Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Patient satisfaction with waiting time for outpatient prescription services based on sharia characteristics in the pharmacy installation Prof. Dr. Soerojo Hospital Magelang Arifin Santoso; Ishak; Novia Wulandari
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v8i1.26060

Abstract

Including pharmaceutical services, service quality improvement must be carried out appropriately, quickly, and with a sense of security. Hospital pharmacy services can be evaluated based on five criteria, namely reliability, responsiveness, assurance, dependability, and empathy. One of the pharmaceutical service factors that must meet the minimum requirements for hospital services is the waiting time for prescription filling. 1) Objective: to assess satisfaction of the duration of the outpatient prescription service wait based on sharia characteristics in RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang; 2) Methods: descriptively with a cross-sectional design using accidental sampling techniques on questionnaires that were analyzed univariately and bivariately using SPSS; 3) Results: a questionnaire with a total of 30 respondents showed that the patient satisfaction category was very satisfied from the five measurement dimensions (77%, 57%, 73%, 67%, 54%) and satisfied (23%, 43%, 27%, 33% , 46%) with a prescription service wait time not more than 30 minutes for non-concoction and less than 60 minutes for concoction; 4) Conclusion: based on sharia characteristics of the five dimensions of satisfaction, the results are very satisfied and satisfied and the outpatient prescription waiting time service meets the minimum standards of hospital services.
Education on sharia drug use in bipolar disorder patients during fasting month at Prof. dr. Soerojo Mental Hospital Magelang Nadila Prameswari; Arifin Santoso; Ishak
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v8i2.26127

Abstract

Bipolar disorder is an emotional state or mood that ranges from manic (high) to depressive. The role of the Qur'an in dealing with mental disorders can be as a therapist in changing the mind, personality of the patient gradually, and as a healer for patients suffering from mental disorders. The purpose of this study was to determine the impact of sharia drug use education on bipolar patients at Prof. Dr. Soerojo Magelang Mental Hospital during the fasting month. Methods: This research is a descriptive qualitative research. Data collection for this study was conducted in February-March 2023. This study used a questionnaire as a tool to collect data and information media delivered through brochures. The results showed that bipolar disorder cases mostly had female gender characteristics (52%), and most had high school education (80%) as the last recorded education. With the results of the percentage value of understanding sharia drug use education in bipolar disorder patients, there is an increase in the influence on the success of patient therapy in peace of mind, quality of life and compliance in taking medication.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KELING 1 KABUPATEN JEPARA: RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND QUALITY OF LIFE IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN PUBLIC HEALTH CENTER OF KELING 1, JEPARA DISTRICT Meki Pranata; Chilmia Nurul Fatiha; Arifin Santoso; Fadya Rahma Putri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.275

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme yang terjadi karena kurangnya hormon insulin dengan ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah diatas normal. Penelitian ini mempunyai tujuan dalam menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analytic dengan desain cross sectional study dan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) dan DQOL (Diabetes Quality of Life). Uji statistik menggunakan uji korelasi pearson dan chi-square untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil penelitian mayoritas responden 85,7% mempunyai dukungan yang tinggi dan sebagian dari responden 88,1% mempunyai kualitas hidup tinggi. Dari hasil chi-square dan korelasi pearson hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup Diabetes Melitus Tipe 2 dihasilkan p-value 0,000. Uji chi-square dan pearson corellation dimensi emosional p < 0,000, dimensi penghargaan p < 0,000 dan dimensi informasi p < 0,000 dan dimensi instrumental p = 0,159. Responden dukungan keluarga dengan kualitas hidup menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Uji domain dukungan keluarga seperti domain emosional, penghargaan dan informasi terdapat hubungan bermakna terhadap kepuasan dan dampak dari penyakit kualitas hidup. Sedangkan domain instrumental tidak terdapat hubungan dimensi instrumental dengan kepuasan dan dampak dari penyakit kualitas hidup penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara.
IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN BERDASARKAN PMK NO. 74 TAHUN 2016 DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG: IMPLEMENTATION OF PHARMACEUTICAL CARE STANDARD BASED ON REGULATION OF HEALTH MINISTER OF REPUBLIC INDONESIA NO. 74 2016 AMONG PUBLIC HEALTH CENTERS IN SEMARANG Fildza Huwaina Fathnin; Indriyati Hadi Sulistiyaningrum; Arifin Santoso; Arina Kautsari; Nida Fauziyah Azzahroh
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.560

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian. Akibat dari pelaksanaan pelayanan kefarmasian yang tidak sesuai standar adalah medication error dan pemakaian obat yang tidak tepat guna, terdapat obat kadaluarsa serta tumpang tindih anggaran. Tujuan riset ini adalah mengetahui tingkat implementasi standar pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP dan pelayanan farmasi klinik berdasarkan PMK No. 74 Tahun 2016 di Puskesmas Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 27 apoteker penanggung jawab di puskesmas yang berada di wilayah Kota Semarang sebagai responden. Responden melakukan pengisian kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian. Jawaban responden dari kuesioner diukur dengan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar pelayanan kefarmasian telah terimplementasikan dengan baik, untuk pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP mendapatkan presentase 98,83% dan pelayanan farmasi klinik mendapatkan persentase 76,16 meskipun untuk MESO dan PTO masuk kategori cukup dan visite kategori kurang. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kota Semarang telah terlaksana sesuai PMK No 74 Tahun 2016 dengan persentase implementasi sebesar 86,49% yang mana termasuk dalam kategori baik. Kata kunci : Implementasi; Standar; Pelayanan; Farmasis; Puskesmas
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN SKABIES DAN PITYRIASIS VERSICOLOR PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG JEPARA PERIODE 2021 Willi Wahyu Timur; Fitriani Sholichah; Arifin Santoso
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v8i1.176

Abstract

Personal hygiene adalah seorang menjaga dan merawat kesehatan diri dengan baik agar terhindar dari penyakit kulit seperti skabies dan pityriasis versicolor. Timbulnya penyakit kulit dapat dipengaruhi oleh seseorang dengan Personal hygiene yang kurang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan personal hygiene terhadap kejadian skabies dan pityriasis versicolor pada santri di pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh santriwati berjumlah 2.300 orang. Sampel dalam penelitian sebanyak 400 responden diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar santri memiliki personal hygiene baik sebanyak 257 santri (64,3%) dan yang mengalami kejadian skabies sebanyak 177 santri (44,3%) dan yang mengalami pityriasis versicolor sebanyak 35 santri (8,8%). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene terhadap kejadian skabies dan pityriasis versicolor dengan p (0,000). Kejadian skabies dan pityriasis versicolor pada santriwati di Pondook Pesantren Roudlotul Mubtadiin memiliki hubungan dengan beberapa faktor yaitu personal hygiene. Oleh karena itu, maka disarankan kepada Pondook Pesantren Roudlotul Mubtadiin untuk melaksanakan pendataan kesehatan secara aktif dan rutin, dan mengatur tata letak perlengkapan santriwati pada tiap kamar yang disesuiakan dengan standar kesehatan.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT PADA PASIEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Meki Pranata; Rizky Budis Santoso; Arifin Santoso
PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.39129

Abstract

ABSTRACT Drug information services are activities carried out by pharmacists in providing information about drugs that are impartial, evaluated critically and with the best evidence in all aspects of drug uses in other health professionals, patients or the community. The purposed of this study was to determine drug information services to patients in the pharmaceutical installation of Sultan Agung Islamic Hospital Semarang. This study is a descriptive study by observing how the delivery of drug information to patients with a cross-sectional design by systematically recording using a checklist that contains components of drug information with 13 pharmacists on duty on total. The results of this study found that 78 patients who received services obtained information on the name of the drug, patients with drug doses, the number of drugs, information on indications and time drug uses are 100%. The results of the delivery of information on certain drugs with a total of 30 patients were obtained including 30 patients (100%) of drug interactions, and 27 patients (90%) and 3 patients (10%) did not received the drug. Information services for drugs carried out by pharmacists to patients generally met the standards in the very good category. Keywords: Drug Information Services, Pharmacy Installation, Sultan Agung Islamic Hospital Semarang  ABSTRAK Pelayanan informasi obat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Apoteker dalam pemberian informasi mengenai obat yang tidak memihak, dievaluasi dengan kritis dan dengan bukti terbaik dalam segala aspek penggunaan obat pada profesi kesehatan lain, pasien atau masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelayanan informasi obat kepada pasien di instalansi farmasi Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengamati bagaimana penyampaian informasi obat pada pasien dengan rancangan cross sectional dengan mencatat secara sistematis menggunakan checklist yang berisi komponen informasi obat dengan jumlah sampel 13 Apoteker yang bertugas. Hasil pada penelitian ini didapatkan 78 pasien yang memperoleh pelayanan informasi menyebutkan nama obat, dosis obat, jumlah obat yang didapat, informasi indikasi obat dan waktu penggunaan obat adalah 100%. Hasil penyampaian informasi obat – obat tertentu dengan jumlah pasien 30 pasien yang didapat meliputi Interaksi obat 30 pasien (100%), dan cara penyimpanan obat 27 pasien (90%) dan 3 pasien tidak mendapatkan (10%). Pelayanan informasi untuk obat yang dilakukan oleh Apoteker kepada pasien secara umum sudah memenuhi standar dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: Pelayanan Informasi Obat, Instalasi Farmasi, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT PADA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN KAMPANYE AMR DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN SEMARANG UTARA Suwarni, Sri; Azlina Dewi Rahmatia; Eleonora Maryeta Toyo; Cinthya Nisha Ristita; Arifin Santoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/b48cdf03

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia telah mengatur tentang Pedoman Penggunaan antibiotika pada tahun 2021 berdasarkan pada fenomena penggunaan antibiotika yang tidak rasional sehingga peraturan Menteri Kesehatan ini untuk mewujudkan pengendalian resistensi antimikroba, penggunaan antibiotik yang tepat, efektif, efisien, dan aman dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dan penggunaan obat secara rasional. Antimicrobial Resistance (AMR) merupakan dampak berbahaya jika masyarakat menggunakan antibiotika secara salah atau tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan perilaku masyarakat pada penggunaan antibiotik dengan kampanye AMR di apotek Kecamatan Semarang Utara. Penelitian eksperimental dengan perlakuan Kampanye AMR oleh Tenaga Kefarmasian apotek, cross sectional, prospektif. Teknik sampling purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner dengan analis menggunakan uji Wilcoxon dan N gain. Penelitian dilakukan pada konsumen di 8 apotek Kecamatan Semarang Utara. Kampanye AMR dilakukan dengan membuat alat peraga berupa papan informatif tentang pemberian informasi bahaya AMR dan penggunaan irrasional antibiotika di depan apotek-apotek. Penempelan poster di Apotek dan  pemberian brosur ke Masyarakat. Hasil yang didapat terhadap perubahan periaku Masyarakat dari dimensi knowledge, attitude dan practice setelah perlakuan kampanye AMR oleh tenaga kefarmasian tentang penggunaan antibiotik di 8 apotek Kecamatan Semarang Utara p<0,005 artinya terdapat perbedaan sebelum dan sesudah kampanye dan kegiatan eksperimen berpengaruh pada perilaku. Nilai rata-rata N-Gain 74,58% maka program Kampanye AMR dinilai efektivitas untuk merubah perilaku masyarakat. Terdapat perubahan perilaku signifikan masyarakat pada penggunaan antibiotik dengan kampanye AMR oleh tenaga kefarmasian di apotek Kecamatan Semarang Utara.