Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

Inovasi Pembelajaran Media Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Efikasi Diri Pada Mata Pelajaran PAI Adi Rosadi; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6222

Abstract

Penerapan media video edukasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital saat ini memiliki dampak yang signifikan pada efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Inovasi Pembelajaran Dengan Bantuan Media Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Efikasi Diri Pada Mata Pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang penggunaan media video edukasi dan efikasi diri siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi dari proses pembelajaran dengan media video. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas dan keakuratan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan media video edukasi melibatkan persiapan yang matang, pemilihan video yang sesuai, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan peningkatan minat dan efikasi diri siswa dalam menghadapi materi PAI. Wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengungkapkan pentingnya kerjasama antar guru dalam penggunaan media video edukasi. Efek positif juga ditemukan melalui peningkatan efikasi diri siswa dalam mengatasi tugas-tugas pembelajaran. Analisis data menunjukkan bahwa media video edukasi memiliki magnitude sebesar 80%, strength sebesar 78%, dan generality sebesar 85%, menunjukkan pengaruh signifikan dan generalitas efikasi diri siswa. Penerapan media video edukasi bukan hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, tetapi juga membangun keyakinan dan efikasi diri siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran.
Inovasi Pembelajaran Dengan Media Berbasis Prezi Untuk Meningkatkan Minat Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Adah Aliyah; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6223

Abstract

Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, terutama dalam mata pelajaran Studi Kebudayaan Islam (SKI). Artikel ini membahas inovasi pembelajaran menggunakan media berbasis Prezi di MA Al Mustofawiyah Karangtengah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan inovasi tersebut. Melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI berhasil meningkatkan minat siswa. Langkah-langkah pelaksanaan melibatkan identifikasi kebutuhan dan tujuan pembelajaran, perencanaan presentasi Prezi, dan pengenalan media Prezi kepada siswa. Guru dan kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan konektivitas internet. Namun, penggunaan Prezi memungkinkan partisipasi siswa yang aktif, meningkatkan fokus, dan pemahaman mereka terhadap materi SKI. Hasil observasi menunjukkan bahwa Prezi menciptakan pembelajaran yang menarik, dinamis, dan interaktif. Siswa merasa lebih tertarik dan antusias dalam pembelajaran SKI, terutama dengan penggunaan elemen multimedia seperti gambar, video, dan audio. Dukungan penuh dari kepala sekolah menjadi kunci keberhasilan inovasi ini. Meskipun terdapat kendala teknis, implementasi yang berkelanjutan dan pelatihan terus-menerus bagi guru diperlukan untuk memaksimalkan potensi Prezi dalam pembelajaran SKI. Kesimpulannya, penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI efektif meningkatkan minat siswa, memperkuat partisipasi, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Implementasi Inovasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences di Sekolah Menengah Kejuruan Ani Ramayanti; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6234

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memegang peranan strategis dalam membentuk karakter siswa. Namun, pendekatan pembelajaran yang konvensional seringkali tidak cukup menarik bagi siswa, terutama di SMK Ksatria Nusantara Pangandaran. Penelitian ini memperkenalkan dan menggali inovasi pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences (MI) sebagai solusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini, guru-guru melakukan analisis mendalam mengenai kebutuhan dan potensi kecerdasan siswa, menciptakan rencana pembelajaran yang inklusif dan bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi pembelajaran PAI berbasis MI di SMK Ksatria Nusantara Pangandaran memberikan dampak positif. Siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran, memperlihatkan peningkatan pemahaman agama dan minat belajar yang tinggi. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi kecerdasannya melalui kegiatan kelompok, proyek kolaboratif, dan penggunaan media visual. Hasil observasi menunjukkan bahwa inovasi ini telah menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, memotivasi siswa untuk belajar, dan meningkatkan penghayatan terhadap ajaran agama Islam. Penelitian ini tidak hanya menciptakan solusi konkret bagi SMK Ksatria Nusantara Pangandaran, tetapi juga memberikan kontribusi teoritis dengan mengembangkan paradigma pembelajaran PAI. Dengan memahami dan mengaplikasikan kecerdasan majemuk, pendidikan agama Islam di SMK dapat menjadi lebih inklusif dan relevan, menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tuntutan zaman.
Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Inovasi Pembelajaran Fiqih Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Bayu Bambang Nur Fauzi; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6249

Abstract

Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam mata pelajaran fiqih, memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang hukum-hukum Islam. Namun, pendekatan konvensional seringkali tidak mencukupi untuk membangkitkan minat siswa dan meningkatkan pemahaman mendalam mereka. Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Cianjur, tantangan dalam pembelajaran fiqih mencakup hasil belajar siswa yang rendah dan kurangnya kemampuan berpikir kritis. Dalam menghadapi tantangan ini, pendekatan Problem-Based Learning (PBL) diadopsi sebagai solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali respons siswa terhadap PBL dan sejauh mana metode ini meningkatkan pemahaman mereka tentang agama Islam. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL mendalamkan pemahaman siswa tentang fiqih dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi siswa terhadap pendekatan mandiri, bimbingan dan dukungan terbukti membantu mereka mengatasi hambatan tersebut. Penerapan PBL di MAN 3 Cianjur tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang hukum-hukum Islam, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan berpikir kritis yang penting untuk masa depan. Integrasi PBL ke dalam kurikulum fiqih, didukung oleh modul-modul terstruktur, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan inspiratif. Kesimpulannya, PBL merupakan inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang fiqih dan membawa dampak positif pada pengembangan keterampilan berpikir kritis mereka, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan inspiratif.
Inovasi Dalam Bidang Kurikulum: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan Penerapannya Hasan Marwiji; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6283

Abstract

Tuntutan perubahan sosial dan budaya serta kebutuhan dunia kerja termasuk dunia industri dengan pesatnya perkembangan teknologi di era industri 4.0, memaksa perguruan tinggi harus berupaya keras agar lulusannya siap menghadapi kondisi tersebut. MBKM terlahir untuk menjawab masalah tersebut di perguruan tinggi agar mempersiapkan para lulusannya untuk dipersiapkan menghadapi perubahan tersebut. penelitian ini betujuan untuk menjelaskan penerapan MBKM pada perguruan tinggi dalam menjawab tantangan peradaban manusia yang berubah. Adapun metode penelitian menggunakan kualitatif dengan menerapkan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa program BMKM diantaranya adalah mahasiswa diwajibkan belajar maksimal 40 SKS untuk belajar di luar kampus, di tambah 20 SKS di luar prodi yang telah diatur dalam panduan kurikulum MBKM. Bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan di dalam Prodi dan di luar Prodi meliputi: Pertukaran Pelajar, Magang/Praktek Kerja, Asistensi mengajar di satuan pendidikan, Penelitian/riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/Proyek Independen, dan Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. Adapun kelebihan dari MBKM adalah menjadikan dunia perkuliahan lebih fleksibel, Memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendalami studi yang diambil, memberikan hadiah kepada mahasiswa untuk terjun ke masyarakat, dapat mempersiapkan diri untuk terjun di dunia kerja. Kemudian beberapa kekurangan apabila dari MBKM adalah dinilai belum begitu matang dalam persiapan, pendidikan dan pengajaran yang belum terencana dengan baik, persiapan SDM yang belum terstruktur. Beberapa langkah umum dalam implementasi MBKM pada perguruan tinggi yaitu: penyusunan kebijakan dan rencana strategis, penyusunan kurikulum MBKM, pengembangan kemitraan, pengembangan dosen dan tenaga pengajar, sistem monitoring dan evaluasi, pengembangan infrastruktur dan fasilitas, promosi dan sosialisasi, serta penerapan prinsip merdeka belajar