Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : UNEJ e-Proceeding

AMBITIONS AS THE EFFECT OF CHILDHOOD EXPERIENCE IN E.L. JAMES'S FIFTY SHADES OF GREY L. Dyah Purwita Wardani SWW; Nurul Islamiyah; Imam Basuki
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze the effect of the male character childhood in E.L. James's Fifty Shades of Grey By using psychological approach to analyze the fictitious character and the creative process of the author. Theory of interpretation of dream by Sigmund Freud is applied in order to explain the causes of ambition done by Christian Grey. Grey’s ambition is caused by the desire to revenge from his trauma in his childhood. There are three factors that make the character ambitious: The first is when Grey uses his violence (BDSM) to dominate his partner. The second is when Grey want become rich and popular man. The last is Grey’s heart emptiness after a woman he loved left him. The first problem is in the field of abnormal psychology in order to differentiate abnormal from normal behavior. In short, Grey's ambitions are caused by a traumatic condition when he was a child. E.L. James explains a sexual lifestyle which is called BDSM (Bondage/ Disipline, Dominance/ Submissive, Sadism/ Masochism). By exposing this lifestyle in her novel, the author wants to shows that BDSM is not an equal relationship between man and woman. Keywords: ambition, BDSM, psychology, relationship
SASTRA LISAN DAN HUMANIORA: FITUR BAHASA DALAM MANTRA PENGASIHAN Imam Basuki
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mantra adalah bentuk sastra kuno dan merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. Ia dipandang sama dengan doa sakral yang berisi rangkaian kata yang memiliki kekuatan gaib untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mantra digunakan untuk berbagai tujuan, seperti menyembuhkan penyakit, mengusir roh jahat, melancarkan rezeki, dan untuk memperoleh jodoh. Mantra pengasihan adalah salah satu jenis mantra yang fungsinya untuk menjerat perhatian serta menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dari orang yang akan dicintainya. Dalam masyarakat kita ada ungkapan “cinta ditolak dukun bertindak.” Ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat lekat dengan ilmu gaib atau ilmu pelet yang disebut ilmu pengasihan yang dapat digunakan untuk mencapai keinginan menjalin asmara dengan orang yang dicintainya apabila jalan normal tidak dapat ditempuhnya. Fenomena semacam ini dipandang wajar oleh masyarakat kita. Artikel ilmiah ini merupakan luaran hasil penelitian di kabupaten Banyuwangi yang berangkat dari pertanyaan penelitian: 1) fitur kebahasaan macam apa yang dapat diungkap dalam mantra pengasihan tersebut, 2) bagaimana cara kerja mantra tersebut sehingga dapat membangkitkan gairah bercinta, dan 3) mengapa mantra ini masih eksis di masyarakat Banyuwangi khusunya. Metodologi: data penelitian ini berupa wacana atau teks mantra pengasihan. Penggalian data dilakukan melalui studi lapangan dengan melakukan pengamatan dan wawancara langsung dengan informan yaitu si korban dan juga si dukun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur kebahasaan dalam mantara pengasihan adalah 1) menggunakan bahasa Jawa atau Arab, 2, dapat menimbulkan daya magis apabila dibarengi dengan laku mistis, dan 3, sudah membudaya dan dipandang sebagai kebutuhan hidup oleh masyarakat Banyuwangi. Kata kunci: mantra pengasihan, daya magis-laku magis, budaya lokal