p-Index From 2021 - 2026
16.703
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Kesehatan Medika Saintika Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Health Sciences and Pharmacy Journal Jurnal Pendidikan dan Konseling Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) JOURNAL OF INFORMATION SYSTEM RESEARCH (JOSH) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Nusantara Hasana Journal Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Archives of The Medicine and Case Reports Interdisciplinary Social Studies Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan International Archives of Medical Sciences and Public Health International Archives of Medical Sciences and Public Health COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Innovation Research and Knowledge Journal of Comprehensive Science Jurnal Sosial dan Sains Student Scientific Creativity Journal Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS) Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Journal of Educational Innovation and Public Health Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Jurnal Medika Nusantara Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Siti Rufaidah Jurnal Rekam Medic Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Ketepatan Pengkodean Penyakit pada Rekam Medis Pasien Rawat Inap Peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 Simorangkir, Lasmaria; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2098

Abstract

ABSTRACTThe accuracy of disease coding is very important for hospitals because it facilitates the presentation of information data and as a determinant of treatment costs. Disease coding was performed by a coder with the ICD-10 and ICD-9-CM manuals. The purpose of this study was to determine the percentage accuracy of coding for inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. This study used a descriptive method with a quantitative analysis approach, with 90 samples taken using a simple random sampling technique. From the 90 samples, it was found that the accuracy of coding for the disease of inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 as many as 65 (72.2%) and 25 (27.8%) are incorrect. In identifying obstacles in the implementation of coding, the researchers used the 5M element. The inaccuracy of coding disease based on the Man element is due to the lack of officer resources and the coder officers who are less thorough. From the Material element, the doctor's writing was not legible and the medical record file was late in returning from the treatment room. And from the Method element because the SPO regarding the use of the 5th character does not yet exist and the coding officer tends to use rote.  Keyword                              : the accuracy of disease coding, BPJS, element 5MABSTRAKKetepatan pengkodean penyakit sangat penting bagi rumah sakit karena memudahkan dalam penyajian data informasi dan sebagai penentu biaya perawatan. Pengkodean penyakit dilakukan oleh koder dengan buku pedoman ICD-10 dan ICD-9-CM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisa kuantitatif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 90 sampel. Dari 90 sampel tersebut didapatkan hasil bahwa ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 sebanyak 65 (72,2%) dan 25 (27,8%) tidak tepat. Dalam mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan pengkodean, peneliti menggunakan unsur 5M. Ketidaktepatan pengkodean penyakit berdasarkan unsur Man karena kurangnya SDM PMIK dan petugas koder yang kurang teliti. Dari unsur Material karena tulisan dokter yang tidak terbaca dan terlambatnya pengembalian berkas rekam medis dari ruang perawatan. Dan dari unsur Method karena SPO tentang penggunaan karakter ke-5 belum ada dan petugas koding yang cenderung menggunakan hafalan.  Kata Kunci                         : Ketepatan pengkodean penyakit, BPJS, unsur 5M
ANALISIS KETEPATAN KODE CEDERA DAN KODE EXTERNAL CAUSE PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO TAHUN 2020 Manalu, Debbie Friscilla Carolina; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri; Indawati, Laela
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2113

Abstract

Rekam medis merupakan bagian penting dari seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, oleh sebab itu kualitas rekam medis harus baik dan bermutu. Mutu pelayanan rekam medis membutuhkan seorang perekam medis yang memenuhi standar kompetensi perekam medis, salah satu diantaranya adalah klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit. Pengodean diagnosis penyakit harus dilakukan secara tepat akurat dan lengkap. Kecelakaan lalu lintas merupakan kasus yang sering terjadi di Indonesia. Dalam pengodean kasus kecelakaan lalu lintas harus memuat kode cedera dan kode external cause cedera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketepatan kode pasien cedera dan kode external cause pasien kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan metodologi penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil analisis ketepatan kode cedera dan external cause dari 60 rekam medis didapatkan 66% persentase ketepatan kode cedera dan 13% persentase ketepatan kode external cause. Faktor-faktor yang menghambat ketepatan kode adalah dikarenakan beban kerja petugas koding yang tinggi, kurangnya petugas koding, ketidaktelitian petugas dalam pengodean, dokter tidak menuliskan secara lengkap informasi penyebab luar cedera, pengodean mengacu pada sistem BPJS yang tidak menggunakan digit ke-4 dan ke-5 dalam pengodean, ketidaklengkapan pengisian rekam medis, dan SPO yang digunakan masih SPO secara umum.
Gambaran Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Indonesia (Literature Review) Putri, Listania Aisyah; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2121

Abstract

Penyimpanan rekam medis merupakan tempat dimana terdapat berkas-berkas yang berisikan catatan yang didalamnya terdapat identitas pasien, pencatatan diagnosa, pengobatan pasien dan tindakan yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan yang bersifat rahasia. Agar formulir rekam medis tetap aman dan terhindar dari debu dan cairan, maka setiap lembar kertas harus dimasukkan ke dalam map atau folder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan rekam medis dan masalah pada sistem penyimpanan rekam medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan sumber jurnal Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan literature review terhadap 24 jurnal mengenai sistem penyimpanan rekam medis dapat disimpulkan bahwa terdapat Terdapat 10 jurnal menggunakan sistem sentralisasi, 13 jurnal menggunakan sistem desentralisasi dan 1 jurnal menggunakan wilayah. Terdapat 13 jurnal menggunakan sistem penjajaran Straight Numerical Filing, 9 jurnal menggunakan sistem penjajaran Terminal digit filing dan 1 jurnal Middle Digit Filing. Masalah dalam sistem penyimpanan yaitu petugas yang tidak memakai tracer saat pengambilan rekam medis, data rekam medis yang menjadi tidak berkesinambungan antara rekam medis rawat jalan dan rawat inap, filing yang dilakukan oleh semua petugas, penumpukkan rekam medis, tidak adanya alat pengangkut berkas (trolly), tangga dan tracer. Disarankan kepada kepala rekam medis untuk menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan di unit rekam medis.
LITERATURE REVIEW GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN HIV/AIDS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA Sutrasno, Muhammad Arif; Yulia, Noor; Rumana, Nanda Aula; Fannya, Puteri
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2159

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga manusia yang terinfeksi virus ini tidak dapat melawan berbagai jenis penyakit yang menyerang tubuhnya. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya HIV dalam tubuh seseorang. Di Indonesia, pada tahun 2019, jumlah kasus baru HIV mencapai 50.282 dengan total kematian akibat AIDS sebanyak 614 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien HIV/AIDS di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literature review.  Berdasarkan analisis literature review yang telah dilakukan terhadap 15 jurnal, Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran karakteristik pasien HIV/AIDS berdasarkan umur yang paling banyak adalah umur produktif yaitu 25 – 49 tahun, jenis kelamin paling banyak adalah laki – laki, dengan pendidikan terbanyak adalah SMA, pekerjaan terbanyak pegawai swasta dengan status pernikahan ialah menikah, faktor risiko terbesar adalah heteroseksual, dengan jumlah sel CD4? 200 sel/mm3 , dan infeksi oportunistik terbanyak adalah kandidiasis. Disarankan agar masyarakat lebih mengetahui karakteristik HIV/AIDS dan melakukan pencegahan terhadap penyebab infeksi HIV/AIDS untuk terhindar dari infeksi HIV/AIDS.
Analysis Of Electronic Medical Records Implementation Using The Pieces Method At Balaraja Regional Hospital Melani Aulia Mufida; Puteri Fannya; Dina Sonia; Daniel Happy Putra
Interdisciplinary Social Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Regular Issue: July-September 2025
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v4i4.914

Abstract

The advancement of information technology in the healthcare sector encourages hospitals to adopt Electronic Medical Records (EMR) systems to improve efficiency, accuracy, and service quality. This study aims to analyze the implementation of EMR at Balaraja Regional Public Hospital (RSUD Balaraja) using the PIECES framework (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service). A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observations and indepth interviews involving seven informants from the medical records unit. The results show that in terms of performance, the EMR system is responsive and supports staff tasks, although integration between systems remains a challenge. From the information aspect, the system is considered accurate and accessible, yet lacks automated data validation. Economically, the EMR system has improved resource efficiency and reduced long-term operational costs. In terms of control, data security is well managed through personal user accounts and system backups. The efficiency aspect reflects faster workflows and reduced manual processes. From the service perspective, the system enhances user satisfaction and convenience, though occasional technical issues still occur. This study recommends improving system integration and conducting continuous training to optimize EMR implementation at RSUD Balaraja.
Analisis kesiapan peralihan rekam medis elektronik di RSUD Tebet Afra, Rara; Putra, Daniel Happy; Widjaja, Lily; Fannya, Puteri
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1305

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi prioritas nasional di Indonesia seiring dengan kewajiban bagi seluruh fasilitas kesehatan untuk beralih dari rekam medis manual ke sistem digital. Kesiapan yang tidak memadai dalam proses ini dapat mengganggu alur kerja klinis, menurunkan akurasi data, serta berdampak negatif pada mutu pelayanan, sehingga menjadikan kesiapan organisasi sebagai isu yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kesiapan RSUD Tebet, Jakarta Selatan, dalam mengimplementasikan sistem RME serta mengidentifikasi potensi kendala yang dapat menghambat proses transformasi digital. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan kerangka DOQ-IT. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2023-Mei 2024 melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap 112 petugas dari berbagai unit klinis dan administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan rumah sakit pada dua domain utama penyelarasan organisasi dan kapasitas organisasi berada pada kategori “cukup siap”. Dimensi yang dinilai meliputi manajemen informasi, sumber daya manusia, pelatihan, alur kerja, akuntabilitas, pembiayaan, keterlibatan pasien, serta dukungan manajemen dan infrastruktur TI. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun RSUD Tebet telah memiliki fondasi awal untuk mendukung implementasi RME, penguatan strategi dan peningkatan terarah tetap diperlukan untuk mencegah hambatan operasional. Kesiapan yang optimal sangat penting guna memastikan transisi digital yang aman, efektif, dan berkelanjutan.
Tinjauan Lama Waktu Penyediaan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Klinik Kandungan di RSUD Tebet Ariyani, Annida; Laela Indawati; Puteri Fannya; Nanda Aula Rumana
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i1.36

Abstract

Waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rekam medis. Semakin cepat penyediaan dokumen rekam medis sampai ke klinik maka semakin cepat pula pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui waktu penyediaan rekam medis rawat jalan klinik kandungan di RSUD Tebet. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan mendapatkan informasi penelitian berdasarkan wawancara dan hasil observasi. Sampel penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan klinik kandungan berjumlah 105 rekam medis, menggunakan teknik pengambilan sampel (Incidental/Convenience Sampling). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui 48 rekam medis (45,71%) telah sesuai dengan Standar Prosedur Operasional ≤15 menit, sedangkan 57 rekam medis (54,28%) belum sesuai Standar Prosedur Operasional >15 menit dengan rata-rata waktu penyediaan rekam medis 15,67 menit. Waktu tercepat adalah 10 menit dan waktu terlama adalah 25 menit. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah petugas rekam medis bagian pelayanan berkas di RSUD Tebet belum sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang ada. Faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis kapasitas rak penyimpanan sudah penuh, sering ditemukan rekam medis menempel dengan rekam medis lain, letak ruang penyimpanan yang terpisah menjadi 2, belum dikembalikannya rekam medis rawat inap ke ruang penyimpanan. Sebaiknya petugas rekam medis bagian pelayanan berkas untuk menyediakan rekam medis dengan tepat waktu sesuai Standar Prosedur Operasional yang telah di tetapkan dan perlu mensosialisasikan kembali kepada perawat ruangan rawat inap tentang ketepatan pengembalian rekam medis dalam waktu 1x24 jam sesuai dengan Standar Prosedur Operasional.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Berdasarkan Elemen Penilaian Akreditasi SNARS 1.1 di RSUD Kembangan Muammar Dzachwani; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya; Laela Indawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i1.37

Abstract

Ringkasan pulang ( resume atau discharge summary) adalah ringkasan dari seluruh masa perawatan dan pengobatan pasien sebagaimana yang telah diupayakan oleh para tenaga kesehatan dan pihak terkait, lembar resume medis harus ditandatangani oleh dokter penanggung jawab pasien. Kelengkapan resume medis digunakan untuk dasar pembuatan laporan intern dan ekstern rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan pengisian resume medis berdasarkan elemen penilaian akreditasi SNARS 1.1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data adalah observasi, analisis kuantitatif, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Standar Prosedur Operasional pengisian resume medis di RSUD Kembangan Jakarta sudah ada, dimana terdapat 3 prosedur yang belum dijalankan yaitu tidak adanya buku catatan yang mencatat mengenai resume yang belum diisi, melengkapi resume medis dilakukan di ruang rawat inap, belum tersedianya buku catatan yang mencatat resume medis yang belum diisi. Kelengkapan resume medis berdasarkan elemen penilaian akreditasi SNARS 1.1 91,59% dari 90 resume medis dan tidak lengkap 8,41%. Dampak dari ketidaklengkapan resume medis membuat angka review rekam medis menjadi tidak bagus, bagi pasien bpjs klaim menjadi terhambat, membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu karna riwayat pengobatan pasien tidak lengkap, tidak lengkap resume juga berpengeraruh terhadap akreditasi rumah sakit. Perlunya disosialisasikan kembali mengenai Standar Operasional Prosedur dan perlu ketegasan dari pihak Direktur rumah sakit agar tingkat kedisiplinan dalam pengisian resume medis dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
Analisis Kuantitatif Kelengkapan Formulir Pengkajian Medis Awal Dokter Pada RM Pasien Rawat Inap Di RS Vertikal Jakarta Timur Sarah Khonsa; Widjaja, Lily; Muniroh, Muniroh; Fannya, Puteri; Syafitri, Yenni
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i2.64

Abstract

Rekam medis wajib dibuat oleh rumah sakit dan diisi lengkap dan jelas baik secara tertulis maupun elektronik. Formulir pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap merupakan isi dari bagian rekam medis. Di RS Vertikal Jakarta Timur, pengisian formulir pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap masih belum lengkap sehingga nilai gunanya menjadi kurang maksimal. Data yang dianalisis adalah formulir pengkajian medis awal dokter rm pasien rawat inap bulan desember 2020. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi SPO pengisian pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap, menghitung kelengkapan pendokumentasian lembar pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap berdasarkan analisis kuantitatif, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kelengkapan pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap. Analisis kuantitatif merupakan melihat keseluruhan isi dari rekam medis untuk mengidentifikasi terjadinya kekurangan. Penelitian menggunakan metode secara deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian SPO pengisian pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap sudah ada. Hasil analisis kuantitatif terhadap 90 formulir pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap didapat rata-rata kelengkapan sebesar 81%. Faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir pengkajian medis awal dokter pasien rawat inap adalah kurangnya tingkat kepatuhan dokter dalam mengisi formulir pengkajian medis awal rawat inap, sehingga banyak formulir tidak terisi secara lengkap. Oleh karena itu, disarankan agar meningkatkan sosialisasi SPO pengisian formulir pengkajian medis awal dokter rawat secara lengkap terutama kepada dokter dan tenaga kesehatan terkait.
Penerapan Random Forest dan Content-Based Filtering pada Alokasi Tenaga Kesehatan Hipertensi Asri, Jefry Sunupurwa; Aryani, Diah; Fannya, Puteri; Dewi, Ratna
Journal of Information System Research (JOSH) Vol 7 No 2 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josh.v7i2.9251

Abstract

Hypertension is a major health issue in DKI Jakarta requiring efficient resource distribution to overcome inter-regional access inequalities. This research aims to design and implement a web-based decision support system (DSS) integrating Geographic Information System (GIS) to optimize health worker allocation and determine hypertension priority areas precisely. The novelty lies in integrating a Random Forest machine learning model to predict service coverage until 2030 with Content-Based Filtering (CBF). The CBF method utilizes intrinsic regional features, including service percentages, geographical locations, and prediction trends, to generate objective health worker quota recommendations. The Random Forest model was validated using 5-Fold Cross Validation with excellent performance, showing an average R² value of 0.86 and an accurate Mean Absolute Error (MAE) of 6.7%. The system is implemented using Streamlit and Folium frameworks for geographical visualization. Research results provide contributions through priority area maps, adaptive health worker quota recommendations, and Mobile Health Clinic route simulations supporting data-driven decision-making. Through this system, policymakers can perform strategic planning to improve hypertension intervention effectiveness in Jakarta. With an integrated predictive and recommendation approach, this study is expected to become a reference in the digital transformation of public health resource allocation more equitably and accurately.
Co-Authors -, Muniroh Adham, Yunan Adil Hidayat Afra, Rara Ahmad Rizky Aliyani Aliyani Alvina Amalia Amalia, Isnaini Amirah Syafiqah Zahra Anas Fajry Rhomadon Aneu Rosliana Angela Marsiana Siki Angelina Angelina Anggita Nurul Fadlilah Anisa Dyah Irawati Anisa Nur Safitri Anisa Nur Zulkarina Annida Ariyani Annisa Azzahra, Annisa Aqshal Hidayatullah Ariyani, Annida Armila Astiyana Triadi Athiyyah, Hanifatul Aulia, Ni Wayan Riskita Ayu Hardianti Bagas Saputra Bangga Agung Satrya Betji Nadiana Bissilisin Brigita Natalia Br Surbakti Budi Sunaryo Budiana Gustiara Chresia Ericha Cindi Trisa Olivia Daniel Happy Putra Debbie Friscilla Carolina Manalu Dede Lisda Nurjanah Dede Lisda Nurjanah Delmi Sulastri Dessy Safutri Deta Nurfena Nurfena Dewi Kisaputri Dewi Sartika Dewi, Deasy Rosmala Diah Aryani, Diah Dila Yuliandini Dina Munadiatu Dina Sonia Dinda Melani Safitri Diva Angelita Diva Sabina Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwi Nurul Fadila Edi Kurnianto Endika Rachmad Fadia Eka Septiawati Faiha, Hana Fandhika, Lilin Tata Fani Nur Azizah Fathul Baari Fingky Rizki Wulandari Fiqih Nurhidayah Fretycia Laurenty Gina Sonia Hana Faiha Hardi Arissaputra Ilham Abdurohman Indawati, Laela Iqbal Tri Putra Iqbal, Muhammad Fuad Isnaini Amalia Izmi Novianita Jack Febrian Rusdi Jefry Sunupurwa Asri Kevin Handynata Khoirunnisa Sabiladina Lasmaria Simorangkir Lilin Tata Fandhika Lily Widjaya Lily Widjaya Lily Widjaya Listania Aisyah Putri Luthfiah Aulia Rachman M. Fuad Iqbal Maeimunah, Siti Magdalena, Selvy Manalu, Debbie Friscilla Carolina Mei Nur Khasanah Melani Aulia Mufida Mordekhai Immanuel Sitorus Muammar Dzachwani Muammar Dzachwani Muhamad Al Imran Rangga Putra Muhammad Arif Sutrasno Muhammad Hafiz Zuhri Munazhifah Munazhifah Muniroh Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nabila Zahara Ramadan Nabilah Khairunisa Nadiya Nurul Afifah Nanda Aula Rumana Navry Nanda Aprilian Nazira Nur Amalia Nicki Nugrahaningtyas Noviliana, Tiara Nur Fadilah Nur Mawaddah, Nur Nurfena, Deta Nurfena Nurhaliza Putrikama Nurmayantih Nusamina Pulungan P. S., Raihan Fakhri Piter Serhalawan, Roi Putri Rafikasani Putri Syaikhu Putri, Listania Aisyah R Gumilar Hadiningrat Rahmah, Rizqia Rahmawati, Rena Maulina Ramadhana, Nur Fatihah Adlia Ratna Dewi Ratna Sari Rifda Ulfa Andini Rifqi Fauzan Risma Ayu Fitriyani Risma Sisni Fadilla Rizky Alfiansyah Rizky Khaerunnisa Roi Piter Serhalawan Rosa Patricia Rosfita Rasyid Rosita, Annida Ulfiar Rumana, Nanda Sabiladina, Khoirunnisa Sabina, Diva Safitri, Dinda Melani Safitri, Yolan Adis Salsabella, Pradita Salsabila, Aulia Salsabillah Zahrah Hayati Sarah Khonsa Sarah Khonsa Seastama, Komang Cyntia Noviari Selvi Damayanti Shafa Aulia Ananda Hermanto Simorangkir, Lasmaria Siswati Siswati Siswati Sonaria Tambunan Suciyanti Suciyanti Surlialy, Dewi Sutrasno, Muhammad Arif Syafitri, Yenni Syahrul Dwi Ramadhani Tantri Wilananda Tedja Gurat Baktina Tri Putra, Iqbal Trideswira Tryandi Rohmadoni Usman, Nadia Salim Bin Vania Rachma Putri Vardhani, Afifah Kusuma Viatiningsih, Wiwik Vitianingsih, Wiwik W., Mochamad Fauzan Wahyudi Prasetyo Widjaja, Lily Widjaya, Lily Winda Febriarini Windiana Mega Sukmawati Wiwik Vitianingsih Yati Maryati Yenni Syafitri Yulia, Noor