Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN WALAY (MEISTERA CHINENSIS) ASAL SULAWESI TENGGARA Eny Nurhikma; Randa Wulaisfan; Musdalipah Musdalipah; Yulianti Fauziah; Nirwati Rusli
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.19864

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu jenis masker praktis yang bermanfaat untuk merawat kulit wajah, melembabkan kulit serta membersihkan, dan memberi nutrisi sehingga kulit menjadi lebih bersih. Daun walay (Meistera chinensis) merupakan salah satu tumbuhan termaksud dalam famili Zingiberacea yang memiliki kandungan kimia yaitu senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenol, tanin, steroid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Walay dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan masker gel peel off yang memenuhi syarat evaluasi fisik dan uji stabilitas sediaan. Ekstraksi daun Walay dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol ekstrak daun Walay diformulasi ke dalam tiga formula yaitu formula F1 konsentrasi 1%, F2 konsentrasi 3%, dan F3 konsentrasi 5%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji iritasi dan uji cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Walay pada konsentrasi 1%, 3% dan 5% dapat dibuat dalam bentuk sediaan masker gel peel off  dan  memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan, namun tidak stabil pada pengujian cycling test uji organoleptik bentuk sediaan dan uji daya sebar.
Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Meistera chinensis dengan Metode DPPH (1,1 –difenil-2-pikrilhidrazil) Nirwati Rusli; Muh. Syaiful Saehu; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.296

Abstract

Meistera chinensis merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang memiliki manfaat sebagai penambah rasa pada makanan, nyeri, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan nilai IC50 pada fraksi etil asetat daun Meistera chinensis dengan menggunakan metode DPPH. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pembuatan ekstrak daun Meistera chinensis menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan metode partisi dengan pelarut etil asetat. Jumlah aktivitas antioksidan pada sampel dapat ditentukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Penelitian ini dilakukan dengan dibuat variasi konsentrasi fraksi etil asetat daun Meistera chinensis yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm sebagai kontrol positif digunakan vitamin C dengan variasi konsentrasi 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, 5 ppm dan sebagai blanko digunakan metanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 66,71 mg/L dan vitamin C memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 2,05 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan.
Pemberdayaan Kader Posyandu Tentang Swamedikasi dengan Edukasi GEMA CERMAT Menggunakan Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) di Puskesmas Lepo-Lepo Kendari Musdalipah Musdalipah; Eny Nurhikma; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Esti Badia; Nirwati Rusli; Karmilah Karmilah; Selfyana Austin Tee; Muhammad Syaiful Saehu; Anisa Arfan
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2023): NADIKAMI: Januari 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu pengobatan alternatif untuk mengatasi gejala penyakit tanpa resep dokter dan pertolongan dari tenaga kesehatan. Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Salah satu metode alternatif dalam melakukan swamedikasi melalui edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT). Dalam upaya memaksimalkan GEMA CERMAT, kader kesehatan berperan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu tentang swamedikasi dengan edukasi GEMA CERMAT menggunakan metode CBIA (cara belajar insan aktif) di wilayah kerja puskesmas Lepo-lepo, Kendari. Kader posyandu yang aktif yang diseleksi menggunakan metode Purposive Sampling sebanyak 30 orang. Alat yang digunakan berupa angket (kuesioner) dan paket obat sebagai alat peraga. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa pengetahuan kader posyandu pada saat pretest di Puskesmas Lepo-lepo sebesar 12,27 (61,3 %) dengan kategori cukup dan pada saat post test sebesar 17,03 (85,2 %) dengan kategori baik. Hasil analisis statistik menggunakan Paired samples test diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 bahwa ada perbedaan yang bermakna antara hasil pretest dengan posttest dalam edukasi GEMA CERMAT pada kader posyandu.
Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. F.) Kurz) Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Musdalipah Musdalipah; Murtafia Murtafia; Eny Nurhikma; Nur Saadah Daud; Nirwati Rusli; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Syamsu Alam
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kedondong hutan merupakan salah satu tanaman herbal untuk mengobati penyakit diare, rematik, demam dan diabetes. Secara empiris daun kedondong hutan digunakan masyarakat Desa Kasumewuho sebagai bahan tambahan untuk menambah cita rasa pada masakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat LPPM Politeknik Bina Husada bertujuan dalam rangka pemanfaatan daun kedondong hutan untuk dijadikan cemilan antidiabetes di desa Kasumewuho. Potensi pengembangan biskuit kedondong hutan sebagai makanan alternatif memiliki peluang untuk dijadikan cemilan yang sangat baik untuk kesehatan yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan biskuit daun kedondong hutan pada masyarakat desa Kasumewuho sebanyak 22 orang. Kegiatan dilakukan dimulai dari pemanenan, sortasi basah, sortasi kering, pengeringan, pemotongan dan penyerbukan daun kedondong hutan. Daun kedondong hutan dibuat dengan 3 (tiga) konsentrasi yaitu A (1 g), B (3 g), dan C (5 g) dan selanjutnya dilakukan pengujian organoleptik meliputi warna, bau, rasa dan bentuk sediaan. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Desa Kasumewuho memiliki antusias yang tinggi mengikuti kegiatan ini. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan biskuit A berwarna kuning, B (kuning kehijauan), C (coklat kehijauan). Dari segi rasa biskuit A, B, C memiliki bau khas susu. Uji kesukaan menunjukkan biskuit A(33%), B(70%), C(17%). Pada uji kerenyahan menunjukkan rasa renyah 100% pada biskuit A, B, C. Pada uji kekerasan menunjukkan biskuit A, B, C memiliki tekstur yang keras (0%) dan lembut dikonsumsi (100%) pada biskuit A, B, C. Biskuit daun kedondong hutan dapat diformulasikan dalam bentuk biskuit sebagai cemilan antidiabetes serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
Profil Kadar Ureum Pada Penderita Human Immunodeficiency Virus dengan Terapi Antiretroviral di Kota Kendari Muhammad Ilyas Y.; Firdayanti; Elma Winarti; Angriani Fusvita; Apriyanto; Nirwati Rusli; Asriullah Jabbar; Fadhliyah Malik; Halik; Mubarak; Nurhikma
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.13

Abstract

Penyakit Human Immunodeviciency Virus (HIV) masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan tingkat prevalensi yang masih tinggi, termasuk di Sulawesi Tenggara, sehingga diperlukan penanganan tepat untuk mencegah penularan dan berbagai gangguan komplikasi pada penderita. Penggunaan obat antiretroviral (ARV) jangka panjang bahkan seumur hidup pada penderita HIV menimbulkan masalah kesehatan yaitu gangguan fungsi ginjal dengan peningkatan kadar ureum, dan sekaligus sebagai faktor pemicu infeksi neoplasma sekunder, gangguan neurologis serta fungsi fisiologis tubuh lainnya yang lebih serius, sehingga mengetahui profil kadar ureum untuk memantau fungsi ginjal selama terapi obat ARV penting dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil kadar ureum pada penderita HIV dengan lama terapi obat ARV di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan melakukan pemeriksaan kadar ureum darah penderita HIV menggunakan metode urease-GLD, dan data dianalisis statistik menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan 80% penderita HIV umur 20-30 tahun, jenis kelamin terbanyak 80% laki-laki, lama pengobatan 55% kurang dari 1 tahun, dengan hasil pemeriksaan kadar ureum 90% kategori normal dan 10% kategori tidak normal, dan hasil analisis statistik regresi linear sederhana menunjukkan tidak ada hubungan lama terapi obat ARV dengan kadar ureum pada penderita HIV di kota Kendari (p>0.05).  Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan kadar ureum pada penderita HIV di Kota Kendari tidak dipengaruhi oleh lama terapi antiretroviral.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN WALAY (MEISTERA CHINENSIS) ASAL SULAWESI TENGGARA Eny Nurhikma; Randa Wulaisfan; Musdalipah; Yulianti Fauziah; Nirwati Rusli; Nur Saadah Daud
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i2.339

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu jenis masker praktis yang bermanfaat untuk merawat kulit wajah, melembabkan kulit serta membersihkan, dan memberi nutrisi sehingga kulit menjadi lebih bersih. Daun walay (Meistera chinensis) merupakan salah satu tumbuhan termaksud dalam famili Zingiberacea yang memiliki kandungan kimia yaitu senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenol, tanin, steroid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Walay dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan masker gel peel off yang memenuhi syarat evaluasi fisik dan uji stabilitas sediaan. Ekstraksi daun Walay dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol ekstrak daun Walay diformulasi ke dalam tiga formula yaitu formula F1 konsentrasi 1%, F2 konsentrasi 3%, dan F3 konsentrasi 5%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji iritasi dan uji cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Walay pada konsentrasi 1%, 3% dan 5% dapat dibuat dalam bentuk sediaan masker gel peel off dan memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan, namun tidak stabil pada pengujian cycling test uji organoleptik bentuk sediaan dan uji daya sebar.
FORMULASI SEDIAAN GEL LENDIR IKAN LELE (Clarias Gariepinus L) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA DENGAN VARIASI BASIS KARBOPOL 934 Nirwati Rusli; Niluh Yeniati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.57

Abstract

Ikan lele mengandung banyak protein yaitu 17,7%. Berdasarkan penelitian Nigeria tahun 2013 lendir ikan lele telah menunjukan aktivitas dalam biomedis sebagai penyembuh luka, oleh karena itu lendir ikan lele memudahkan penggunaannya dalam bentuk gel menggunakan basis carbopol 934. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah lendir ikan lele dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan variasi basis carbopol 934 yang memenuhi syarat uji evaluasi fisik sediaan gel. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memformulasikan sediaan gel lendir ikan lele dengan variasi konsentrasi carbopol 934 0,5%, 1 %, 1,5% kemudian dilakukan evaluasi fisik sediaan, dengan parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula gel lendir ikan lele dengan variasi konsentrasi basis carbopol 934 0,5%, 1%, 1,5% dapat dibuat menjadi gel, hasil evalusi fisik dari ketiga formula gel lendir ikan lele tidak memenuhi syarat secara organoleptik, homogenitas, ph, dan cycling test, dan hasil uji daya sebar sediaan gel lendir ikan lele masuk dalam range daya sebar yaitu 5-7 cm.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS MASKER PEEL OFF PATI JAGUNG (Zea mays sacchrata) SEBAGAI PERAWATAN KULIT WAJAH Karmilah Karmilah; Nirwati Rusli
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v4i1.140

Abstract

Corn is one ingredient that has been used empirically as a facial skin care. Peel-off facial mask has the advantage over the other types, it can lifted or removed as an elastic membrane easily. The purpose of this research was to formulate a peel-off facial mask of corn starch that qualifed for the evaluation of the preparation and its effectiveness test as skin care. This research is experimental research, that is making 3 formula with variation of corn starch concentration as active substance that is 5%, 10%, and 15% which aim to know optimal concentration as peel-off mask facial skin care. Based on the results of evaluation of formula A preparations with 5% active ingredient that meets the dosage evaluation, the formula that meets the evaluation of the dosage is then tested effectiveness as facial skin care. Effectiveness test using 3 respondents that is acne skin, blackhead skin, and oily skin. Test result conducted for 4 days with a view before and after use, peel-off corn starch mask capable of providing facial skin care effect is characterized by changes in skin becomes brighter, less acne and blackheads. Keywords : Peel-off facial mask, corn starch, facial skin care
Edukasi Penggunaan Obat Anti Diabetik Oral Pada Lansia Pengidap DM Tipe-2 Di Kecamatan Baruga, Kota Kendari: Education on the Use of Oral Anti Diabetic Drugs in Elderly People with Type-2 DM in Baruga District, Kendari City Ilyas Y., Muhammad -; Apriyanto, Apriyanto; Rusli, Nirwati; Badia, Esti; Rasak, Adriatman; Jabbar, Asriullah; Halik, Halik; Nasrudin, Nasrudin; Malik, Fadhliyah; Wahyuni, Wahyuni; Solo, Dian Munasari; Pascayantri, Asniar; Arfan, Arfan; Mubarak, Mubarak; Nurhikma, Nurhikma; Sulsiah, Sulsiah
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): NADIKAMI: Januari 2025
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes  Melitus  (DM)  merupakan  masalah kesehatan utama di Indonesia, yang  berhubungan  dengan sindrom metobolik meningkatnya kadar glukosa darah atau hiperglikemi, akibat gangguan sekresi, kerja insulin, atau oleh keduanya. Dampak buruk DM sangat rentan terhadap gangguan fungsi pada berbagai organ vital seperti mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah, serta mudah terserang penyakit infeksi, terutama pada usia lanjut usia (lansia). Pengguanaan obat anti diabetik oral (OAO) merupakan pilihan utama untuk terapi DM tipe-2 yang harus dipastikan  keamanan dan efektivitas kerjanya, terutama pada penderita DM tipe-2 lansia, sehingga edukasi penggunaan OAO penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman, khususnya bagi lansia pengidap DM tipe-2 di Kecamatan Baruga, kota Kendari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan cara penggunaan obat anti diabetik oral bagi penderita DM lansia. Kegiatan ini dilakukan pemberian informasi metode ceramah dengan menggunakan media Power Point, pemberian brosur/leaflet dan edukasi khusus OAO yang benar  oleh  tim narasumber. Hasil kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan  bagi penderita DM tipe-2 lansia  tentang penggunaan OAO yang tepat, dan memberikan pemahaman perilaku hidup sehat untuk mencegah komplikasi penyakit DM.
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK KULIT BUAH TERONG (Solanum melongena L) Nirwati Rusli
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Analis Kesehatan Kendari (JAKK) : Vol. 3 (2) Juni 2021)
Publisher : Program Study of Medical Laboratory Technology , Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46356/jakk.v3i2.176

Abstract

ABSTRAK Kulit buah terong merupakan tanaman dari famili Solanaceae yang memiliki kandungan senyawa aktif sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas. Biasanya masyarakat setempat menggunakan tanaman ini sebagai warna alami pada makanan, mengurangi resiko kanker, dan menyehatkan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kulit buah terong dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair yang memenuhi persyaratan evaluasi fisik sabun cair. Jenis penelitian yaitu eksperimen, Ekstraksi kulit buah terong dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, dilakukan pada ketiga konsentrasi yaitu 3%, 6, dan 9% uji evaluasi fisik, uji organoleptik, pH, tinggi busa, homogenitas, dan cycling test Ketiga formulasi dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah terong pada sediaan berwarna coklat,coklat tua, beraroma khas kulit buah terong dan bentuk kental sabun cair, homogen dan terjadi perubahan setelah cycling test. Hasil uji tidak mempengaruhi evaluasi sedian pada pengujian organoleptik yaitu aroma, homogenitas, pH sediaan, dan uji tinggi busa. Namun berpengaruh pada bentuk sediaan, dan uji cycling tes. Kata Kunci : Kulit terong, ekstrak, sabun cair ABSTRACT Eggplant skin is a plant from the family Solanaceae which contains active compounds as antioxidants that ward off free radicals. Usually local people use this plant as a natural color in food, reduce the risk of cancer, and nourish the skin. The purpose of this study is to find out if the skin of eggplant fruit can be formulated into liquid soap preparations that meet the physical evaluation requirements of liquid soap. Type of research is experiments, eggplant skin extraction is done by maceration method using methanol solvent,conducted at three concentrations namely 3%, 6, and 9% physical evaluation test, organoleptic test, pH, high foam, homogeneity, and cycling test. The three formulations with different concentrations show that eggplant skin extract on the preparation is brown, dark brown, flavorful typical eggplant fruit skin and viscous form of liquid soap, homogeneous and changes occur after cycling test. The test results did not affect the evaluation of the preparation in organoleptic testing i.e. aroma, homogeneity, pH preparations, and high foam test. But it affects dosage forms, and test cycling tests. Keywords : Eggplant skin, extracts, liquid soap
Co-Authors Ado, Moldefya Wahid Adriatman Rasak Agung Wibawa Mahatva Yodha Akib, Nur Illyyin Angriani Fusvita Anisa Arfan Aprilia, Sitti Aisyah Apriyanto Apriyanto Arfan Arfan Asniar Pascayantri Asniar Pascayantri Asnita Hafsani Asriullah Jabbar Asriullah Jabbar Asriullah Jabbar Asriullah Jabbar Audina, Fina Badia, Esti Bonni Rubak Chatarina Umbul Wahyuni Daud, Nur Saadah Dian Munasari Solo Elma Winarti Elviyanti Yusdin Eny Nur Hikma Eny Nurhikma Erika Erika Evi Nur Indah Sari Fadhliyah Malik Fadhliyah Malik Fadhliyah Malik Fatmawati Fatmawati Fauziah, Yulianti Firdayanti Firdayanti Firman Oktivendra Halik Halik, Halik Ilyas Y., Muhammad Ilyas Y., Muhammad - Imran, Shintia Agrifa Ali Isna Dwi Wulandari Jabbar, Asriullah Karmilah, Karmilah Lilis Yusriani Lukman La Basy Lukman La Basy Malaka, Muhammad Hajrul Marlin, Nova Marningsih, Elfi Masempo, Mustawakal Mega Fatimah Rosana Miftahul Jannah Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Muh. Ilyas Yusuf Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y. Muhammad Ilyas Y. Muhammad Syaiful Saehu Murtafia Murtafia Musdalipah Nabila, Putri Nasrudin Nasrudin Nasrudin Niluh Yeniati Nur Aisyah Abdullah Nur Hikmawati Nur Salma Nuralifah Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma, Nurhikma Nursaadah Daud Parawansah Parawansah Pascayantri, Asniar Pratiwi, Afryanti Reymon, Reymon Rifcha Selviana Puput Riswanti Ruslan Sahidin Sahidin Selfyana Austin Tee Sernita Setiawan, Muhammad Azdar Siti Hardiyanti Liasambu Solo, Dian Munasari Suhikma Sofyan Sulsiah Sulsiah Sulsiah, Sulsiah syamsu Alam Syamsu Alam Titin Syafiransyah Ufu Rindang Wa Ode Salma Wahyuni wahyuni wahyuni Wisnianti, Dwi Wulaisfan, Randa Y, Muhammad Ilyas Yolanda Wirayani Rante Rerung Yulianti, Sri Samrina Yuqqabad, Yuqqabad Yusuf, Muh. Ilyas