Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Islamic Doctrines on How To Live Tolerance in a Pluralistic Society Rifki Rosyad
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i2.17914

Abstract

This study focuses on the functionalization of religion as a source of development motivation, namely creating a conducive atmosphere for increasing understanding, appreciation, and practice of religious values. All religions teach mutual respect and appreciation, therefore reviving religious dialogue is a necessity for the sustainability of the unitary state. Islam is a religion that teaches tolerance for all religions. The research method used in this research is a qualitative approach with a descriptive method because this research method discusses a phenomenon that exists in society and this research is descriptive because it tries to describe a visible phenomenon. The data collection technique used in this research is literature study. The data used in this study are primary and secondary data sources taken from books related to research. Analysis of the data used using the analytical method according to Miles and Huberman which is broadly divided into three stages, namely data collection, data presentation, and drawing conclusions. The result of this study is that the recommendation of Islam is interpreted as a whole, namely belief and equality and accountability for public behavior and politics in the lap of God.
Dampak Tradisi Sedekah Bumi terhadap Kerukunan Umat Beragama di Blitar, Jawa Timur Andi Muhammad Taufiq; Rifki Rosyad; Dadang Kuswana
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24271

Abstract

Perbedaan agama dan keyakinan dapat memunculkan berbagai kasus konflik di Indonesia. Hal itu ditambah dengan perbedaan budaya dan tradisi masyarakat yang menimbulkan kerugian jiwa dan materi, akibat adanya konflik yang meletus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan membuktikan sebuah tradisi dan budaya yang tidak hanya berpotensi menimbulkan konflik, tetapi juga menimbulkan nilai perdamaian dan kerukunan. Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi sedekah bumi yang berdampak terhadap terciptanya kerukunan umat beragama pada masyarakat plural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Studi kasus dalam penelitian ini adalah tradisi sedekah bumi di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mencakup empat hal: pertama, kondisi sosial keagamaan masyarakat Desa Balerejo penuh dengan dinamika yang berorientasi pada perkembangan masyarakat perdesaan yang mandiri. Kedua, pelaksanaan sedekah bumi di Desa Balerejo dilaksanakan dengan prinsip gotong royong dan toleransi. Ketiga, nilai-nilai kerukunan umat beragama pada tradisi sedekah bumi di Desa Balerejo terdiri dari nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan. Keempat, tanggapan masyarakat terhadap tradisi sedekah bumi di Desa Balerejo dikelompokkan ke dalam berbagai tanggapan sesuai dengan penganut agama di Balerejo, yakni tanggapan dari umat Islam, Hindu, Katolik, dan Protestan.
Islamophobia in Indonesia Devi Rizki Apriliani; Rifki Rosyad
Gunung Djati Conference Series Vol. 4 (2021): The 1st Conference on Ushuluddin Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.986 KB)

Abstract

This study aims to discuss Islamophobia in Indonesia. The research method is a qualitative type through literature study, by applying content analysis. This study discusses the notion of Islamophobia, historical traces of Islamophobia in the world, and Islamophobia in Indonesia. This research concludes that Islamophobia in Indonesia is born from a public misunderstanding of Islamic concepts that are actually not harmful. The recommendations of this study are for other researchers and community leaders and Muslims, in general, to give a good impression of Islam to the wider community to minimize misunderstandings that can trigger Islamophobia.
Takhrij and Syarah Hadith of Chemistry: Benefits and Role of Honey as a Medicine Material Muhamad Sahlan Arrosyid; Nurkholish Hadi; Ahmad Izzan; Rifki Rosyad; Eko Prabowo Hadisantoso
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.796 KB)

Abstract

The purpose of this hadith is to discuss the hadith of the Prophet (ï·º) about the benefits of honey from a chemical perspective. This research method is qualitative through the approach of takhrij and sharah hadith with chemical analysis. The results and discussion of this study is that honey contains many chemical substances that are beneficial to health and their uses in the world of medicine. The conclusion of this research is takhrij and syarah hadith of the Prophet (ï·º) about honey by chemical analysis has benefits for health and treatment.
Penggunaan Sutra untuk Terapi Penyakit bagi Laki-laki: Studi Takhrij Hadis Rizaldi Erdin Prawira; Muhamad Yoga Firdaus; Adnan Adnan; Rifki Rosyad
Gunung Djati Conference Series Vol. 8 (2022): The 2nd Conference on Ushuluddin Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.014 KB)

Abstract

This study aims to analyze the hadith about the use of silk to treat ailments for men. The method used in this research is a qualitative method emphasizing literature study through the takhrij and syarah hadith methods with contemporary analysis. The results of the research and discussion show that the quality status of the hadith regarding the use of silk for the treatment of disease for men is considered valid based on the takhrij hadith. Moreover, the shari'ah of the hadith explains that it is permissible to use something forbidden in an urgent situation. This study concludes that silk can be used as a medicinal ingredient under certain conditions and emergencies.
Studi Kritik Hadis tentang Toleransi Beragama Wiwin Widiawati; Rifki Rosyad; M Yusuf Wibisono
Gunung Djati Conference Series Vol. 8 (2022): The 2nd Conference on Ushuluddin Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.976 KB)

Abstract

This study aims to discuss the hadith about tolerance. This study uses a qualitative approach by applying the descriptive-analytical method. The formal object of this research is the science of hadith, while the material object is the hadith about tolerance in Muslim history No. 4773. The results and discussion of this study indicate that the status of the hadith regarding tolerance has the quality of hasan li ghairihi with maqbul ma'mul bih qualifications for the practice of Islam in the form of intimacy, not hostility and disputes between religious communities. This study concludes that the hadith narrated by Muslim No. 4773 is relevant to be used as the basis for the actualization of religious tolerance in Indonesia.
Peran Tasawuf dalam Dunia Pendidikan di Tengah Krisis Spiritualitas Masyarakat Modern Danissa Selvita Fauziah; Rifki Rosyad
Gunung Djati Conference Series Vol. 9 (2022): The 3rd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.784 KB)

Abstract

This study aims to discuss the role of Sufism in the world of education in the midst of the spiritual crisis of modern society. This study uses a qualitative approach by applying the descriptive-analytical method. The results and discussion in this study show that Sufism in educational studies is seen as a process of inner growth and manifestation of spirituality in real life. This study concludes that the role of Sufism in the world of education in the midst of the spirituality crisis of modern society is considered necessary, especially if you look at the times that are driven by the very rapid progress of science and technology in the modern era.
Kerukunan Umat Beragama dalam Tradisi Sedekah Kampung di Palembang, Sumatera Selatan Andika Tegar Pahlevi; Rifki Rosyad; Dadang Kuswana
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i2.27616

Abstract

Belakangan ini banyak pandangan mengenai tradisi yang dianggap praktik kolot dan sudah ketinggalan zaman sekali. Padahal tradisi dan kearifan lokal merupakan adat dan kebiasaan yang masih eksis sampai saat ini. Banyak fenomena menarik mengenai tradisi kearifan lokal yang dapat bersinergi dalam merawat dan menjaga kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti tradisi yang mengandung nilai kerukunan yang terdapat di Kampung Kapitan Palembang, Sumatera Selatan. Kampung ini merupakan kampung yang terdiri dari masyarakat yang majemuk dan heterogen tetapi dapat hidup rukun berdampingan, dan melakukan kegiatan aktivitas bersama. Ada berbagai macam tradisi yang ada pada Kampung Kapitan salah satunya yaitu tradisi sedekah kampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif-dekriptif dengan model penelitian lapangan. Pengumpulan datanya terdiri dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ialah terdapat beberapa macam jenis bentuk kerukunan yang terjadi di Kampung Kapitan yaitu kerukunan antar intern umat masing-masing satu agama dengan bentuk ukhuwah islamiah dan kerukunan antar umat yang berbeda agama dengan bentuk toleransi. Pelaksanaan sedekah kampung telah menumbuhkan sikap kebersamaan dan kekeluargaan yang memiliki dampak positif terhadap menumbuhnya sikap kerukunan dan keharmonisan. Beberapa faktor penyebab terjaganya kerukunan umat beragama yaitu adanya sifat toleransi, menghargai kebebasan beragama, menghargai umat agama lain dan berfikir secara positif. Keempat unsur tersebut sangat relevan dalam merawat serta menjaga kerukunan umat beragama di Kampung Kapitan.
Religious Aggressiveness In Scales of Interfaith Communication Rifki Rosyad; Amin Rais Iskandar; Mamin Mamin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 4, No 2 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aggressive behavior (aggressiveness) often appears to trigger conflicts between religious communities. Conflicts occur that are triggered by aggressive attitudes in verbal and nonverbal forms. The response to uncontrolled verbal aggressiveness increases in the form of physical aggressiveness and/or nonverbal communication. This article aims to reveal and analyze how to control aggressive behavior in relationships between different religions between Muslims, Jews and Christians. Referring to the results of the review, it shows that one effective way to control aggressive behavior is through implementing inter-religious dialogue and giving punishment as a consequence of this aggressive attitude. The results of the analysis also show the importance of improving the image of religion from hostility, disputes and disputes that lead to conflict between people of different religions through a cross-cultural communication approach. Keywords: aggressiveness, religious conflict, interfaith communication Abstrak Perilaku agresif (agresivitas) seringkali muncul menjadi pemicu konflik antar umat beragama. Konflik terjadi muncul dipicu oleh sikap agresif dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Respon atas agresivitas verbal tersebut yang tidak terkontrol meningkat pada bentuk agresivitas fisik, dan atau komunikasi nonverbal. Artikel ini bertujuan mengungkap dan menganalisis bagaimana mengendalikan perilaku agresif dalam relasi kehidupan berbeda agama antara Islam, Yahudi, dan Kristen. Mengacu pada hasil review menunjukkan bahwa salah satu cara efektif dalam mengendalikan perilaku agresif melalui pelaksanaan dialog antarumat beragama serta memberi hukuman (punishment) sebagai konsekuensi sikap agresif tersebut. Hasil analisis juga menunjukkan pentingnya memperbaiki citra agama dari permusuhan, perselisihan dan pertikaian yang menjurus pada konflik antarumat berbeda agama melalui pendekatan komunikasi lintas budaya. Kata Kunci: agresivitas, konflik agama, komunikasi lintas agama
TELAAH PENDEKATAN-PENDEKATAN DARI STUDI AGAMA-AGAMA Halim, Syaiful; Truna, Dody S.; Rifki Rosyad
Jurnal komunikan Vol. 2 No. 2 (2023): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v2i2.348

Abstract

Keberadaan teori-teori agama yang didasarkan pada berbagai disiplin ilmu membuat Studi Agama-agama sangat berdekatan dengan disiplin ilmu lain. Tujuan penulisan artikel ini, menjabarkan keberadaan aneka pendekatan seperti dipaparkan buku ‘Aneka Pendekatan Studi Agama’ yang disunting oleh Peter Connolly (2012) dan ‘Wajah Studi Agama-agama: Dari Era Teosofi Indonesia (1901-1940) hingga Massa Reformasi’ karya Media Zainul Bahri (2015), serta sejumlah artikel jurnal sebagai referensi, dengan luaran akhir berupa pemetaan pendekatan-pendekatan dari Studi Agama-agama. Penulis menggunakan metode komparasi dalam penelitian ini. Kesimpulannya, Studi Agama-agama harus merangkul disiplin ilmu lain sebagai pendekatan penelitian, guna menjawab rumusan masalah penelitian. Pendekatan-pendekatan dari Studi Agama-agama berkontribusi besar dalam penyediaan teori terkait fokus atau variabel penelitian, objek penelitian, dan metode penelitian, guna mendampingi teori agama yang menjadi pijakan teori dari fokus atau variabel penelitian.