Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Visipena

PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Maulana Yusuf A,; Nurzengky Ibrahim; Kurniawati
Jurnal Visipena Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.936 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v9i2.455

Abstract

This aims of the research is for describes The Utilization of Museum as learning resources for history learning in DKI Jakarta. This research uses qualitative method with descriptive research type. The components of this research is: 1). What a collection of Museum Perumusan Naskah Proklamasi and Museum Kebangkitan Nasional that can be used as learning resources, 2). How teachers use museum collection as history learning resources, 3). What a problems in history learning by using history resources of Museum Perumusan Naskah Proklamasi and Museum Kebangkitan Nasional as learning resources. The research was conducted in SMAN 27 Jakarta, SMAN 4 Jakarta, SMAN 76 Jakarta, and SMAN 89 Jakarta. The data sources consist of informants ( Head of The Museum, Historical Resource Management, Headmaster, Historical Teachers, Students [Class XI IPS and MIPA]), documents (syllabus, RPP, and other documents that can support this research), as well as places and events. Data collection techniques used interview techniques, observation, and document analysis. Data validity using triangulation. Data analysis uses interactive analysis with three stages of analysis, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing that interact with data collection cycle. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan museum sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Komponen-komponen yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu: 1) Koleksi apa saja yang ada di museum Perumusan Naskah Proklamasi dan museum Kebangkitan Nasional yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, 2) Bagaimana guru memanfaatkan koleksi museum sebagai sumber belajar sejarah, dan 3) Apa saja kendala pembelajaran sejarah dengan memanfaatkan sumber sejarah museum Perumusan Naskah Proklamasi dan museum Kebangkitan Nasional sebagai Sumber Belajar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 27 Jakarta, SMAN 4 Jakarta, SMAN 76 Jakarta dan SMAN 89 Jakarta. Sumber data terdiri atas informan (Kepala Museum, Pengelola Museum, Kepala Sekolah, Guru Sejarah, Siswa [kelas XI IPS dan MIPA]), dokumen (silabus, RPP, dan dokumen lain yang dapat mendukung penelitian ini), serta tempat dan peristiwa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan analisis data dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan yang berinteraksi dengan pengumpulan data secara siklus. Kata Kunci: Museum, Sumber Belajar, dan Pembelajaran Sejarah
EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI PANDEGLANG M. Rosi Siumaparri Djadjas; Kurniawati; Umasih
Jurnal Visipena Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.656 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v9i2.473

Abstract

The purpose of this research is to obtain information comprehensively about the implementation of curriculum 2013 subjects history in SMA Negeri Pandeglang. This research uses CIPPmodel. The components that become the focus of this research are 1). Context, consist of program background, program constraints, feasibility study, 2). Inputh, consists of student, teachers, curriculum, infrastructure, financing, academic calender, 3). Process, consists of teacher copetence ;earningactivities in class 4). Product, consisting of sumatif value and formative value of leraners.This research uses qualitative methode combined with quantitative approach. The steps of the research begins by making evaluation criteria, the next stage of making the instrument research, making the instrument grille, data collection, data analysis and conclusions. The instrument validition test uses expert validation, and reliability test. Data collection techniques, using observation technique, interviews, documentation studies, and questionnaires. The result of reseearch show that context competent is in very good criteria, with 100% evaluation, 100 % input component is very good, 75 % good process component, and 100 % excellent product component. Thus, it can be concluded that the 2013 Curriculum implementation of history subjects can run very well. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi secara komprehensif tentang pelaksanaan program implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran sejarah di SMA Negeri Pandeglang. Penelitian ini menggunakan model CIPP. Komponen- Komponen yang menjadi fokus penelitian ini yaitu (1) context, terdiri dari latar belakang program, kendala program, studi kelaikan; (2) input, terdiri dari peserta didik, guru, kurikulum, sarana prasarana, pembiayaan, kalender akademik; (3) process, terdiri dari kompetensi guru, kegiatan pembelajaran di kelas; (4) product, terdiri dari nilai sumatif dan nilai formatif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan pendekatan kuantitatif. Langkah-langkah penelitian diawali dengan membuat kriteria evaluasi, tahap selanjutnya membuat kisi-kisi instrument, membuat instrument penelitian, pengumpulan data, analisis data dan kesimpulan. Uji Validitas instrumen menggunakan triangulasi sumber data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa komponen Context berada pada kriteria sangat baik dengan angka evaluasi 100%, komponen input 100 % sangat baik, komponen process 75 % baik, dan komponen product 100 % sangat baik.Sehingga, dapat disimpulkan bahwa impelemntasi Kurikulum 2013 mata pelajaran sejarah dapat berjalan dengan sangat baik dan efektif. Kata Kunci: Evaluasi Program, CIPP, Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sejarah
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 27 JAKARTA Veriesa Auliya Utami; Nurzengky Ibrahim; Kurniawati Kurniawati
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1302

Abstract

The purpose of this study was to obtain information about the learning process carried out by history teachers both from graduates of history education, as well as from history teachers who were not from historical education. The study took place from January to May 2018. The teacher who was the object of the study was a history teacher of SMAN 27 Jakarta, who had four people, consisting of three people who were graduates of history education, and one teacher who was not a graduate of education history. This research was conducted in class X at SMAN 27 JAKARTA. The method used in this research is a descriptive qualitative method. Use of this method to get the actual situation in the school and describe the results of the study. Data collection techniques used through observation, interviews, and documentation. Informants in this study were Principals, Teachers, and Students at SMAN 27 Jakarta. In this study, it can be concluded from the results of the study that the professional competence of teachers who are graduates of history is better than the professional competencies of teachers who are not historical education graduates. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sejarah baik dari yang berasal lulusan dari pendidikan sejarah, maupun dari guru sejarah yang bukan berasal dari pendidikan sejarah. Penelitian ini berlangsung dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2018. Guru yang menjadi objek penelitian adalah guru sejarah SMAN 27 Jakarta yang berjumalah empat orang, yang terdiri dari tiga orang yang merupakan lulusan dari pendidikan sejarah, dan satu orang guru yang merupakan bukan lulusan dari pedidikan sejarah. Penelitian ini dilakukan pada kelas X di SMAN 27 JAKARTA. Adapun metode yang digunanakan dalam Penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Penggunaan metode ini untuk mendapatkan keadaan yang sebenarnya disekolah dan dideskripsikan hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru dan Siswa di SMAN 27 Jakarta. Pada penelitian ini didapat disimpulkan dari hasil penelitian bahwa kompetensi profesional guru yang merupakan lulusan sejarah lebih baik dari pada kompetensi profsional guru yang bukan lulusan pendidikan sejarah.