Claim Missing Document
Check
Articles

The Legal Analysis of Age Limitations of Child Victims on Criminal Actions in Justice Perspective Sri Tatmala Wahanani; Ira Alia Maerani; Siti Ummu Adillah
Law Development Journal Vol 4, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ldj.4.3.416-422

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze the impact of changes in the age limit of child victims, provisions for the age limit of child victims in Islamic law and age limits for victims of crimes of decency with justice. The approach method in this study uses a doctrinal research method (juridical normative) and a legal psychological approach method, with a descriptive analytical research specification. In collecting data used literature study method with qualitative data analysis. From the results of the study, it was concluded that the change in the age limit of child victims in positive law in Indonesia in 2002 from 15 (fifteen) to 18 (eighteen) years had an impact on increasing the number of cases of decency crimes. Even criminal acts of decency are dominated on the basis of reports from the parents of the victim's child who do not approve of the courtship (consensual) relationship between the victim's child and the perpetrator of the crime of decency. This has implications for the conscience of justice for law enforcement officers to demand or make decisions against the perpetrators, there is a sense of injustice, there is a sense of inadequacy when they have to demand or impose punishment, because actually the crime was also desired by the victim. So for the sake of realizing justice, the age of the child victim of 18 (eighteen) years needs to be reconsidered for revision or change.
The Jurisdiction Analysis of Criminal Acts of Fraud & Embedding in the Buying of Fish Faiz Harinda Pratama; Ira Alia Maerani; Djunaedi Djunaedi
Law Development Journal Vol 4, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ldj.4.2.290-297

Abstract

This study aims to identify and analyze the investigation of criminal acts of fraud and embezzlement in the sale and purchase of fish at the Batang Police Resort. The approach used is sociological juridical. Collecting data through interviews, literature studies and documentation studies. The study concluded that the investigation of criminal acts of fraud and embezzlement in the sale and purchase of fish at the Batang Police Resort was based on the Criminal Procedure Code, the National Police Chief Regulation Number 6 of 2019 and the Republic of Indonesia Police Circular Number: SE/8/VII/2018. In the investigation of the crime, the investigator seeks a peaceful settlement of the case through a restorative justice approach with a view to obtaining a fair settlement for both parties. On the one hand, the victim gets a recovery from the loss and on the other hand the suspect can be released from criminal prosecution.This study aims to identify and analyze the investigation of criminal acts of fraud and embezzlement in the sale and purchase of fish at the Batang Police Resort. The approach used is sociological juridical. Collecting data through interviews, literature studies and documentation studies. The study concluded that the investigation of criminal acts of fraud and embezzlement in the sale and purchase of fish at the Batang Police Resort was based on the Criminal Procedure Code, the National Police Chief Regulation Number 6 of 2019 and the Republic of Indonesia Police Circular Number: SE/8/VII/2018. In the investigation of the crime, the investigator seeks a peaceful settlement of the case through a restorative justice approach with a view to obtaining a fair settlement for both parties. On the one hand, the victim gets a recovery from the loss and on the other hand the suspect can be released from criminal prosecution.Keywords: Embezzlement; Fish; Fraud; Investigation; Transaction.
The Formulation of the Idea of Forgiveness in Indonesian Criminal Law Policy (A Study Based on Restorative Justice & Pancasila Values) Ira Alia Maerani; Siti Rodhiyah Dwi Istinah
Jurnal Daulat Hukum Vol 5, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v5i4.24290

Abstract

This study aims to analyze the idea (value) of forgiveness as the noble value of the Indonesian nation into a national legal product. History records that in various literatures, when various national problems were recorded, it was revealed that the idea, nature, value of forgiveness became one of the key values for the success of the Indonesian nation in reducing various kinds of criminal and social conflicts problems in society. So that the expected restorative justice for those who are litigated can be achieved. Indeed, the Indonesian people are familiar with this non-penal problem model through deliberation as a step in implementing the values of Pancasila. However, considering that national legal products still use legal products inherited from the colonialists, there are differences in the values adopted by the colonial nation and the noble values of the Indonesian nation. The subject studied in this study is to determine the provisions of the idea of forgiveness in the current positive criminal law policy (Ius Constitutum; future criminal law policy (ius constituendum) and efforts to reconstruct national criminal law policies by prioritizing the idea of Forgiveness as the noble values of the Indonesian nation is based on restorative justice and the values of Pancasila. The research method used in this study is a normative juridical approach. Types and sources of data used are secondary data with data collection methods are through document studies and literature studies. The expected result of this research is the internalization of the value (idea) of forgiveness in national legal products; the accommodation of restorative justice as a solution to various legal and social problems in society; there is the principle of legality and legal certainty in applying restorative justice by law enforcement; and growing confidence to put forward the values of Pancasila in solving legal conflicts and social problems in society.
IMPLEMENTASI ASAS PROPORSIONALITAS DALAM PERJANJIAN KEMITRAAN ANTARA PENGEMUDI OJEK ONLINE DENGAN PENYEDIA APLIKASI GOJEK Maerani, Ira Alia; Tamara, Nita Jepi
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era modernisasi teknologi berkembang begitu pesat, tidak dapat dipungkuri memberikan dampak pada bidang bisnis untuk segera beradaptasi melalui transformasi digital. Salah satunya pada penyedia aplikasi Gojek yang menghubungkan  pengemudi dengan pelanggan melalui aplikasi. Pola hubungan kemitraan antara penyedia aplikasi dan pengemudi didasarkan perjanjian kemitraan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan yuridis sosiologis yang menjelaskan mengenai ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan dikaitkan kenyataan di lapangan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode menggambarkan atau menganalisis peraturan dengan masalah sosial yang diteliti. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perjanjian antara penyedia aplikasi dan pengemudi ojek online tidak memenuhi asas proporsionalitas. Perjanjian tidak melibatkan pengemudi ojek online dan adanya pencantuman klausula eksonerisasi serta sistem bagi hasil yang tidak memenuhi aturan dari Menteri Perhubungan. Penelitian ini juga menyimpulkan kemitraan tidak memenuhi unsur-unsur adanya pekerja, perintah dan upah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dalam hal ini menyebabkan timbulnya kerentanan bagi pengemudi pada hubungan kemitraan antara penyedia aplikasi Gojek. Kata kunci: perjanjian, kemitraan, asas proporsionalitas, klausula eksonerisasi, Gojek. 
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DANA DESA DI KABUPATEN KUDUS (Studi Kasus di Polres Kudus) Maerani, Ira Alia; Absor, Muhammad Ulil
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penegakan hukum tindak pidana korupsi dana desa merupakan suatu usaha untuk menanggulangi kejahatan secara rasional yang memenuhi rasa keadilan guna menindak segala perbuatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan yang dimiliki oknum aparatur perangkat desa untuk menguntungkan dirinya atau pihak-pihak lain serta merugikan keuangan maupun perekonomian negara maupun desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus, mengungkap faktor penyebab terjadinya tindak pidana korupsi dana desa, serta mengetahui hambatan dalam penegakan hukum terhadap korupsi dana desa di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian Penulisan Karya Ilmiah ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis. Dan spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analisis, Adapun jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari studi lapangan wawancara dengan penyidik di Polres Kudus. Dan data sekunder di peroleh dari studi kepustakaan. Data dianalisis secara kualitatif menggunaan teori kepastian hukum. Hasil dari penelitian ini adalah penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus mengutamakan prinsip-prinsip kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Penegakan hukum dilakukan melalui dua pendekatan yaitu preventif dan represif. Penyebab terjadinya tindak pidana korupsi dana desa disebabkan oleh tiga faktor antara lain: faktor regulasi kewenangan pembangunaan desa, faktor kepala desa, faktor masyarakat. Hambatan dan solusinya dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi tindak pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus terdiri dari faktor internal dan faktor ekternal, seperti: tersangka tidak kooperatif (tidak mau bekerja sama) dan keterbatasan sumber dana atau anggaran untuk penanganan perkara selama proses penyidikan. Solusi untuk mengatasi tindak pidana korupsi dana desa adalah melakukan upaya pencegahan melalui penguatan fungsi pengawasan baik formal maupun non formal, melakukan langkah penindakan dan pemberian efek jera, Pemerintah perlu melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terkait penyaluran dan pengelolaan dana desa. Kata Kunci: Penegakan Hukum, Korupsi Dana Desa, Penyalahgunaan kewenangan
The Process Of Investigation Against The Criminal Action Of Narcotics Andriawan, Ferry; Maerani, Ira Alia; Sulchan, Achmad
Law Development Journal Vol 3, No 4 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.827 KB) | DOI: 10.30659/ldj.3.4.819-826

Abstract

The purpose of this study is to find out the process of investigating narcotics criminals at the Pekalongan Police and to find out the obstacles and solutions faced in the process of investigating narcotics criminals at the Pekalongan Police. The type of research used in this research is normative empirical, which begins deductively with an analysis of the articles in the relevant laws and regulations. The problems examined in this study revolve around legislation and relate to their application in practice. Research results Pekalongan Resort Police The process of carrying out investigations against narcotics perpetrators is in accordance with the provisions of the Criminal Procedure Code, the obstacles are the network of narcotics abuse crimes which are easily broken in the chain, transportation facilities for investigators of the Pekalongan Police Narcotics Unit are felt to be a bit hampering, and solutions with pre-emptive efforts (coaching) and Preventive (prevention).
Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Melalui Model Pendidikan Akhlak Guna Membangun Masyarakat Anti Korupsi Ira Alia Maerani; Nuridin
ADIL Indonesia Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap model manajemen pembinaan mahasiswa berbasis pembinaan karakter anti korupsi. Dalam rangka memberantas tindak pidana korupsi melalui pendidikan akhlak guna membangun masyarakat akademik anti korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian deskriptif analisis dan sumber data yang digunakan menggunakan data primer dan sekunder. Lokasi penelitian di Pesantren Mahasiswa Unissula (Pesanmasa) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Sebagai miniatur masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang yang heterogen. Berasal dari status sosial dan ekonomi yang berbeda, suku, dan latar belakang budaya yang berbeda dari penjuru nusantara. Penelitian dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, penyebaran angket (kuisioner) ini menghasilkan bahwa perilaku korup diawali oleh mental korup yang berawal dari minimnya pemahaman akan nilai-nilai dari diri pelaku. Kemudian didukung oleh birokrasi, lemahnya pengawasan, kultur masyarakat dan regulasi yang kurang mendukung terhadap upaya pemberantasan korupsi.Hasil penelitian ditemukan bahwa model pendidikan akhlak berbasis penguatan karakter anti korup diharapkan mampu mengembangkan budaya hukum yang kondusif bagi upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya edukasi, penelitian dan pengabdian masyarakat akan arti penting pemahaman terhadap pengertian korupsi, faktor penyebab korupsi, dampak masif korupsi, nilai dan prinsip anti korupsi, upaya pemberantasan korupsi, dan pemahaman hukum akan tindak pidana korupsi dan peraturan perundang-undangan terkait beserta ancaman pidananya. Baik ancaman menurut hukum pidana positif Indonesia maupun ancaman menurut Hukum Pidana Islam. Sehingga terbangun budaya hukum masyarakat anti korup yang mengedepankan nilai-nilai akhlak secara holistik.Kata Kunci: Tindak Pidana Korupsi, Pendidikan Akhlak, Masyarakat Anti Korupsi
Manajemen Pembinaan Mahasiswa Fakultas Hukum Unissula Berbasis Nilai-Nilai Dasar Pendidikan Akhlak Nuridin, Nuridin; Maerani, Ira Alia
BUDAI: MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Vol 1, No 2 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai - Nilai Islam Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/budai.1.2.67-78

Abstract

Unissula merupakan perguruan tinggi Islam yang memiliki visi sebagai Universitas terkemuka dalam membangun generasi khaira ummah, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi atas dasar nilai-nilai Islam, dan membangun peradaban Islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT dalam kerangka rahmatan lil a’lamin. Visi tersebut sebagai rujukan seluruh program termasuk dalam program pembinaan mahasiswa. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengembangkan model manajemen pembinaan mahasiswa Fakultas Hukum Unissula berbasis nilai-nilai pendidikan akhlak. Penelitian ini didesain melalui Research and Development (R and D). Metode pengumpulan data terbagi dalam 4 tahap. Tahap pertama adalah tahap pendekatan kualitatif yang meliputi wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Tahap yang kedua yaitu tahap literature review dengan mengkaji grand theory. Tahap ketiga, tahap pengembangan model hipotetik (konseptual), dan tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi model. Sedangkan untuk analisis data dipergunakan analisis data kualitatif, analisis data kuantitatif dan teknik pemeriksaan keabsahan data. Unissula is Islamic University. Unissula vision’s to be perfect university in building the generation of khaira ummah, developing science and technology on the basis of Islamic values, and building Islamic civilization towards a prosperous society blessed by Allah SWT within the framework of rahmatan lil a'lamin. This vision serves as a reference for all programs, including the student coaching program. This study specifically aims to develop a management model for student development at the Unissula Faculty of Law based on moral education values. This study was designed using a research and development (R and D) approach. The data collection method is divided into 4 stages. The first stage is the stage of a qualitative approach which includes interviews, observations, documentation and questionnaires. The second stage is the literature review stage by reviewing the grand theory. The third stage is the stage of developing a hypothetical (conceptual) model, and the last stage is the model evaluation stage. Meanwhile, for data analysis, qualitative data analysis, quantitative data analysis and data validity checking techniques were used.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN PEREMPUAN YANG HAMIL DAN ANAK YANG DILAHIRKAN DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN Fitriana, Galuh; Maerani, Ira Alia
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara rechtstaats atau penganut sistem hukum civil law serta the rule of law, Indonesia juga mengakui adanya hak asasi manusia. Dalam upaya pemenuhan dan penegakan hukum negara yang baik merupakan negara yang memberikan sikap yang baik pada siapapun termasuk pelanggar hukumnya. salah satu implementasi dari prinsip perlindungan hukum tersebut yakni adanya hak narapidana yang sudah diatur didalam peraturan perundang-undangan. Dari berbagai hak, hak-hak warga binaan pemasyarakatan perempuan menjadi urgensi tersendiri karena pada dasarnya kebutuhan perempuan berbeda dengan kebutuhan laki-laki dan yang menjadi urgensi utama adalah warga binaan pemasyarakatan perempuan yang hamil serta menyusui dan anak di lembaga pemasyarakatan, mengingat lingkungan pemasyarakatan berbeda dengan lingkungan normal, dan bagaimana implementasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah menggunakan jenis penelitian yuridis normatif (hukum normatif). Pendekatan penelitian hukum yang akan digunakan dalam penulisan ini menggunakan pendekatan perundang-undangan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode studi kepustakaan. Metode studi kepustakaan merupakan metode penelitian yang memberikan penjelasan lebih analisis dan konseptual. Hasil dari penelitian ini adalah kebijakan hukum pada perlindungan hukum untuk warga binaan pemasyarakatan perempuan dan anak di lembaga pemasyarakatan sangat lengkap, dimana dipenuhi hak-hak dari keduanya dan digolongkan secara khusus. Untuk perlindungan hukum bagi warga binaan pemasyarakatan perempuan dan anak digolongkan pada perempuan dalam fungsi reproduksi serta anak sehingga diberikan tambahan makanan guna pemenuhan gizi. Namun dalam implementasinya baik keduanya masih ada yang tidak terpenuhi haknya, seperti dalam hal makanan, dan tempat tinggal di lembaga pemasyarakatan yang kurang layak, dan juga masih terjadi disparitas hukum antar subjek hukum dalam proses penegakan serta perlindungan hukumKata Kunci: Perlindungan hukum, Hak, Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan, Lembaga Pemasyarakatan, Anak.
Model Penilaian Kinerja Guru Sekolah Dasar Berdasarkan Regulasi dan Nilai-Nilai Islam Nuridin Nuridin; Ira Alia Maerani
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.135

Abstract

This study revealed the performance assessment model of Sultan Agung Islamic Elementary School managed by the Sultan Agung Waqf Foundation (YBWSA). As an Islamic school, the vision based on Islamic values ​​stated in the Quran. This vision also underlies the entire operational process of the school, including the establishment of teacher performance assessments. In addition, teacher performance appraisal refers to the applicable laws and regulations. This research was conducted by implementing a qualitative approach. The informants of the study were the Head of the Secretariat for Primary and Secondary Education, the official assessor for teachers at the Sultan Agung Islamic Elementary School. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Meanwhile, the analysis was carried out through a qualitative descriptive, which was intended to obtain an overview of the teacher performance appraisal model of Sultan Agung Islamic Elementary School. The results of the study stated that Sultan Agung Islamic Elementary School had established a trustworthy and professional teacher profile. This profile evaluated through a teacher performance appraisal model based on Islamic regulations and values. The aspects of assessment and indicators are compiled and used as a guidance in assessing teacher performance. The application of assessment model performed effective for the teacher performance appraisal model. ABSTRAK Penelitian ini ingin mengungkap model penilaian kinerja guru Sekolah Dasar Islam Sultan Agung yang dikelola oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). Sebagai sekolah Islam, visi yang ditetapkan mendasarkan pada nilai-nilai Islam yang terdapat dalam Al-Quran. Visi ini pula yang melandasar keseluruhan proses operasional sekolah termasuk dalam melakukan penilaian kinerja guru. Penilaian kinerja guru juga mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekertariat Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Pejabat penilai guru SD Islam Sultan Agung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis dilakukan melalui deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang model penilaian kinerja guru SD Islam Sultan Agung. Hasil penelitian menyebutkan, SD Islam Sultan Agung telah menetapkan profil guru amanah dan professional. Profile ini dievaluasi melalui model penilaian kinerja guru yang mendasarkan pada regulasi dan nilai-nilai Islam. Aspek penilaian dan indikator disusun dan dijadikan panduan dalam melakukan penilaian kinerja guru. Model penilaian ini efektif diterapkan sebagai model penilaian kinerja guru.