Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan sistem jaminan produk halal pada UMKM untuk meningkatkan daya saing produk Munawar, M. Soleh Al; Rohmah, Miftakhur; Anton Rahmadi; Marwati; Rachmawati, Maulida
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i1.19996

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu usaha untuk yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Salah satu usaha yang berkembang pesat di Indonesia adalah usaha dibidang pangan.  Namun demikian, dalam perkembangannya terdapat kendala untuk meningkatkan daya saing produk UMKM, yaitu tidak dimilikinya sertifikat halal. Di Indonesia, kewajiban sertifikasi halal diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 terkait jaminan kehalalan produk, khususnya produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia harus bersertifikat halal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan penyiapan persyaratan dan implementasi pemenuhan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) terhadap UMKM Koperasi Kukar Idaman Lestari untuk memperoleh sertifikat halal melalui sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal agar produk yang dihasilkan terjamin kualitasnya dan dapat membantu melihat potensi usaha agar unggul dalam persaingan. Metode yang digunakan dalam kegitan ini adalah PAR (Participatory Action Research) dengan melibatkan partisipasi dan kolaborasi aktif antara pengabdi dan masyarakat atau pihak lain yang meliputi beberapa tahapan yaitu: (1) observasi dan wawancara; (2) identifikasi gap; (3) sosialisasi kepada UMKM; dan (4) penyiapan dokumen persyaratan dan pendaftaran sertifikat halal kategori self declare. Hasil pendampingan pelaku UMKM telah mengetahui pentingnya menghasilkan produk halal dan melakukan implementasi SJPH sehingga telah mendapatkan Sertifikat Halal melalui self declare sebagai pengakuan kehalalan produk. Manual SJPH yang dihasilkan dapat dijadikan pedoman untuk menerapkan sistem jaminan halal secara konsisten dari kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga jika ditemukan ketidaksesuaian pelaku usaha akan melakukan tindakan perbaikan.
PHYSICAL AND ORGANOLEPTIC CHARACTERISTICS OF TAMARIND PASTE (Tamarindus Indica L) WITH MODIFIED ELEPHANT CASSAVA (Manihot Esculenta) DERIVATIVE PRODUCT THICKENER Rahayu, Putri Nanda; Prabowo, Sulistyo; Rachmawati, Maulida
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 1: January 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.01.1

Abstract

This research was conducted to determine the effect of physical properties on elephant cassava derivative products as a thickener for tamarind paste. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) with 2 treatments, namely types of thickener (modified starch and mocaf) at 5 different concentrations (0%, 1%, 3%, 5%, and 10%) with 3 repetitions. The addition of 10% elephant cassava mocaf flour had the highest value based on the viscosity test with a value of 5624 mPas, in the 10% solubility test the addition of modified starch has a value of 90.47%, the speed with heating at 80℃ ranges from 45-66 seconds and the organoleptic test for taste attributes is 2.04- 2.48.
Sensory Response of Durian Lai Tempoyak and Its Potential as A Functional Food Marwati; Selviana Ave Maria Funan; Maulida Rachmawati; Aswita Emmawati; Miftakhur Rohmah; Agustu Sholeh Pujokaroni; Yudha Agus Prayitno; hamka nurkaya
Jurnal Loupe Vol 20 No 01 (2024): June 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i01.2999

Abstract

Tempoyak, a fermented food made from durian, is a popular seasoning in Malay communities in Malaysia and Indonesia. Produced using low-quality durian, it serves as an alternative to prevent spoilage. Tempoyak has functional benefits as it contains lactic acid bacteria (LAB), a probiotic providing digestive health benefits. Research on East Kalimantan's durian lai explores its potential for tempoyak production. The study, utilizing a Completely Randomized Design, examined salt concentrations and fermentation times. Optimal quality was achieved with a 5% salt concentration and a 7-day fermentation period, yielding favorable organoleptic results, with "liked" ratings for color and texture, and "somewhat liked" for aroma and taste. The hedonic quality included an orange-yellow color, sour aroma, salty taste, and soft texture. The total LAB reached 4.1 x 108 CFU/g, meeting probiotic criteria, with a pH of 3.85.
Evaluasi sensoris keripik singkong Gajah (Manihot utilissima var. Gajah) dengan penambahan bubuk daun salam (Syzygium polyanthum) Julianti, Maulida; Rahmadi, Anton; Rachmawati, Maulida
Journal of Tropical AgriFood Volume 5, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.5.1.2023.9539.61-65

Abstract

Pengolahan keripik singkong dengan penambahan bubuk daun salam menjadi sebuah inovasi yang dapat meningkatkan nilai fungsional melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bubuk daun salam pada keripik singkong Gajah terhadap sifat sensori. Penelitian ini merupakan penelitian faktor tunggal yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Penambahan bubuk daun salam yang digunakan adalah 0, 1, 2, dan 3 g per 100 g keripik singkong. Parameter yang diamati adalah sifat sensoris hedonik dan mutu hedonik untuk atribut warna, aroma, rasa dan tekstur. Data yang dianalisis menggunakan uji Friedman dilanjutkan dengan uji Dunn’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk daun salam sampai dengan 3% (b/b) pada keripik singkong Gajah berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap respons sensoris hedonik untuk warna dan aroma, serta berpengaruh nyata terhadap respons sensoris mutu hedonik untuk warna, aroma, rasa. Walaupun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa respons sensoris hedonik keripik singkong Gajah berada pada kisaran yang sama, yaitu suka. Hal ini memberikan rekomendasi bahwa penambahan bubuk dalam salam sampai dengan 3% dapat dipertimbangkan sebagai cara olahan pangan fungsional untuk produk keripik singkong Gajah.
Pengaruh formulasi jamur tiram putih (Plerotus ostreatus) dan kepiting bakau (Scylla seratta ) terhadap kandungan protein, serat dan sifat organoleptik naget Rasni, Rasni; Marwati, Marwati; Rachmawati, Maulida
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6148.73-78

Abstract

Naget pada umumnya berbahan dasar hewani dan saat ini belum tersedia naget komersial berbahan dasar nabati seperti jamur tiram putih memiliki kandungan serat serta khasiat sebagai antitumor, penurun kolesterol dan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan jamur tiram putih (JTP) dan daging kepiting bakau (DKB) terhadap kadar protein, kadar serat dan organoleptik serta mencari perbandingan yang paling disukai oleh panelis. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor, yaitu formulasi JTP dan DKB dengan lima taraf perlakuan, masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar serat dan sifat organoleptik hedonik dan mutu hedonik untuk tekstur, rasa dan warna. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Data sifat organoleptik terlebih dahulu dikonversi menjadi data interval menggunakan Method of Successive Interval sebelum dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan JTP dan KB berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kasar serat dan sifat organoleptik naget yang dihasilkan. Naget dari 75% JTP dan 25% DKB menunjukkan kadar protein 17,60% dan kadar serat 4,65% dengan respon sensoris hedonik suka dan mutu hedonik bertekstur agak kenyal, berasa jamur tiram putih, kepiting bakau dan gurih, serta berwarna orange keemasan.
Pengaruh suhu pengeringan terhadap rendemen, karakteristik organoleptik dan fisik-kimia tepung jagaq (Setaria italica L.) Lisianti, Dani; Saragih, Bernatal; Rachmawati, Maulida
Journal of Tropical AgriFood Volume 4, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.4.2.2022.8108.115-121

Abstract

Jagaq merupakan salah satu sumber karbohidrat alternatif yang potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu pengeringan untuk menghasilkan tepung jagaq dengan kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan empat perlakuan (suhu pengeringan biji jagaq, 60, 70, 80, 90oC) dan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Parameter yang diamati adalah sifat organoleptik hedonik (aroma dan tekstur), rendemen, dan sifat fisik-kimia (kadar air, kadar abu, densitas kamba, daya serap air, dan warna). Data organoleptik ditransfer menjadi data interval menggunakan metode suksesif interval sebelum dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan biji jagaq berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap aroma, kadar air, densitas kamba, dan L (lightness), tetapi berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap tekstur, rendemen, kadar abu, daya serap air, warna a (heu), dan b (croma).
Karakteristik sifat sensoris dan kimia pada kue kering hasil dari formulasi tepung beras merah (Oryza nivara L.) dan mocaf (modified cassava flour) Rachmawati, Maulida; Syahrumsyah, Hudaida; Andriyani, Yulian; Dewantara, Meggy; Pane, Ronita
Journal of Tropical AgriFood Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.2.2.2020.4734.59-65

Abstract

Konsumsi protein dan karbohidrat dalam bentuk kue kering diharapkan mampu menambah asupan gizi masyarakat. Mocaf (Modified Cassava Flour) menjadi salah satu komoditas lokal yang dapat menggantikan tepung trigu dalam pembuatan kue kering. Walaupun demikian, mocaf mengandung protein yang rendah yaitu 1,2%, sehingga penambahan tepung beras merah (TBM) dapat menghasilkan kue kering dengan mutu yang lebih baik sekaligus mendukung diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi TBM dan mocaf terhadap sifat kimia dan karakteristik sensoris kue kering. Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan untuk perbandingan TBM (g) dan mocaf (g), yaitu 0:100, 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0, dengan 4 ulangan digunakan pada penelitian ini. Parameter yang diamati adalah sifat sensoris dan kimia. Data sifat kimia dianalisis mengunakan sidik ragam, sedangkan data sensoris diolah mengunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi TBM dan mocaf berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, abu dan lemak, namun berpengaruh nyata terhadap kadar protein, karbohidrat, serta sifat sensoris hedonik dan mutu hedonik. Perlakuan terbaik diperlihatkan pada formulasi TBM 75 g dan mocaf 25 g yang menghasilkan cookies dengan kadar air 2,16%, kadar abu 1,99%, kadar lemak 14,97%, kadar protein 9,66%, dan kadar karbohidrat 70,27%, sedangkan sifat sensoris hedoniknya untuk warna, aroma, tekstur, dan rasa berada pada kisaran suka. Sifat sensoris mutu hedonik cookies yang dihasilkan adalah berwarna agak coklat, agak beraroma TBM, tekstur renyah dan agak berasa TBM.
Pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik kimia chip yoghurt durian (Durio zibethinus) Emmawati, Aswita; Salman, Salman; Rachmawati, Maulida
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6199.86-92

Abstract

Yoghurt yang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tidak mudah dinikmati di mana saja, sebab harus didistribusikan pada suhu terkendali. Oleh sebab itu perlu dibuat yoghurt dalam bentuk olahan kering salah satunya yoghurt chips. Pada penelitian ini, yoghurt chips dibuat dari yoghurt yang berbahan baku buah durian.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap kadar proksimat, serat dan nilai kalori yoghurt chips durian. Penelitian ini menggunakan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama yaitu suhu pengeringan dengan tiga taraf yang berbeda dan faktor kedua yaitu waktu pengeringan dengan tiga taraf yang berbeda. Suhu yang digunakan yaitu 70°C, 80°C dan 90°C, dan waktu yang digunakan yaitu 9 jam, 12 jam dan 15 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, total energi dan serat kasar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan sidik ragam. Untuk hasil sidik ragam yang menunjukkan perbedaan nyata dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf α-5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pengeringan serta interaksi antara keduanya berpengaruh nyata terhadap kadar proksimat dan serat yoghurt chips durian yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu dan waktu pengeringan maka kadar air, abu, protein dan serat kasar pada produk semakin turun sedangkan kadar lemak, karbohidrat dan total kalori semakin tinggi.