Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Addressing the Moral Crisis Among Generation Z: Islamic Religious Education Teachers’ Responses in the Era of Social Connectivity Amma Ainun; Ruslan Ruslan; Kaharuddin Kaharuddin; Ikhsan Maulana; Hermansyah Hermansyah; Agus Setiawan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7340

Abstract

The rapid expansion of social connectivity and digital media has reshaped adolescents’ moral environments, posing new challenges for moral and religious education. Generation Z students, as digital natives, increasingly negotiate moral values through online interactions that may conflict with religious and educational norms. This study examines how social connectivity influences the moral challenges faced by Generation Z students and explores the responses of Islamic Religious Education (PAI) teachers within a culturally Islamic context. This study employed a qualitative descriptive design conducted in junior and senior high schools in Bima City, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews with 15 PAI teachers and 20 students, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s framework to identify recurring patterns related to moral behavior, digital engagement, and teacher responses. The findings reveal that intensive social media use contributes to technology dependency, weakened moral reflection, declining respect for authority, and reduced engagement in religious activities. Moral decision-making among students is often shaped by peer validation and online visibility. In response, PAI teachers adopt adaptive pedagogical strategies, including integrating digital ethics into religious instruction, reinforcing discipline, and collaborating with parents and counseling services. The study highlights teacher agency as a critical mediator between digital culture and moral development, suggesting that religious education remains relevant when responsive to students’ socio-digital realities.
Integrasi Nilai Filsafat Pendidikan Islam dalam Kurikulum Merdeka: Analisis Konseptual terhadap Pendekatan Deep Learning Yulinda; Sufarhan; Ruslan; Muslimin; Irfan; Nurfaigah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1777

Abstract

This study examines the integration and implementation of the values of Islamic educational philosophy in the learning process. The objectives of this study are: (1) to explain the concept of integrating the values of Islamic educational philosophy into the Merdeka Curriculum, (2) to analyze the role of the Deep Learning approach in its application, and (3) to identify effective strategies for internalizing the values of Islamic educational philosophy in learning. The method used is a literature review by analyzing various scientific sources related to Islamic educational philosophy and learning. The research findings indicate that the integration of Islamic educational philosophy values can be achieved by linking curriculum content to moral and spiritual values. This can be implemented in the classroom through class discussions, experiential learning activities that draw on local and Indonesian cultures, and teachers setting a good example in their daily lives within the school environment. This approach helps students understand and apply Islamic values in their lives and supports the development of knowledge, positive attitudes, and social and spiritual responsibility. In conclusion, these findings affirm that integration that is purposeful and supported by a Deep Learning approach can create meaningful learning and contribute to the holistic character development of students.
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN INOVATIF PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Strategi Penguatan Karakter Peserta Didik) Yeni Arnaningsih; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.5848

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknolgi di era digital 4.0 adalah sesuatu yang tidak terelakkan, perbahan tersebut tentunya sedikit banyak membawa dampak negatif terhadap siswa di sekolah-sekolah. Dengan kehadiran gadget dengan berbagai macam dan jenisnya menjadikan mereka bebas melihat sesuatu yang seharusnya tidak layak bagi mereka yang tentunya juga berpotensi merubah cara pandang, sifat dan karakter mereka. Oleh sebab itu guru sebagai pendidik, harus menemukan cara baru untuk menyibukkan mereka sehingga teralihkan dengan sesuatu yang positif. Penelitian ini bersifat library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan rumusan hipotesis yang telah diuji melalui pengumpulan beberapa jenis data dan teori substantif sehingga lebih fokus dan berlaku untuk obyek-obyek yang akan diteliti. Data yang diperlukan diperoleh dari berbagai macam sumber seperti buku referensi, buku-buku teks, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar online, dokumen, dan sumber-sumber lainnya. Sedangkan analisisnya, menggunakan analisis deskriptif dan argumentatif secara hermeneutika dengan memaparkan makna yang terkandung di balik tulisan (teks) yang secar harfiah dapat diartikan melalui penafsiran serta interpretasi. Dari penelitian ini, peneliti menemukan beberapa model dan strategi dari para pakar dan ahlinya dalam bidang Pendidikan, terkhusus Pendidikan Agama Islam. diantaranya; Discovery Learning (Pembelajaran Kooperatif), Problem Based Learning (PBL), Problem Solving (Menyelsaikan Masalah), Contextual Teaching and learning (Pembelajaran kontekstual), PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) serta Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)
STRATEGI IMPLEMENTASI LITERASI AL-QUR'AN DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: STUDI KASUS DI SMAN 1 KOTA BIMA Lalu Shalihin Muttaqin; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6082

Abstract

Dalam lanskap pendidikan kontemporer Indonesia, implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di institusi pendidikan umum seringkali mengalami reduksi makna yang signifikan. Fokus kebijakan kerap terisolasi pada dimensi kognitif-akademik semata, seperti literasi baca-tulis fiksi atau non-fiksi umum, sementara dimensi literasi religius-khususnya pembacaan Al-Qur'an-belum mendapatkan proporsi manajerial yang strategis dan seringkali terpinggirkan sebagai agenda sekunder. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif dan mendalam mengenai strategi implementasi program literasi Al-Qur'an di SMAN 1 Kota Bima, serta mengeksplorasi implikasi teoretis dan praktisnya terhadap penguatan karakter siswa di tengah tantangan degradasi moral remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, menggali data melalui observasi partisipatif yang intensif, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan analisis dokumentasi kurikulum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan literasi Al-Qur'an telah berhasil dilembagakan melalui strategi Integrated Habituation (07.00-07.15 WITA) yang didukung oleh manajemen kolaboratif lintas mata pelajaran, melibatkan guru non-PAI sebagai fasilitator utama, sebuah langkah yang mendobrak dikotomi peran guru; (2) Program ini memberikan dampak signifikan pada pembentukan habituasi kedisiplinan dan kesiapan belajar (learning readiness) melalui mekanisme neuro-psikologis penciptaan "Zona Alfa" yang mereduksi stres akademik; (3) Hambatan sarana fisik diatasi melalui mekanisme social learning dalam bentuk peer-tutoring dan adaptasi teknologi digital. Kesimpulannya, keberhasilan literasi religius di sekolah umum tidak semata bergantung pada instruksi kurikulum, melainkan pada political will kepemimpinan sekolah yang kuat dan desentralisasi pengawasan yang menghapus sekat antara ilmu umum dan agama.
Pendidikan Perdamaian dalam Kehidupan Tiga Pemeluk Agama Pada Masyarakat di Dusun Tolonggeru Desa Monggo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Suciyati Suciyati; Ruslan Ruslan; Abdussahid Abdussahid
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.320

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu fenomena yang terjadi di Dusun Tolonggeru Desa Monggo Kecematan Madapangga Kabupaten Bima bahwa terdapat berbagai macam peristiwa sosial dan ketegangan antar kelompok beragama contohnya seperti adanya sikap stereotip yang memungkinkan munculnya potensi konflik antar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan dari pada penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi penerapan pendidikan perdamaian di kalangan masyarakat tiga pemeluk agama pada masyarakat di Dusun Tolonggeru Desa Monggo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.  Pendidikan perdamaian di tengah keberagaman agama sangatlah penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tolonggeru Desa Monggo, Kec. Madapangga Kab. Bima. Waktu penelitian ini berlangsung sejak tanggal 24 Februari hingga 6 Maret 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang merupakan sumber data utama atau data pokok yang langsung dikumpulkan peneliti dari informan yang diwawancara yaitu tokoh agama, tokoh pendidikan, dan anggota masyarakat tiga pemeluk agama yang berbeda. Data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan pendekatan teori modifikasi dari Miles dan Huberman diantarannya reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Tolonggeru mampu membangun saling pengertian dan toleransi meskipun terdapat perbedaan keyakinan. Hal ini dapat dicapai melalui berbagai program pendidikan informal yang melibatkan tokoh agama, tokoh pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini menyarankan pentingnya kolaborasi antar agama dalam menciptakan lingkungan yang damai dan inklusif. Penelitian ini bukan hanya meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun Tolonggeru tentang nilai toleransi, tetapi juga dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang berkeragaman agama serupa di Indonesia. Melalui penelitian ini masyarakat Dusun Tolonggeru dapat  mengintegrasikan nilai-nilai perdamaian dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal di Dusun ini serta perlunya penguatan peran tokoh agama dan masyarakat dalam membimbing generasi muda untuk memahami dan menghargai perbedaan agama yang ada dengan mengadakan program pendidikan perdamaian di wilayah Tolonggeru secara rutin. Diharapkan pada penelitian ini dapat memperkuat kurikulum pendidikan perdamaian yang memupuk nilai toleransi antar agama di sekolah tersebut, peran tokoh agama agar lebih aktif dalam mengedukasi umatnya tentang pentingnya kerukunan hidup beragama, serta meningkatkan kegiatan sosial kemasyarakat yang melibatkan ketiga pemeluk agama yang berbeda.
Pendekatan Psikologis dalam Pendidikan Islam: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital Amma Ainun; Fitriani Fitriani; Saifuddin Saifuddin; Nurma Nurma; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.576

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Peserta didik semakin rentan terhadap distraksi, kecanduan gawai, dan melemahnya internalisasi nilai akhlak. Kondisi ini menuntut pendidikan Islam untuk tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan dimensi psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan psikologis dalam pendidikan Islam sebagai strategi menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data primer berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik, serta data sekunder dari laporan penelitian dan dokumen terkait. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan psikologis berperan penting dalam memahami karakteristik emosional, kognitif, dan perilaku peserta didik, sehingga pendidikan Islam dapat lebih adaptif menghadapi era digital. Dampak temuan ini memperlihatkan bahwa penguatan motivasi intrinsik, pengendalian diri, dan internalisasi nilai Islam yang kontekstual dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran agama. Penelitian ini merekomendasikan keterlibatan kolaboratif antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan strategi psikologis dengan nilai-nilai Islami, serta mendorong penelitian empiris lanjutan untuk menguji efektivitas penerapan pendekatan ini. Dengan demikian, pendidikan Islam mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas emosional, dan resilien menghadapi dinamika global.
Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Moderasi Beragama Dalam Mencegah Sikap Intoleran Siswa Suci Satriyanti; Ruslan; Uswatun Hasanah
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18142

Abstract

This study analyzes Islamic Religious Education (PAI) learning strategies based on religious moderation in preventing students’ intolerance. Using a qualitative library research approach, data were collected from accredited journals, books, proceedings, and policy documents related to PAI, religious moderation, and intolerance. Data were analyzed through content analysis, including data reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that religious moderation in PAI learning is reflected in the values of wasathiyah (moderation), tasamuh (tolerance), i’tidal (justice), and tawazun (balance), integrated into learning objectives, materials, and processes. Effective strategies include dialogic learning, value habituation, and teacher role modeling, which foster tolerant, inclusive, and respectful student attitudes toward diversity. The study concludes that integrating religious moderation into PAI learning can serve as a preventive educational strategy against intolerance and support character education policies. However, this study is limited to literature analysis without empirical field testing, so further research is needed in real educational contexts.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Ketahanan Moral Peserta Didik Terhadap Tantangan Sosial Era Digital di Pondok Pesantren Ulul Albab Muhammad Rizki Maulana; Ruslan; M. Ra'di Al Ansyari
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18213

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in guiding students in facing adolescent social challenges at the Ulul Albab Islamic boarding school. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation involving the head of the boarding school, PAI teachers, and students. Data were analyzed to identify patterns of social challenges and educational responses within the pesantren environment. The findings show that the main social challenges faced by students include the influence of social media, low self-control, problematic peer interaction patterns, and declining communication ethics. The results indicate that PAI teachers play a crucial role as mentors, motivators, supervisors, and role models in shaping students’ behavior. Character building is implemented through habituation of congregational worship, moral education, personal approaches, and consistent discipline in daily life at the boarding school. These efforts contribute positively to students’ character development, including improved discipline, responsibility, independence, and better control over social media use. However, the mentoring process still faces several obstacles, such as external environmental influences, uncontrolled gadget usage, and differences in student characteristics. The implications of this study suggest the need to strengthen structured mentoring systems, improve digital literacy and control policies, and reinforce pesantren-based character education to enhance students’ moral resilience in the digital era, while also recommending further research on broader contexts and additional variables. Additional materials in this study include interview guidelines, observation sheets, documentation records, and limited supporting tables, with a small number of references used to support the analysis.
Penanaman Nilai Toleransi Melalui Pembelajaran PAI di Madrasah Rizki Aulia; Nurul Ilmianah; Ruslan
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18224

Abstract

This study aims to examine the inculcation of tolerance values through Islamic Religious Education (PAI) learning in madrasahs. The study was motivated by the importance of tolerance in Indonesia’s pluralistic society and the emergence of intolerant attitudes within educational environments. This research employed a qualitative approach using library research methods by reviewing books, scientific journals, articles, and other relevant documents. The collected data were analyzed using content analysis techniques to obtain a comprehensive understanding of the concept and implementation of tolerance values in PAI learning. The findings reveal that tolerance in Islam (tasamuh) includes attitudes of mutual respect, appreciation of differences, non-coercion, and the maintenance of social harmony. PAI learning has a strategic role in instilling tolerance values through the integration of learning materials, interactive teaching methods, teacher role modeling, and the creation of an inclusive school culture. The study implies that strengthening tolerance-based character education through PAI learning can support the development of students who are able to live harmoniously in a diverse society.
Filsafat Pendidikan Islam berbasis Nilai-nilai Pesantren: (Studi tentang Pengembangan Karakter Religius) Suratman; Muhammad Andi; Iyayu Amalia; Ruslan; Muslimin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi filosofis nilai-nilai pesantren dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, mengidentifikasi relevansi nilai-nilai inti pesantren dalam penguatan karakter religius, serta merumuskan model konseptual integrasinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis konseptual terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam dan tradisi pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren memiliki landasan filosofis yang kokoh, baik secara ontologis, epistemologis, maupun aksiologis, sehingga mampu menjadi fondasi dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Nilai-nilai utama seperti keikhlasan, kemandirian, kedisiplinan, ta’dzim, dan kesederhanaan memiliki relevansi yang tinggi serta adaptif terhadap dinamika dan tantangan pendidikan modern. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui model konseptual yang sistematis dan aplikatif, meliputi penguatan kurikulum berbasis nilai, pembiasaan budaya sekolah, serta keteladanan pendidik sebagai figur sentral dalam proses internalisasi nilai. Dengan demikian, nilai-nilai pesantren memiliki potensi strategis sebagai basis pengembangan karakter religius dalam sistem pendidikan kontemporer