Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Olahan Tepung Komposit dari Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) Sutiyono; Nandini, Atika; Edahwati, Luluk
abdimesin Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i1.38

Abstract

Asam jawa merupakan salah satu komoditas pertanian yang sampai saat ini masih dianggap kurang memiliki nilai ekonomis. Pada umumnya, di daerah Jawa Timur asam jawa banyak dimanfaatkan sebagai bumbu sayur dan sebagai obat herbal.Sedangkan, biji asam jawa tidak dimanfaatkan dan hanya dianggap sebagai sampah biasa. Padahal dalam setiap bagian asam jawa memiliki kandungan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Biji asam jawa dapat digunakan sebagai alternatifbahan pangan yang mengandung berbagai vitamin. Biji asam jawa dapat digunakan menjadi bahan dasar pada pembuatan makanan yang terbuat dari tepung. Selain itu, proses pembuatan tepung komposit dari biji asam jawa sangat mudah dan tidakmemerlukan waktu yang lama.
A Teknologi Pembuatan Pembersih Lantai Sereh untuk Menambah Kesejahteraan Kelompok Tani Kosagrha Lestari Surabaya Suprihatin; Susilowati, Titi; Muljani, Srie; Edahwati, Luluk; Sutiyono, Sutiyono
abdimesin Vol. 3 No. 2 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i2.53

Abstract

Pemanfaatan tanaman sereh wangi untuk dijadikan sebagai pembersih lantai organik sereh ramah lingkungan. Pembersih lantai sangat diperlukan dalam rumah tangga yang berfungsi menghilangkan bau tak sedap serta untuk membunuh bakteri yang menempel dilantai. Minyak Atsiri sereh wangi mempunyai bau yang menyegarkan dan juga sebagai antimikroba untuk membunuh bakteri. Pengabdian Masyarakat ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan pembersih lantai organik sereh yang hasilnya bisa diterapkan untuk rumah tangga sendiri juga bisa berpeluang untuk berwirausaha sehingga akan menambah pendapatan keluarga
Analisis Pengaruh Variasi Material Abrasif terhadap Kekasaran Permukaan dan Kekuatan Adhesi pada Baja Karbon Sedang Miftakhurrohman, Moch; Edahwati, Luluk
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20, No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.11811

Abstract

Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihindari, tetapi hanya dapat dicegah dan dikendalikan sehingga logam mempunyai masa pakai lebih lama. Pemberian lapisan coating merupakan salah satu cara untuk melindungi suatu material dari proses korosi. Lapisan coating mengandalkan daya lekatnya untuk melindungi suatu material. Keberhasilan dari proses coating sangat bergantung pada proses surface preparation, proses ini akan mempengaruhi daya lekat cat dari suatu material. Salah satu teknik surface preparation yang umum digunakan adalah sandblasting. proses ini adalah proses pembersihan permukaan dengan cara menembakkan partikel (pasir) kesuatu permukaan material yang menyebabkan material menjadi bersih dan kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan nilai kekasaran permukaan pada material baja AISI 4340 dan mendapatkan nilai kekuatan adhesi yang optimal. Pada penelitian ini material abrasif yang dipakai adalah aluminium oxide dan pasir silika sementara untuk proses coating menggunakan cat primer jenis epoxy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen yang di blasting menggunakan aluminium oxide memiliki nilai yang paling besar yaitu 65,5μm dan hasil penelitian pada proses coating menunjukkan ketebalan coating sudah memenuhi. Setelah proses blasting dan proses coating dilakukanlah pengujian daya lekat cat menggunakan alat portable adhesive tester dengan nilai tertinggi diperoleh spesimen yang di blasting menggunakan material abrasif aluminium oxide yaitu 12,87 MPa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemilihan material abrasif aluminium oxide dan cat primer jenis epoxy mencapai daya lekat yang optimal dan dapat diaplikasikan pada industri minyak dan gas.
Edukasi pemanfaatan air gunung dan pengolahannya untuk kebutuhan rumah tangga di Desa Jajar Kabupaten Trenggalek Lestari, Wahyu Dwi; Edahwati, Luluk; Saputro, Wiliandi
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan air untuk kebutuhan sehari-hari menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Penggunaan air baku yang kotor dan keruh akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan hingga kematian. Namun hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya kualitas air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, serta sanitasi. Desa Jajar, Kecamatan Gandusari merupakan sebuah daerah di Kabupaten Trenggalek yang memiliki kondisi geografis berupa perbukitan dan bebatuan. Masyarakat Tani Gunung di Desa Jajar masih memanfaatkan air gunung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, di mana ketika dalam kondisi musim penghujan air tersebut akan menjadi keruh karena bercampur dengan tanah. Melihat kondisi tersebut, sangat diperlukan edukasi bagi masyarakat terkait pengolahannya, sehingga mereka bisa mendapatkan akses air bersih. Oleh karena itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami memiliki tujuan yaitu melakukan edukasi terkait pemanfaatan air gunung dan pengolahannya bagi masyarakat di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Metode pelaksanaan yang kami lakukan yaitu melalui focus group discussion, edukasi melalui modul pembelajaran, serta pembuatan alat pengolah air bersih. Berdasarkan hasil kegiatan, pemahaman pentingnya air bersih bagi masyarakat Tani Gunung di Desa Jajar semakin meningkat serta timbulnya kesadaran masyarakat untuk mengolah air bersih ditunjukkan melalui pembuatan alat pengolah air bersih dengan sistem filtrasi. Kegiatan ini memberikan hasil positif bagi peningkatan perilaku pola hidup sehat di masyarakat.
Uji Karakteristik Magnesium Fosfat dari Pelarutan Mineral Dolomit dengan Asam Fosfat Dewangga, Bayu S.; Setyanugraha, Moch. Alief; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.802

Abstract

Magnesium fosfat (Mg3(PO4)2) adalah senyawa organik yang terbentuk dari garam magnesium yang berasal dari asam fosfat (H3PO4) dengan kata lain, unsur magnesium yang melapisi antara anion fosfat. Selain itu magnesium fosfat saat ini dibutuhkan oleh industri, khususnya pada bidang material maju dan biologis. Namun hal yang menjadi kebutuhan saat ini adalah mahalnya harga bahan dasar yang mengharuskan impor. Mineral dolomit tersebar melimpah di Indonesia, dengan kandungan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) di dalamnya, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan dasar alternatif sintesis magnesium fosfat. Tahapan-tahapan dalam pembuatan magnesium fosfat adalah kalsinasi, pelarutan mineral dolomit dengan asam fosfat menggunakan metode extraction-aeration, dan proses terakhirnya adalah kristalisasi. Variabel penelitian menggunakan variasi konsentrasi asam fosfat (H3PO4) yaitu 8N dan 10N serta laju alir udara 1, 2, dan 3 L/menit. Hasil yang dipaparkan adalah mengenai karakteristik magnesium fosfat yang diperoleh menggunakan metode XRF (X-Ray Fluorensence) dan SEM-EDX (Scanning Electron Microscope – Energy Dispersive X-Ray). Dari hasil tersebut dapat dijadikan sebagai acuan karakteristik dari magnesium fosfat yang diperoleh dari sintesis mineral dolomit.
Recovery Fosfat Pada Hasil Ekstraksi Dolomit Sebagai Mineral Struvite Dengan Metode Aerasi Falah, Ra Niyatul; Fauziah, Maria Rizky; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.803

Abstract

Sisa cadangan fosfat yang dapat diakses dari mineral fosfat diperkirakan akan habis dalam 50 tahun, jika pertumbuhan permintaan pupuk tetap 3% per tahun. Mengurangi penggunaan fosfat secara berlebihan, akan membantu cadangan fosfat bertahan lebih lama. Adapun alternatif untuk menghemat cadangan fosfat adalah dengan recovery fosfat, yang memiliki keuntungan tambahan untuk meminimalkan eutrofikasi. Struvite merupakan recovery mineral fosfat yang optimal dan berfungsi sebagai pupuk lepas lambat. Pembuatan struvite pada penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan hasil ekstraksi dolomit (Mg3(PO4)2) dan Amonium Hidroksida (NH4OH). Digunakan variasi rasio MAP sebesar 1:1:1, 1,5:1:1, 2:1:1, 2,5:1:1 dan 3:1:1. Melakukan penambahan Natrium Hidroksida (NaOH) guna mendapatkan pH yang bervariasi yaitu 7, 8, 9, 10 dan 11. Pada recovery fosfat digunakan metode aerasi, dengan laju alir udara sebesar 1 liter per menit. Aerasi dibutuhkan untuk proses pengadukan pada larutan. Penelitian ini menggunakan pengujian yaitu uji X-ray Fluorescence (XRF), sehingga diperoleh kandungan mineral fosfat ter tinggi dalam pembentukan struvite. Recovery fosfat tertinggi diperoleh pada rasio MAP sebesar 2,5 : 1 : 1 dengan pH yaitu 9. Hasil recovery fosfat yang diperoleh sebesar 84,3% , dan menurut SNI 02-3776-2005 kandungan P pada pupuk struvite yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki tingkat mutu yang baik.
Sintesis dan Karakteristik Struvite dengan Proses Bubble Saru, Maria Vindri Vincensia; Zevi, Mutiya; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.804

Abstract

Hasil reaksi antara magnesium, amonium, fosfat yang berbentuk kristal berwarna putih disebut struvite (MgNH4PO4.6H2O). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik struvite dengan proses bubble, dan mengetahui rasio molar, serta pH yang terbaik untuk pembentukan struvite. Variabel peubah rasio molar menggunakan variasi rasio Magnesium Ammonium Phosphate MAP 1:1:1, 1,5:1:1, 2:1:1, 2,5:1:1, dan 3:1:1. Pembentukan struvite dilakukan menggunakan proses bubble yang berfungsi sebagai pengaduk, dengan laju aliran udara sebesar 1 L/Menit. Pembentukan mineral struvite dipengaruhi oleh pH yang akan berpengaruh pada kelarutan, sehingga digunakan variabel peubah sebesar 7, 8, 9, 10, dan 11 untuk menentukan kondisi terbaik pembentukan struvite. Hasil analisa penelitian diperoleh kondisi terbaik pembentukan struvite untuk kandungan magnesium dalam kondisi pH 9 menggunakan rasio molar 1:1:1 diperoleh sebesar 10%. Kandungan unsur fosfat pembentukan struvite diperoleh kondisi terbaik dalam pH 9 dan rasio molar 3:1:1 sebesar 69,5%. Hal tersebut terjadi karena pada pH 7-8 pembentukan struvite belum optimal, dan pada pH 10 mulai menurun karena meningkatnya impurities. Struvite yang terbentuk memiliki karateristik berbentuk batang dan ujung runcing, permukaannya rata, dengan kandungan unsur Mg sebesar 10% dan kandungan fosfat sebesar 69,5%.
ANALISIS PERFORMA KOMPRESOR SENTRIFUGAL TAG NUMBER 24K2 PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL REFINERY UNIT IV Ardiza, R.Muhammad Rizky; Edahwati, Luluk
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3794

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi performa kompresor sentrifugal 24K2 di area Lube Oil Complex 1 di PT. Kilang Kilang Pertamina Internasional Unit IV Cilacap. Kompresor sentrifugal menggunakan gaya sentrifugal untuk meningkatkan tekanan gas, melibatkan perputaran impeler yang mempercepat gas, yang kemudian diarahkan ke diffuser untuk mengubah energi kinetik menjadi energi tekanan. Evaluasi ini mencakup efisiensi isentropik dan kebutuhan daya, membandingkan data operasional dengan data sheet, dan memantau parameter seperti suhu, tekanan, dan laju aliran massa. Pengumpulan data mingguan memastikan deteksi perubahan operasional secara akurat. Perhitungan performa melibatkan kerja aktual, kerja isentropik, efisiensi isentropik, dan daya, dengan nilai entalpi ditentukan menggunakan diagram tekanan-entalpi dan tabel superheated propane R290. Analisis mengungkapkan bahwa daya operasional aktual kompresor 24K2 secara konsisten melebihi data sheet karena peningkatan laju aliran massa, sementara efisiensi isentropik tetap relatif stabil, yang menunjukkan performa yang konsisten. Namun, terdapat hubungan terbalik antara daya dan efisiensi isentropik; ketika daya meningkat, efisiensi menurun. Penelitian ini menyoroti perlunya pemantauan dan optimalisasi yang cermat untuk menjaga pengoperasian kompresor yang efisien dan andal, mendukung proses produksi yang optimal di PT. Kilang Kilang Pertamina Internasional Unit IV Cilacap.
Optimization of Nano-Hydroxyapatite Production from Limestone with Effect of Gelatin Concentration and pH in Sol-Gel Synthesis S, Sutiyono; Edahwati, Luluk; Wahyudi, Mohammad Rafli Alif; Rahmah, Nazila Alfi
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) Vol. 5 No. 2 (2024): IJEISE
Publisher : UPN Veteran Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijeise.v5i2.137

Abstract

Nano hydroxyapatite is one of the biomaterials that has proven to be a very potential material due to its ability to bind directly with bone tissue. Limestone with a calcium carbonate content of 99.87% was used as a calcium source for the economical and sustainable synthesis of hydroxyapatite. The sol-gel method was chosen for the in situ gelatin synthesis process due to its ability to produce nanoparticles with high homogeneity. The particle size of nanohydroxyapatite can increase the surface area to volume ratio thus affecting the interaction with surrounding cells and tissues. Gelatin was added in various concentrations of 10%, 20%, and 30% as an innovative cell growth support modifier. The synthesis was also carried out at pH 9, 10, and 11 to evaluate its effect on hydroxyapatite formation. Optimal synthesis conditions were obtained at 30% gelatin concentration and pH 10, which resulted in the highest yield of 93.95%. Product characterization included Fourier Transform Infra-Red analysis, which showed the presence of typical hydroxyapatite functional groups (PO₄³-, OH-) and carbonate groups (CO₃²-). Scanning Electron Microscopy characterization showed nano-sized particles in the range of 443-578 nm with a granular structure. Porosity was found to be 72.52% making it ideal for cancellous bone tissue engineering applications.
Synthesis of Hydroxyapatite from Precipitated Calcium Carbonate of Thorny Shells (Murex trapa) with Variable Ca/P Mole Ratio and pH Prayoga, Ferdiyan Tri; Aprilianty, Syasmitha Lucky; Edahwati, Luluk
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June 2024 )
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v19i1.36177

Abstract

Hydroxyapatite, with the chemical formula Ca10(PO4)6(OH)2, is a mineral found in human bones and teeth, providing density and strength to bones as it is a major component of the bone matrix. It is widely used in biomedicine for bone implants, dental fillings, and hard tissue replacement. Hydroxyapatite can be produced from materials high in CaCO3, such as cattle bones, seashells, and fish bones. In this research, thorny clam shells (Murex trapa), with a CaCO3 content of 91.08%, were used. Precipitated Calcium Carbonate (PCC) was formed using the carbonation method, while hydroxyapatite synthesis was performed using the precipitation method. Variables during synthesis included Ca/P molar ratios of 1.47, 1.67, and 1.87, and pH levels of 7, 9, and 11. The best result was achieved at a Ca/P molar ratio of 1.67 and pH 9, with a yield of 96%. The hydroxyapatite was analyzed using Fourier Transform Infra-Red, revealing the core groups PO43-, CO32-, and OH-.Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray analysis showed the hydroxyapatite had a crystalline structure, tending to be spherical and agglomerated.