Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN SAFETY AWARENESS (K3) DAN PENERAPAN 5R PADA UMKM DUTA BAWANG SEMARANG Sagaf, Muhammad; Yunia Wahyu Wijayani; Akhmad Syakhroni; Syahrendra Ario Bramantyo; Ramadhan Hafidz; Althesa Androva
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4909

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih banyak pelaku usaha yang kurang memperhatikan aspek keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) serta budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Kondisi ini terlihat pada UMKM Duta Bawang yang dalam proses produksinya masih minim penerapan K3, belum konsisten menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan belum menerpakan prinsip 5R secara optimal. Hal tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja, dan menurunkan efektivitas produksi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan sosialisasi penerapan safety awareness (K3) dan 5R. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja,yaitu terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam sesi sosialisasi. Penerapan sederhana kepada UMKM Duta Bawang berupa penggunaan masker, hairnet, serta penataan lingkungan kerja dengan prinsip 5R mampu menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman, aman, dan produktif. Sosialisasi ini membuktikan bahwa penerapan safety awareness (K3) dan 5R dapat dijalankan secara bertahap sesuai dengan kondisi di UMKM Duta Bawang Semarang.
PENERAPAN STANDARD LAYOUT TATA LETAK RUANG PRODUKSI GUNA MENURUNKAN WASTE MOTION PADA UMKM DUTA BAWANG Sagaf, Muhammad; Dwi Adianto, Yudha; Irmawan, Ade; Nico Kaniago, Yelly; Sugiyono, Andre; Mas’idah, Eli
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4990

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM Duta Bawang dalam merancang tata letak standar ruang produksi dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP). Permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum adanya tata letak yang terstruktur, sehingga aliran proses produksi bawang goreng kurang efisien, menimbulkan waste motion, serta meningkatkan risiko bahaya kerja. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui observasi alur produksi, penyusunan alternatif layout, diskusi bersama mitra, hingga penentuan tata letak standar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan layout standar mampu mengurangi aktivitas bolak-balik pekerja, menurunkan lead time produksi, serta meningkatkan aspek keselamatan kerja melalui pemisahan area basah dan kering serta penataan jalur sirkulasi. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi UMKM Duta Bawang, tetapi juga dapat menjadi model perbaikan tata letak sederhana yang dapat direplikasi pada UMKM sejenis untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keselamatan kerja.
TRANSFORMASI PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI SMART HYDROPONIC FARMING DAN GREEN ENERGY DI DESA KEDUNGCINO KABUPATEN JEPARA Ernawati, Rieska; Hapsari, Jenny Putri Hapsari; Safrizal, Safrizal; M Sagaf; Muhammad Irfan; Candra Setiawan; Andi Riansyah
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5099

Abstract

Smart farming merupakan pendekatan pertanian modern yang mengintegrasikan teknologi digital, Internet of Things (IoT), otomatisasi, serta energi terbarukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan. Transformasi ini menjadi sangat penting mengingat tantangan sektor pertanian saat ini, seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, fluktuasi harga energi, serta meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk. Oemahku hydrofarm menghadapi masalah kesulitan monitoring suhu, kelembaban dan nutrisi serta minimnya pasokan listrik saat memproduksi selada hidroponik. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model implementasi smart farming terpadu yang mampu menjawab permasalahan tersebut melalui pengembangan sistem monitoring lingkungan, manajemen nutrisi otomatis, dan penggunaan energi surya sebagai sumber daya utama. Metode pengabdian dilakukan melalui perancangan IoT, pemilihan sensor lingkungan (pH, TDS, suhu, kelembaban), integrasi perangkat kontrol berbasis mikrokontroler, serta penyusunan dashboard pemantauan berbasis aplikasi Android. Selain itu, dilakukan evaluasi performa sistem terhadap konsumsi energi, pertumbuhan tanaman, stabilitas nutrisi, serta produktivitas hasil panen selama satu siklus budidaya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan smart farming mampu menurunkan penggunaan air hingga 38% melalui sistem irigasi presisi, meningkatkan pertumbuhan tanaman sebesar 22% akibat kestabilan nutrisi serta menurunkan ketergantungan terhadap listrik PLN sebesar 65% berkat integrasi photovoltaic. Selain itu, pemantauan real-time melalui IoT terbukti meningkatkan akurasi pengambilan keputusan petani, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan kontinuitas produksi. Dengan demikian, model smart farming yang dikembangkan dalam pengabdian ini terbukti efektif, efisien, dan relevan untuk diterapkan pada sistem pertanian modern, khususnya bagi pelaku UMKM pertanian yang membutuhkan solusi adaptif dan berkelanjutan.
Pengolahan Limbah Sarang Lebah Klanceng sebagai Sabun dan Pemanfaatan Dehumidifier untuk Meningkatkan Kualitas Madu di UMKM Jepara Januarti, Ika Buana; Sagaf, Muhammad; Alfian, Tristan; Fais, Muhammad Teguh; Salsabila, Syaela Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.38-44

Abstract

Usaha madu klanceng Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) terdapat di Kabupaten Jepara mempunyai 100 buah koloni lebah Trigona leavicep. Produksi madu dimulai dari rumah lebah diambil dari setup, dan diperas menggunakan alat pemeras manual. Madu kemudian disaring,  kemudian dikemas menggunakan botol plastik dan botol kaca. Hasil perasan madu kurang bersih karena tercampur oleh kotoran sarang lebah yang rusak. Kandungan/kadar air pada madu selama ini belum dilakukan kontrol kualitas dikarenakan ketidaktahuan dan ketiadaan alat kontrol. Hal inilah yang menjadi kendala untuk menjaga kualitas madu dari Omah Ra&Fi. Permasalahan lain yaitu mitra juga belum memanfaatkan limbah sarang lebah menjadi produk bernilai jual, manajemen usaha masih sederhana dan terbatas di Jepara sehingga dapat dirumuskan tujuan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi dengan penambahan setup koloni jenis Heterotrigona itama dan leavicep, memberi spinner dan pengurang kadar air dehumidifier, melatih pembuatan limbah menjadi sabun, dan memperluas area pemasaran dengan membuat market place serta mendesain kemasan dengan teknologi Augmented Reality. Kegiatan pengabdian dimulai dari persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan monitoring serta evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan bahwa mitra telah mampu menggunakan alat-alat meningkatkan kontrol kualitas madu, membuat sabun, mengemas madu dan sabun dengan kemasan terbaru serta memanfaatkan market place di Instagram dan facebook.The Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) honey business is located in Jepara Regency and has 100 bee colonies. Honey production begins with the honeycomb being removed from the hive and pressed using a manual press. The honey is then filtered and packaged in plastic and glass bottles. The honey extraction process results in honey that is not very clean because it is mixed with debris from damaged bee hives. The water content in the honey has not been quality controlled due to a lack of knowledge and the absence of control equipment. This is an obstacle to maintaining the quality of honey from Omah Ra&Fi. Another problem is that partners have not yet utilized bee hive waste into products with commercial value, and business management is still simple and limited in Jepara. Therefore, the objectives of this community service program can be formulated as follows: to increase production capacity and quality by adding Heterotrigona itama and leavicep colony setups, providing spinners and dehumidifiers to reduce moisture content, training in the production of soap from waste, and expanding the marketing area by creating a marketplace and designing packaging with Augmented Reality technology. The community service activities began with preparation, implementation, assistance, monitoring, and evaluation. The results of the activities showed that the partners were able to use the tools to improve honey quality control, make soap, package honey and soap with the latest packaging, and utilize the marketplace on Instagram and Facebook.
PERANCANGAN KEMASAN PRODUK DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN RAHILA BROWNIES Ernawati, Rieska; Sagaf, Muhammad; Akbar, Dhafin; Widhiarso, Wahyu
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 1 (2026): Periode Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i1.5856

Abstract

In order to get consumer attention it is necessary to create creative and innovative packaging designs so that the product remains able to compete closely with its competitors. Being a brand image of a product is becoming an important thing in the midst of today's business competition. Rahila Brownies is an UMKM that sells products such as cookies, lekker holand, coffee aren, klappertaart, dessert box, and milescrepes. This dedication programme is implemented in every phase of surveys, packaging label design, package design, digital marketing support, follow-up and evaluation. Packaging design is necessary because between variants of Rahila Brownies products is the same so there is no identity or specificity on each type of product. This community service method includes surveys, design, assistance with packaging label design, and assistance with digital marketing. Implementation of digital marketing support activities can contribute to Rahila Brownies to process and develop her business so as to gain brand image and increase her sales. The aspects achieved and targeted in this community service activities are the design aspects of labels and packaging as well as marketing aspects.
Perancangan Tempat Wudhu Ergonomis untuk Meningkatkan Fasilitas Keagamaan di SD Negeri 03 Batung Krisna Heri Wibowo; Muhammad Sagaf; Rieska Ernawati; Eli Mas’idah; Sukarno Budi Utomo
ABDI KARYA : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: ABDI KARYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69697/abdikarya.v3i1.364

Abstract

This community service activity aims to improve the quality of religious facilities at SD Negeri 03 Batung by designing an ergonomic ablution area. The existing facilities were inadequate, hindering students' comfort and efficiency in performing ablution. The methods used included field surveys, anthropometric measurements, and infrastructure development focused on ergonomic principles. The measurements showed that the optimal height for installing faucets is 79.25 cm, with a distance between faucets of 80 cm and a distance from the faucet to the body of 39.83 cm. After implementing the new design, 85% of students reported feeling more comfortable during ablution, and queue times were reduced by 50%. In addition to improving comfort and efficiency, the facility is also safer, equipped with good drainage and textured flooring to prevent slipping. This initiative is expected to serve as a model for other schools in developing ergonomic and sustainable worship facilities, to improve the quality of students' worship experiences.
Upaya Meminimalisir Waste Pada Industri Garmen Di Pt. Natatex Jaya Garmindo Menggunakan Metode Lean Six Sigma Muhammad Itsar Sabiilillah; Muhammad Sagaf
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to reduce waste and improve process cycle efficiency in a shirt production line currently exhibiting a low Process Cycle Efficiency (PCE) of 29.27%. Utilizing the DMAI methodology (Define, Measure, Analyze, Improve), the study begins by mapping the value stream to identify points of inefficiency. In-depth root cause analysis using the 5 Whys Analysis tool reveals that the primary cause of high waiting waste and overprocessing is the absence of a standardized fabric inspection system at the upstream process, which triggers an average waiting decision time of 2,250 seconds. As a corrective measure, the establishment of a Fabric Inspection Department is proposed, incorporating the 4-Point System standard and the development of objective Standard Operating Procedures (SOPs) to ensure material quality before entering the production floor. Estimation results through Future State Value Stream Mapping (FSVSM) indicate a significant PCE increase of 29.96 percentage points to 59.23%, alongside a reduction in Production Lead Time by 50.08%, from 4,676.26 seconds to 2,334.54 seconds. This research concludes that upstream quality standardization effectively eliminates value stream bottlenecks and creates a more responsive production line. Keywords: Lean Six Sigma, DMAI, 5 Whys Analysis, 4-Point System, Value Stream Mapping. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mereduksi pemborosan (waste) dan meningkatkan efisiensi siklus proses pada lini produksi kemeja yang saat ini memiliki nilai Process Cycle Efficiency (PCE) rendah sebesar 29,27%. Menggunakan metodologi DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve), penelitian diawali dengan memetakan aliran nilai melalui Value Stream Mapping untuk mengidentifikasi titik inefisiensi. Analisis mendalam menggunakan tools 5 Whys Analysis menunjukkan bahwa akar masalah utama dari tingginya waste waiting dan overprocessing adalah ketiadaan sistem inspeksi kain yang terstandarisasi di hulu proses, sehingga memicu waktu tunggu pengambilan keputusan (waiting decision) rata-rata selama 2.250 detik. Sebagai langkah perbaikan, dirancang pembentukan Departemen Fabric Inspection dengan menerapkan standar 4-Point System serta penyusunan SOP yang objektif untuk menjamin kualitas material sebelum masuk ke lantai produksi. Hasil estimasi melalui Future State Value Stream Mapping (FSVSM) menunjukkan peningkatan PCE yang signifikan sebesar 29,96 poin persentase menjadi 59,23%, serta reduksi Production Lead Time sebesar 50,08%, dari semula 4.676,26 detik menjadi 2.334,54 detik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standarisasi kualitas di hulu secara efektif mampu mengeliminasi hambatan aliran nilai dan menciptakan lini produksi yang lebih responsif. Kata kunci: Lean Six Sigma, DMAI, 5 Whys Analysis, 4-Point System, Value Stream Mapping.
Implementasi SuperSun sebagai sumber energi alternatif dalam revitalisasi dan digitalisasi SD Negeri Bajo Lohoa, Wakatobi Amin, Miftakhul; Sagaf, Muhammad; Budi Utomo, Sukarno; Dwi Prasetyowati, Sri Arttini; Fatmawati, Wiwiek
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2023

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Sultan Agung Semarang di SD Negeri Bajo Lohoa, Desa Tanomeha, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, bertujuan mendukung revitalisasi dan digitalisasi sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik sebagai kendala utama dalam pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi keterbatasan energi listrik tersebut menyebabkan proses digitalisasi pembelajaran belum berjalan optimal dan membatasi pemanfaatan perangkat elektronik pendukung kegiatan belajar mengajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi melaksanakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis, meliputi survei lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan teknis sekolah, koordinasi dengan pihak sekolah dan PLN, pemasangan perangkat SuperSun berbasis tenaga surya berupa panel surya dan instalasi sistem kelistrikan pendukung, uji coba operasional peralatan, serta sosialisasi penggunaan dan perawatan sistem kepada guru dan pengurus sekolah agar mampu mengelola perangkat secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah kini memiliki sumber listrik alternatif yang lebih stabil dan andal, sehingga memungkinkan penggunaan perangkat pembelajaran digital secara optimal, meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, serta memperkuat pemahaman warga sekolah terhadap konsep energi terbarukan dan pentingnya transisi menuju energi bersih. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pemerataan akses energi dan pendidikan serta peningkatan literasi energi bersih di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi.
RANCANG BANGUN ALAT PEMIPIL JAGUNG OTOMATIS MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK BERKAPASITAS 80 KG/JAM Yunianto, Danang; Muzaki, Ahmad; Saputra, Dika Andri; Nizar, Indra Haerun; Sagaf, M
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian utama di Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun pakan ternak. Salah satu tahapan penting dalam penanganan pascapanen jagung adalah proses pemipilan. Pada umumnya, proses pemipilan jagung masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama, tenaga kerja yang besar, serta berpotensi menimbulkan kelelahan dan risiko cedera kerja. Oleh karena itu, diperlukan suatu alat bantu yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pemipilan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat pemipil jagung otomatis menggunakan motor listrik dengan kapasitas kerja ±80 Kg/jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD), yang berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pengguna, khususnya petani dan pelaku industri kecil menengah (IKM), serta menerjemahkannya ke dalam spesifikasi teknis alat. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis terhadap alat pemipil jagung yang telah ada. Selanjutnya, data kebutuhan pengguna diolah menggunakan matriks House of Quality (HoQ) sebagai dasar perancangan alat. Hasil dari penelitian ini berupa alat pemipil jagung otomatis berbasis motor listrik yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek ergonomi, keselamatan kerja, kemudahan pengoperasian, serta perawatan alat. Alat yang dirancang diharapkan mampu mempercepat proses pemipilan, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, serta menghasilkan biji jagung pipilan dengan kualitas yang lebih baik. Dengan demikian, alat pemipil jagung otomatis ini diharapkan dapat menjadi solusi tepat guna dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses pascapanen jagung bagi petani dan pelaku IKM. Kata kunci: jagung, alat pemipil jagung, motor listrik, Quality Function Deployment (QFD), ergonomi.