local cultural integration. The legal anthropology perspective shows the important role of custom in shaping the distinctive marriage practices in the Batursari Village community.
ANALYSIS OF RAW MATERIAL INVENTORY ABC CLASSIFICATION USING CONTINUOUS REVIEW SYSTEM AND PERIODIC REVIEW SYSTEM METHODS TO OPTIMIZE PRODUCTION COSTS Rahmadani, Latifah; Sagaf, Muhammad; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Disprotek Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v16i1.7427

Abstract

UD. Betty Meubel is a furniture company that has not implemented a good policy on the raw material procurement system. This causes waste in raw material storage costs, which makes the company spend more money. The purpose of this study is to plan material inventory and optimize raw material inventory costs. The Always Better Control (ABC) classification method was used in this study. The results for category A will then be calculated using the Continuous Review System Q method, while the results for categories B and C will be calculated using the Periodic Review System P method. Based on the ABC analysis, wood raw materials are group A by utilizing 96,385 of the total inventory, while for group B, namely glue raw materials, there is a budget of 2.41% of the total raw material inventory, and for group C, namely polish and nails, there is a budget of 1.21% of the total raw materials. The results of the Continuous Review System Q method are Rp. 32,813,004 for one order with a reorder point of 12,155, an order interval of 45 days, and an order frequency of 22.5 times in July-December 2023, while the TC for July-December 2024 is Rp. 738,295,198. The Periodic Review System method yielded a total initial inventory of Rp. 18,700,425 for glue raw materials, Rp. 9,169,740 for polish raw materials, and Rp. 298,887.58 for nail raw materials. The results obtained are total inventory cost savings with a cost savings percentage of around 1.31% for wood raw materials, 83.25% for glue, 83.79% for polish, and 90.37% for nails. ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU KLASIFIKASI ABC DENGAN METODE CONTINUOUS REVIEW SYSTEM DAN PERIODIC REWIEW SYSTEM UNTUK MENGOPTIMALKAN BIAYA PRODUKSIUD. Betty Meubel merupakan perusahaan yang bergerak dibidang furniture yang selama ini belum menerapkan kebijakan yang baik terhadap sistem pengadaan bahan baku. Hal ini yang mengakibatkan pemborosan pada biaya penyimpanan bahan baku yang membuat perusahaan mengeluarkan biaya lebih. Tujuan dari penelitian ini untuk merencanakan persediaan material dan mengoptimalkan bisaya persediaan bahan baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu klasifikasi Always Better Control (ABC) yang kemudian hasil pada kategori A akan dilanjutkan dengan perhitungan metode Continuous Review System Q sedangkan untuk kategori B dan C akan dilakukan perhitungan dengan metode Periodic Review System P. Berdasarkan analisis ABC bahan baku kayu merupakan kelompok A dengan memanfaatkan 96,385 dari seluruh persediaan, sedangkan untuk kelompok B yaitu bahan baku lem dengan anggaran 2,41% dari total persediaan bahan baku, untuk kelompok C yaitu plitur dan paku dengan anggaran 1,21% dari keseluruhan bahan baku. Hasil dari metode Continous Review System Q adalah Rp. 32.813.004 untuk satu kali pemesanan dengan titik pemesanan kembali di angka 12,155 , interval pemesanan selama 45 hari dan frekuensi pemesanan 22,5 kali dalam Juli – Desember 2023, sedangkan TC per Juli – Desember 2024 adalah Rp. 738.295.198. Hasil dari Pada metode Periodic Review System total persediaan awal dari bahan baku lem yaitu sebesar RP.18.700.425 untuk bahan baku plitur dengan perhitungan awal Rp.9.169.740 dan untuk bahan baku paku dengan perhitungan awal RP. 298.887,58. Hasil yang didapat memiliki pengehematan total biaya persediaan dengan presentase pengehamatan biaya sekitar 1,31%% pada bahan baku kayu,83,25% untuk lem, 83,79% untuk plitur dan  90,37%untuk paku. 
Analisis Tata Letak Fasilitas untuk Meminimasi Ongkos Material Handling Menggunakan Metode Computerized Allocation Of Facilities Techniques (CRAFT) Azhar, Dicky Maulana; Fatmawati, Wiwiek; Sagaf, Muhammad; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.4.1.6-12

Abstract

CV. Cita Nasional merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan susu sapi murni menjadi susu segar melalui proses Pasteurisasi dan Homogenisasi, produk tersebut dikemas dalam bentuk cup dan purepack (plastik) dengan merek dagang "SUSU SEGAR NASIONAL". Permasalahannya di lantai produksi berupa banyaknya penumpukan bahan material in process di ruang mixing sehingga bisa mengganggu jalanya produksi. Adanya departemen yang saling memiliki hubungan kedekatan erat serta rangkaian proses kerja ditempatkan secara berjauhan seperti dari gudang flavor ke ruang mixing. Alat angkut yang digunakan untuk memindahkan hasil produksi antar departemen yaitu berupa Handpallet, dan pipa namun terdapat juga perpindahan yang dilakukan secara manual seperti perpindahan dari gudang flavour ke ruang mixing. Permasalahan tersebut menyebabkan proses produksi menjadi semakin lama. Maka untuk mengatasi hal tersebut, diperlukannya pengoptimalan tata letak fasilitas guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Metode Computerized Allocation of Facilities Techniques (CRAFT) dapat menghasilkan rancangan tata letak yang lebih efektif dan efisien. Setelah dilakukanya pengolahan data didapatkan hasil layout usulan terpilih dari software Winqsb. jarak perpindahan material pada layout awal yaitu sebesar 1.333 m/hari. Sementara itu, pada layout usulan total jarak perpindahan didapatkan angka sebesar 1.243,68 m/hari. Sehingga, terdapat selisih jarak perpindahan material sebesar 89,32 m/hari. Selanjutnya OMH pada layout awal yakni sebesar Rp 55.861,65/hari. Sementara itu, pada layout usulan total OMH didapatkan angka sebesar Rp 50.196,73/hari. Sehingga, terdapat selisih total ongkos material handling yakni sebesar Rp 5.664,92/hari yang menunjukkan adanya efisiensi perpindahan material pada layout usulan dibandingkan dengan layout awal sebesar 10,14%.
ANALISIS PERBANDINGAN KEBUTUHAN ENERGI MENGGUNAKAN BOILER FEED PUMP DAN MOTOR INDUKSI PADA KONDISI START UP (STUDY KASUS: PLTU TANJUNG JATI B UNIT 3) Safrizal, Safrizal; Sagaf, Muhammad
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 11, No 2 (2020): JURNAL SIMETRIS VOLUME 11 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v11i2.4778

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat tidak hanya diikuti dengan peningkatan pasokan energi listrik saja, tetapi harus diikuti dengan pengelolaan energi yang baik dan efisien. Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi penggunaan energi sendiri (auxiliary power) pada pembangkit listrik. PLTU Tanjung jati B Unit 3, yang mempunyai 2 Boiler Feed Pump (BFP) dengan penggerak Turbin uap (Turbine Boiler feed Pump atau TBFP) dan 1 buah BFP dengan pengerak Motor Induksi (Motor Boiler feed Pump atau MBFP). Penelitian ini dilakukan perbandingan peralatan tersebut yang bekerja dengan kebutuhan energi paling minimal. Proses pengambilan data dilakukan pada kondisi start up, cold 12 jam, warm 6 jam, hot 2 jam. Dari hasil penelitian menunjukan, untuk kondisi start up cold 12 jam MBFP mempunyai tingkat konsumsi energi 54,8 MWh, sedangkan TBFP hanya mengkonsumsi energy 21,6 Mwh, atau sebesar 60.58 % dari jumlah energi yang digunakan oleh MBFP dan dapat menghemat biaya sebesar Rp  11.487.200,00. artinya TBFP mampu menghemat penggunaan energi 33,2 MWh atau setara 2.980 rumah berlangganan daya listrik PLN  1300 VA, konsumsi daya aktif rata-rata 11,14 kWh/day (33.200 kWh/11,14 kWh = 2980 unit rumah)
Studi Kasus Penerapan Continuous Review Sistem (Q) dalam Manajemen Persediaan untuk Optimalisasi Biaya Produksi di UD. Indokarya Brass Wendra Ananda Faudjie; Muhammad Sagaf
Manufaktur: Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri Vol. 3 No. 3 (2025): Manufaktur : Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manufaktur.v3i3.1033

Abstract

UD. Indokarya Brass is a company engaged in the brass handicraft industry with its main products being door handles and bells. The main raw materials used in the production process include brass, copper, tin, and aluminum, which are obtained from suppliers both within and outside the city. On average, raw materials are received weekly with quantities of 50–100 kg of brass, 7–10 kg of copper, 10–15 kg of tin, and 3–5 kg of aluminum. In addition, the company also uses additional materials in the form of thinner and epoxy purchased from nearby hardware stores with less frequent purchases, namely 5–10 liters of thinner every month and around 5 kg of epoxy every two months. To date, the company has not had a structured policy for procurement and control of raw material inventory. This condition results in excess inventory of several types of raw materials which actually incurs high costs, both in terms of storage costs and warehouse maintenance costs. This excess inventory ultimately has an impact on reduced efficiency and decreased company profits. This study was conducted to analyze the existing inventory system and compare the company's current policy with a proposed method for more optimal inventory control. The calculation results show that the proposed method is able to provide significant inventory cost savings, namely 83.25% in brass raw materials, 15.28% in copper, 14.6% in tin, 43.37% in aluminum, 4.66% in epoxy, 4.2% in thinner, and 40.7% in other raw materials. Thus, the implementation of the right inventory control method can improve operational efficiency and help companies reduce cost burdens, so that profits can be more optimal.
Desain Adjustable Spreader Bar Telescopic Menggunakan ANSYS Wahyu Suryawan; Puji Basuki; Candra Wahyu S; January Jefry P; Muhammad Sagaf
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juprit.v4i3.5432

Abstract

This research aims to design an Adjustable Spreader Bar Telescopic that has high flexibility to adjust the needs of lifting loads in the long range of 3.48 meters to 4.27 meters. The design is carried out to provide solutions to the needs of the industry in lifting heavy loads with an optimal level of safety and efficiency. The research method involves several stages, starting from making geometric designs using CAD software, determining and entering the properties of the materials used, as well as modeling and simulation with the help of finite element analysis (FEA) software using ANSYS. The material used in this study is ASTM A992, which has high tensile strength and good deformation resistance. The simulation results show that the design of this telescopic bar spreader is able to withstand loads of up to 300 tons. In the simulation test, the minimum deformation was recorded at 0 meters, while the maximum deformation reached only 0.00031851 meters. The equivalent stress in the load has a minimum value of 9.7863 Pascal and a maximum of 3.1404 × 10⁸ Pascal. This value is still below the yield strength limit of ASTM A992 material, so the design is declared safe and feasible for application in the field. This research proves that the designed Adjustable Spreader Bar Telescopic is not only able to meet the needs of lifting loads with high capacity, but also has the flexibility of length that varies as needed. This advantage makes it an innovative solution for use in construction, logistics, and heavy industry projects that require lifting equipment with high performance and guaranteed safety.
Analisis Supply Chain Management dalam Menjaga Kontinuitas Pasokan Batubara dengan Mengoptimalkan Alat Angkut Batubara (Additional Vessel) Sagaf, Muhammad; Darmawan, Rahmad Setya; Sukendar, Irwan
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.2.86-95

Abstract

Dalam proses manajemen rantai pasok batubara di PLTU Tanjung Jati B, kontinuitas pasokan batubara merupakan suatu hal yang harus dijaga jika ingin unit tetap beroperasi. PLTU Tanjung Jati B selalu dituntut optimal dalam operasi unitnya karena merupakan backbone sistem kelistrikan Jawa Bali dengan menyumbang listrik sekitar 10%-12% per tahunnya. Tentunya dengan beban yang diberikan disetiap tahunnya oleh PLN P2B kepada PLTU Tanjung jati B diatas 80% maka jika hanya menggunakan Dedicated Vessel dalam membantu menjaga kontinuitas pasokan batubara PLTU Tanjung Jati B tentu akan kurang. Penambahan Additional Vessel diharapkan mampu membantu kinerja Dedicated Vessel dalam menjaga kontinuitas pasokan batubara di PLTU Tanjung Jati B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Additional Vessel yang digunakan pada setiap tahunnya agar kontiunitas pasokan batubara pada PLTU Tanjung Jati B dapat terjaga sehingga dapat menghilangkan kerugian dalam produksi energi. Optimalisasi Supply Chain Management dalam menjaga kontinuitas pasokan batubara pada PLTU Tanjung Jati B yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu menjaga ketersediaan batubara, mengoptimalkan alat angkut batubara dengan adanya Additional Vessel dan kesiapan alat bongkar pada PLTU itu sendiri harus dapat memberikan dampak yang optimal untuk menjaga keberlangsungan operational unit. Penambahan Additional Vessel juga sangat berpengaruh dalam menjaga kontinuitas pasokan batubara PLTU Tanjung Jati B. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan PLTU Tanjung Jati B harus memiliki minimal kontrak batubara sebanyak 8 juta ton/tahun guna mendukung operational unit dalam menyediakan listrik ke sistem Jawa Bali. Opsi menggunakan Additional Vessel juga harus dilakukan jika alokasi energi yang diberikan oleh PLN P2B lebih dari 80% agar kontinuitas pasokan batubara PLTU Tanjung Jati B dapat terjaga.
Inovasi Mesin Pengiris Tempe Semi-Otomatis Untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM Sagaf, Muhammad; Adha Raharja Utama; Diana Pungky Saraswati; Krishna Diptanata Aditya; Satria Arya Wardhana
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i2.222

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi UMKM Pesona Camilan Ringan melalui inovasi pada mesin pengiris tempe yang digunakan dalam proses produksi. Permasalahan yang dihadapi mitra mencakup hasil potongan tempe yang tidak seragam dan mudah rusak saat menggunakan pisau manual, serta ketidakhigienisan dan ketidakefisienan mesin lama akibat penggunaan bahan yang tidak sesuai standar pangan. Kegiatan ini dilakukan dengan memodifikasi mesin yang sudah dimiliki mitra, khususnya pada bagian pisau dan poros, menggunakan material stainless steel 304 yang tahan karat dan food grade . Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi kerja, kualitas potongan tempe, serta tingkat higienitas produksi. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendukung UMKM untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan kompetitif di pasar.
Perancangan Tempat Wudhu Ergonomis untuk Meningkatkan Fasilitas Keagamaan di SD Negeri 03 Batung Krisna Heri Wibowo; Muhammad Sagaf; Rieska Ernawati; Eli Mas’idah; Sukarno Budi Utomo
ABDI KARYA : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: ABDI KARYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69697/abdikarya.v3i1.364

Abstract

This community service activity aims to improve the quality of religious facilities at SD Negeri 03 Batung by designing an ergonomic ablution area. The existing facilities were inadequate, hindering students' comfort and efficiency in performing ablution. The methods used included field surveys, anthropometric measurements, and infrastructure development focused on ergonomic principles. The measurements showed that the optimal height for installing faucets is 79.25 cm, with a distance between faucets of 80 cm and a distance from the faucet to the body of 39.83 cm. After implementing the new design, 85% of students reported feeling more comfortable during ablution, and queue times were reduced by 50%. In addition to improving comfort and efficiency, the facility is also safer, equipped with good drainage and textured flooring to prevent slipping. This initiative is expected to serve as a model for other schools in developing ergonomic and sustainable worship facilities, to improve the quality of students' worship experiences.
Implementasi SuperSun sebagai sumber energi alternatif dalam revitalisasi dan digitalisasi SD Negeri Bajo Lohoa, Wakatobi Amin, Miftakhul; Sagaf, Muhammad; Budi Utomo, Sukarno; Dwi Prasetyowati, Sri Arttini; Fatmawati, Wiwiek
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2023

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Sultan Agung Semarang di SD Negeri Bajo Lohoa, Desa Tanomeha, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, bertujuan mendukung revitalisasi dan digitalisasi sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik sebagai kendala utama dalam pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi keterbatasan energi listrik tersebut menyebabkan proses digitalisasi pembelajaran belum berjalan optimal dan membatasi pemanfaatan perangkat elektronik pendukung kegiatan belajar mengajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi melaksanakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis, meliputi survei lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan teknis sekolah, koordinasi dengan pihak sekolah dan PLN, pemasangan perangkat SuperSun berbasis tenaga surya berupa panel surya dan instalasi sistem kelistrikan pendukung, uji coba operasional peralatan, serta sosialisasi penggunaan dan perawatan sistem kepada guru dan pengurus sekolah agar mampu mengelola perangkat secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah kini memiliki sumber listrik alternatif yang lebih stabil dan andal, sehingga memungkinkan penggunaan perangkat pembelajaran digital secara optimal, meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, serta memperkuat pemahaman warga sekolah terhadap konsep energi terbarukan dan pentingnya transisi menuju energi bersih. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pemerataan akses energi dan pendidikan serta peningkatan literasi energi bersih di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi.