Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh formula tepung komposit terigu dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap nilai gizi, karakteristik fisik dan organoleptik kue ilat sapi Renti, Paskalia; Prabowo, Sulistyo; Rachmawati, Maulida; Andriyani, Yulian
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.16719.17-24

Abstract

Kue Ilat Sapi merupakan makanan tradisional khas Kalimantan timur, makanan ini berbahan baku utama terigu dan gula merah. Kue Ilat Sapi memiliki tekstur yang menyerupai kue bolu kering atau roti dan memiliki rasa manis. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari nilai gizi, serta karakteristik fisik dan organoleptik kue Ilat Sapi yang diolah dari menggunakan tepung komposit terigu (T) dan tepung kacang hijau (TKH). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu formula tepung komposit: 200 g T (p0), 200 g T dan 25 g TKH (p1), 200 g T dan 55 g TKH (p2), serta 200 g T dan 85 g TKH (p3). Data nilai gizi dan karakteristik fisik dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan DMRT, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula tepung komposit terigu dan tepung kacang hijau berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serta daya kembang dan karakteristik organoleptik (warna, aroma dan tekstur) kue ilat sapi. Berdasarkan karakteristik organoleptik hedonik, kue ilat sapi yang diolah menggunakan formula p1 (200 g T dan 25 g TKH) mendapatkan respons paling baik (disukai). Nilai gizi kue ilat sapi yang diperoleh adalah kadar air 12,45%, kadar abu 0,010%, kadar protein 9,72%, dan kadar lemak 0,126%.
Pengaruh Waktu Penyangraian Bawang Tiwai Terhadap, Sifat fisik, Detak Jantung dan Tekanan Darah Responden Hardianti, Siti; Sinaga, Umi Teresia; Rohmah, Miftakhur; Rachmawati, Maulida; Saragih, Bernatal
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 2 (2024): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i2.7856

Abstract

Tiwai onion (Eleutherine americana Merr) is a medicinal plants used as an alternative treatment which is processed into herbal drinks. This study aims to determine the effect of roasting time on physical characteristics, heart rate and blood pressure in respondents. This study was arranged using a randomized block design (RBD) with 4 treatments, namely 0 minute roasting time, 5 minute, 10 minute, and 15 minute  with 3 replications. Data analysis of variance and BNT follow-up test (5% level). The results showed that the roasting time of tiwai onions on physical properties had a real influence on the insoluble components,  namely the treatment of 0 minutes and 15 minutes of roasting time. In terms of sensory properties, it has a significant effect on hedonic and hedonic quality of aroma, color, and taste with a description of the aroma of tiwai onions, blackish brown color and the taste of tiwai onions. On the blood pressure and heart rate of  respondents after drinking the roasted tiwai drink, it significa
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Hasil Pertanian: Pelatihan dan Pendampingan di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda Sari, Kartika; Marwati, Marwati; Rachmawati, Maulida; Hamka, Hamka; Emmawati, Aswita
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18160

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kelompok tani di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah. Kelurahan Lempake memiliki potensi besar dalam produksi hasil pertanian, yang selama ini sebagian besar hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Pengolahan hasil pertanian menjadi produk seperti olahan Singkong Thailand, klapertat singkong dan saus sambal pepaya dipilih sebagai solusi untuk mengatasi tantangan nilai jual yang rendah dan memperluas peluang pasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan teknis dan pendampingan. Pada tahap awal, dilakukan survei untuk mengetahui persepsi dan kebutuhan kelompok tani terkait pengolahan hasil pertanian. Sesi materi mencakup penjelasan mengenai pentingnya pengolahan hasil pertanian, tantangan yang dihadapi, strategi memulai usaha, legalitas, dan pemasaran. Pelatihan teknis dan pendampingan dilakukan secara partisipatif, dan peserta dilibatkan secara aktif dalam proses pembuatan produk olahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta tertarik mengikuti pelatihan dan menyatakan pentingnya pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai jual. Setelah pelatihan dan pendampingan, peserta mampu memahami proses pengolahan, pengemasan, dan strategi pemasaran yang relevan untuk pengembangan usaha. Kegiatan ini berhasil memberikan keterampilan praktis kepada kelompok tani, sekaligus membuka peluang usaha berbasis komoditas lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Strategi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengolahan unggulan mangrove dan ikan lokal Palupi, Nurul Puspita; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Hardi, Esti Handayani; Susmiyati, Haris Retno; Diana, Rita; Andriyani, Yulian; Rachmawati, Maulida; Marwati; Banin, Maghfirotin Marta
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i1.22544

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran warga Desa Muara Badak Ulu dalam memanfaatkan buah mangrove dan ikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 November 2022 dan diikuti oleh 30 peserta, termasuk anggota PKK, Dasawisma, serta pelaku usaha lokal (UMKM). Melalui ceramah, diskusi, dan pendekatan Participatory Action Research (PAR), peserta dilatih dalam mengolah sambal bajak dari buah mangrove pidada, abon dan nugget ikan bandeng, serta es krim berbahan sirup mangrove. Selain itu, pelatihan pengemasan, pelabelan, dan fotografi produk juga diberikan untuk meningkatkan daya saing produk. Keberhasilan program ini diukur melalui tiga indikator. Pertama, seluruh peserta berhasil memproduksi empat jenis olahan dengan tingkat keberhasilan 100%. Kedua, peserta mampu menerapkan teknik pengemasan dan pelabelan yang sesuai. Ketiga, mereka berhasil mengambil foto produk dengan teknik yang baik. Ke depan, pendampingan akan difokuskan pada pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) guna memperluas pemasaran. Pelatihan pemasaran digital melalui media sosial, dengan target peningkatan penjualan 30% dalam enam bulan, serta inovasi varian rasa dan kemasan, akan semakin meningkatkan daya saing produk dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Sensory Response of Durian Lai Tempoyak and Its Potential as A Functional Food Marwati; Selviana Ave Maria Funan; Maulida Rachmawati; Aswita Emmawati; Miftakhur Rohmah; Agustu Sholeh Pujokaroni; Yudha Agus Prayitno; nurkaya, hamka
Jurnal Loupe Vol 20 No 01 (2024): June 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i01.2999

Abstract

Tempoyak, a fermented food made from durian, is a popular seasoning in Malay communities in Malaysia and Indonesia. Produced using low-quality durian, it serves as an alternative to prevent spoilage. Tempoyak has functional benefits as it contains lactic acid bacteria (LAB), a probiotic providing digestive health benefits. Research on East Kalimantan's durian lai explores its potential for tempoyak production. The study, utilizing a Completely Randomized Design, examined salt concentrations and fermentation times. Optimal quality was achieved with a 5% salt concentration and a 7-day fermentation period, yielding favorable organoleptic results, with "liked" ratings for color and texture, and "somewhat liked" for aroma and taste. The hedonic quality included an orange-yellow color, sour aroma, salty taste, and soft texture. The total LAB reached 4.1 x 108 CFU/g, meeting probiotic criteria, with a pH of 3.85.
Pelatihan Olahan Produk Berbasis Ikan di Ekosistem Mangrove: Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Andriyani, Yulian; Rachmawati, Maulida; Palupi, Nurul Puspita; Hardi, Esti Handayani
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v4i2.4225

Abstract

Desa Tengin Baru dan Bumi Harapan memiliki potensi besar sebagai desa strategis pendukung perekonomian Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Salah satu sumber daya utama yang dapat dimanfaatkan adalah ekosistem mangrove, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta mendukung sektor perikanan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan hasil perikanan dari ekosistem mangrove, desain kemasan dan pelabelan, serta teknik fotografi produk guna meningkatkan nilai ekonomi produk. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait aturan pelabelan, diversifikasi produk berbasis perikanan, serta keterampilan fotografi produk. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan secara inovatif dan berkelanjutan. Disarankan agar program lanjutan mencakup aspek legalitas, perizinan, serta strategi pemasaran untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.
Penerapan sistem jaminan produk halal pada UMKM untuk meningkatkan daya saing produk Munawar, M. Soleh Al; Rohmah, Miftakhur; Anton Rahmadi; Marwati; Rachmawati, Maulida
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i1.19996

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu usaha untuk yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Salah satu usaha yang berkembang pesat di Indonesia adalah usaha dibidang pangan.  Namun demikian, dalam perkembangannya terdapat kendala untuk meningkatkan daya saing produk UMKM, yaitu tidak dimilikinya sertifikat halal. Di Indonesia, kewajiban sertifikasi halal diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 terkait jaminan kehalalan produk, khususnya produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia harus bersertifikat halal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan penyiapan persyaratan dan implementasi pemenuhan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) terhadap UMKM Koperasi Kukar Idaman Lestari untuk memperoleh sertifikat halal melalui sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal agar produk yang dihasilkan terjamin kualitasnya dan dapat membantu melihat potensi usaha agar unggul dalam persaingan. Metode yang digunakan dalam kegitan ini adalah PAR (Participatory Action Research) dengan melibatkan partisipasi dan kolaborasi aktif antara pengabdi dan masyarakat atau pihak lain yang meliputi beberapa tahapan yaitu: (1) observasi dan wawancara; (2) identifikasi gap; (3) sosialisasi kepada UMKM; dan (4) penyiapan dokumen persyaratan dan pendaftaran sertifikat halal kategori self declare. Hasil pendampingan pelaku UMKM telah mengetahui pentingnya menghasilkan produk halal dan melakukan implementasi SJPH sehingga telah mendapatkan Sertifikat Halal melalui self declare sebagai pengakuan kehalalan produk. Manual SJPH yang dihasilkan dapat dijadikan pedoman untuk menerapkan sistem jaminan halal secara konsisten dari kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga jika ditemukan ketidaksesuaian pelaku usaha akan melakukan tindakan perbaikan.
Sekolah Lapang Masyarakat: Pengolahan Produk berbasis hasil perairan pada masyarakat pesisir di Kawasan Delta Mahakam dan IKN Nusantara Banin, Maghfirotin Marta; Rachmawati, Maulida; Palupi, Nurul Puspita; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Andriyani, Yulian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3642

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan ekosistem mangrove. Namun, pemanfaatan hasil perikanan di Desa Babulu Laut, Kabupaten Penajam Paser Utara masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek pascapanen, diversifikasi produk, dan keberlanjutan ekosistem. Pengabdian masyarakat melalui program sekolah lapang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM, dalam pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan buah mangrove jenis pidada. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan Participatory Action Research (PAR), dengan praktik pengolahan produk seperti abon ikan, bakso ikan, dan sambal bajak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta antusiasme tinggi dalam diskusi dan praktik tertama dalam penyelesaian resep parktik olahan yang mencapai 100%. Meskipun masih terdapat kekurangan karena kesalahan teknis dalam proses memasak. Program ini juga memberikan wawasan penting tentang desain kemasan produk, keamanan pangan, dan keberlanjutan sumber daya. Dukungan dari akademisi dan pemerintah setempat memperkuat dampak kegiatan ini. Kesimpulannya, kegiatan sekolah lapang berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat pesisir, memberikan nilai tambah ekonomi, serta mendukung konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Namun perlu peningkatan pada legalitas produk, manajemen keuangan, serta inovasi rasa dan kemasan.
PHYSICAL AND ORGANOLEPTIC CHARACTERISTICS OF TAMARIND PASTE (Tamarindus Indica L) WITH MODIFIED ELEPHANT CASSAVA (Manihot Esculenta) DERIVATIVE PRODUCT THICKENER Rahayu, Putri Nanda; Prabowo, Sulistyo; Rachmawati, Maulida
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 1: January 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.01.1

Abstract

This research was conducted to determine the effect of physical properties on elephant cassava derivative products as a thickener for tamarind paste. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) with 2 treatments, namely types of thickener (modified starch and mocaf) at 5 different concentrations (0%, 1%, 3%, 5%, and 10%) with 3 repetitions. The addition of 10% elephant cassava mocaf flour had the highest value based on the viscosity test with a value of 5624 mPas, in the 10% solubility test the addition of modified starch has a value of 90.47%, the speed with heating at 80℃ ranges from 45-66 seconds and the organoleptic test for taste attributes is 2.04- 2.48.
Evaluation of Antioxidant Activity in Traditional Indonesian Herbal Medicine (Jamu) Using ABTS and DPPH Testing Methods Apriyadi, Rimbawan; Sari, Kartika; Rachmawati, Maulida; Fauzan, Muhammad Rafii Nur; Rohmah, Miftakhur
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v6i4.13005

Abstract

Herbal medicines are widely consumed as natural antioxidants to prevent oxidative stress-related diseases. Accurate assessment of antioxidant activity is essential, yet different methods may yield varying results. This study contributed to compare the antioxidant activities of ten commercial herbal medicines using ABTS (2,2’-azinobis- (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid) and DPPH (2,2-diphenyl-1picrylhydrazyl) assays and evaluate the correlation between both methods. Ten herbal formulations were collected from local producers in Samarinda, Indonesia. Each product was mixed with low-fat milk (1:10 w/v) to enhance bio-accessibility and extracted via sonication and centrifugation. Antioxidant activity was analyzed using ABTS and DPPH radical scavenging assays. Percentage inhibition and IC₅₀ values were calculated. Statistical analysis was performed using GraphPad Prism 9.5.0 with Pearson correlation at a 95% confidence level. ABTS inhibition ranged from 10.54% to 72.73%, while DPPH ranged from 8.89% to 49.03%. IC₅₀ values were lower in ABTS (13.51–105.36 µg/mL) than in DPPH (20.11–165.50 µg/mL). A moderate positive correlation (r=0.5390) between inhibition results was observed but was not statistically significant (p=0.1079). Among all samples, the herbal formulation containing turmeric, betel leaf, areca nut, and manjakani exhibited the highest antioxidant activity with 72.73% inhibition (ABTS) and an IC₅₀ of 13.51 µg/mL. The differing sensitivities of ABTS and DPPH assays suggest that both methods should be used complementarily to obtain a comprehensive antioxidant profile of herbal products.