Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PAI DI SMK NEGERI 1 KOTA BIMA Kusniadin, Imam; Salam, Agus; Kaharuddin, Kaharuddin
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 10 عدد 1 (2025): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v10i1.818

Abstract

Many teachers still find it difficult to design learning materials that are in accordance with the new curriculum. It has been found that teachers' lack of understanding of the Merdeka Curriculum is one of the obstacles in its implementation. So the purpose of this study is to find out how the implementation of this curriculum can have an effective impact on the quality of PAI learning at SMK 1 Kota Bima. This research uses qualitative research. Data collection techniques are observation, documentation and interviews. Data analysis techniques are Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Drawing. Based on the results of this study, it shows that there is a positive impact on the quality of learning. Teachers have more flexibility in developing learning materials and methods that are relevant to students' lives, while students become more active, creative, and motivated in learning.
PEMBELAJARAN DALAM MENUNJANG KETERCAPAIAN KOMPETENSI INDIVIDUAL ANAK USIA DINI Agus Salam; Muslim Muslim; Siti Natri
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.645

Abstract

Pemaknaan pembelajaran, belajar, mengajar serta seluruh komponensistem pembelajaran yang tepat dapat mengarahkan guru dalammelaksanakan kegiatan pembelajaran anak usia dini yang efektif danefesien. Kejelasan tujuan akhir pembelajaran merupakan arah segalapelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. Tujuan akhir pembelajaranadalah terbentuknya kompentensi tertentu pada individu sebagai sasaranpembelajaran, maknanya pembelajaran berhasil bukan karena prosespembelajaran telah berlangsung akan tetapi ada aspek ranah belajar yangmuncul pada perilaku siswa sebagai wujud belajar.
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Agus Salam; Ikhwanuddin Ikhwanuddin; Sri Jamilah Sri Jamilah
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i1.816

Abstract

Artikel ini mencoba melakukan kajian tentang salah problematika pendidikan Anak Usia Dini yang berkaitan dengan peletak dasar karakter, sebagai landasan pembentukan karakter tugas perkembangan manusia selanjutnya. Disadari bahwa pendidikan karakter merupakan program prioritas pembangunan nasional yang dilatar belakangi oleh kehawatiran pemangku kepemimimpinan bangsa akan bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kajian ini, pendidikan karakter Anak Usia Dini yang baik, anak harus memiliki pengetahuan yang baik (moral knowing), perasaan yang baik atau loving good (moral feeling) dan perilaku yang baik (moral action) sehingga terbentuk perwujudan kesatuan perilaku dan sikap hidup Anak Usia Dini sebagai modal pewaris perjuagan bangsa. Disampin itu tulian ini memuat Tujuan, Fungsi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini, Nilai-Nilai Pembentuk Karakter Anak Usia Dini, Proses Pendidikan Karakter Anak Usia Dini, Strategi Pelaksanaan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Penilaian Keberhasilan pedidikan karakter Anak Usia Dini. Sebagai keimpulan, bahwa fungsi pendidikan karakter Anak Usia Dini adalah untuk mengembangkan, memperkuat potensi pribadi, dan menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter Anak Usia Dini yang dapat mencerminkan budaya bangsa Indonesia, Pendidikan karakter Anak Usia Dini dapat berkembang dengan baik melalui budaya sekolah Anak Usia Dini yang mendukung, yang dilakukan melalui serangkaian kegiatan: perencanaan, pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada Anak Usia Dini, dan penilaian yang bersifat komprehensif.
KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 25 SANTI KOTA BIMA Lusiana, Lusiana; Salam, Agus; Masitha , Dewi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5095

Abstract

This research aims to describe planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions in differentiated learning in the Merdeka curriculum in science and science subjects at SDN 25 Santi. This research uses qualitative research with a case study design. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The informants in the research consisted of the school principal, class IV teacher, and three class IV students. Test the validity of the data using triangulation of techniques and sources. Then the data was analyzed using the Miles and Hubermen technique with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained were that teachers made learning plans by mapping learning needs through diagnostic assessments and then creating teaching modules based on the results of the mapping. It is known that class IV students consist of visual, auditory and kinesthetic learning styles. In its application, teachers carry out learning differentiation of content, processes and products. Supporting factors come from enthusiastic students, a pleasant learning atmosphere, students feeling safe and comfortable, and adequate infrastructure. Meanwhile, the main inhibiting factor is that learning takes longer. The solution taken by the principal and teachers is to reflect together every week. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPA di SDN 25 Santi Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan tiga siswa kelas IV. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermen dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh yaitu guru membuat perencanaan pembelajaran dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar melalui asesmen diagnostik kemudian membuat modul ajar berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Diketahui bahwa siswa kelas IV terdiri dari gaya belajar visual, audiotori, dan kinestetik. Dalam penerapannya guru melakukan pembelajaran diferensiasi konten, proses, dan produk. Faktor pendukung berasal dari siswa yang antusias, suasana belajar yang menyenangkan, siswa merasa aman dan nyaman, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat utama dalam pembelajaran ini membutuhkan waktu lebih lama. Solusi yang dilakukan kepala sekolah dan guru yaitu melakukan refleksi bersama di setiap minggunya.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN LINGUISTIK SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SDN 21 KOTA BIMA Masi, Yusuf; Salam, Agus; Mashita, Dewi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 21 No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v21i1.2013

Abstract

Kecerdasan linguistik adalah bagian kecerdasan dari sembilan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, yang ditemukan oleh Howard Gardner, kecerdasan linguistik ini melibatkan kemampuan dalam menggunakan kata secara efektif secara lisan maupun tulisan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui peran guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik siswa pada mata pelajaran bahasa inggris di SDN 21 Tolomundu Kota Bima (2) Mengetahui Problematika guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik siswa pada mata pelajaran bahasa inggris di SDN 21 Tolomundu Kota Bima Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian sebagai studi kasus. Hasil Dari penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) peran guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik siswa pada mata pelajaran bahasa inggris memantau siswanya dan mencatat perkembangan kemampuan berbahasa siswa serta mengatasi permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran, (2) problematika guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik peserta didik pada pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 21 Tolomundu Kota Bima diantaranya (a) kurangnya pemahaman siswa terhadap materi, (b) kurangnya waktu yang cukup untuk berlatih,(c) kurangnya motivasi siswa, (d) kurangnya kompetensi guru dalam berbahasa Inggris, (e) Lingkungan sekolah yang kurang mendukung.
REFLEKSI PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA IAI MUHAMMADIYAH BIMA FAKULTAS TARBIYAH TAHUN AJARAN 2023 Salam, Agus; Abdussahid, Abdussahid
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 22 No 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v22i2.2495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan pengalaman mahasiswa IAI Muhammadiyah BIMA dalam kegiatan pengabdian masyarakatnya di sekolah yang merupakan tempat sesungguhnya mahasiswa alumni Fakultas Ilmu Pendidikan bekerja. Pertanyaan penelitian dalam tulisan ini adalah, Bagaimanakah pelaksanaan PPL mahasiswa IAI Muhammadiyah Bima pada lembaga mitra departemen pendidikan dalam hal ini sekolah di kota Bima Nusa Tenggara Barat ?, Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang disebut sebagai metode penelitian naturalistic yang dilakukan pada kondisi yang alamiah, melalui pendekatan deskriptif analitik kualitatif dengan paradikma realistic empiric, di sekolah SD, MI, SMA, SMK, MA se Kota Bima. Hasil penelitian ini diperoleh refleksi mahasiswa saat membuka pembelajaran, refleksi mahasiswa tentang penggunaan media pembelajaran, refleksi Mahasiswa dalam penerapan metode pembelajaran, refleksi mahasiswa selama pelaksanaan pembelajaran, refleksi mahasiswa pada saat menutup pembelajaran. Kata kunci: Refleksi Praktik Pengalam Lapangan, Mahasiswa
The Relationship of Students' Initial Ability and Emotional Intelligence with Learning Outcomes Salam, Agus; Irwan
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 3 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i3.63

Abstract

This study aims to determine the relationship between initial abilities and emotional intelligence with student learning outcomes. This study uses a quantitative approach with a survey method and correlational analysis techniques. The study population consisted of 120 PGMI students of the 2022/2023 intake. The study population of students of the 2022/2023 intake was 120 students. The results of this study were processed using regression analysis techniques of simple correlation, partial correlation, regression, and multiple correlation. The study found that there was a positive and significant correlation between (a) Initial abilities (X1) and learning outcomes (Y) with Ŷ = 7.93 + 1.938 X1 and ry1 = 0.798; (b) emotional intelligence (X2) and learning outcomes (Y) with Ŷ = 18.94 + 0.186X2 and ry2 = 0.90. So it is known that there is a positive relationship between initial ability (X1) and emotional intelligence (X2) with student learning outcomes (Y) with Ŷ = 21.1 + 0.103 X1, +0.33X2 and a correlation coefficient of ry12 = 0.87. This study is limited to PGMI students of the 2022/2023 intake at one institution with a correlational design, so it cannot be generalized and does not show a causal relationship. In addition, other factors such as learning motivation and environment were not analyzed. This study combines initial ability and emotional intelligence as predictors of learning outcomes in the PGMI context, resulting in a multiple regression model with a strong correlation that can be used as a basis for developing educational strategies.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Tingkat Anak Usia Dini di TK M Hilir Ismail Kota Bima Mandasari, Dian; Salam, Agus; Ramadhan, Syahru; Dohny, Queencie
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 6 No. 1 (2025): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/hadlonah.v6i1.3147

Abstract

The background of this research relates to the importance of implementing differentiated learning at the early childhood level in M Hilir Ismail Kindergarten, Bima City. Early childhood has a variety of characteristics, interests and different learning speeds, so it requires a learning approach that can meet their individual needs. Differentiated learning that accommodates these differences is believed to improve the quality of education and support holistic child development. The purpose of this research is to explore the application of differentiated learning in early childhood at M Hilir Ismail Kindergarten in Bima City and its impact on children's learning development. The type of research used is descriptive qualitative research, which aims to describe the phenomenon of differentiated learning in the classroom. Data collection techniques were conducted through observation, interviews with teachers and principals, and analysis of documentation of learning activities in the classroom. This research was conducted at M. Hilir Ismail Kindergarten located in Lelamase Village, East Rasana'e District, Bima City. The research was conducted for 2 months from February to March 2025. The data sources consist of teachers, students, and documentation of learning activities. The data analysis technique used is descriptive analysis, which identifies and interprets the patterns of the data obtained, to provide an in-depth picture of the implementation of differentiated learning. The results show that the implementation of differentiated learning at M Hilir Ismail Kindergarten is very effective in increasing children's involvement in learning. Through various activities such as theme-based educational games, ability-based learning groups, gross and fine motor activities, and children's stories and dramas, children get learning experiences that suit their abilities and interests. The contribution of this research provides insight into the effectiveness of differentiated learning in supporting early childhood development, as well as providing recommendations for the development of more inclusive and relevant learning methods.
PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TK BUNGA ROS NARU TIMUR KECAMATAN SAPE Wardani, Eka; Salam, Agus; Retnoningsih, Retnoningsih
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5149

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemberian reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin pada anak usia 5-6 tahun di TK Bunga Ros Naru Timur, Kecamatan Sape. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward yang konsisten dan tepat sasaran dapat meningkatkan motivasi anak untuk berperilaku disiplin. Sebaliknya, pemberian punishment yang sesuai dan tidak berlebihan mampu mengarahkan anak untuk memahami konsekuensi dari perilaku yang tidak disiplin. Implementasi strategi reward dan punishment secara seimbang terbukti efektif dalam membentuk karakter disiplin anak-anak di TK Bunga Ros Naru Timur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan ini, ketika diterapkan dengan tepat, dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter positif pada Anak Usia Dini.
THE EFFECT OF DIFFERENTIATED LEARNING ON STUDENTS NUMERACY LITERACY AT MIS NURUL ILMI IN BIMA CITY Lestari, Lulu Nadila; Salam, Agus; Anhar , Ade S.
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/alashr.v10i2.4465

Abstract

One of the current issues in basic education is the low level of students' numeracy literacy, which also occurs in MIS Nurul Ilmi, Bima City. Students tend to be passive, less enthusiastic in monotonous learning, and show difficulty in understanding the basic concepts of reading and arithmetic. This problem is exacerbated by the lack of parental support in learning outside the classroom, which has an impact on their low literacy and numeracy skills. The purpose of this study was to determine the effect of differentiated learning on students' numeracy literacy. The research method used was quantitative with descriptive statistical research and the data analysis method used was simple linear regression analysis with the help of SPSS 16.0. The data presented in this study used primary data through questionnaires and student numeracy test results. The results showed that differentiated learning did not have a significant effect on students' numeracy literacy. This was indicated by the correlation coefficient value of 0.24 and the t-test result of 1.170, which was smaller than the t-table value of 1.734. The regression coefficient of 0.24 states that each increase in the differentiated learning variable (X) only contributes 24% to the increase in numeracy literacy (Y), while the remaining 76% is influenced by other factors outside this study.